Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Alma ngambek?



🌷🌷🌷


Setelah semua urusan di Paris selesai, keesokan harinya Alma, Bryan, Mike dan juga sekretaris nya bersiap-siap kembali ke negara mereka.


Beberapa jam sebelum ke bandara, Mike, Alma, Bryan dan Lisa sarapan bersama di kantin hotel itu.


" Benar-benar respon yang bagus Bu Alma, semua baju desain mu mendapat pujian dari semua rekan ku " ucap Mike sambil memotong roti yang ada di piringnya dengan pisau


" Saya juga tidak menyangka akan seperti ini pak, padahal saya tidak bermaksud mencuri perhatian mereka. Saya hanya ingin mengenalkan pakaian khas Indonesia yang anggun dan elegan " Alma tersenyum polos


" Kamu tidak usah tersenyum seperti itu padanya!" ujar Bryan cemburu


" Bryan, masa kamu cemburu karena hal sekecil itu?" tanya Alma sebal


" hal kecil kamu bilang? ok.. jadi hal kecil ya? " Bryan kesal, ia berdiri dari kursi nya, lalu dengan sengaja pria itu tersenyum manis pada gadis bule yang sedang lewat disana.


Gadis bule berambut pirang itu melambaikan tangannya ke arah Bryan dan memuji Bryan yang tampan. Bahkan si gadis bule itu mengajak Bryan berkenalan, dan Bryan mau saja berkenalan dengannya.


" Oke, call me baby? Honey..." " ucap si wanita bule itu para Bryan sambil mengedipkan matanya dengan genit. Lalu Gadis bule itu pergi setelah bertukar nomor telepon dengan Bryan.


Alma terlihat kesal, ia mendesis. Tangannya yang geram dan gatal itu terkepal.


" Baru saja melamar ku semalam, dan sekarang kamu sudah bermain mata dengan yang lain di depanku? bagus sekali Bryan " Alma menepuk tangannya, matanya tampak kesal


Aku hanya tersenyum pada Mike saja dia marah, tapi dia tersenyum bahkan berkenalan dengan si pirang itu? dia bahkan bilang sayang pada Bryan?


" Kamu bilang tersenyum itu hal kecil kan? aku hanya menunjukkannya saja padamu hal kecil itu seperti apa " Bryan menatap Alma dengan kesal


" Tampaknya hubungan kalian sangat bagus ya " kata Lisa yang berusaha mencairkan suasana


" hmphh " Alma dan Bryan saling memalingkan wajah mereka


Bryan benar-benar kekanakan!. Batin Alma sebal pada pria yang duduk disampingnya itu


Almahyra! bagus sekali, kamu juga tersenyum pada pria lain di depanku. Tapi kenapa kamu yang marah? harusnya aku.


Mereka pun naik ke dalam pesawat bersama, Alma yang masih kesal pada Bryan, tidak mau duduk bersama nya, lalu meminta tukeran tempat duduk dengan Lisa. Akhirnya Bryan lah yang duduk dengan Mike.


" Aku tidak tau kalian bisa bertengkar seperti anak kecil "


" Apa kamu bilang? dia yang kayak anak kecil, aku sih tidak " Bryan masih terlihat kesal


Jelas-jelas pria ini yang mulai duluan. Mike tersenyum


" Kamu cemburu padaku Bryan?" tanya Mike


" Diam kamu!" seru Bryan kesal


" Haha.. kamu ini lucu banget sih, aku kasih tau ya kalau cewek marah dan cemburu itu nyeremin " jelas Mike memberitahu


" Ya aku tau "


" Tentu saja kamu tau, kamu kan mantan cassanova. Percuma aku memberitahu mu ya kan?" tanya Mike


Selama ini selalu Bryan yang dikejar-kejar eh wanita, ia tak pernah membujuk wanita untuk dekat dengannya. Dia bahkan bukan tipe pria yang romantis tanpa bantuan Andre dan drama Korea yang ditonton oleh Naina. Pengalaman nya mengejar wanita dan membujuk wanita adalah Nol.


🍂🍂🍂


Sesampainya di Bandara Jakarta, sore itu..


Alma segera berjalan membawa kopernya, tak lupa ia berpamitan dengan Mike dan Lisa. Bryan mengikutinya dan membantunya membawakan koper.


" Biar aku saja yang bawa, kamu pasti lelah dan berat. " Bryan memegang koper Alma


" tidak usah, tidak perlu " Alma menepis tangan Bryan, wanita itu masih tampak marah.


" Kamu masih marah ya?" tanya Bryan


" Tidak tuh !"


Alma berjalan mendorong kopernya menuju ke depan Bandara, ia menunggu taksi di depan sana. Andre sudah datang dan menyambut Bryan, sekretaris serbaguna itu tampak kelelahan. Bahkan wajahnya tampak kurusan, kantung matanya juga tebal.


" Pak Presdir, Bu Alma, kalian sudah sampai " Andre tersenyum


" Pak Andre, kamu terlihat lelah? kenapa? padahal Presdir mu yang menyebalkan itu kan ikut denganku ke Paris?" tanya Alma polos dan tidak tau apa-apa


Harusnya dia bersantai selama tidak ada Bryan. Kenapa dia malah terlihat kacau?. Batin Alma keheranan


" saya benar-benar baik baik saja kok Bu Alma, jangan cemas "


Pak Presdir hanya pergi 2 hari, dan selama itu aku tidak tidur dengan benar. Sehari hanya tidur satu jam. Semuanya karena pekerjaan yang menumpuk itu.


" Sebaiknya kamu jangan terlalu kejam pada pak Andre, kasian kan dia. Berilah dia libur untuk tidur, seperti nya dia kurang tidur " ucap Alma pada Bryan


" Ya, setelah ini aku memang berniat memberinya liburan. "


" Wah.. yang benar pak presdir? saya bisa liburan?" tanya Andre semangat


" Libur hanya sehari saja. " jawab Bryan


Wajah Andre berubah kembali menjadi masam. Presdir memang kejam


" Andre, bawakan koper milik nya !" ujar Bryan


" Sini Bu saya bawakan "


" Tidak perlu, aku juga akan naik taksi dari sini. Aku tidak akan pulang bersama kalian " kata Alma


" Jangan kekanakan deh! ayo pulang bersamaku, aku antar !" seru Bryan sambil menarik koper Alma, Alma menariknya kembali dari tangan Bryan.


" Tidak perlu, ajak dan antar saja gadis pirang mu itu bersama mu. Kenapa harus mengajakku?" tanya Alma menyindir


Gadis pirang? apa maksud Bu Alma? kenapa suasana nya seperti ini? bukankah mereka habis lamaran? kenapa mereka bertengkar?. Andre celingukan melihat kedua orang itu berdebat di depan bandara.


" Ya ampun! kamu masih marah hanya karena masalah kecil itu?" tanya Bryan


" Masalah kecil? iya itu cuma masalah kecil. Sudahlah aku tidak mau berdebat dengan kamu, karena masalah kecil ini " kata Alma tajam


Saat melihat taksi yang lewat, Alma segera berlari dan masuk ke dalam taksi itu dengan setengah berlari. Ia mengabaikan Bryan yang memanggil manggilnya.


" Alma ! Hey ! Almahyra !" teriak Bryan


" Apa perlu saya mengejarnya pak?" tanya Andre


" Tidak usah, nanti juga aku akan bertemu dengannya di rumah ku " jawab Bryan sambil memegang kepalanya


Ternyata benar kata si Mike, menghadapi wanita yang sedang marah itu lebih sulit dibanding kan persentasi di kantor.


Kemarahan Alma masih mendidih, disertai dengan lelah nya perjalanan dari Paris ke Jakarta selama 18 jam itu ia hanya tidur 2 jam. Kepalanya sangat pusing. Alma pun langsung menjemput si kembar di rumah keluarga Aditama.


Wanita itu berjalan masuk ke dalam rumah ke dalam rumah keluarga Aditama.


" Haa.. si mata keranjang itu ternyata belum sampai, dan aku sampai duluan " gumam Alma merasa lega


" Ma.. MAMA!" teriak Naina yang kegirangan melihat ibunya itu sudah pulang, Naina berlari dan memeluk ibunya. " Mama, aku kangen Ma !"


" Ma, Kelvin juga kangen Mama " Kelvin juga memeluk ibunya


" Mama juga kangen kalian sayang sayang ku, yuk kita pulang ke rumah sekarang " ucap Alma mengajak


Aku tidak mau berlama-lama disini, aku sedang tidak ingin melihat Bryan.


" Loh kenapa buru-buru Al? ayo masuk dulu, kita makan malam bersama. Kamu kan baru datang, masa langsung pergi begitu aja?" ajak Ny. Delia menyambut calon menantu nya itu dengan ramah.


" Ah.. aku langsung pulang aja Ma " ucap Alma


" ayolah, masa kamu mau nolak Mama sih. Kelvin, Naina bujuk Mama kamu supaya istirahat dulu disini. Kalau perlu nginep sekalian, kantung matanya udah tebel tuh " Ny. Delia tersenyum


aduh, gak enak juga nolak Mama.


" Ayolah Ma ! istirahat disini aja sehari lagi " kata Naina membujuk


" Mama kelihatan capek, istirahat dulu aja ya " kata Kelvin


Akhirnya Alma tak bisa menolak permintaan dari Bu Delia dan kedua anaknya itu. Ia pun beristirahat di rumah itu, merebahkan dirinya di ranjang yang empuk.


" Badan ku serasa remuk, lelah sekali. Huu.. "


Tok, tok,tok


" Siapa?"


" Ini aku Ma " suara Naina terdengar dari luar kamar tempat Alma beristirahat


" Masuk aja sayang, gak dikunci kok pintunya " kata Alma sambil beranjak duduk di ranjangnya


Naina dan Kelvin membuka pintunya, Naina membawa nampan berisi makanan dan segelas susu di atasnya. Kedua anak itu sangat perhatian melihat Mama nya yang terlihat lelah itu.


" Ini buat Mama, biar mama semangat lagi " ucap Naina


" Makasih ya sayang sayangku yang baik " Alma meminum susu yang ada di gelas nya


" Oh ya Mama kapan mau nikah sama Papa?" tanya Kelvin tak sabar


" PFutt pwahh.. " Alma kaget dan langsung menyemburkan susu yang ia minum itu


" Kenapa kamu nanyain itu Kelvin?" tanya Alma


" Mama kan udah lamaran sama papa, videonya sampe viral loh " Naina tersenyum berseri-seri.


" Apa? video apa?" tanya Alma


Kelvin pun menunjukkan video lamaran Bryan dan Alma saat di Paris. Alma yang tidak tau apa-apa merasa kaget karena tiba-tiba saja dirinya dan Bryan menjadi viral di medsos. Alma merasa malu, karena ia tidak mau hal seperti itu di publikasikan.


Hanya Bryan yang bisa menghentikan berita ini, aku harus bicara dengannya.


🍂🍂🍂


Saat sedang makan malam, semua orang berkumpul di meja makan. Karena Bu Delia membujuk Alma, Alma pun menginap disana. Alma dan Bryan duduk berhadapan. Saat Bryan melihat ke arah Alma, wanita itu langsung memalingkan wajahnya.


Laura, Kayla dan si kembar melihat pergerakan yang aneh saat di meja makan itu. Suasana antara Bryan dan Alma tidak seperti habis lamaran, tapi seperti habis perang!


" Oh ya Bryan, Alma selamat ya. Jadi kapan nih kira-kira kalian akan menikah? Mama perlu mempersiapkan nya dari sekarang " ucap Bu Delia bertanya dengan semangat


" Tanya aja sama dia!" kata Bryan dan Alma bersamaan


Papa sama Mama kenapa sih?. Batin Kelvin


" Kalian itu kenapa sih?" tanya Bu Delia bingung


" Tanya aja sama Bryan Ma, apa dia masih mau nikah sama aku atau nikah sama si pirang yang seksi itu?" tanya Alma sinis sambil menatap tajam pria yang ada di depannya


" Udah dong marahnya, harusnya aku yang marah bukannya kamu! kamu yang mulai duluan senyum senyum sama dia "


" Apa? aku? kamu ngerti gak sih senyuman bisnis, senyuman profesionalitas? cuma karena masalah kecil gitu aja kamu marah "


" Aku juga cuma senyum sama cewek itu " jawab Bryan polos


" Cuma senyum? haah terserah lah!" Alma yang marah langsung meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya. " Semuanya, aku ke kamar ku dulu ya aku cape mau istirahat "


Gara-gara Bryan aku jadi nunjukin sisi pemarah ku di depan anak-anak.


" Loh loh.. kenapa kalian malah berantem?" tanya Laura keheranan


Ini pertama kalinya aku melihat Alma sangat marah sampe seperti itu


" Ini berantem beneran kan, tante?" tanya Naina polos


" Kayanya gitu deh " jawab Laura


" Siapa si pirang seksi yang di maksud Mama? apa papa dan Mama berantem gara-gara dia?" tanya Kelvin


"Apa waktu di Paris kamu godain cewek lain ya? ngaku kamu Bryan? apa penyakit lama kamu kambuh?" tanya Bu Delia curiga


*Penyakit cassanova, alias keplayboyan


" Apa Papa main mata sama cewek lain lagi di luar? " tanya Naina dengan sorot mata yang tajam


Semua orang disana menatap Bryan dengan tajam dan menyalahkan nya.


" Ya Tuhan ! aku cuma senyum sama seorang cewek, terus cewek itu bilang aku ganteng dan aku tukeran nomor sama dia. Itu doang !"


" APA?!!" semuanya kaget dan langsung terpana mendengar nya.


" Apa Papa mau menghancurkan perjuangan papa selama ini hanya karena Mama cemburu?" tanya Kelvin dengan mode detektif nya.


" Kalau Mama semarah ini, pasti bakalan lama marahnya. Papa sih keterlaluan, kalau aku jadi mama aku juga pasti marah " ucap Naina kecewa


" ya ampun om ini, aku kecewa sama om " kata Kayla


" Pokoknya kamu harus minta maaf sama Alma, kalau perlu kamu harus berlutut sama dia sampai dia maafin kamu. Ini salah kamu Bryan, Mama cuma mau Alma yang jadi menantu perempuan Mama !" kata Bu Delia tegas


Lah? kok semua orang malah menghakimi ku seperti ini sih. Bryan hanya bengong mendengar semua orang menghakimi nya.


" Ya ampun Bryan kamu tuh ya, ckckck. Yang sabar ya Bryan. Kalau udah kaya gini sih, kamu harus inget rumus cewek " Laura menepuk bahu adiknya itu sambil tersenyum tipis


" Rumus cewek? apa itu kak?" tanya Bryan


" Cewek marah cowok harus ngalah, cewek nangis, cowok harus minta maaf. Cewek bikin salah, cowok harus minta maaf juga. Cewek selalu menang Bry.. harus selalu menang!, itu udah hukum nya " Laura tersenyum


" What?!" Bryan tercengang mendengar kata-kata kakak nya yang baginya sangat menggelikan itu.


Kayaknya mereka semua terlalu banyak nonton drama.


" Kalau Alma tidak mau memaafkan kamu, kami akan marah pada kamu !" ujar Bu Delia tegas


" Semangat Papa ! jangan kecewakan kami !" kata Naina


" Ya kalian tenang saja, aku akan menyelesaikan nya malam ini juga " ucap Bryan sambil tersenyum


Baiklah, mungkin aku sudah kelewatan.


🍂🍂🍂


Tok, tok, tok


Bryan mengetuk pintu kamar Alma, ia membawakan makanan di tangannya. Pria itu bermaksud membujuk Alma agar memaafkan nya.


" Siapa?" tanya Alma


" Ini aku "


Itu Bryan?


" Aku udah tidur, jangan ganggu " Alma memakai selimut nya dan bersembunyi di bantal.


" PFutt.. Masa ada yang sudah tidur tapi bilang dirinya sudah tidur "


Ah iya ya kenapa aku bilang aku udah tidur? harusnya jangan jawab aja. Bodoh kamu Alma, bodoh.


" Aku lelah, aku mau tidur " kata Alma ketus


" Buka dulu pintunya sebentar, aku mau bicara dan mau kasih sesuatu buat kamu " kata Bryan dengan nada yang lembut


" Ya sudah sebentar saja ya " jawab Alma


Alma beranjak dari ranjangnya, ia membuka pintu yang terkunci itu. Muka nya masih cemberut saat melihat Bryan.


" Boleh aku masuk ya?" tanya Bryan dengan lembut


" Ya " jawab Alma singkat


Alma mempersilahkan Bryan untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya itu. Dengan sengaja Alma duduk berjauhan dari Bryan. Sudah terlihat jelas bahwa wanita itu masih marah.


Bryan dengan perhatian memberikan Alma camilan yang ia buat sendiri di dapur. Cake keju dicampur coklat yang sangat menggiurkan.


" Tadi waktu makan malam kamu makannya sedikit banget, jadi aku buatin kamu dessert kesukaan kamu. Ayo makan " kata Bryan


" Kenapa kamu gak kasih aja kuenya ke si pirang itu? kenapa di berikan padaku? " tanya Alma kesal


" Kucing kecil ku sayang, apa kamu marah karena cemburu?" tanya Bryan serius


" Tidak ! tidak sama sekali " Alma langsung menyangkalnya


" Bohong, kamu jelas-jelas cemburu. "Bryan tersenyum tipis


" Kalau kamu kesini cuma mau mengatakan itu, kamu mending keluar saja deh "


Bryan tidak menyerah disitu saja, wajah Alma yang sedang marah itu tampak imut di matanya. Bryan menyuapi kue itu pada Alma dengan tangannya.


Alma imut banget, bahkan saat dia marah pun dia sangat lucu dan manis.


" Hemm. akwu.. kan lagwihhh ngomong " Mulut Alma penuh dengan kue


" Gimana? kue nya enak kan?" tanya Bryan


Alma mengangguk, kue buatan Bryan memang enak. Selain wajahnya yang tampan, tubuh atletis, Bryan juga pandai memasak. Alma mengakuinya.


" Aku senang kamu cemburu, tapi aku tidak senang kalau kamu marah padaku. Aku tidak suka " kata Bryan sambil mengusap noda kue di sudut bibir Alma


" Apa kamu sedang merayuku? bertindak begini agar kamu dimaafkan?" tanya Alma


" Kalau iya, kenapa? kamu tidak suka?" tanya Bryan sambil mendekati Alma, hingga wanita itu tersandar ke sofa.


" Ka-kamu mau apa? Hen-hentikan!"


Bryan tersenyum menggoda dan semakin mendekat, Alma sudah berfikir yang tidak-tidak. Padahal Bryan hanya ingin meraih tangan Alma, yang di jarinya itu tersematkan cincin pemberian dari Bryan. Tanda cinta mereka akan menuju ke pernikahan.


Kenapa setiap tindakan pria ini membuatku berdebar?


Bersambung..next chapter Prewedding


...---***---...


Readers ku tersayang jangan pernah bosan ya untuk selalu tekan jempol kalian setelah membaca karyaku 😘😘 kalau boleh kasih vote, dan Gift nya juga ya buat dukung author..


Makasih 🙏😀