
...🍂🍂🍂...
Di depan klub malam milik Nico..
Andre memapah Livia yang tidak sadarkan diri, disana juga ada Bryan. Mereka tampak kebingungan.
" Pak, kita harus bagaimana ini?" tanya Andre yang kesulitan memapah Livia.
Aku tidak tau kalau pak Nico adalah pria yang tidak bertanggungjawab. Bagaimana bisa dia membiarkan Bu Livia begitu saja setelah membiarkan nya mabuk?
" Kenapa kamu tanya aku?" tanya Bryan tidak peduli. " sial, bajuku bau alkohol " Bryan mencium bau alkohol yang menyengat dari tubuhnya
Seharusnya aku tidak ikut kemari. Kalau Alma tau aku bau minuman keras. Dia bisa marah padaku, meskipun aku tidak minum.
Tiba-tiba saja Livia yang sedang di papah oleh Andre, berjalan ke arah Bryan dan memeluk pria itu.
CEKREK
Tanpa sadar ada seseorang membawa kamera dan memotret Bryan. Orang itu tersenyum senang dengan hasil jepretan nya.
" Bryan, kamu masih saja tampan ya " Livia memeluk Bryan dan bibirnya menyentuh leher Bryan. Bryan langsung saja mendorong Livia dengan marah, hingga gadis itu jatuh ke aspal.
" Kurang ajar!" Bryan terlihat marah pada wanita yang jatuh terduduk di aspal itu
" Aduh, Bryan.. sakit " Livia tersenyum pada Bryan meskipun ia tidak sadarkan diri.
" Pak Presdir, itu .. itu terlalu kasar " Andre merasa kasihan pada Livia yang didorong oleh Bryan, ia pun berinisiatif membantu Livia berdiri.
" Andre, kamu antar kan dia pulang. " Bryan acuh pada Livia dan Andre yang berjalan di belakang nya.
" Ta-tapi pak, istri saya menunggu di rumah "
" Istriku juga menungguku di rumah, sudahlah kamu antar dia dan aku akan pulang. "
Alma pasti cemas karena aku belum pulang. Aku akan jelaskan semuanya nanti saat pulang. Si pak Nico, dia benar-benar. Bryan terlihat sangat lelah, ia membuka jas nya yang berbau alkohol itu.
" Tapi pak ! pak Bryan!" Andre memanggil Bryan namun pria itu tidak peduli dan masuk ke mobilnya sendiri lalu pergi.
Andre pun menerima takdir nya mengantar Livia pulang ke rumahnya atas perintah Presdir nya. Ia juga tidak mau kalau Bryan ada masalah dengan Alma. Saat Andre sedang naik taksi mengantarkan Livia ke rumahnya, ponselnya berdering.
Drett.. Dreet...
" Bu Alma?" Andre langsung mengangkat nya begitu tau kalau istri Presdir nya yang menghubungi nya.
" Ya, bu Alma?"
" Pak Andre, apa suamiku bersama bapak? kenapa dia belum juga?" tanya Alma cemas
" Pak Presdir sedang dalam perjalanan pulang Bu, baru saja beliau naik mobil " jawab Andre
" Bryan.. kamu dimana? Bryan?! " teriak Livia yang sedang mabuk dan duduk di samping Andre
Alma mengernyitkan dahinya ketika ia mendengar suara perempuan yang memanggil manggil nama suaminya.
Kenapa ada suara wanita? dan dia memanggil Bryan? siapa wanita itu?
Andre langsung kaget dan segera menutup telpon dari Alma. Ia panik kalau hal ini akan menjadi masalah.
" Perempuan ini benar-benar sangat genit pada pak Presdir dan membuatku kesusahan " gerutu Andre kesal pada Livia yang terus meracau memanggil manggil nama Bryan.
****
.
.
Tepat pada pukul 2 dini hari, Bryan sampai ke rumahnya. Dengan hati-hati ia membuka pintu rumahnya, agar orang-orang yang ada di dalam rumah tidak terbangun karena suaranya.
Bryan kaget saat ia melangkah, tiba-tiba saja lampu ruang tamu menyala. Ia melihat Alma sedang duduk di sofa dengan wajah yang bingung dan menatapnya curiga.
" Sayang, kamu belum tidur?" tanya Bryan
" Iya aku belum tidur " jawab Alma singkat
" Sayang, maaf aku pulang terlambat. " Bryan berusaha menjelaskan
" Iya " jawab Alma singkat, dengan wajah cemberut nya.
Bryan tersenyum lalu mendekati istrinya, memeluk istrinya dari belakang. " Sayang, kamu marah ya? akan aku jelaskan kenapa aku bisa terlambat. "
" Kamu minum-minum lagi??!" Alma langsung melepaskan dirinya dari pelukan Bryan begitu mencium bau alkohol dari tubuh suaminya.
" Tidak sayang, ini bukan aku. Aku benar-benar tidak minum " elak Bryan yang memang tidak melakukan nya.
" Lalu kenapa bajumu bau alkohol? dan juga kenapa ponselmu tidak aktif?! kemana saja kamu pergi??" Alma mulai melemparkan beberapa pertanyaan pada suaminya yang pulang sangat terlambat itu.
" Sayang, tenanglah. Aku akan jelaskan pelan-pelan, tapi besok saja ya. Aku lelah " kata Bryan membujuk
" Hmph.. baiklah "
Melihat istrinya yang marah, dalam keadaan lelah Bryan pun menjelaskan nya secara langsung kepada istrinya kenapa ia pulang terlambat. Nico memaksanya untuk tinggal di klub malam nya sebentar, dan yang minum minum itu bukanlah dirinya. Ponselnya juga kehabisan baterai karena Bryan lupa mencharger ponselnya, itu sebabnya ia tak bisa menghubungi Alma dan sampai lupa waktu.
" Sayang, aku bersumpah aku benar-benar tidak melanggar janji mu. Aku tidak minum-minum seperti dulu lagi, kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya pada Andre. Disana aku hanya duduk diam saja "
" baiklah, aku percaya. Tapi perbuatan mu yang datang ke klub malam itu tidak bisa dibenarkan. Lain kali kamu tidak boleh datang lagi ketempat seperti itu " kata Alma mengingatkan
" Iya sayang, tidak ada lain kali ! aku tidak akan datang ke tempat itu lagi " Bryan tersenyum dan memeluk istrinya dengan hangat.
Alma mencium bibir Bryan untuk memastikan kalau Bryan memang tidak minum alkohol seperti yang dikatakan nya.
CUP
" Um..."
" Ya, mulutmu tidak bau alkohol. Aku senang kamu tidak berbohong" Alma tersenyum tenang
" Mana mungkin aku berbohong padamu, aku kan sudah janji "
Meskipun aku menyembunyikan tentang Livia yang mencium ku, itu tidak termasuk berbohong kan? maafkan aku Al, aku tidak mau kamu marah.
Alma dan Bryan sama-sama sudah berbaring di tempat tidur. Namun, hati Alma masih merasa tidak tenang. Ada yang mengganjal perasaan nya tentang siapa wanita yang memanggil manggil namanya saat ia menelpon Andre. Alma ingin sekali menanyakan nya saat itu, tapi Bryan sudah tertidur lelap karena lelah.
Alma melihat ada tanda merah di leher Bryan dan menatap pria itu dengan curiga.
Tenanglah Alma, berfikir positif. Mungkin saja leher Bryan merah karena digigit oleh serangga. Jangan suudzan dan berfikir macam-macam tentang suamimu.
Meskipun pikiran nya mengatakan seperti itu tapi tetap saja ia merasa tak tenang, bahkan ia tak bisa tidur nyenyak.
****
Pagi itu, keduanya sama-sama bangun siang karena hari itu adalah hari Minggu. Alma membuka tirai yang menutupi jendela kamar nya, lalu Bryan pun terbangun karena Kilauan cahaya yang menembus jendela kamarnya.
Bryan tersenyum dan memberikan ciuman selamat pagi seperti biasanya pada Alma. Memeluknya dengan penuh kasih sayang, tak lupa ia menyapa calon anak ketiga nya yang masih ada di dalam kandungan istrinya.
" Selamat pagi sayang, selamat pagi juga istriku " Bryan memeluk Alma dan menarik wanita itu ke pangkuan nya.
" Pagi juga Bry " jawab Alma dengan nada suara yang pelan
" Ada apa? kenapa tidak bersemangat seperti itu?" tanya Bryan heran melihat istrinya tidak tersenyum dan malah cemberut
Alma beranjak dari pangkuan Bryan dan mengambil kemeja yang dipakai suaminya kemarin, ia berniat mencuci kemeja itu.
" Bangunlah, mandi lalu sarapan. Aku sudah siapkan sarapan untukmu "
" Hey, ada apa sayang? apa kamu sakit?" tanya Bryan cemas pada istrinya
Ada yang aneh pada Alma, pagi ini dia terlihat murung. Apa dia masih marah karena semalam aku pulang terlambat?
" Tidak apa-apa, aku baik-baik saja " jawab Alma sambil berusaha tersenyum
Ya Allah, kenapa aku masih saja curiga dengan suamiku? tidak mungkin Bryan mengkhianati ku.
" Oh ya, aku tidak mendengar suara anak-anak?"
" Mereka menginap di rumah kak Laura, biasa lah Naina ingin nonton drama dengan Kayla lalu Kelvin juga ingin bermain dengan kak Leon " Jelas Alma
" aku turun dulu, kamu pergilah mandi "
Perasaan Alma benar-benar tidak nyaman, ia pun berjalan menuju ke tempat cuci baju yang ada di dekat dapur. Terlihat bi Asih sedang mengepel lantai disana.
" Nyonya mau mencuci baju ya? biar saya saja nyonya " kata Bi Asih menawarkan diri
" Tidak usah Bi, biar saya saja. Bibi tolong siram tanaman bunga yang ada di depan saja ya " Alma tersenyum ramah
" Ya sudah, kalau nyonya butuh bantuan saya nyonya panggil saja ya " Bi Asih mengambil alat penyiram tanaman dan berjalan menuju ke taman depan rumah itu.
Sementara itu Alma mulai memasukan baju satu persatu ke dalam mesin cuci. Ia kaget saat melihat di kemeja putih suaminya ada noda lipstik yang tidak di kenali nya persis sama dengan tanda merah di leher Bryan.
" Ini.. bekas bibir.." gumam Alma sambil meremas kemeja suaminya yang masih berbau alkohol itu. Alma menggigit bibirnya dan gemas, darahnya sudah mulai naik.
Alma berjalan menghampiri suaminya yang sedang sarapan pagi sambil menonton televisi di ruang tengah. Wajah wanita hamil itu tampak kesal, tanpa bicara apa-apa ia melempar kemeja ke wajah suaminya.
Bryan tersentak dan langsung berdiri karena terkejut melihat istrinya bersikap tidak seperti biasanya.
" Alma, ada apa ini? dari tadi pagi kamu bersikap aneh?" tanya Bryan kesal bercampur heran
" Aku aneh? bukannya itu kamu? jelaskan padaku, apa yang kamu lakukan semalam bersama wanita itu?!" teriak Alma marah
" Apa maksud kamu? wanita apa? apa kamu curiga kalau semalam aku bersama wanita?" tanya Bryan sambil mengambil kemeja nya yang di lempar oleh Alma, dan melihat ada bekas bibir disana.
" Aku bukannya curiga, tapi ini fakta. Bekas bibir siapa yang ada di kemeja mu itu kalau bukan bekas bibir perempuan?! " tanya Alma sakit hati
" Kamu bilang kamu tidak bersama dengan wanita dan klien kamu itu adalah laki-laki! kamu bohong lagi?"
" Sayang, aku akan jelaskan! kamu tenang dulu!" seru Bryan sambil memegang kedua tangan Alma seraya memenangkan kemarahan nya.
Tepat saat Bryan akan menjelaskan yang terjadi semalam pada istrinya, sebuah berita heboh muncul di televisi. Pasangan suami istri itu terkejut begitu melihat dan mendengar nya, foto Bryan dan Livia yang sedang berdua terpampang di TV. Livia tampak sedang memeluk Bryan dan mencium Bryan.
Apa apaan ini? kenapa bisa ada berita seperti ini?
Bryan panik mencari cari remot di sofa dan bermaksud mematikan tv, namun Alma menemukan remot nya lebih dulu dan mengambilnya.
" Sayang, kamu jangan lihat berita itu! matikan saja!" seru Bryan yang berniat mengambil remot dari tangan Alma
" Kamu diam!" sorot mata Alma menunjukkan kemarahan pada suaminya. Ia menatap layar televisi dan memperhatikan berita yang sedang disiarkan itu.
🎵
Terungkap sudah, lagi-lagi hubungan gelap antara Bryan Alvaro Aditama dan Olivia Sierra seorang wakil presdir dari perusahaan Mony fashion. Yang kini jadi perbincangan hangat di semua media. Diketahui bahwa Bryan dan Olivia Sierra adalah teman masa SMA yang sangat dekat.
Bryan segera mengambil remot secara paksa dari tangan istrinya, ia pun mematikan TV nya.
" Al.. aku.. "
" Bryan, aku selalu percaya padamu. Tapi, kenapa kamu berbohong padaku?" tanya Alma dengan nada yang kecewa.
Satu persatu Alma menjelaskan semua kebohongan Bryan, dan apa yang disembunyikan oleh Bryan. Alma bahkan baru tau kalau Olivia dan Bryan adalah rekan bisnis. Alma semakin kecewa ketika melihat foto suaminya dan wanita lain bertebaran di media, hal yang paling membuatnya terluka adalah ia tidak tau apa-apa tentang hubungan Bryan dan Olivia sebelum nya. Padahal segala hal selalu Alma katakan pada Bryan, tapi kenapa Bryan tidak mengatakan apapun pada dirinya.
Perasaan terkhianati hadir kembali di dalam dirinya, bayangan masa lalu tentang Bryan dan wanita lain mulai membayanginya. Alma merasa takut akan pengkhianatan dan kekecewaan pada suaminya.
" Aku sungguh tidak melakukan itu, kamu percaya padaku kan? aku tidak begitu. Berita itu tidak benar !" Bryan menyangkal semua berita tentangnya
" Bagaimana bisa aku percaya padamu yang berbohong dan menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Alma dengan wajah yang kesal dan mata yang berkaca-kaca seperti akan menangis
" Aku.. aku memang berbohong dan menyembunyikan sesuatu darimu, tapi aku melakukan nya karena takut kamu marah "
" Lalu bagaimana ini? aku sudah terlanjur marah padamu " Alma menahan air matanya, rasanya ia menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Hatinya percaya pada Bryan yang tidak mungkin ada apa-apa nya dengan Livia tapi disisi hatinya yang lain ia kecewa dan terluka karena Bryan tidak terbuka padanya.
" Alma.. sayang.. dengarkan aku.. " Bryan memegang tangan Alma, berusaha membujuknya agar tidak marah
Wanita itu menepis tangan Bryan dan tampak kesal, akhirnya air mata yang ia tahan jatuh juga.
" Kamu berjanji tidak akan pernah menyentuh wanita lain lagi selain diriku, kamu berjanji untuk selalu jujur dan terbuka satu sama lain, tapi kamu sendiri yang mengingkari nya. Bryan kamu tau apa yang membuat aku marah? bukan karena aku tidak percaya padamu, tapi karena kamu berbohong padaku dan menyembunyikan sesuatu dariku! kamu lah yang tidak percaya padaku! " ucap Alma seraya menunjuk ke arah suaminya dan menatap tajam suaminya itu
Ketika kesalahpahaman sudah semakin besar karena Bryan menyembunyikan fakta tentang Livia yang ikut ke klub semalam bersamanya. Membuat Alma tidak mau mendengar apapun saat kepalanya sedang panas, ia memutuskan untuk berdiam diri di kamarnya dan melarang keras suaminya untuk masuk ke dalam kamar.
Bryan terus mengetuk pintu kamarnya yang dikunci rapat oleh istrinya, memohon agar wanita itu membuka pintunya.
" Sayang...aku mohon, buka pintunya. Aku akan menjelaskan nya sayang "
" Pergi! aku tidak mau melihat mu saat ini hiks " ujar Alma sambil menangis terisak-isak
" Aku tidak akan pergi sebelum kamu membuka pintunya Al "
Aku tidak bisa meninggalkan mu yang menangis seperti ini.
" PERGI! " teriak Alma penuh emosi
" Baiklah baiklah, aku akan pergi. Tapi, kamu jangan berteriak lagi. Anak kita akan sedih " ucap Bryan merasa bersalah
" Karena siapa aku sedih dan marah? bodoh!" seru Alma marah
" Iya aku salah sayang, maaf " gumam Bryan merasa bersalah pada istrinya.
Bryan pun pergi meninggalkan Alma sendirian di kamarnya.
Bryan dengan penuh kemarahan segera menghubungi Andre. " Andre, cari siapa orang yang sudah mengambil foto ku dan menyebarkan nya! tutup semua media yang memberitakan tentang diriku! dan beritahu mereka kalau aku tidak segan-segan menghancurkan mereka !" ujar Bryan murka
Andre menangkap sinyal waspada darurat saat menerima telpon dari Presdir nya itu. Entah apa yang akan terjadi pada orang yang menyebarkan berita tentang Bryan dan Livia. Andre segera mengerahkan orang untuk mencari informasi tentang orang-orang di belakang semua berita Bryan, apalagi pelaku si pengambil foto. Dan menangkap pelaku dibalik skandal Bryan dan Livia.
" Orang-orang yang melawan presdir, tidak akan berakhir baik " gumam Andre
.
.
Semua orang mulai membicarakan hal negatif tentang Bryan, julukan Cassanova kembali mencuat ke publik. Media memanfaatkan situasi dan melebih-lebihkan kan untuk mendapatkan keuntungan dari berita.
🍂🍂🍂
Berita tentang Bryan itu sampai juga ke telinga Laura dan Leon. Mereka terkejut ketika sedang bersantai di sofa ruang keluarga dan melihat berita itu.
" Apa lagi yang dia lakukan?!" tanya Leon sambil melempar koran yang sedang ia baca ke meja.
" Leon kamu tenang dulu, ini mungkin hanya salah paham " kata Laura menenangkan amarah suaminya, ia tak percaya dengan berita yang ada di televisi.
" Alma lagi-lagi disakiti olehnya, Laura! aku tidak bisa membiarkan ini " Leon terlihat emosi, ia mengepal tangannya.
Bodoh! kenapa aku percaya pada Bryan begitu saja? lagi-lagi Alma terluka karena nya.
" Leon tenanglah! aku percaya Bryan tidak seperti itu. Kamu tenang dulu ya, aku akan bicara pada Bryan " ucap Laura pada Leon.
Bryan kamu kenapa lagi sih?
Berita tentang perselingkuhan papa nya juga dilihat oleh Kelvin yang kebetulan sedang bermain gadget. Kelvin melihat berita tentang Papa nya karena viral di medsos. Kelvin tampak kesal pada Papa nya itu. Ia bahkan sampai menjatuhkan tab yang ia pegang.
PRAK
Papa! kenapa Papa mengecewakan Mama lagi? papa benar-benar tidak begitu kan?
" Kakak, apa yang kakak lakukan? kakak menjatuhkan tab nya. Nanti rusak loh " ucap Naina yang akan mengambil tab di lantai, dengan cepat Kelvin langsung mendahului adiknya lalu mengambil tab nya itu.
Naina tidak boleh tau tentang ini.
Kelvin langsung menyembunyikan tab nya di belakang tubuhnya, Naina semakin penasaran dengan apa yang disembunyikan oleh kakaknya itu.
****
Terlihat seorang pria misterius sedang duduk di kursi, ia tampak senang melihat berita tentang Bryan.
" Bryan Alvaro Aditama, badai baru saja di mulai. Kamu jangan bersantai " gumam pria itu dengan senyuman lebar penuh kepuasan di wajahnya.
...---***--...
...End Season 1...
...Stuck in love CEO...