
Hai Readers !
Mohon bijak dalam membaca, chapter ini mengandung konten 21+
****
Perceraian memang jalan terbaik untuk kita yang berada di dalam dunia yang berbeda. Kamu di langit, dan aku di bumi. Langit dan bumi tidak akan pernah bisa bersatu bahkan sampai akhir dunia sekalipun.
Bodohnya aku, yang ingin menggenggam langit. Beraninya aku mencintaimu Bryan. Sudah seharusnya aku berada di jalanku, dan kamu berada di jalanku. Mungkin setelah ini aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.
***
Alma memberhentikan mobil Bryan di halaman depan rumah Bryan. Disana masih terlihat sama sejak terakhir kali Alma meninggalkan nya. Namun ada satu yang berbeda dari halaman depan rumah Bryan itu.
Alma memapah Bryan yang sudah setengah sadar itu dan hendak masuk ke dalam rumah.
" Mawar ungu?" Alma bergumam sendiri melihat banyak ditanami mawar ungu di depan halaman rumah Bryan.
" Kamu sudah lihat kan? aku sudah menanam bunga kesukaan kamu, karena aku percaya suatu saat nanti kamu akan kembali ke rumah ini "
" Jangan ngelantur deh ! aku tidak akan kembali ke rumah ini, seperti nya nona Selina yang akan menempati rumah ini. "
" Kamu masih cemburu padanya? itu artinya kamu masih mencintai ku. Baguslah " Bryan nyengir
" Anda terlalu banyak berkhayal pak, saya akan memaklumi bapak kali ini karena bapak sedang mabuk " kata Alma sambil bersusah payah membawa Bryan ke dalam rumah.
CEKRET
Alma menutup pintu rumah itu, ia segera merebahkan Bryan di ranjang kamarnya. Pria itu berkeringat dan tampak kepanasan.
" Saya akan memanggil pak Andre untuk merawat bapak " Alma mengambil ponselnya hendak menelpon Andre, tapi Bryan merebut ponselnya.
" Tidak, aku mau kamu yang merawat ku. "
" Kembalikan ponsel saya, sebelum saya marah pada bapak !" ujar Alma kesal
" Kenapa kamu bersikap seperti ini terus? sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini padaku? aku kan sudah bilang bukan aku ! aku tidak melakukan itu dengan nya. Kenapa kamu tidak memberikan ku kesempatan untuk membuktikan nya bahwa aku tidak menyentuhnya ! kamu kejam " Bryan menangis dan menundukkan kepalanya di bahu Alma
" Siapa yang kejam? itu kan kamu. Kenapa aku harus menjawab orang yang sedang mabuk? " gumam Alma bingung
Alma mendorong Bryan ke tempat tidur dan menyelimuti tubuh pria itu dengan selimut. Bahkan saat tidur saja, wajah Bryan tetap saja tampan. Diam diam Alma mengambil ponselnya yang dipegang oleh Bryan, ia melangkah pelan-pelan menuju ke pintu kamar Bryan, saat ia meraih gagang pintu.
πΆπΆ
Ponselnya berdering, dan itu adalah telpon dari Leon.
" Pak Leon? bukannya aku sudah bilang tadi kalau aku pulang duluan. Ada apa ya?" gumam Alma
Alma tidak menyadari, saat ponselnya berdering. Bryan yang tadinya tertidur, langsung membuka matanya. Ia marah saat mendengar Alma menyebutkan nama Leon.
Hatinya terbakar cemburu, karena Leon menelpon Alma malam-malam. Lalu ia teringat beberapa kali Bryan memergoki Alma berduaan bahkan berpelukan dengan Leon.
Alma meletakkan ponselnya ke telinganya, setelah memencet tombol menerima panggilan.
" Hal-... "
PRAK
Belum sempat Alma menyempurnakan kata-kata nya, ponselnya terjatuh ke lantai, lalu Bryan menggendongnya dengan paksa. Matanya tajam dan penuh amarah, seperti nya alkohol masih mempengaruhi Bryan.
Wanita itu terkejut, dan lebih terkejut lagi ketika Bryan melempar nya ke tengah ranjang. Lalu mengunci kedua tangannya itu, dengan satu tangan nya yang kekar.
" AHH !"
Bagaimana bisa begitu? bukannya tadi Bryan sudah tidur? begitulah pikir Alma di dalam hatinya.
" Pak Bryan ! apa yang bapak lakukan ? lepaskan saya " ujar Alma ketakutan dan panik
" Lepaskan? kenapa aku harus melepaskan mu. hanya malam ini kesempatan ku untuk memiliki mu kembali " Bryan menatap Alma dengan tatapan nanar, tapi kadang ia menatap dengan tatapan sedih
" Apa yang bapak katakan? jangan lakukan hal gila! kita sudah bercerai, jangan macam-macam dengan saya !" Alma meronta ronta dengan kekuatan nya, tapi Bryan terlalu kuat untuk ia lawan.
" Ya, kamu tau kan aku gila? aku bisa melakukan hal gila apapun. " Bryan tersenyum pahit, air matanya mengalir membasahi pipi Alma.
Alma melihatnya dengan sedih, hatinya memang masih belum bisa melupakan Bryan.
" Pak Bryan.. " lirih Alma
Benar saja, Bryan memang bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Melakukan hal gila pun, pasti ia bisa. Bahkan dulu Bryan pernah menutup restoran hanya karena alasan sepele cemburu Alma bekerja disana. Hal gila mana yang tidak bisa ia lakukan untuk mencapai tujuannya.
Dari luar Bryan terlihat dingin, tapi sebenarnya hatinya sangat terluka dengan perceraian itu. Ia mengakui pada Alma bahwa semua itu memang kesalahan nya yang sudah banyak berbohong, ia layak mendapatkan perceraian dari Alma.
" Aku memang pantas diceraikan olehmu, tapi itu bukan berarti kamu bisa pergi berhubungan dengan pria lain. Aku tidak setuju, kamu hanya bisa jadi milikku Almahyra !"
Pikiran nakal sudah menggerogoti tubuh dan hati Bryan, ditambah lagi pengaruh alkohol membuatnya semakin gila. Memikirkan hal liar dengan wanita yang pernah menjadi istrinya itu, yang bahkan tidak pernah tidur dengannya selama mereka menikah.
Bibir Bryan yang sudah memanas itu menciumi mata, hidung, pipi dan leher Alma dengan lembut. Melihat penolakan dari Alma, membuat Bryan berlaku kasar padanya.
" Pak Bryan tolong hentikan ! jangan begini pak .."
Alma menangis memohon agar Bryan menghentikan semua aktivitas nya padanya. Alma sudah bisa menebak bahwa malam itu jika ia tak melawan, maka keperawanan nya akan diambil oleh Bryan. Alma memukul mukul tubuh Bryan dengan sekuat tenaganya, tapi Bryan dengan sorot mata tajam penuh kesedihan menatap gadis itu. Mengikat tangan Alma dengan tangannya. " Uh ! lepaskan pak ! jangan !"
Suara Alma yang setengah berteriak itu menggema di dalam kamar Bryan. Kebetulan malam itu juga sedang hujan deras, dan tidak ada siapapun di rumah Bryan. Karena semenjak ia bercerai dengan Alma, ia mengusir penjaga disana dan lebih suka menyendiri.
Tuk, tuk,tuk
Bryan membuka kancing kemejanya, tubuh telanjang dada terpampang nyata di depan mata Alma. Otot otot sixpack nya terlihat jelas.
Alma semakin ketakutan, ia melotot dan memohon kepada Bryan untuk melepaskan nya. Namun Bryan tidak mendengar kan Alma sedikit pun. Bibirnya menyentuh bibir Alma yang merah, mencium nya dengan rakus seolah kelaparan.
" Hmphh!! Hmphh!!"
Air mata jatuh dari kedua mata Alma yang setengah terpejam. Ciuman Bryan benar-benar membuatnya tidak bisa bernapas. Belum cukup sampai disitu, tangan Bryan dan jari-jari nya menelusuri dada milik Alma. Jari-jari nya membuka kemeja yang dipakai oleh mantan istrinya itu. Perlahan lahan mulai terlihat semua bagian atas tubuh Alma, terlihat lah dadanya yang menyembul itu.
Setelah berlama-lama di bibir Alma, Bryan melepaskan ciuman nya itu. Alma menghela napas panjang. Tenaganya juga seperti nya sudah terkuras oleh Bryan.
" Pak, tolong hentikan ! jangan permalukan aku lagi !" seru Alma yang merasa malu karena Bryan melihat kedua buah gunung miliknya.
Bryan tidak menggubris nya, tangannya melepas pengait BH gadis itu, lalu memegang buah dada yang tampak menyembul. Menggigit, menjilat, dan menciumi nya dengan kasar.
" Ah ! Bryan, HENTIKAN!"
Suara suara aneh mulai keluar dari bibir Alma, tanpa ia sadari. " Ah.. uh.. haaahh "
Puas bermain main di bagian atas tubuh Alma, Bryan merobek rok pendek yang dikenakan Alma dengan kasar. Melemparnya ke lantai.
SREK
PLAK
" Bryan tolong..jangan .."
Pria itu sempat terhenti sejenak saat melihat Alma menangis.
" Maaf, hanya ini satu satunya cara agar kamu tidak bisa melupakan ku. Dan kembali padaku"
Selamanya, dengan cara ini kamu tidak akan bisa memikirkan pria lain. Karena akulah yang pertama mengambil mahkota ini darimu, dan aku juga yang akan selalu menikmati nya. Aku yang pertama dan terakhir untukmu, Alma.
Bryan mencium kening Alma dengan lembut. Menatapnya dengan penuh cinta, menyeka air mata Alma dengan kedua tangan nya.
Tanpa bertele-tele lagi, Bryan memasukkan dua jarinya ke bagian bawah tubuh Alma yang membuatnya mengerang kesakitan. " AHH ! Bry.. Bryan " Alma memukul mukul punggung Bryan, saat Bryan mulai menindihnya dengan paksa.
Kenapa? kenapa kamu melakukan ini untuk memiliki ku Bryan? tidak ! ini salah !
Suara Alma mengerang membuat otak Bryan menjadi traveling, kemana-mana. Selama ia menikah dengan Alma, tak pernah ia menyentuh wanita lain. Dan setelah bercerai pun begitu. Bryan sedang kelaparan saat ini !
Alma dan Bryan merasakan panas yang sama di dalam tubuh mereka. Alma merasa aneh, tubuhnya gemetar dan lemas ketika Bryan memasukkan jari jari nya ke bagian bawah tubuhnya. Sambil melahap bibirnya sekaligus. Padahal Alma sedang tidak mabuk, dan Bryan lah yang mabuk. Tapi, kenapa ia jadi ikut-ikutan panas juga?
" Hen-hentikan! cu-cukup .." Alma masih menangis, tubuhnya benar-benar sudah lemas, tak berdaya melawan kekuatan Bryan.
Napas Alma terengah-engah menahan suara mesum nya agar tidak keluar. Menggigit bibirnya karena gemas. Kini Alma sudah telanjang bulat di depan Bryan.
" Tidak akan ada yang mendengar nya, keluar kan saja suaramu " ucap Bryan sambil menurunkan resleting celana nya.
" Kamu ! brengsek, bajingan " Alma menatap Bryan dengan marah
" Biakan lah aku jadi bajingan, asal aku bisa mendapatkan mu. " Bryan menyeringai
Dengan paksa, Bryan merentangkan kedua kaki Alma. Kaki Bryan masuk ke dalam sela sela kaki mungil dan mulus milik Alma. Bryan mempersiapkan miliknya untuk masuk ke dalam tubuh Alma.
" ARGH !"
Sakit
Alma mengerang keras, saat sesuatu milik Bryan yang besar dan keras itu masuk ke dalam miliknya dan terbenam di dalam sana. Bryan tidak peduli dengan rasa sakit Alma, mengalami perkosa an itu darinya. Yang ia pikirkan hanyalah cara mendapatkan Alma kembali, dan hanya ini cara yang ia pikirkan untuk mendapatkan Alma kembali ke sisinya.
" Kamu! Bryan.. ka-mu.. " Kuku kuku cantik Alma meremas bagian punggung Bryan dan mencakar nya, hingga punggung Bryan berdarah karena cakaran itu.
" Tahan sebentar, ini pasti akan sakit untukmu yang baru pertama kali " Bryan tau bahwa Alma masih dalam keadaan suci saat tidur dengannya, ia bisa merasakan nya. Membedakan mana gadis yang masih perawan dan yang tidak.
Sudah banyak wanita yang ia tiduri, keahlian dan pengetahuan nya juga dalam bercinta pasti sangat bagus. Baru kali ini Bryan merasa berbeda saat tidur dengan Alma, berbeda saat ia meniduri wanita lain sebelum nya. Dan ia yakin, Alma tak pernah tersentuh oleh siapapun dan sekalipun.
Bryan menggoyang-goyangkan pinggulnya, membenamkan dirinya di dalam tubuh mungil Alma. Tangan Bryan masih menahan dan menggenggam erat tangan Alma, takutnya wanita itu akan berontak lagi. Bryan menggerayangi leher Alma, menghujani Alma dengan ciuman dan gigitan. Alma menangis meringis kesakitan, yang pertama kali baginya itu sangatlah menyakitkan. Karena Bryan yang memperkosanya.
Alma tidak tahan lagi, ia memohon agar Bryan berhenti. Sudah lebih dari 30 menit mereka melakukan nya. Bagian bawah Alma terasa sangat perih, dan perutnya seolah terbakar. Sesuatu yang menusuk keras itu membuatnya kesakitan.
" Hentikan.. sudah cukup.. jangan teruskan..la-gi "
" Aku tidak akan berhenti sebelum ada benih ku tertanam di dalam dirimu " Bryan menatap tajam gadis yang ada di depannya itu. " Aku berharap setelah ini kamu akan hamil, dan kamu tidak akan bisa melarikan diri dariku selamanya, Alma .."
" Kamu sudah gila Bry..."
" Kamu sudah tau aku segila apa kan? kamu masih saja berani membuatku menjadi gila " tangan Bryan menyentuh, membelai pipi Alma dengan lembut.
" Kamu jahat.. hiks " Alma menangis kesakitan, hatinya dan tubuhnya sakit.
Aku memang mencintaimu, tapi mengambil kesucian ku dengan cara seperti ini, kamu benar-benar kejam Bryan.
Bryan melakukan aksinya lebih dari sekali, membuat Alma semakin kesakitan, dan mendesah, membuat nya senang. Ia berharap setelah malam itu, Alma tidak akan meninggalkan nya lagi.
1 jam, 2 jam berlalu. Akhirnya Bryan melepaskan sesuatu di dalam tubuhnya.
" ARGH.... " Bryan mengerang panjang setelah mencapai ******* nya, cairan itu keluar dari tubuhnya dan mungkin tertanam di dalam tubuh Alma.
Bryan melihat darah di bawah seprai tempat Alma tidur.
Alma sudah hampir pingsan karena lelah, tubuhnya penuh keringat. Padahal Bryan yang beraksi malam itu. Rupanya stamina nya bukan main-main, Bryan memang rajin berolahraga. Ia tidak terlihat lelah sama sekali, seperti sudah terbiasa melakukan nya.
" Cukup.. jangan siksa aku lagi.." Alma menutup matanya dengan tangannya. Tubuh nya masih dalam keadaan telanjang
" Baiklah, ini sudah cukup " Bryan memberikan ciuman lembut di kening Alma, mengakhiri percintaan mereka.
Alma menatap pria yang sudah memperkosa nya itu dengan tatapan benci dan cinta. Sementara Bryan menatapnya dengan lembut dan berkata maaf pada Alma.
" Aku tidak akan memaafkan mu " jawab Alma lemas
Tak lama setelah itu, Alma jatuh tertidur. Bryan memberikan selimut ke tubuh Alma, ia melihat begitu banyak kiss Mark ditubuh mulus dan kulit putih Alma.
Akal sehat Bryan mulai kembali, ketika melihat pakaian Alma yang sobek berserakan di lantai. Pria itu duduk di sudut ranjang, dan memegang kepalanya.
" Apa yang sudah ku lakukan? Bryan, apa yang kamu lakukan? kamu binatang!" gumam Bryan pada dirinya sendiri
Dalam hatinya Bryan merasa menyesal sudah menyakiti tubuh mungil Alma, gadis yang sangat dicintainya itu. Tapi disisi lain, Bryan setengah tidak menyesal, ia tetap akan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan saat ini. Untuk mengikat Alma agar berada disisi nya.
" Aku mencintaimu Almahyra " gumam Bryan pada gadis yang sedang tidur lelap di ranjangnya itu.
πππ
Cahaya matahari menembus jendela kamar yang ditempati Bryan dan Alma. Alma terbangun sambil memegang selimut nya, ia menyadari bahwa di tubuhnya tidak ada sehelai benang pun. Tubuh Alma serasa remuk, seperti di lindas mobil, pegal-pegal, lelah, meskipun ia sudah tidur. Belum lagi tanda merah yang ada ditubuh nya, akan sulit ditutupi.
" Padahal aku berharap ini hanya mimpi, ternyata kejadian semalam itu nyata. Rasa sakit inilah yang menyadarkan ku, bahwa semalam bukanlah mimpi " Alma menahan air matanya, kesucian nya kini sudah diambil paksa oleh Bryan.
Kenapa pertama kali ku harus menyakitkan seperti ini?
Sedangkan pelaku nya masih tertidur pulas disampingnya. Alma menatap pria itu dengan penuh kebencian dan kesedihan. Tak lama setelah itu ia beranjak dari ranjang nya dengan susah payah, mengumpulkan tenaga. Kaki nya agak lemas akibat semalam. Saat itulah ia melihat darah di seprai itu yang ia yakini adalah miliknya.
Lalu ia memunguti ****** *****, dan bh nya yang masih bisa ia pakai. Tapi bagaimana dengan bajunya yang sudah hancur dirobek robek dengan buas semalam itu oleh Bryan? Ia tak bisa memakainya lagi.
" Dasar binatang buas, kalau begini caranya aku pakai baju apa?!" gerutu Alma kesal
Alma pun mengambil salah satu kemeja Bryan yang ada di dalam lemari dan memakainya. Setelah itu ia mengambil ponselnya dan mengendap-endap pergi keluar dari kamar Bryan.
" Ini mungkin terakhir kali kita bertemu, selamat tinggal Bryan. Semoga cinta ku padamu berakhir sampai disini " gumam Alma pada orang yang sedang tidur itu.
Ia melihat banyak panggilan di ponselnya dari Leon dan Mia. Alma memilih menelpon Mia dan menjemput nya dari rumah Bryan. Beruntung nya Bryan masih tertidur pulas.
Mia membawakan pakaian lengkap untuk Alma, lalu mereka pun pergi dari rumah Bryan. Mereka pun sampai di kost san Mia. Terlihat 2 koper besar yang sudah siap di bawa pergi.
" Kamu yakin kita akan pergi Al?" tanya Mia cemas
" Kita harus pergi Mi, sejauh mungkin " jawab Alma yakin
" Kamu gak papa kan?" tanya Mia sedih melihat Alma yang hampir menangis
" Aku baik-baik saja, waktu akan menyembuhkan nya. " Alma tersenyum pahit
...--***---...