Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Akhir dari semuanya( End Season 2)



Di saat bahagia, Bryan dan Alma tiba-tiba teringat Bu Delia dan Pak Hardi yang sudah tiada. Seandainya mereka masih ada yang menyaksikan kebahagiaan anak-anak dan cucu-cucu mereka, alangkah senang nya mereka.


Banyak hal terjadi, Laura melahirkan, Alma melahirkan, berita bahagia lainnya yang sedang otw adalah pernikahan Ken dan Viona yang sudah di depan mata. Kelvin yang juga menjadi kebanggaan keluarga dan ia pasti akan menjadi pewaris, Presdir Aditama grup yang berikut nya.


Malam itu, Bryan dan Alma bisa bersantai karena Albry seperti nya sudah tertidur lelap. Mereka rebahan di ranjang mereka sambil berpelukan.


"Sayang, aku bahagia sekali " kata Alma senang


"Seperti nya aku lebih bahagia, terimakasih sayang. Kamu sudah memberikan ku sebuah keluarga yang lengkap. Anak-anak rupawan dan pintar " Bryan mencium kening istrinya yang berada di pelukan nya.


"Aku juga bahagia sayang. Tapi, bagaimana setelah ujian anak-anak mari kita semua berlibur. " kata Alma


"Berlibur?"


"Ya, keluarga kita belum pernah berlibur bersama kan? jadwal liburan mereka setelah pernikahan Ken dan Viona. Pas sekali, kita juga bisa mengajak mereka liburan bersama " jelas Alma semangat


"Boleh juga, tapi liburan ke mana?" tanya Bryan


"Pantai, katanya anak-anak ingin bermain ke pantai " jawab Alma semangat


"Pantai? bagaimana kalau ke pelabuhan ratu saja?" usul Bryan


"Pantai pelabuhan ratu ya? Hem.. anak-anak bilang sih mau nya ke pantai Pangandaran"


"Ya sudah ayo kita kesana. Aku akan atur jadwalku supaya bisa liburan setelah kenaikan kelas anak-anak " Bryan tersenyum


"Terimakasih sayang, kamu harus bisa ya. Harus ikut" Alma tersenyum cerah


"Kalau begitu malam ini aku mau hadiah" Bryan beranjak dari ranjangnya, dan menindih tubuh Alma.


"Hadiah apa?"


"Bukannya kamu bilang terimakasih? aku mau hadiah dari rasa terimakasih mu itu" Bryan menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta, tangannya membelai rambut panjang Alma.


"Oh jadi kamu mau perhitungan begini?" tanya Alma sambil tersenyum manis


"Pengusaha itu harus tau untung dan rugi. Aku gak mau rugi dong, semuanya harus ada timbal balik nya" Bryan tersenyum menggoda


"Baiklah, kamu mau hadiah apa?"


"Sayang, masa kamu tidak mengerti sih?" Bryan menarik lingerie seksi milik istrinya, perlahan-lahan hingga ke bawah. Dengan buru-buru, Bryan juga membuka piyama yang ia pakai, melemparnya kemana saja.


"Tapi Albry gimana?" tanya Alma sambil melihat ke arah ranjang bayi, Albry sedang tidur disana.


"Albry baik-baik saja kok, kamu tidak lihat sayang? Albry sedang jadi anak berbakti, membiarkan ibu dan ayahnya melakukan tugas penting. Albry sangat pengertian " Bryan mulai menciumi mata, hidung dan pipi istrinya dengan lembut. Tubuh pria itu sudah mulai memanas.


"Sebentar saja ya, aku takut Albry bangun"


"baiklah" jawab Bryan setuju


Bryan mendekap istrinya, membenamkan bibir nya pada bibir Alma yang merah seperti buah delima. Menyesap manisnya, lidahnya bermain-main di dalam sana. Mereka sama-sama menikmati ciuman panas penuh gairah itu. Apalagi melihat istrinya yang masih saja seksi walaupun sudah memiliki 3 anak.


Setelah 5 menit melakukan pemanasan di awal,


gejolak birahi sungguh tidak bisa ditahan lagi, Bryan dengan gerakan cepatnya, membuka celana nya. Kini tubuhnya sudah telanjang, tidak ada tempat di tubuh Alma yang tidak tersentuh oleh bibirnya.


Hembusan napas yang panas saling mereka rasakan satu sama lain. Berpelukan, berciuman,saling meninggalkan tanda di tubuh masing-masing.


Alma merasa malu-malu melihat tubuh suaminya yang sixpack itu, tapi ia menyukainya. Apalagi bagian tubuh suami nya yang mengeras di bawah. Ia semakin malu melihatnya.


"Kenapa kamu memandangi ku begitu?" tanya Bryan sambil melihat ke arah istrinya yang berada di bawah tubuhnya.


"Sa-sayang, malam ini aku mau di.. di atas " ucap Alma malu-malu, memberanikan dirinya.


DEG!


Bryan berdebar terkejut mendengar kata-kata istrinya, apa maksudnya di atas?. Pikiran Bryan pun mulai melayang kemana-mana, ia pun memasang senyum Cassanova nya. Bryan semakin bersemangat melihat istrinya malu-malu. Untuk ke sekian kalinya, Bryan mencium bibir istrinya dengan rakus dan gemas.


" Haahh.. Hahh.. Bry, aku tidak bisa bernapas " Alma mengatur napasnya kembali


"Habisnya kamu sih gemesin. Yakin mau diatas?" tanya Bryan


"I-iya "


"Oke, malam ini kamu yang bergerak." Bryan merebahkan dirinya di ranjang, menunggu sang istri untuk naik ke tubuhnya.


Dengan susah payah mengumpulkan nyali, hati yang berdebar dan tubuh panas mulai membuncah. Alma memberanikan dirinya naik ke atas tubuh suaminya. Wanita itu menggoda Bryan dengan ciuman ciuman lembut.


"Kamu kelamaan! bisa bisa Albry terbangun, aku saja yang diatas" Bryan tersenyum dan membalikkan badannya, kini tubuhnya sudah mengunci tubuh Alma berada di bawahnya.


Malam itu terjadilah pergelutan di ranjang, antara Bryan dan Alma yang sudah lama tidak melihat diri mereka masing-masing. Hal itu tidak berlangsung lama, karena pada saat tengah malam Albry terbangun karena haus ingin asi ibunya.


"Sayang, lanjut yuk!" ajak Bryan


" Lanjut gimana? Albry udah bangun. Kamu tidur aja sayang, besok kan kamu kerja " kata Alma sambil menyusui anaknya.


...****...


Pagi itu adalah pagi yang sibuk seperti biasanya bagi Alma, ibu rumah tangga. Hal yang sama juga dialami Laura, rutinitas nya sebagai ibu dan istri selalu dikerjakan oleh mereka dengan sangat baik. Apalagi sekarang Kayla sudah akan masuk sekolah dasar, banyak sekali yang dipersiapkan nya.


Leon selalu ada untuk membantunya, meskipun Kayla bukan anak kandungnya sendiri. Tapi Leon sangat menyayangi Kayla seperti anaknya sendiri. Leon membantu Laura menyiapkan keperluan sekolah Kayla, bahkan sebelum berangkat ke kantor ia menyempatkan dirinya mengantar sendiri Kayla ke sekolah nya.


Kayla mengatakan bahwa ia ingin satu sekolah dengan Kelvin dan Naina juga, Leon segera mendaftarkan Kayla ke sekolah yang diinginkan nya. Kayla juga tidak merasa di anak tirikan oleh papa tirinya itu, karena Leon tidak pernah membedakan nya dengan adik nya.


Pagi itu adalah pagi yang sibuk di rumah Laura. Suami yang berangkat kerja, anak yang pergi ke sekolah, dan si bayi yang baru bangun tidur.


"Ayo semuanya sarapan dulu ya" kata Laura , pada Leon dan Kayla yang sudah siapa-siapa akan memulai aktivitas mereka


Leon dan Kayla duduk di meja makan, bersiap menyantap roti dan selai yang sudah tersaji di piring.


"Sayang, katanya Bryan ngajak liburan tuh"


"Oh ya? kapan?" tanya Laura sambil menyantap roti.


"Katanya pas liburan kenaikan kelas, dan setelah Ken Viona nikah " jawab Leon


"Oh ya? liburan, bagus deh. Aku juga mau liburan, udah lama gak liburan keluarga " jawab Laura setuju


"Aku juga mau Ma! aku mau liburan sama kak Kelvin dan kak Naina " kata Kayla sambil mengacungkan tangannya


"Ya ayo, tapi bagaimana dengan jadwal mu di kantor, sayang? apa kamu bisa ikut?" tanya Laura


"Jadwal bisa diatur lagi kok, kalau 1-3 hari sih aku gak papa" jawab Leon santai


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


1 Minggu kemudian...


Setelah ujian kenaikan kelas selesai, hari itu para orang tua datang ke sekolah untuk mengambil hasil belajar mereka.


Alma tampak puas dengan hasil rapot kedua anaknya, yang satunya juara 1 di kelas, dan yang satunya lagi sudah jangan ditanya lagi. Entahlah dia juara berapa sampai-sampai bisa loncat kelas.


" Bu Alma, selamat ya pasti bangga sekali memiliki putri dan putra yang cerdas seperti Naina dan Kelvin " kata Bu Vera ( mama Theo) memberikan ucapan selamat


" Selamat juga untuk bu Vera, karena Theo dapat juara 1 di kelasnya. Theo benar-benar hebat " Alma mengacungkan jempolnya, tulus memberikan selamat


Theo dan Kelvin sama-sama naik ke kelas 3, tapi mereka tidak menyangka kalau mereka akan jadi teman satu kelas. Naina dengan wajah polosnya memberikan selamat pada Theo dan Kelvin yang jadi classmate.


Mendengar ucapan selamat dari Naina, keduanya tampak tidak senang. Seperti nya mereka tidak mau berada di dalam kelas yang sama.


Saat Naina sedang jalan di lorong sekolah, ia melihat seorang gadis kecil sedang melamun dengan sedih melihat hasil rapotnya sendirian.


"Keira? kamu ngapain disini?" tanya Naina sambil duduk di samping Keira


"Eh, Naina" sapa Keira sambil tersenyum sedih


" Ada apa? kok kamu sedih?" tanya Naina


"Aku sedih karena Kelvin tidak sekelas lagi dengan ku " jawab Keira blak blakan


"Kenapa kamu ingin sekelas dengan pria menyebalkan itu? lebih baik jangan sekelas saja " Naina menyarankan


" Kamu kok ngomong gini? bukannya kamu suka sama Kelvin?"


"Haha.. suka? suka seperti apa, dia nyebelin dan selalu ngusilin aku tiap hari " gerutu Naina." Kamu suka ya sama kakak ku yang dingin itu? " tanya Naina menggoda


"Apa kamu bilang? kakak? kamu sama dia.. jangan jangan.." Keira kaget mendengar nya


"Hanya teman-teman terdekat ku loh yang tau kalau aku sama mahluk datar itu saudara an. Aku saudara kembarnya, tapi tolong rahasiakan ya " Naina tersenyum manis


Keira tersenyum, di sanalah persahabatan baik antara Naina, Nisha, Theo dan Kelvin mulai terjalin. Saat itu juga Keira langsung menagih janjinya pada Kelvin, karena Keira sudah berhasil memasuki 10 besar.


" Kamu berhasil masuk 10 besar, selamat" ucap Kelvin dengan nada datar seperti biasanya


"Makasih, tapi aku kesini karena mau menagih janji kamu.


"Asalkan kamu gak minta yang aneh-aneh, aku bakal kabulin " ucap Kelvin


"Aku cuma mau kamu jadi teman aku, sahabat. Ayo kita sahabatan " Keira berjabatan tangan dengan Kelvin.


"Sebenarnya aku tidak biasa berteman dengan wanita, tapi kamu satu satunya teman wanita ku. Ya udah ayo kita temenan, maksudku sahabatan " bibir Kelvin menunjukkan sedikit senyuman


"Makasih ya Kelvin" Keira tersenyum bahagia


Keira memberikan sebuah gelang tanda persahabatan pada Kelvin. Awalnya Kelvin tidak mau menerimanya, namun atas bujukan Naina, Theo dan Nisha. Kelvin mau menerimanya, karena bukan hanya dia saja yang menerima gelang rajutan pemberian Keira. Naina, Theo dan Nisha juga mendapatkan gelang persahabatan dari Keira.


***


Sepulang nya dari pengambilan raport, Alma langsung membawa ketiga anaknya ke rumah besar Aditama untuk makan siang bersama Laura dan yang lainnya disana.


Laura dan Leon memberikan selamat kepada kedua keponakan mereka yang sudah melewati ujian kenaikan kelas. Tak lupa Laura Leon juga memberikan hadiah untuk kedua keponakan nya itu. Si kembar juga sangat senang dengan hadiah yang diberikan oleh Leon dan Laura.


Semua nya sudah berkumpul untuk makan siang bersama yang terlihat seperti piknik taman. Ada dua roda bayi, disana tempat Albry dan baby Alex tidur. Ken dan Viona datang terakhir, mereka juga ingin ikut merayakan lulusnya Kayla dari TK, juga kenaikan kelas si kembar.


" Wah wah, semuanya udah kumpul nih. " ucap Ken sambil tersenyum hangat melihat keluarga nya berkumpul di karpet rerumputan taman.


"Om Ken udah datang!" sambut Naina dan Kayla dengan wajah sumringah. Keduanya kompak berlari menghampiri Ken.


"Kemarilah para gadis ku yang cantik" ucap Ken sambil memeluk kedua keponakan nya itu


Leon dan Bryan terlihat cemberut, mereka seperti nya cemburu. Setiap Ken datang, perhatian anak gadis mereka jadi tertuju pada Ken.


"Sial" gerutu Bryan sebal


"Anak gadis ku sudah tau pria tampan " gumam Leon tidak senang


"Padahal wajahku sama tampannya dengan si Ken, tapi kenapa dia yang dikerubungi wanita?! aku lah Bryan si cassanova " kata Bryan tidak terima pesona nya di kalahkan oleh Ken, kembaran nya sendiri.


"Kamu tau ada yang namanya aura? wajah bisa saja mirip, tapi aura itu beda " ucap Leon pada Bryan


" Hemph! anak gadis ku sudah direbut, aku bukan kesayangan nya lagi " gerutu Bryan sebal


"Nasib kita sama Bro !" kata Leon yang juga sebal melihat kedekatan Kayla dan Ken.


Setelah makan siang yang seperti piknik itu selesai, si Kembar dan Kayla mulai membuka hadiah hadiah mereka dengan semangat. Yang paling mendapatkan banyak hadiah adalah Kelvin, hadiah dari teman-teman di sekolahnya yang kebanyakan di dapatkan nya dari wanita.


" Woah Kelvin sangat populer ya, hadiahnya banyak " kata Ken pada keponakan nya itu


" Tentu saja, dia kan populer seperti Papa nya " kata Bryan bangga


"Bry, kamu mulai lagi deh narsisnya " Alma tersenyum melihat tingkah suaminya yang sangat narsis itu.


" Oh ya, om punya hadiah buat kalian "


" Hadiah?" tanya Kayla, Kelvin dan Naina langsung penasaran.


" Han, dan kalian yang ada disana. Bawa hadiah untuk keponakan keponakan ku " kata Ken memerintah pada Han dan beberapa bawahannya yang ikut kesana. Setiap harinya setiap saat Ken memang selalu dikawal oleh orang-orang yang berperawakan menyeramkan ini. Dan mereka tunduk pada perintah Ken.


Beberapa saat kemudian, Han dan beberapa bawahan Ken membawa 3 benda besar yang ditutupi kain hitam ke hadapan Naina, Kelvin dan Kayla.


"Wah apa itu? besar sekali " tanya Laura penasaran


"Viona, kamu tau hadiah apa itu?" tanya Alma pada Viona


"Aku tidak tau Bu Alma " jawab Viona yang juga penasaran dengan apa yang diberikan Ken pada ketiga keponakan nya itu


Semua orang dibuat terkejut saat Han, dan kedua anak buah Ken membuka kain berwarna hitam itu. Terlihat lah 3 buah motor mini.


" Nah, bagaimana? apa kalian suka hadiah dari om? keren kan?" tanya Ken pada ketiga keponakan nya.


" Motornya keren banget, tapi gimana cara naikin nya?" tanya Kayla dan Naina bingung


Kelvin lebih dulu sudah menaiki motor hadiah dari Ken, ia tampak gembira, meskipun ia tidak tau cara mengendarai nya. Para orang tua disana hanya tersenyum melihat hadiah dari Ken untuk anak-anak mereka.


Mereka pun tertawa bercanda, terlihat sangat bahagia. Tak lupa mereka mengabadikan momen kebersamaan mereka dalam beberapa gambar.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat, pernikahan Ken dan Viona telah dilaksanakan dengan secara tertutup dan sederhana. Pernikahan itu berlangsung khidmat. Tibalah saat nya keluarga besar Aditama untuk berlibur.


Dan yang disibukkan dari liburan mereka adalah para sekretaris, juga bawahan bawahan mereka yang harus menghandle pekerjaan sementara.


Liburan ke pantai itu akhirnya terwujud, anak-anak sangat senang dengan liburan itu. Terutama Kelvin dan Naina yang baru pertama kali liburan bersama keluarga lengkapnya ke pantai.


" Pemandangan nya indah banget ya sayang" ucap Alma sambil melihat ke arah pantai, hembusan angin dan ombak pantai menyapu pasir di pesisir nya.


" Tidak terasa semua nya berlalu begitu cepat. Akhirnya kita sampai juga pada titik ini "


"Maksudmu apa?" tanya Alma


"Kita menikah kontrak, kita berpisah, lalu kita bersama lagi dan memiliki tiga anak. Siapa yang mengira kalau kisah kita akan seperti dalam film drama romantis " ucap Bryan sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Benar, setelah semua ujian yang kita lewati, pada akhirnya kita tetap bersama-sama " Alma tersenyum bahagia, sambil menggendong Albry yang tertidur nyenyak


"Kamu tau kenapa? karena cinta akan selalu pulang ke rumahnya. Rumah mu adalah aku, dan kamu adalah rumahku. Mau sejauh apapun kita pergi, kemanapun kita pergi, kita akan tetap kembali ke rumah kita. Seperti aku dan kamu " Bryan mencium kening istrinya dengan lembut.


"Kamu habis makan permen ya?" tanya Alma


"Kenapa?"


" Kata-kata mu manis sekali Bry " jawab Alma sambil tersenyum


Seumur hidup, aku hanya akan melihatmu. Bahagia, menua bersamamu.


" Kamu mengejekku ya?" tanya Bryan sambil mencium pipi istrinya, ia tersenyum lebar


Anak-anak yang sudah asyik bermain seharian, pada malam harinya mereka sudah tidur lebih awal di dalam tenda yang sama. Saat itulah para orang tua melihat keindahan malam di pantai itu. Bryan sudah bersiap-siap membawa gitar, seperti nya ia akan menyanyi.


Bryan memainkan gitarnya, lalu lantunan suara indah nya mulai terdengar bersamaan dengan iringan gitar yang ia petik.


🎢🎢🎢


Aku pernah berfikir tentang


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang kujalani sampai kini?


Aku selalu bermimpi tentang


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjang mu


Meskipun nanti tak hitam lagi


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan


Sisa hidupku hanya untukmu


🎢🎢


Alma tersenyum, ia jadi ingat kenangan kenangan bersama Bryan. Disisi lain ada Laura dan Leon yang juga menikmati lagu yang dimainkan oleh Bryan. Lagu yang dimainkan oleh Bryan, sampai meresap ke dalam hati Alma.


Dan di dalam sebuah kamar hotel, terlihat Ken dan Viona yang sedang bermesraan. Mereka sedang masa dalam bulan madu mereka.


Semua kisah cinta mereka berakhir dengan bahagia..


Namun masih ada satu hal yang mereka lupakan, bahwa kisah mereka masih berlanjut...


8 tahun pun telah berlalu..


Di rumah Alma.


" Nai! ayo bangun, kamu kesiangan karena nonton drama lagi kan?! ini hari pertama kamu masuk SMA !" teriak seorang ibu pada anak gadisnya yang belum bangun dari tempat tidurnya.


Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut lurus nya yang panjang, masih tertidur pulas di kamarnya. Sementara sang ibu membuka tirai di kamarnya, sehingga cahaya mentari masuk melalui jendela kamar itu dan membangunkan nya.


" Gawat! ini kan hari pertama ku masuk SMA! aku lupa!" gadis cantik itu sudah remaja. Ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dengan wajah panik


Dengan buru-buru gadis itu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandinya. Sang ibu tersenyum, ia menggeleng melihat anak gadisnya yang begitu ceroboh.


" Naina sama sekali tidak berubah" gumam Alma sambil tersenyum


Alma pun beranjak dari kamar Naina, ia melihat putranya yang tampan sudah tampak dewasa. Ia sudah bersiap-siap memakai seragam nya yang berwarna putih abu.


"Mama " sapa putra sulungnya itu pada sang ibu, ia sangat mirip dengan sang papa. Wajah dinginnya sama sekali tidak berubah.


Di sampingnya juga ada seorang anak laki-laki lainnya, memakai seragam merah putih. " Mama, kak Naina pasti terlambat bangun lagi ya?" tanya anak kecil itu pada Mama nya.


Tak lama setelah itu Naina yang sudah bersiap, segera duduk di meja makan bergabung dengan kedua saudara laki-laki nya.


Dibelakang Alma tampak berdiri sang suami yang sudah mulai menua. Mereka tersenyum bahagia memandangi ketiga anak mereka yang sudah remaja sedang sarapan bersama.


Pemandangan yang sangat indah dimata...


...---***---...


...End Season 2...