Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 77. Aku pilih Juna



🍀🍀🍀


Kenapa kak Theo kesini? gak ada telpon atau pesan yang bilang kalau dia akan datang? Aduh, gimana ini? kenapa juga Juna maksa mau ketemu orang tua ku sekarang? Aish.. Batin Naina bingung, melihat kedua pria yang naksir dirinya berada di dalam rumahnya.


Juna yang kesal, menahan dulu amarahnya itu pada Theo. Dia berjalan masuk lalu menyapa semua orang yang ada di dalam rumah itu dengan sopan.


"Assalamualaikum tante, om.." sapa Theo sambil mencium tangan orang tua Naina, om dan Tante Naina dengan sopan dan senyuman ramahnya.


Ken dan Bryan menatap Juna dengan tatapan seolah sedang menilai. Dari atas sampai bawah, mereka melirik Juna.


"Hmphh..dia tampan, dia tinggi, jabatannya juga bagus" bisik Ken pada Bryan


"Tapi kelihatannya dia agak slengean deh" bisik Bryan pada adiknya


"Tapi, dia kelihatan nya serius sama Naina" bisik Ken membela Juna


Alma langsung mencubit suaminya begitu dia melihat Bryan malah berbisik-bisik di depan tamu. Untuk mencairkan suasana, Alma meminta agar Theo dan Juna duduk dulu di kursi ruang tamu bersama Bryan dan Ken.


"Kalian duduk dulu ya, makan malam nya belum siap semua" kata Alma memenangkan


Pacar Naina ada dua? Apa Naina playboy seperti papa nya? eh maksudku playgirl?. Batin Viona yang juga bingung melihat Juna dan Theo ada disana tentunya itu untuk Naina.


"Makasih Tante"' jawab Theo dan Juna kompak, dengan senyuman ramah di wajah mereka


Ngapain sih dia ngikut ngikut?. Batin Theo dan Juna sama-sama kesal.


"Sayang, bukannya makan malam nya sudah siap ya?" tanya Bryan pada istrinya


"Belum sayang, belum siap!" jawab Alma tiba-tiba kesal pada suaminya


Naina kenapa nak? kenapa kamu seperti ini?. Alma gusar sendiri.


Alma kenapa ya?. batin Bryan yang keheranan melihat wajah kesal istrinya


"Naina, kamu ikut Mama!" Alma menatap anaknya dengan kesal dan menarik tangan Naina.


"I-iya ma" jawab Naina bingung, "Juna, kak Theo, tunggu sebentar ya" ucapnya pada Theo dan Juna


Kenapa mama terlihat marah padaku ya? batin Naina bingung dengan sikap mama nya.


"Santai aja Nai" jawab Theo dan Juna kompak lagi


"Pfutt.." Ken tertawa mendengar kekompakan Juna dan Theo.


"Kalian kompak banget ya? apa kalian saudaraan di kehidupan sebelumnya?" goda Bryan pada kedua pria yang naksir anak gadisnya itu.


"Gak mungkin om!" jawab Theo dan Juna kompak lagi. Kedua pria itu saling menunjukan ketidaksukaan mereka satu sama lain.


"PFut.. haha" Bryan dan Ken menertawakan kekompakan Juna dan Theo.


Kalau dilihat-lihat sih Naina lebih suka sama si Juna, karena dia barengan kesini sama si Juna. Terus si Theo gimana?. Bryan juga bingung memikirkan hubungan Theo, Juna, dan anak nya.


Mereka berdua suka sama Naina, seperti nya mereka cocok di kasih tantangan. Bagaimana kalau aku menguji mereka?


"Hey! apa kalian sibuk?" tanya Ken dengan nada tegas dan suara dingin nya


"Enggak om" jawab Theo cepat


"Aku juga enggak" jawab Juna


"Kalau gak sibuk, gimana kalau kita main dulu. Sambil nunggu Kelvin datang, dan makan malam nya siap" Ken tersenyum menantang kedua pria itu, ia seperti nya sudah merencanakan sesuatu untuk Theo dan Juna.


Apa yang mau direncanakan om Ken? dia kan mantan mafia? apa dia akan menyuruhku membunuh orang? gak mungkin kan?. Batin Juna mulai berfikir meluas kemana-mana


Main? permainan apa yang dimaksud ya? ah mungkin main catur kali ya. Begitulah pikiran Theo yang berbeda dengan Juna.


"Ken, mau apa?" tanya Bryan pada adiknya


"Ikut aja kak, dijamin seru" Ken tersenyum menyeringai kepada kedua pria yang kemungkinan akan menjadi menantu kakak nya.


****


"Mama kenapa sih? mama kelihatan marah" tanya Naina yang heran dengan wajah kesal ma nya.


"Kamu yang kenapa Nai? kenapa kamu seperti papa kamu, dulu? satu saja cukup Nai" Alma merasa pusing sendiri karena beranggapan kalau Naina sama seperti papa nya yang playboy


"Mama ngomong apaan sih?" Naina menggaruk kepalanya dengan wajah polos menatap mama nya, dia tidak mengerti apa yang dikatakan Alma.


"Nai, Tante tau kalau kedua cowok disana itu ganteng-ganteng, kalau Tante jadi kamu.. Tante juga akan tergoda oleh dua duanya. Tapi, kamu harus tetap memilih salah satunya, jangan seperti ini" Viona juga ikut bicara, seperti nya ia berfikiran sama dengan Alma.


"Apa kalian berfikir kalau aku.."


"Nai, pilihlah salah satu sayang.." Alma memegang kedua bahu Naina seraya memohon pada anaknya agar memilih salah satu diantara Theo dan Juna


"Aku ngerti ma, tante..aku ngerti sekarang. Kalian berfikir kalau aku macarin mereka berdua?" tanya Naina menebak apa yang ada di pikiran Alma dan Viona


Mama dan tantenya langsung mengangguk setuju.


"Aku gak kaya gitu ma, Tante" Naina tersenyum


Aku pikir kenapa mama terlihat marah, ternyata karena ini.


"Terus kenapa kamu bawa Theo dan Juna ke rumah secara bersamaan begitu? kamu mau mereka berantem? mereka berdua kan suka sama kamu! " tanya Alma penasaran


"Teman yang mau aku bawa hari ini itu cuma Juna, kalau kak Theo.. sumpah aku gak tau kenapa dia bisa ada disini ma" jelas Naina jujur


"Wah.. gawat dong! akan terjadi perang cinta disini" Viona berkacak pinggang, dia ikut heboh mengenai kisah cinta keponakan nya itu.


"Jadi kamu pilih siapa Nai? kamu sudah menentukan pilihan kan? kamu gak mau dua duanya kan?" tanya Alma pada putrinya


"Aku pilih Juna ma, aku cinta dia. Dia juga bilang mau nikah sama aku" jawab Naina malu-malu mengutarakan semuanya.


"Serius? kamu benar-benar sudah memilih Juna? dia mengajak kamu menikah?" tanya Alma lagi tak percaya bahwa anak gadisnya sudah ada yang melamar, wajahnya malah terlihat kecewa.


Naina mengangguk sambil tersenyum malu."Wah, selamat ya Naina..selamat kak Alma, kakak akan menjadi seorang mertua" ucap Viona pada kakak iparnya itu


"Enggak, belum boleh. Sebelum Kelvin, Naina tidak boleh dulu menikah" Alma menggelengkan kepalanya


Anakku yang polos dan baik hati ini akan menikah? dia masih terlalu muda untuk menghadapi dunia pernikahan, dunia orang dewasa. Alma masih belum bisa melepaskan Naina kalau seandainya Naina menikah cepat.


"Iya ma, aku ngerti. Aku juga gak mau cepat-cepat kok, kak Kelvin yang akan duluan menikah" Naina tersenyum santai


"Kalau gitu kamu harus bicara sama Theo, bahwa kamu menolaknya" Alma tersenyum dan meminta Naina untuk menolak Theo.


"Aku emang mau bicara sama dia, ma. Kalau aku pilih Juna untuk menjadi pendamping ku" jawab Naina sambil tersenyum.


Aku harus memperjelas semuanya kalau aku memilih Juna.


Naina mengganti bajunya dengan baju santai, kemudian dia pergi keluar kamarnya. Dia melihat Keira dan Kelvin sudah datang. Keira sedang mengobrol akrab dengan Viona dan mama nya. Sementara papa, om, dan kedua pria yang menjadi tamu nya itu entah kemana.


Syukurlah Keira sudah mulai melakukan pendekatan dengan mama dan yang lainnya. Apa mulai sekarang aku harus memanggil nya kakak ipar? ngomong ngomong kemana om, papa, kak Theo dan Juna?


"Kakak! kak Naina!" seru Sonya pada Naina dengan wajah panik


"Ada apa Sonya?" tanya Naina keheranan dengan wajah panik Sonya


"Ayo kak ! ikut ke halaman belakang!" seru Sonya sambil menarik tangan Naina.


Kedua gadis itu pergi ke halaman belakang, mereka terkejut melihat Juna dan Theo yang berada di dalam kolam renang malam-malam dan terlihat kedinginan.


"Apa yang terjadi?" tanya Naina sambil melihat ke arah Theo dan Juna yang ada di kolam. Theo dan Juna melihat ke arah Naina dengan tatapan tidak berdaya, entah apa yang dilakukan om dan papa nya itu pada mereka.


"Bagaimana sih kalian? jadi menantu pria di keluarga Aditama itu harus kuat, begini saja tidak bisa. Cemen!" Ken tersenyum menyeringai melihat ke arah Juna dan Theo.


"Ckckck...gimana ini, nilai kalian masih seri" ucap Bryan sambil memakan cemilan di meja tempatnya duduk dan bersantai.


Apa yang terjadi disini? kenapa Juna dan kak Theo berada disana?. Naina terlihat kebingungan, ia kasihan melihat Juna dan Theo yang kedinginan di kolam renang.


...---***---...