Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Rahasia terkuak



...****...


Belum sempat berbicara lebih banyak, pria yang sedang dibicarakan oleh Alma, Mike dan Leon itu sudah datang dan masuk ke dalam ruangan tempat Alma di rawat.


Ken membawa 2 bungkus keresek putih, yang entah lah isinya apa. Leon dan Mike menatap Ken dengan tatapan curiga, penuh pertanyaan setelah apa yang dikatakan Alma tentangnya. Sementara itu Alma berusaha menjaga ketenangan nya, agar bayinya baik-baik saja ia menutupi keresahan dan kecurigaan pada Ken.


Mustahil! pria yang di depannya itu bukanlah Bryan? mana mungkin? wajah mereka terlihat sama. Tidak ada perbedaan nya sama sekali! Jika memang Bryan punya saudara kembar, bagaimana bisa, Mike, Leon dan Alma tidak tahu?. Begitulah pikir ketiga orang yang tampak bingung itu.


" Sayang kamu sudah sadar, kata dokter.. maksudku Ian bilang kalau kamu harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit. Ini, aku juga bawakan makanan untuk kamu. Kamu belum makan siang kan?" ucap Ken ramah pada Alma, seperti orang yang tidak berdosa.


Ada apa dengan tatapan tajam kedua pria menyebalkan ini? Ha.. aku tau mereka pasti masih marah padaku. Ken menatap tajam Leon dan Mike.


Pria ini benar-benar bukan Bryan. Lalu dia siapa? kenapa dia berpura-pura menjadi Bryan, lalu menyakiti ku dan anak-anak? apa tujuan nya sebenarnya?


Keempat itu saling berbicara di dalam hati, namun saling menatap. Akhirnya Alma meminta Mike dan Leon untuk pergi lebih dulu karena ia ingin bicara dengan suaminya, alias Bryan palsu.


" Baiklah, kami keluar dulu ya. Ayo pak Mike " ajak Leon


Alma akan baik-baik saja kan? batin Mike cemas


" Pak Mike, ayo! malah bengong, aku juga mau bicara sama kamu " ucap Leon pada Mike, memberikan isyarat agar ia cepat pergi. " Alma akan baik-baik saja, aku menempatkan beberapa orang untuk menjaganya. " bisik Leon pada Mike


" Ya sudah, Al kamu istirahat ya. Aku dan pak Leon keluar dulu " ucap Mike sambil tersenyum


" Iya, kak Leon pak Mike terimakasih " Alma tersenyum di wajah pucat nya itu.


Mike dan Leon pun meninggalkan ruangan itu dengan hati yang cemas. Kini hanya tinggal Alma dan Ken yang berdua di ruangan itu. Jantung Alma mulai berdegup kencang saat berdua dengan Ken, setelah ia tau kalau pria yang berwajah mirip dengan suaminya itu bukanlah suaminya tapi orang lain yang menyamar sebagai dirinya.


Aku masih tidak percaya kalau dia bukan Bryan. dan namanya adalah Ken. Tapi siapa dia? dan dimana Bryan?


" Hey! apa kamu masih sakit? mau aku panggilkan Ian untuk memeriksa mu?" tanya Ken cemas melihat Alma diam dan melamun saja.


" Aku baik-baik saja, kamu tidak usah mencemaskan ku " ucap Alma sinis sambil melepaskan jarum infus yang terpasang di tangan nya dan beranjak turun dari ranjang nya.


Karena dia bukan Bryan, aku tidak perlu berpura-pura baik lagi padanya.


" S-sayang, kamu masih sakit. Kata Ian kamu harus di rawat " Ken menggendong kembali Alma ke ranjang nya.


Sial! mulutku ini masih kaku menyebut kata sayang.


Diam-diam Alma melihatnya dengan tatapan jijik, ia masih tak percaya kalau ada orang lain yang juga mempunyai wajah tampan suaminya.


Ken merasakan tatapan dingin dari Alma, berbeda dari sebelumnya yang memohon-mohon cinta padanya. Ken mulai merasa keanehan pada diri Alma.


" Kamu makan lah dulu " ucap Ken sambil menyerahkan keresek berisi makanan pada Alma


" Ya aku akan makan. Tapi aku tidak mau kamu disini " ucap Alma sinis


Jika kamu ingin bermain, baiklah akan ku temani. Aku tidak akan membongkar dulu kedok mu untuk saat ini, karena aku belum menemukan di mana Bryan yang kamu sembunyikan.


" Bukannya kamu ingin aku menemanimu? kenapa sekarang kamu menolak ku?" tanya Ken tak mengerti


Apa wanita bodoh ini benar-benar bisa marah? bukan kah sebelumnya dia menangis dan mengemis ngemis padaku agar tetap bersamanya? apa dia curiga aku bukan Bryan? tidak tidak! aku tidak bisa bersikap ceroboh, aku tidak boleh membiarkan penyamaran ku terbongkar. Aku belum menghancurkan Aditama grup.


" Bagaimana bisa aku melihat kamu sekarang? terlebih lagi dengan bekas ciuman di tubuhmu itu, aku jijik " Alma tersenyum sinis


DEG!


Mendadak ada perasaan tidak nyaman di hati Ken saat melihat Alma yang biasanya sabar menghadapi nya, mulai bersikap sinis padanya.


" Jijik? jijik kamu bilang?" tanya Ken marah. Pria itu terbawa emosi dan melempar barang-barang yang ada di meja. Vas bunga, gelas berisi air putih di lemparnya sampai pecah ke lantai.


PRANG!!


Sekarang aku yakin, kamu bukan Bryan. Alma menatap tajam Ken.


Alma dan Ken pun bertengkar layaknya pasangan suami istri yang sedang ada masalah. Hal itu terdengar oleh Ian yang kebetulan akan kembali memeriksa kondisi, tekanan darah Alma. Ian merasa heran karena Bryan temannya bisa begitu emosi sampai melempar barang. Itu bukanlah sifatnya, pelampiasan Bryan ketika marah bukanlah melempar barang.


Ian pun segera menengahi pertengkaran suami istri itu, bersama seorang suster ia masuk ke dalam ruang rawat Alma.


" Ehem ehem. Maaf, aku kemari ingin memeriksa kondisi Bu Alma " ucap Ian sambil sedikit batuk-batuk


Mereka seperti nya benar-benar bertengkar?


" Seperti nya dia memang perlu di periksa, lakukan pemeriksaan menyeluruh apalagi mulutnya itu. Aku takut dia memakan banyak sambal " Ken menyilangkan tangannya di dada, menatap tajam wanita hamil yang duduk di ranjang itu.


" hey ! apa maksudmu aku memakan banyak sambal? dasar kamu pria tukang selingkuh !" Alma tampak kesal dengan Ken, sampai melotot padanya.


" Mulutmu sangat pedas, aku bisa merasakan nya. Telingaku sampai sakit mendengar mu bicara " ucap Ken sambil tersenyum sinis


" APA?!" suara wanita hamil itu mulai meninggi


Dia sama menyebalkan nya dengan Bryan saat pertama bertemu dulu. Tidak, dia berbeda. Dia lebih buruk!. ucap Alma di dalam hatinya, ia gusar.


" Ehem, Bu Alma mohon tenangkan dirimu. Nanti tekanan darah mu akan naik dan tidak bagus untuk bayi " ucap dokter itu mengingatkan.


" Huu.. baiklah, terimakasih dokter Ian " Alma tersenyum setelah mengatur napasnya


Albry kecil harus tenang. Tapi sepertinya aku akan selalu emosi saat melihat si penipu ini.


Mengapa dia tersenyum seperti itu pada dokter? tapi padaku dia bersikap dingin, aku kan sedang jadi suaminya. Ah, benar saja dia pasti marah karena aku sudah berselingkuh darinya, masuk akal juga.


Ken tampak tidak senang melihat Alma tersenyum pada pria lain, seolah ada sesuatu yang menyerang batinnya. Setelah pemeriksaan yang menyeluruh pada Alma, Ken pun pergi dengan alasan akan pergi mengecek perusahaan.


Alma lega karena Ken pergi meninggalkan nya sendirian. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Andre, menanyakan beberapa hal berkaitan dengan Bryan padanya. Dan benar saja Andre mengatakan hal yang sama juga, bahwa Presdir nya sudah banyak berubah. Terlebih lagi saat penyergapan Mr.K di Singapura. Hal ini semakin membuat Alma yakin kalau Ken bukanlah suaminya, Bryan.


" Pak Andre, tolong bantu aku menyelidiki dimana keberadaan Bryan. Jika pak Andre tau sesuatu, tolong beritahu padaku " ucap Alma


" baik Bu Alma, saya pasti akan segera memberitahukan kalau ada petunjuk yang berkaitan dengan pak Bryan "


Ini di luar dugaan. Ternyata pak Presdir benar-benar ada dua, pantas saja sikap Presdir yang ini sangat berbeda. Dia lebih lemah lembut dari Presdir yang asli.


" Aku akan tunggu kabar dari pak Andre, ingat ya selidik diam-diam! Aku ingin menjebloskan Bryan palsu ke penjara " ucap Alma tegas


" Siap Bu Alma !" jawab Andre patuh.


Alma menutup telponnya, lalu ia menelpon Laura untuk mengkonfirmasi beberapa hal. Alma terlihat berfikir, ia juga akan meminta bantuan Kelvin untuk mencari keberadaan Papa nya.


...***...


Beberapa menit kemudian, Laura sampai di ruang rawat Alma. Laura tampak mencemaskan keadaan Alma.


" Al, kamu gak papa? aku dapat telpon dari Leon kalau kamu masuk rumah sakit. Ini gara-gara Bryan kan? apa dia kembali lagi ke penyakit lamanya?" tanya Laura sambil memeluk Alma dengan penuh kasih sayang


" Kakak.. hiks " Alma menangis dan memeluk Laura dengan erat, seolah mengadu pada kakak iparnya itu


" Al, ada apa? Bryan menyakiti kamu lagi? dia benar-benar harus di kasih pelajaran, aku akan membunuhnya!" ucap Laura mengetuk Bryan.


" Kak Laura, siapa sebenarnya Ken itu?" tanya Alma sambil melepaskan pelukannya


DEG!


Pertanyaan Alma membuatnya tercengang setengah mati. Laura langsung menyadarkan dirinya dan bertanya pada Alma kenapa Alma bisa mengetahui tentang Ken? adiknya yang sudah lama tiada.


" Adik? kakak bilang kalau orang bernama Ken itu adalah adik kakak?" tanya Alma tak kalah terkejutnya dengan Laura


" Iya, dia saudara kembar Bryan yang sudah lama meninggal. Tapi bagaimana kamu bisa tau tentang dia? apa Bryan yang cerita padamu?" Laura memburu Alma dengan pertanyaan dan rasa penasaran nya.


Ini aneh, Bryan dan aku jelas-jelas tidak mau membuka luka lama dengan menceritakan tentang Ken pada orang lain. Lalu kenapa Alma bisa tau?


" Bryan tidak pernah bercerita tentang saudara kembarnya padaku. Sebaliknya Ken masih hidup kak " jawab Alma


" Apa? apa maksud kamu? katakan yang jelas!" teriak Laura penasaran dengan kata-kata Alma


Alma menceritakan pada Laura semua yang ia ketahui tentang Bryan yang saat ini ada bersama nya. Pria yang mirip dengan suaminya itu mengaku dirinya sebagai Ken. Laura terkejut, ia langsung menangis dan tidak percaya kalau adiknya yang lain, dan ia pikir sudah tiada masih hidup.


Akhirnya sebuah rahasia besar terkuak! Ken saudara kembar Bryan masih hidup, tapi pertanyaannya kenapa Ken menyamar jadi Bryan? lalu dimana Bryan berada? masih menjadi tanda tanya besar untuk mereka.


" Kamu serius Al? Dia benar-benar mengaku dirinya adalah Ken?" tanya Laura tak percaya


" Iya, aku mendengar nya sendiri. Aku juga merasa tidak percaya, tapi itulah benar. Bryan dan pria penipu itu benar-benar memiliki sikap yang berbeda, ya walaupun ada beberapa hal yang sama" jelas Alma yakin


" Ken.. dia sudah tiada. Lalu bagaimana bisa dia masih hidup dan berpura-pura jadi Bryan?" tangan Laura menutup mulut nya, air mata mengalir dari matanya


" Kakak, tenanglah. Kita harus memikirkan ini dengan kepala dingin, kakak harus ceritakan pada ku semua tentang Ken, supaya aku bisa mengetahui keberadaan Bryan dan membongkar kedoknya " Alma memegang tangan Laura, satu tangannya yang lain menyeka air mata Laura


Laura menghempaskan dirinya ke tempat duduk yang ada di samping ranjang yang Alma tempati. Ia pun memulai kisah tentang Ken dan Bryan di masa kecil.


🍂🍂🍂


Bukannya pergi ke kantor seperti apa yang ia katakan, Ken pergi diam diam ke tempat Bryan di sekap juga di temani oleh beberapa anak buah nya.


Keadaan Bryan tampak lemah tak berdaya, Wildan dan anak buah nya tidak memberikan makanan maupun setetes air padanya selama 2 hari itu. Wajahnya pucat dan tubuhnya tampak kurus.


" Ken.. akhirnya kamu datang. " ucap Bryan sambil tersenyum menyambut adiknya itu.


Aku harus menjelaskan semua nya pada Ken agar kesalahpahaman ini berakhir.


" Kenapa kamu tersenyum padaku? apa kamu pikir aku akan melepaskan mu kalau kamu bersikap baik padaku?" tanya Ken sinis


" Ken, aku tau kamu marah. Aku tau kamu kecewa karena kecelakaan kita waktu kecil, Ken aku akan meluruskan kesalahpahaman ini. Jadi kumohon kamu jangan keras kepala lagi " ucap Bryan dengan suara nya yang serak


" Kesalahpahaman apa? saat kalian meninggalkan ku sendirian di tebing itu?" tanya Ken


" Saat itu, kami tidak meninggalkan mu Ken! kamu jangan bodoh dan tertipu oleh om Wildan! dia yang sudah merencanakan semua ini " ucap Bryan terburu-buru


" apa? kamu pikir aku akan percaya kata-kata mu Bryan?" Ken mengepal tangannya, sorot matanya pada Bryan masih penuh emosi dan dendam. Seakan ada kemarahan yang membara di dalam sana.


Ken marah saat Bryan mengatakan hal buruk tentang Wildan. Karena Wildan lah yang selama ini membesarkan dan mengurusnya. Ia tak percaya Wildan yang selalu tampak baik padanya merencanakan kecelakaan mobil ketika ia kecil.


Bryan berusaha meluruskan kesalahpahaman, ia mengatakan bahwa papa nya tidak hanya pergi menyelamatkan nya tapi menyelamatkan Ken juga sampai meregang nyawanya saat itu juga.


" Ken.. kamu tau kenapa papa meninggal? Papa meninggal karena Papa berusaha menyelamatkan mu dari tebing itu! Papa kembali lagi padamu dan terjatuh karena ingin menyelamatkan mu ! itu kebenaran nya! bukankah itu membuktikan kalau Papa bukan hanya menyayangiku dan kak Laura, tapi juga menyayangimu.. sadarlah Ken.. Om Wildan ingin menghancurkan keluarga kita " jelas Bryan sambil menangis mengingat masa kecil mereka.


GREP


Ken mendengarkan kata-kata Bryan yang terdengar emosional baginya. Ken termangu, ada beragam pertanyaan di kepalanya yang tidak terucap di mulutnya.


Benarkah papa nya menyayanginya sampai meregang nyawa? bukankah Papa nya meregang nyawa karena menyelamatkan Bryan? apa benar Wildan yang mencelakakan keluarga nya?


" Jangan percaya padanya Ken, om tidak mungkin seperti itu. Dia berkata begitu karena ingin selamat " ucap Wildan yang tiba-tiba sudah ada di belakang Ken, seperti nya ia mendengar ucapan Bryan pada Ken


" Kamu benar-benar pria busuk, om Wildan! Ken, kamu harus percaya padaku. Dia lah yang jahat, dia yang sudah membunuh Papa! dia yang memisahkan kita selama bertahun tahun " Bryan menatap saudara kembarnya dengan penuh harapan pria itu akan percaya pada kata-kata nya.


" Berisik kamu!" teriak Wildan pada Bryan penuh emosi, kaki nya menendang perut Bryan dengan keras. Ken tercekat melihatnya, apakah hatinya sudah mulai tergerak pada Bryan?


BUKK


" Ohok..ohok " mulut Bryan mengeluarkan darah, setelah ditendang oleh Wildan. " Ken, kak Laura pasti sangat senang melihat mu. Dia sama senangnya denganku, dan jika Mama masih hidup Mama juga akan senang melihatmu lagi. Ken kami sayang padamu " Bryan tersenyum


Kak Laura? Apa dia akan senang melihat ku lagi? dia bahkan tidak pernah menyinggung soal aku pada orang lain seolah adiknya satu satunya adalah Bryan. Benarkah kak Laura akan senang melihatku masih hidup?. Batin Ken sedih


Laura adalah kakak yang sangat dekat dengan Ken, waktu kecil Ken sering bermain dengan Laura. Saat Bryan dan Ken selalu bertengkar kecil, Laura selalu melerai mereka berdua dan membela Ken. Laura sangat menyayangi Ken.


" Kembalilah Ken, kembalilah pada kami. Kita bisa kembali seperti dulu, karena kita adalah kelu.."


Kata-kata Bryan tidak sempurna, karena Wildan yang menyuruh anak buahnya untuk memukuli Bryan yang sudah lemas dan tidak berdaya. Ken terdiam melihat saudaranya di pukuli seperti itu, ada rasa sakit di dalam hatinya dan kesedihan.


Kenapa dada ku terasa sakit melihat Bryan disakiti seperti itu? kenapa!


Wildan terus melancarkan provokasi nya pada Ken, kali ini Ken tidak menanggapinya. Ia tampak berfikir sesuatu yang berat. Lalu ia berkata pada anak buah nya untuk berhenti memukuli Bryan. " Om, kita harus membiarkan dia tetap hidup untuk menyiksanya!" seru Ken


Aku akan menemukan faktanya, benarkah om Wildan yang jahat atau keluarga ku sendiri yang tega membuang ku!


" Baiklah Ken, aku pikir kamu akan melepaskan nya begitu saja " Wildan tersenyum dan setuju dengan Ken untuk membiarkan Bryan hidup


Haa.. aku harus membuat drama keluarga ini cepat berakhir. Mereka berdua harus saling membunuh. batin Wildan


Keadaan Bryan tampak kacau setelah dipukuli, wajahnya babak belur. Baju yang ia pakai sudah sangat lusuh, bahkan ada beberapa bagian bajunya yang robek. Setelah Wildan dan beberapa anak buahnya pergi keluar dari ruangan sempit minim cahaya itu, tinggallah Ken dan Bryan disana. Ken memberikan makanan dan minuman pada Bryan, ia tak tega melihat Bryan mati lemas.


" Minum dan makanlah makanan mu " ucap Ken dingin


" Aku tau kamu peduli padaku Ken " ucap Bryan sambil tersenyum penuh percaya diri


" Kamu sangat percaya diri! ini bukan karena aku peduli padamu, aku hanya tidak senang saja melihatmu mati dengan mudah. " Ken mengepal tangannya dengan gemas.


" Baiklah baiklah, aku percaya. Terimakasih sudah memberiku kesempatan " Bryan tersenyum pada saudaranya itu


Dia masih bisa tersenyum seperti itu disaat wajahnya babak belur. Dia bodoh, sama seperti istrinya.


Ken melangkah pergi keluar dari ruangan itu, namun Bryan memanggil nya, menghentikan langkah Ken. Ia langsung menanyakan keadaan Alma dan kedua anaknya.


" Kedua anak mu baik-baik saja, tapi istrimu berada di rumah sakit " jawab Ken


" Di rumah sakit? apa yang terjadi padanya? Apa kamu melukai nya?!" tanya Bryan tersentak kaget " Jika kamu melukainya aku akan ..."


" Kamu sangat mencintai keluarga mu kamu sangat beruntung, aku benar-benar iri " gumam Ken dengan wajah yang sakit hati.


" Kamu bilang apa? Alma dan bayiku baik-baik saja?" tanya Bryan yang tak mendengar jelas kata-kata Ken


" Mulai sekarang aku akan menjaganya kamu tidak usah khawatir " jawab Ken sambil tersenyum pahit


Setelah memberikan jawaban pada Bryan, ia pergi buru-buru meninggalkan ruangan itu. Bryan terpana mendengar kata-kata Ken.


Apa dia bilang? dia ingin menjaga siapa?


...---***---...


Readers! maaf, tadinya hari ini mau up dua. Berhubung kepala lagi pening, jadi up nya satu aja dulu ya. 😅😊 maaf juga untuk komentar yang tidak terbalas semuanya 🙏😊 terimakasih dukungan kalian 😊