Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 93. Leukimia



🍀🍀🍀


"Yakin, kamu baik-baik saja?" tanya Juna sembari mengusap wajah Naina, mengelus kepala nya dengan cemas. "Kepala kamu berdarah ya? apa kata dokter? apa gak ada yang serius?" oceh Juna terus bertanya-tanya


"Juna, aku gak apa-apa. Kita pulang yuk, aku mau istirahat" Naina tersenyum tipis menjawab pertanyaan Juna.


"Ya udah, kalau kamu mau istirahat. Yuk pulang, Ardi.. urus administrasi nya" ucap Juna pada Ardi, sembari memegang tangan Naina.


"Baik pak"


"Carol, ayo" ajak Naina pada asistennya itu


"Ibu duluan saja, saya akan pulang dengan pak Ardi" jawab Carol menolak


Mana mungkin aku mengganggu waktu kalian berdua.


"Baiklah" jawab Naina pada Carol


Juna dan Naina naik mobil bersama menuju ke hotel tempat mereka menginap. Disepanjang perjalanan, Juna terus mencemaskan Naina, bahkan sampai ke kamar Naina.


"Nai, maafin aku. Aku gak bisa jaga kamu dengan baik, aku seharusnya memperhatikan kamu..tapi aku malah fokus dengan kolega juga para tamu yang datang. Maaf kan aku ya Nai" Juna menyelimuti tubuh Naina dengan selimut hangat. Juna menyesali perbuatannya yang sudah mengabaikan Naina di acara pameran itu.


"Juna, mau berapa kali lagi kamu minta maaf? ini juga salahku karena aku gak bilang sama kamu kalau aku mau pergi ke rumah sakit. Maafkan aku udah buat kamu cemas ya Jun" Naina juga merasakan penyesalan yang sama karena tidak pamit dulu pada kekasihnya.


"Aku bisa di bunuh sama Kelvin, om Ken dan papa mertua kalau kamu sampai kenapa-napa. Aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik, Nai maafin aku ya" Juna memegang tangan Naina dan terus memohon maaf


"Juna, aku kan cuma luka luar aja. Kamu gak usah cemas kaya gitu ah dan hasil pemeriksaan ku juga baik-baik saja kok" Naina tersenyum seraya menenangkan pria yang sedang mencemaskan nya itu


"Kamu tau gak, tadi aku takut banget kalau terjadi apa-apa sama kamu. Rasanya jantungku mau berhenti saat itu juga" mata Juna berkaca-kaca, seperti akan menangis. Tangannya memegang dada dengan wajah cemas.


"Haha.. bagaimana bisa mantan preman menangis seperti ini karena seorang wanita? apa pendapat Damar, Reza, Nando sama Bagas kalau mereka sampai melihat ketua geng Virsche Boys menangis seperti ini" Naina tertawa kecil, dia mengejek Juna yang menangis karena dirinya.


"Aku gak nangis, siapa juga yang nangis" sangkal Juna dengan bibir nya yang mengerucut.


Naina mengusap air mata yang menggenang dibawah mata Juna. Naina tersenyum lembut pada Juna. "Kalau bukan menangis, lalu air apa ini? sudah ya jangan menangis.. aku kan gak papa"


"Aku kelilipan, bukannya nangis. Huh!" seru Juna sambil mengambil amplop coklat yang ada di meja itu


Ini hasil pemeriksaan Naina, kan?


Naina langsung menyambar amplop itu dari tangan Juna. Dia terlihat takut dan resah.


"Juna ,kamu mau apa?"tanya Naina sambil memegang amplop coklat itu erat-erat.


"Aku cuma mau lihat hasil pemeriksaan kamu, kenapa kamu kaya gitu?" tanya Juna heran melihat Naina. Dia seperti tidak ingin agar Juna melihat amplop coklat itu.


"Aku gak papa kok, aku kan udah bilang gak papa" Naina menyimpan amplop coklat itu di dalam laci lalu menguncinya.


Syukurlah, Juna belum sempat lihat. Juna gak boleh tau, belum boleh.


Tingkah Naina yang tidak seperti biasanya membuat Juna curiga. Juna merasa ada yang disembunyikan oleh Naina darinya.


"Nai, kamu benaran gak apa-apa kan?" tanya Juna merasa tak yakin bahwa Naina baik-baik saja.


"Iya aku gak papa. Jun, aku pengen istirahat.. nanti malam kita akan kembali ke Jakarta. Jadi, kamu bisa pergi dulu?" Naina mengusir Juna secara halus, dia menangkap ada kecurigaan dari pria itu terhadap nya.


"Ya udah, kamu istirahat ya. Nanti malam aku kesini lagi" Juna mengusap lembut kepala Naina, wajahnya masih cemas


Wajah Naina pucat banget, apa itu karena kecelakaan itu dan gak ada hal lain lagi?


"Iya, kamu juga" ucap Naina sambil tersenyum lebar pada Juna.


Juna meninggalkan kamar itu dengan perasaan khawatir. Khawatir terhadap Naina yang baru saja mengalami kecelakaan. Dia bertekad saat mereka sampai di Jakarta nanti, Juna akan membawa Naina cek lagi ke dokter untuk memastikan keadaan nya.


Belum lama Juna meninggalkan kamar itu, Naina beranjak duduk di ranjang nya. Naina mengambil ponsel dan mulai mencari informasi tentang penyakitnya.


Search Googling:


Apa itu penyakit leukemia?


Leukemia adalah penyakit yang terjadi ketika sel kanker ditemukan di darah dan sumsum tulang. Kondisi ini disebabkan oleh produksi sel darah putih abnormal atau terlalu banyak. Oleh karena itu, penyakit ini juga kerap disebut dengan kanker sel darah putih.


Sel abnormal ini menghalangi kerja sel darah putih dalam melawan infeksi serta merusak kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah dan trombosit yang dibutuhkan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah serius pada tubuh, seperti anemia, perdarahan, dan infeksi.


Bahkan, sel leukemia juga bisa menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya, sehingga menimbulkan pembengkakan atau nyeri di area tubuh tertentu.


Beberapa pasien leukemia masih bisa sembuh. Namun, pada kondisi tertentu, leukemia bisa sulit disembuhkan, sehingga pengobatan yang diberikan hanya untuk mengendalikan penyakit serta memperpanjang angka harapan hidup pasien.


Stadium 3: pasien memiliki kadar sel darah putih yang tinggi dan mengalami anemia. Ia juga mungkin mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan/atau pembesaran hati atau limpa.


"Pengobatan nya hanya untuk memperpanjang angka harapan hidup dan mengendalikan rasa sakit? apa itu artinya aku akan mati? meski aku sudah melakukan pengobatan?" gumam Naina yang mulai khawatir pada dirinya sendiri.


Tangan Naina gemetar, lalu dia menjatuhkan ponselnya ke lantai secara tidak sengaja. Saat dia merasa ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhnya.


UWEKKK!!


Naina tiba-tiba mual, lalu dia muntah. Muntah nya berwarna merah darah, berceceran di bajunya.


Gadis itu berlari ke kamar mandi, dia melihat ke cermin. Darah keluar dari hidung dan mulutnya secara bersamaan. Gejala ini adalah gejala yang sama dengan gejala kanker yang disebutkan oleh dokter dan referensi yang dia baca barusan dari internet.


Anemia adalah gejala terparah dari kanker darah (Leukemia), dan saat ini Naina sedang mengalami nya bahwa pendarahan dari tubuhnya itu bukanlah hanya kelelahan biasa. Barulah sekarang Naina menyesal, kenapa dia keras kepala dan tidak memeriksakan kondisi nya.


Naina hanya berharap bahwa sekarang belum terlambat bagi nya untuk berobat.


"UWEKKK.. uwekk.." Naina merasakan tubuhnya sangat lemas seperti kekurangan cairan dan lelah, "Haahh.. haahh..." Naina baru selesai membersihkan darah yang berceceran di wajahnya dengan air keran mengalir. Naina bercermin dan melihat wajahnya yang sangat pucat. "Ya Allah, bagaimana bisa semua ini terjadi? Haruskah aku memberitahu semua orang tentang penyakit ku? tapi.. semua orang sedang bahagia dengan pernikahan kak Kelvin dan Keira yang tinggal sebentar lagi. Jika aku memberitahukan pada mereka berita seperti ini.. mereka akan sedih kan? dan aku akan menghancurkan hari bahagia kak Kelvin dan Keira.."


Naina berada dalam dilema, niat hatinya ingin memberitahukan tentang penyakitnya pada semua orang. Namun bagaimana jika semua orang sedih di hari-hari bahagia Kelvin dan Keira. Tidak! Naina tidak ingin mengacaukan nya, lebih baik dia rahasiakan dulu tentang penyakitnya ini setelah Kelvin dan Keira menikah.


"Selama satu bulan itu, aku akan bertahan. Aku akan menyembunyikan dulu tentang ini, lalu akan memberitahu mereka nanti. Aku tidak akan mati dengan cepat, aku akan hidup lebih lama..aku akan hidup..hiks" Naina menangis terisak, lalu gadis itu jatuh terduduk di lantai.


"Huhuuuh..huhu..nenek, ternyata penyakit nenek ini sangat berat.. bagaimana bisa nenek menyembunyikan nya sendirian? hiks..hiks.." Naina menangis tersedu-sedu mengingat neneknya meninggal karena penyakit yang sama dengannya.


...---***---...