Falling In Love (The Series)

Falling In Love (The Series)
Bab 182. Just you and me



Bab 182. Just you and me


.


.


.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Ambarwati


Ia merasakan sesuatu yang luar biasa. Pengalaman yang berbeda kala menjalankan kewajibannya sebagai istri bersama Bayu.


Ia baru saja mendapatkan sesuatu yang berbeda yang hanya bisa ia rasakan sendiri. Suaminya itu benar-benar lebih dari yang ia sangkakan.


Perlakuan lembut pria itu, semakin menegaskan jika ia merupakan wanita yang beruntung karena diperistri oleh Bayu.


Dengan gerakan perlahan, ia membuka penutup benda penting suaminya, lalu mencampakkan kain bertuliskan Calvin Klein itu ke sembarang arah. Naluri dua insan itu sudah pasti tidak akan salah. Lagipula, Ambar juga sudah tahu kemana arah permintaan suaminya.


Manusia manapun jelas gak akan bisa lepas dari jeratan biologis memabukkan itu. Itulah nikmat hidup dengan segala warnanya.


Masih dengan mata yang dibuat open close oleh suaminya , karena pria itu rupanya masih saja tekun memilin dua benda berkuncup itu dengan liarnya.


Semakin memacu adrenalin saat ia akan memimpin aktivitas paling membahagiakan itu.


Jantung Ambar dibuat berdegup tak normal demi melihat ukuran aset berharga milik suaminya. Astaga!


Kini, baik Bayu maupun dirinya sama-sama memejamkan mata demi merasakan sensasi gila saat dua daging itu telah menyatu dalam tahapan presisi.


Bayu menekan pinggul Ambar dengan posisi mata yang masih terpejam, kini sorot mata sendu beralih menimpa Ambar. Hati Ambar menghangat demi melihat suaminya yang begitu menikmati suguhannya.


Dengan gerakan perlahan yang ia bisa, ia menaik-turunkan raganya demi menservis suaminya dengan baik.


Degan ritme dan tempo yang sedang dan menuju cepat, wanita itu telah berhasil membuat Bayu memejamkan matanya demi menikmati gerakan yang gila itu. Membuat dirinya yang selama ini memendam has rat suci itu, terpuaskan.


Gelora dua manusia dewasa yang semakin menuntut itu, semakin tekun ingin mereka gapai bersama. Perayaan cinta yang sebenarnya, dari dua manusia yang sangat dewasa.


Melihat istrinya yang mulai kelelahan, membuat Bayu seketika membalikkan tubuh Ambar. Kini, ia kembali memegang kendali atas kegiatan itu.


Bayu terlihat menghujani wajah istrinya dengan ciuman penuh kasih sayang saat istrinya telah kembali berada di bawah kungkungannya Sungguh, Bayu benar-benar mencintai Ambar.


Merasa dirinya tak bisa lagi menahan gelora yang menggebu-gebu, Bayu kini memposisikan kaki Ambar dan lekas memasuki tubuh istrinya.


Wanita itu merasa bahagia dengan perlakuan Bayu. Ia yang selama ini tak memiliki nilai dan arti sama sekali, kini menjadi manusia yang beruntung sebab Bayu begitu terlihat mencintai dirinya.


Pun dengan Bayu, itu itu benar-benar masih juga merasakan hal yang sama. Di usianya yang beradu di batas Renjana, ia bisa menemukan kembali arti dirinya yang telah sirna..


Bayu semakin mempercepat tempo permainannya. Dua anak manusia itu kini terlihat bersimbah keringat. Aura panas yang kentara terlihat mengalahkan gempuran suhu dingin AC yang kini seolah tiada berguna.


Kepala Ambar bahkan turut berguncang hebat kala suaminya terus menghentak dalam tempo yang semakin cepat. Pergumulan itu benar-benar terasa begitu nikmat, lama dan semakin membuat mereka kehilangan kendali.


Merasa dirinya akan menggapai puncak tertinggi itu, Bayu memekik seraya memeluk erat tubuh istrinya saat ia memuntahkan bukti keperkasaannya itu ke liang istrinya.


Bayu merasakan kelegaan yang luar biasa. Rasa yang tak bisa didefinisikan oleh kata apapun. Bayu memeluk istrinya semakin erat.


" Makasih sayang.... Aku mencintaimu!" Ucap Bayu dengan suara terengah-engah karena kelelahan.


.


.


.


.


.


.