
Bab 226. Meneguk bersamamu
.
.
.
...πππ...
Sakti
"Anggur terbaik di tempat ini?" Batin Sakti yang kini menatap wanita yang merokok bersamanya itu.
" Apa boleh?" Tanyanya kembali. Mencoba mencari tahu kebenaran.
" Kenapa tidak boleh, kita bekerja di perusahaan salah satu pembuat wine terbaik di negeri ini, dan akan sangat rugi jika kita tidak mencicipi!" Ucap Anjana tersenyum.
Senyuman yang membuat Sakti mabuk kepayang dibuatnya. Wanita itu sangat cantik jika tersenyum begini. " Astaga bisa gila aku lama-lama!"
Anjana membuang puntung rokok yang masih separuh itu. Wanita itu kini berdiri dan berjalan entah kemana. Sakti hanya diam, dia orang baru dan belum mengerti apapun. Selama ini, dia hanya di ajari James, untuk memanjangkan teori marketing yang sudah ia miliki. Selebihnya, ia masih belum mengetahui.
Tak berselang lama, hanya beberapa menit selepas kepergian Anjana, wanita itu kini terlihat kembali bersama sebotol red wine, dan dua wine glass.
Wine glass (gelas wine) merupakan gelas, yang bagian bibir gelasnya cenderung lebih kecil ketimbang badan gelas. Adapun gelas jenis ini memiliki ciri khasnya, seperti halnya bertangkai pendek dan memiliki bagian dasar gelas yang lebar untuk membantu aroma minuman keras menguap.
" Kau serius?" Tanya Sakti yang sebenarnya jarang sekali icip-icip minuman begituan. Ibarat kata, dia kelas teri untuk urusan minuman begituan.
" Serius lah, oke let's try!" Anjana terlihat bersemangat. Mungkin karena selama ini, ia tak pernah memiliki teman. Tiap ia berniat berkecan dengan pria, wanita itu selalu gagal sebab ia dinilai terlalu kuat.
Atau tak jarang, ia sangat kaku dan tak mengetahui bagiamana cara memulai hubungan yang baik secara wajar. Sebab ia tumbuh di lingkungan yang ketat dan tegas, di bawah bimbingan seorang anak buah Tuan Liem yang mumpuni dalam hal bertarung.
Ia juga tak memiliki teman wanita karena semua temannya tidak ada yang sealiran dengan dirinya. Praktis, selama ini ia hanya menghabiskan waktu di dalam SO Vineyards dengan hidup yang monoton.
" Kau kenapa? Kaku sekali!" Anjana memperhatikan Sakti yang tertegun manakala ia menuang minuman itu hanya 1/4 gelas.
" Kenapa sedikit sekali? Itu kan banyak!" Seru Sakti yang heran. Pelit sekali dia.
"Jangan meneguknya seperti air putih, apalagi menenggaknya dengan cepat seperti minuman dalam gelas shot!" Anjana memutar bola matanya malas demi menjawab Sakti yang benar-benar oon itu.
Sakti mengangguk, ia memang jarang menikmati minuman berharga mahal itu. Pernah minum bersama Aji sekali itupun sudah lama.
" Minum sedikit demi sedikit, putar-putar wine dalam mulut selama beberapa detik setelah itu baru ditelan. Rasakan tekstur dan rasa wine-nya ketika di mulut dan setelah ditelan!" Anjana terlihat bersemangat saat mengajari Sakti.
Sakti mengangguk" Begitu! Aku pikir sama saja!" Sakti meraih gelas yang telah terisi oleh minuman sulingan anggur itu. Warnanya benar-benar menggugah selera.
" Oh harus ya?" Sakti menggaruk kepalanya, ia mendapat ilmu baru dari wanita kaku itu.
TING
Denting gelas yang beradu menimbulkan suara ricuh yang memecah keheningan dua manusia yang di telan kegelapan malam itu.
Sakti memercingkan matanya demi cairan dengan rasa sepat yang kini meluncur ke esofagusnya.
" Kenapa?" Anjana terkekeh untuk pertama kalinya, demi melihat Sakti yang berekspresi lucu. Pria itu benar-benar konyol.
" Sepet banget!" Sakti bergidik. " Tapi .. lama-lama enak!" Ucapnya nyengir dan membuat Anjana tersenyum senang.
" Kau tahu...semua itu terjadi karena Red wine biasanya nemiliki kadar tannin yang lebih banyak daripada white wine. Karena itulah, biasanya red wine lebih sepat daripada white wine!" Tutur Anjana yang kini meneguk minuman itu dengan cara yang elegan.
Membuat Sakti berdecak kagum. Benar sekali, salah satu faktor pembentuk karakter adalah lingkungan dimana kita tumbuh.
" Mau lagi?" Tawar Anjana usai ia meneguk minuman sulingan anggur itu.
" Boleh, kapan lagi minum minuman mahal secara gratis!" Sakti terkekeh. Membuat Anjana tertegun. Pria itu jika tertawa lepas seperti ini terlihat manis.
" Bahkan seluruh minuman ini sebenarnya adalah milikmu Tuan muda!"
" Tapi jangan banyak-banyak, nanti...!" Seru Anjana sedikit khawatir.
" Aman!" Sahut Sakti mengentengkan.
Minuman yang mengandung kadar alkohol lebih tinggi seperti wiskey, brandy, dan red wine, dapat mengakibatkan seseorang lebih cepat mabuk. Semua itu disebabkan oleh terganggunya kadar PH dalam tubuh manusia, yang diakibatkan oleh minuman tersebut.
Sepanjang sejarah yang ada, wine memang dikonsumsi sebagai minuman untuk memabukkan. Anggur dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur.
Malam itu mereka berdua minum sembari saling berbagi cerita. Tak di sangka , dua manusia itu terlibat obrolan seru. Anjana yang jarang tertawa, malam itu berkali- kaki dibuat ngakak oleh tingkah Sakti yang benar-benar kocak.
Untuk pertama kalinya, Anjana merasa memiliki teman. Dan dari kejauhan, Tuan Liem yang melihat Sakti tertawa bersama Anjana terlihat tersenyum.
" Kakek senang melihatmu seperti ini nak!"
.
.
.
.