
POV
Keira β€οΈ Kelvin
...πππ...
Pria itu membuka kaca helmnya, agar ia bisa melihat wajah Naina dengan jelas.
Beneran? cewek ini yang di fotoin sama si Yogi. Dia beneran pacar si Juna sialan itu? Keberuntungan macam apa ini? aku ketemu sama pacar si Juna.
"Axel, kok malah diem aja sih? itu Naina ngajak kamu kenalan" kata Hani pada sambil menepuk tangan adiknya itu
"Gue Axel" Axel tersenyum tipis, lalu mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Naina. Naina membalas uluran tangan Axel sambil tersenyum ramah.
Imut sih, tapi kayanya dia cewek polos
Kenapa Axel ngeliatin aku kaya gitu ya?apa ada yang aneh sama muka ku? Naina bingung karena Axel memperhatikan wajahnya
"Adik kakak Axel ini dia kelas dua di SMA Nusantara," kata Hani pada Naina
"Berarti kakak kelas dong ya, aku baru kelas satu mau ke kelas dua" Naina tersenyum ramah dan hangat seperti biasanya
Axel yang tadinya marah pada kakaknya ingin cepat pulang, sekarang malah duduk di kursi panjang yang ada di depan restoran bersama Naina dan Hani. Mereka menunggu Kelvin yang sedang mengantar Keira.
"Duh kak, aku jadi gak enak sama kakak dan kak Axel harus nungguin aku disini. Kalian pulang aja duluan, aku gak papa kok sendirian," tutur Naina merasa tidak enak pada Axel dan Hani yang ikut menemaninya di depan restoran untuk menunggu Kelvin.
"Gak papa kok, Axel juga gak keberatan kan?" tanya Hani pada adiknya
"Iya santai aja Nai" jawab Axel dengan senyuman ramah di bibirnya
Gimana ya kalau si Juna tau kalau aku mendekati pacarnya?
"Makasih ya, duh jadi ga enak,"
Kakak pasti lagi ngobrol sama Keira dulu, jadi lama deh. Ya, ga papa lah aku nunggu kayak gini.. semoga mereka cepat jadian.
Sambil menunggu Kelvin yang belum kunjung tiba. Axel, Hani dan Naina ngobrol-ngobrol sebentar. Hani dan Naina juga bertukar nomor telpon, mereka terlihat akrab.
Axel mengajak Naina berteman dengannya dan Naina menerima pertemanan itu dengan tangan terbuka tanpa tau siapa Axel sebenarnya.
...πππ...
Di depan rumah Keira yang sederhana.
Kelvin merasa miris karena ia baru tau kalau selama ini hidup Keira sangat kesulitan. Bahkan Keira tinggal dirumah kecil yang hanya cukup untuk ditinggali oleh 2 orang saja. Rumah itu bahkan tidak seluas kamar mandi di rumah Kelvin.
Jujur dalam hatinya, Kelvin tidak pernah merendahkan Keira yang tinggal di rumah kecil ataupun tentang Keira yang bekerja paruh waktu. Ia berfikir seperti ini karena ia ingin Keira hidup lebih baik.
"Maaf Vin, aku gak bisa minta kamu masuk ke rumahku karena hari sudah malam," ucap Keira sambil melihat Kelvin.
"Hm.. ya gak apa-apa" jawab Kelvin dengan sedikit senyum di wajahnya
"Makasih dan ma-maaf!!"
"Untuk apa?"
"Maaf membuat kamu berbohong kalau kamu adalah pacarku, aku benar-benar minta maaf. Kamu pasti marah kan?"
"Enggak, aku suka kok. Apalagi kalau kita pacaran beneran" jawab Kelvin sambil memegang tangan Keira.
Aku tidak menunggu lagi. Benar kata Naina dan Theo, kalau masalah perasaan harus disegerakan. Kalau Keira sampai jadian dengan orang lain, atau aku sendiri yang akan menyesal. Setidaknya walau ditolak, aku harus mengatakannya. Kelvin tidak peduli lagi soal momen atau bagaimana dia mengatakan perasaannya. Yang ia pikirkan adalah bahwa ia harus cepat mengatakan isi hatinya sekarang juga!
"Ah?!!"
Keira tercengang mendengar kata-kata Kelvin yang seperti sedang mengungkapkan cintanya. Apa ini mimpi nya? Kelvin bilang kalau dia suka kalau mereka pacaran? apa ini benar-benar nyata dan ia tidak salah dengar?
Sesuatu di dalam hati Keira seperti akan meledak ledak ketika mendengar nya. Telinga nya masih mencerna apa yang baru saja dikatakan Kelvin. Ia memikirkannya berulang-ulang, dan Keira yakin tidak salah dengar.
"Ka-kamu bilang kamu suka ka-kalau ki-kita pacaran?" tanya Keira tergagap karena gugup
"Iya benar" jawab Kelvin kaku
"Jadi a-apa maksudnya itu?" tanya Keira dengan hati yang berdebar
Kelvin, apa kamu suka sama aku? jawab Vin, aku deg degan nih. Keira menatap Kelvin dengan mata penuh pertanyaan didalamnya.
Kenapa mendadak mulutku jadi kelu begini? tinggal bilang aku suka kamu saja kenapa sulit? Padahal persentasi bahasa Inggris di kelas saja tidak sesulit ini
Apa ini yang namanya tegang? apa sesulit ini mengatakan cinta? Kelvin, ayo tenang.. katakan sekarang juga!. Kelvin menyemangati dirinya sendiri
Kenapa Kelvin diam saja? apa aku harus bilang duluan kalau aku suka sama dia? tapi gimana tanggapan nya ya? bodoh amat deh, yang penting bilang dulu daripada ditahan terus kan hatiku sendiri yang sakit. Setidaknya Kelvin akan tau perasaanku yang sebenarnya.
"Keira (Kelvin) AKU SUKA KAMU!!" teriak Kelvin dan Keira secara bersamaan
Mereka berdua sama-sama terkejut, tapi hati mereka terasa bebas dan lega karena akhirnya mereka sudah menyatakan perasaan mereka masing-masing.
Aku gak percaya ini? Kelvin juga bilang kalau dia suka aku?
"Kamu juga suka aku??!" tanya Kelvin dan Keira bersamaan lagi.
"PFut.. hahaha" suasana serius dan tegang itu menjadi terpecah saat keduanya sama-sama tertawa, menertawakan ucapan yang keluar bersamaan dari mulut mereka.
"Kita ngobrol sebentar yuk!" ajak Kelvin sambil melihat jam yang ada ditangannya.
"Tapi Naina gimana?" tanya Keira cemas pada Naina yang masih menunggu kakaknya di depan restoran
"Dia gak papa dan dia bakal ngerti kok" Kelvin tersenyum pada Keira
"Kalau gitu kita bicara sambil jalan ke pasar malam di dekat sana yuk?" ajak Keira seraya menunjuk ke arah pasar malam yang tak jauh dari gang rumahnya itu.
Pasar malam? bagus, aku bisa beli sesuatu buat Keira disana. batin Kelvin senang, karena ia tidak merencanakan akan mengatakan perasaan nya hari ini pada Keira. Jadi, ia tak membawa persiapan apapun. Padahal pada dasarnya Kelvin adalah orang yang sangat terencana. Namun jika menyangkut keluarga nya dan Keira, semua hal yang terencana itu menjadi buyar.
"Ayo Kei"
Dreet..Dreet...
πΆπΆπΆ
Ponsel Kelvin berdering dan ia segera mengangkat nya."Ya, Naina?"
"Kakak, aku udah pulang di jemput sama papa. Kakak beresin aja urusan kakak ya" Naina mesem mesem sendiri, ia sudah bisa menebak kalau kakaknya sedang bersama Keira.
"Urusan apaan sih?"
"Alah.. jangan jaim deh. Pokoknya semangat ya kak, jangan sampai gagal! sayang banget aku gak ada disana dan mendokumentasikan momen couple duo K, hihi" Naina cengengesan sendiri
"Apaan sih kamu? cerewet banget, ya udah kalau kamu udah dijemput papa. Bilangin sama mama kalau aku pulang agak telat ya!" Kelvin malu sendiri dengan kecerewetan adiknya itu
"Oke kak, mama pasti ngerti kok. Papa juga bilang kalau papa pernah muda, jadi wajar aja kalau anak cowok pulang ter.....,"
"Bawel!!" Kelvin langsung memotong ucapan adiknya lalu menutup telponnya begitu saja.
Awas ya Naina! dia pake ngadu segala lagi sama papa dan mama, bisa bisa di ejekin nih pas sampai rumah.
Tit!
Keira kebingungan melihat wajah Kelvin yang tiba-tiba memerah. Keira jadi penasaran apa yang dibicarakan oleh Naina sampai membuat wajah Kelvin memerah.
"Kelvin kamu ngeblush tuh? kenapa?" Keira tertawa kecil melihat pipi Kelvin memerah
"Gak papa! ayo jalan yuk! besok kita ada ujian kan? jadi kita gak bisa lama-lama"
Keira tersenyum dan mengangguk, ia berjalan di belakang Kelvin. Merasa tidak nyaman dengan Keira yang berada di belakangnya, Kelvin memegang tangan Keira dan menggenggam nya.
"Aahh! Kelvin ,kaget aku!!" Keira terkejut karena tiba-tiba Kelvin menggenggam tangannya.
"Kamu lama banget jalannya, jadi aku pegang aja tangannya ya?" tanya Kelvin sambil tersenyum
"Kamu lagi modus ya?" tanya Keira
"Kalau modus, emangnya kenapa? kamu gak suka?" tanya Kelvin
Keira tidak percaya kalau Kelvin yang dingin bisa melakukan mengatakan hal yang menggelikan seperti ini. Keira tersipu malu, ia tidak menolak tangannya yang digenggam oleh Kelvin. Meskipun rasanya seperti kesetrum.
"Aku suka, genggaman tangan kamu hangat banget" jawab Keira jujur
Apa ini artinya kita udah jadian? batin Keira dan Kelvin bertanya-tanya.
Apa ini mimpi?
Keira dan Kelvin berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke pasar malam yang berada di ujung gang itu.
...---***---...