
🍂🍂🍂
Alma benar-benar tidak suka dengan rumah sakit, baru sehari saja berada di rumah sakit. Wanita cantik dengan dua anak itu langsung meminta di pulangkan. Dan ia pun malah dibawa pulang ke rumah keluarga Aditama bukan ke rumahnya.
Setelah ada bukti dan saksi kalau Selina yang sudah mendorong Alma dari tangga. Bryan yang marah langsung menuntut Selina. Wanita itu sempat di penjara selama dua hari. Namun, Risya yang kasihan pada ibunya meminta pada Alma agar Selina dibebaskan. Akhirnya Alma pun memaafkan Selina yang sudah meminta maaf padanya, karena kasihan pada Risya. Dengan syarat, Selina harus menandatangani perjanjian hitam di atas putih kalau Selina harus merawat Risya dengan baik dan tidak melakukan kekerasan lagi pada anak nya itu. Selina pun setuju.
Dan setelah kejadian itu, Selina Jason dan Risya tidak terlihat lagi. Bahkan Risya pun tidak bersekolah di sekolah yang sama lagi dengan Kelvin, Naina dan Kayla.
***
Keadaan Alma yang tidak bisa bergerak dengan leluasa, membuat Alma mau tidak mau tinggal dengan Bryan di rumah keluarga Aditama. Tidak hanya dengan Bryan, tapi juga dengan Laura dan kedua anak-anak nya.
Selama Alma sakit, Bryan selalu menjaganya bahkan ia mengambil cuti dari kantornya di saat pekerjaan sedang menumpuk. Terkadang Bryan mengerjakan nya pekerjaan kantornya di rumah.
Sudah 5 hari Bryan merawat Alma dengan setia, dan sabar. Gadis itu masih duduk di kursi rodanya. Ny. Delia dan Laura juga sangat perhatian padanya, mereka memperlakukan Alma seperti keluarga mereka sendiri.
Alma menyadari bahwa kasih sayang Ny. Delia bukan hanya pada kedua anaknya saja, tapi juga tulus menyayangi nya. Ny. Delia memang sudah berubah.
Alma dan Bryan sedang berada di balkon lantai atas kamar Alma. Bryan membuatkan bubur untuk Alma dan menyuapi nya.
" Bryan, kenapa kamu tidak kembali bekerja? aku tidak apa-apa, bi Inah atau kak Laura bisa membantuku kok "
" Mana bisa aku membiarkan istriku yang sedang sakit dirawat oleh orang lain "
" Kamu selalu memanggilku istrimu "
" Sebentar lagi kamu kan akan menjadi istriku "
" Aku belum menerima mu, kamu belum melamar ku juga " gumam Alma pelan
Bryan menyuapi Alma makanan, Alma terlihat malu dan merasa tidak nyaman.
" Bagaimana? apa buburnya enak?"
" Nyam.. nyam.. Enak, tapi aku bosan makan bubur terus " jawab Alma sebal
" Kalau kamu sudah sehat aku akan membelikan mu apa saja, makanan yang kamu mau makan.. Bersabarlah "
Tidak bisa dipercaya. Sulit dipercaya, ternyata pria yang ada di depanku ini bisa bersikap lembut. Kenapa dulu dia tidak begini?. Alma memandang Bryan
" Kenapa kamu melihatku begitu ? kamu sadar aku semakin tampan?" tanya Bryan sambil tersenyum menggoda
" Penyakit narsis kamu itu tidak hilang dari dulu. Kamu tidak berubah, tentang yang satu itu. Tapi kamu berubah dalam banyak hal, dan itu yang dulu aku tidak tahu " Alma tersenyum
" Lalu apa yang berubah dariku?"
" Hm..banyak "
" Contohnya?"
" Apa aku harus menyebutkan nya satu persatu?" tanya Alma
Bryan mengangguk, ia menanti Alma menyebutkan semua perubahan yang ada pada dirinya.
" Kamu yang sekarang itu baik, kamu perhatian, hangat, dan tentunya dewasa "
" Hanya segitu? tadi katanya banyak " Bibir Bryan mengerucut
" Oh ya ada lagi. Kamu yang sekarang itu manja seperti Kelvin dan Naina " jawab Alma setengah tertawa
" Jadi aku seperti anak kecil?" tanya Bryan sebal
" iya, kamu seperti anak kecil Bry. Haha.."
Bryan terpana melihat senyuman dan tawa wanita yang ada di depannya itu. Pikiran nya mulai menjadi liar, ia ingin sekali melahap wanita itu. Bryan sudah kalah oleh pesona Alma yang terus menggoda nya. Padahal wanita itu hanya tersenyum dan memanggil namanya, tapi Bryan menganggap itu sebagai godaan.
" Kamu jangan begitu Alma, hentikan "
Memangnya aku berbuat apa?. Batin Alma bingung
" loh, kenapa wajah kamu memerah? apa kamu demam?" Alma memegang kening dan pipi Bryan secara bergantian, wanita itu terlihat cemas.
Apa karena dia terlalu lelah mengurusku? makanya dia sakit. Badannya juga agak panas.
" Kamu akan menanggung akibatnya kalau kamu terus menyentuhku " Bryan memalingkan wajahnya
Sial! aku tidak menahan nya. Ini adalah godaan terberat.
Bryan sedang berperang dengan ***** dan pikiran liar nya terhadap Alma. Mereka belum sah sebagai suami istri, terlebih lagi Alma belum menerima Bryan sepenuh nya. Alma keheranan melihat Bryan yang menghindari tatapan matanya.
" Bry, kamu harus istirahat kamu demam. Aku akan suruh bi Inah untu-.."
Bryan tidak tahan lagi, ia mencium pipi Alma dengan lembut. Kedua mata indah milik Alma membulat karena kaget.
" Bry.. Bryan !" Alma memegang pipinya
" Sudah kubilang, jangan menyentuhku lagi. Itulah hukuman untukmu" kata Bryan
" Kamu ini.." Alma terlihat malu
Usia Bryan pasti sudah lewat 30 tapi dia masih terlihat tampan dan muda. Padahal sudah 7 tahun tidak bertemu, tapi dia malah semakin tampan.
Bryan tersenyum memandang Alma yang malu-malu itu. Ia merasa bahwa Alma sangatlah imut. Bryan tiba-tiba merogoh saku jas nya.
Apa ini waktunya aku memberikan nya?
" Bry, pergilah! bukannya hari ini kamu ada rapat yang sangat penting. "
" sebenarnya aku tidak mau meninggalkan mu. Tapi, sebagai suami aku juga harus mencari nafkah untuk anak istriku "
" Apaan sih?! cepat pergi sana ! " ujar Alma
Bryan memberikan Alma sebuah pelukan yang lembut dan penuh kehati-hatian. Alma yang dulu selalu menolak dan diam saja, kini mulai menerima ketulusan hati Bryan. Gadis itu membalas pelukan Bryan, meskipun ia merasa kesulitan dengan gips yang terpasang tangannya.
" Auchh..." rintih Alma
" Biarkan aku saja yang memelukmu, kamu diam saja. Tangan mu masih sakit " ucap Bryan lembut
Alma tersenyum menerima pelukan yang hangat itu. Seperti nya kepercayaan diantara mereka berdua sudah semakin meningkat. Ditambah lagi dengan mereka yang tinggal bersama, membuat mereka semakin dekat. Tanpa mereka berdua sadari, Kelvin, Naina dan Kayla melihat Alma dan Bryan berpelukan.
Senyuman kepuasan terlihat di bibir Kelvin dan Naina, karena kedua orang tua mereka sudah semakin dekat dan terlihat bahagia bersama.
" Kak, apa Mama dan papa akan segera bersatu?" tanya Naina
" Sebentar lagi, itu pasti Nai.." Kelvin tersenyum
Setelah selesai berpelukan dengan Alma, Bryan membuka pintu kamarnya bermaksud untuk pergi ke kantor meskipun sebenarnya ia enggan untuk pergi. Saat membuka pintu kamar itu, Bryan melihat Kayla dan si kembar ada di depan pintu dengan wajah yang berseri-seri.
" Eh ada kalian disini?" tanya Bryan
" Cie..ciyee.. om sama Tante Alma " Kayla tersenyum menggoda
" Ciyee .. Mama sama papa " Naina ikutan menggoda Alma dan Bryan
" Kalian? sejak kapan kalian ada disitu?" tanya Alma sambil menahan malunya
Apa mereka melihat aku dan Bryan berpelukan? atau saat Bryan mencium pipiku?
" Si-siapa yang malu?!" teriak Alma
Begitulah kehangatan yang dirasakan Alma dan kedua anaknya di rumah keluarga Aditama. Mereka merasakan hangatnya keluarga yang lengkap, yang selalu di idamkan oleh Alma dan kedua anaknya.
Ny. Delia dengan ketulusan dan penuh kasih sayang merawat cucu cucunya. Memberikan mereka cinta yang banyak. Bahkan membantu Bryan mengurus Alma yang sakit.
Setelah keadaan Alma membaik, Alma dan kedua anaknya kembali ke rumah mereka. Disana Mia pun tampak sibuk dengan pernikahan nya yang tinggal menghitung hari itu.
Malam itu Mia dan Alma sedang sibuk menulis kan nama di kartu undangan pernikahan Mia dan Aldo.
" Mau sampai kapan kamu menutup hati kamu Al? "
" Kata siapa aku menutup hatiku?"
" Buktinya sampai sekarang kamu belum menerima pak Bryan kan? aku rasa dia tulus sama kamu. Kalian tunggu apa lagi sih. Lagian sekarang sudah tidak ada penghalang di antara hubungan kalian "
" Itu benar, hubungan ku dan dia berjalan baik. Dengan anak-anak juga berjalan baik kok "
" Lalu apa yang membuatmu ragu?" tanya Mia
" Aku tidak ragu, aku percaya padanya sepenuhnya. Dia juga sudah mengajakku menikah " jawab Alma sambil merapikan kartu undangan yang berserakan di depannya
" tuh kan? udah lah jangan tarik ulur terus, kalian udah semakin tua loh. Anak-anak juga membutuhkan keluarga yang lengkap. " Mia mengompori temannya itu agar cepat-cepat menerima Bryan.
Alma terlihat seperti berfikir keras.
Apa ini waktunya aku menerima Bryan? namun, pernikahan? apa itu gak terlalu cepat untuk kami. Tapi, apa yang dikatakan oleh Mia itu benar bahwa anak-anak membutuhkan keluarga yang lengkap. Mungkin mereka tidak bisa menunggu lebih lama.
🍂🍂🍂
Malam itu, Bryan sedang berdiri dan bersandar di balkonnya. Sambil memandangi sebuah kalung berbentuk bintang dan tertulis sebuah kata di balik kalung itu. Kalung yang unik di hiasi permata berwarna ungu. Warna kesukaan Alma.
" Kapan ya aku harus memberikan ini? aku harus mendapatkan momen yang romantis untuk memberikan nya. Tapi, momen seperti apa ? Setelah semua yang ku lakukan Alma bahkan belum menerima ku sepenuhnya " Bryan menatap bintang yang cerah di langit itu, wajahnya tampak galau.
❤️❤️❤️
Tak terasa waktu pun berlalu,
Tibalah hari yang sangat penting bagi Mia, sahabat Alma yang sudah seperti saudara baginya. Hari itu Mia terlihat cantik dengan kebaya berwarna putih, dan riasan pengantin yang tampak cocok dengan dirinya.
Wajahnya tampak berseri-seri, kebahagiaan terpancar dari wajah Mia. Mia mengadakan pernikahan di sebuah hotel bintang lima yang ada di Jakarta.
" Mia, kamu cantik banget " ucap Alma memuji
" Tante Mia cantik banget " Naina memuji Mia
" Hehe, kamu lebih cantik sayang ku Naina " Mia tersenyum dan mencubit pipi Naina dengan gemas.
" Akhirnya hari bahagia kamu tiba Mi.."
" Kamu juga cepat nyusul ya "
Dulu aku dan Bryan juga mengadakan pernikahan. Tapi pernikahan kontrak, tanpa ada cinta sama sekali. Apakah dulu wajahku sama seperti Mia? tidak, jelas berbeda bukan? Mia terlihat sangat bahagia, sedangkan dulu aku terpaksa bahagia. Jika aku menikah dengan Bryan nanti, apa aku akan sangat bahagia berbeda dengan pernikahan pertama ku dengannya?
Alma hanya menjawab Mia dengan senyuman. Tak lama setelah itu, Mia dan Aldo duduk di depan penghulu. Aldo mengucapkan ijab kabul nya dengan fasih dan lancar tanpa ada kesalahan.
Pria itu tampak mencintai Mia, setelah mereka dinyatakan sah sebagai suami istri. Aldo langsung mencium kening Mia. Kedua nya tersenyum bahagia. Diam-diam ada perasaan iri di hati Bryan, kapan ia bisa menikah dengan Alma?
Semua tamu bergantian memberikan selamat pada pasangan pengantin itu, dan berfoto foto. Sementara Alma dan Bryan hanya duduk duduk saja dengan jarak yang berjauhan.
" Kak, kenapa Mama sama papa jauh jauhan gitu?" bisik Naina pada Kelvin
" Gak tau. Tapi mungkin ini lah gunanya ada kita disini !"
" Ayo satukan Mama dan papa!" kata Naina semangat
Kelvin dan Naina menyeret Bryan untuk duduk berdekatan dengan Mama nya.
" Aduh, kalian ini kenapa sih?" tanya Bryan keheranan melihat kedua anak nya menyeretnya ke samping Alma
" Mama sama papa, kapan kalian nikah? kami udah capek lihat kalian seperti ini terus " tanya Naina mengintrogasi
" Alma kamu dengar tuh, anak-anak juga udah capek lihat kita seperti ini terus. " Bryan tersenyum.
" Terus kalian mau Mama sama papa kaya gimana?" tanya Alma
" tentu saja kalian harus segera menikah, kenapa orang dewasa ribet banget sih? padahal saling cinta tapi tarik ulur terus !" seru Kelvin kesal
Alma dan Bryan terpana melihat Kelvin yang biasanya terlihat cuek menjadi banyak bicara. Kelvin sudah terlalu lama dan kesal melihat kedua orang tuanya itu.
" Papa sih ingin nya cepat menikah, tapi mama kalian belum menerima Papa. " Bryan melihat ke arah Alma
" Aku belum menerima kamu itu kan ada alasannya !" ujar Alma
" Ayolah Ma, mama terima papa. Apa sih kurangnya papa, papa ganteng, kaya,badannya juga atletis. Dan papa juga baik " kata Naina sambil tersenyum dan memegang tangan Bryan
Apa anak ini sedang mempromosikan aku? lucu sekali.
Ternyata Kelvin dan Naina sudah sangat menyukai papanya. Apa ada alasan lagi untukku menolaknya?
" Baiklah baiklah, Bry ayo kita bicara berdua " Alma beranjak dari tempat duduknya
" Disini saja Ma, kami mau dengar !" seru Kelvin
" Iya ma disini aja " jawab Naina setuju
" Oke. Kalau kalian mau dengar. Bryan.." Alma menatap Bryan sambil tersenyum
" Ya Alma, katakan?"
Dia pasti mau bilang akan menerima ku. Aku siap sekali, sangat siap.
Bryan tersenyum, ia tampaknya sangat menantikan apa jawaban Alma.
" Aku mau kita akhiri semuanya, ayo putus " Alma terlihat santai.
Sontak saja ayah dan anak-anak nya kaget mendengar kata kata tidak terduga dari mulut Alma.
" APA?!!"
Ayo putus? apa maksudnya?.
Ditengah-tengah kekagetan si kembar dan Bryan, Alma malah tersenyum. Kira-kira apa maksud senyuman nya itu?
Bersambung...
...--***---...
Hai Readers! jangan lupa like, komen, nya kalau udah baca. Thanks juga buat yang ngasih vote nya untuk karyaku secara sukarela 😘😘
Jangan lupa mampir ke novelku yang lain, aku butuh dukungan kalian nih 😊 Favorit like dan komennya.