Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 57. Keira buka mulut



Tembus like 100, komen 30.. author double up!


...🍁🍁🍁...


Kelvin mengemudikan mobilnya dengan cepat. Farel ditinggal sendirian di depan kantor. Wajah Farel terlihat lelah, dengan semua pekerjaan setiap harinya yang melelahkan sebagai seorang sekretaris dari seorang Presdir di perusahaan besar.


"Ternyata papa benar, menjadi sekretaris bukanlah pekerjaan yang mudah. Pantas saja papa sering mengeluh setelah pulang kerja, dan pantas saja gajinya besar" gerutu Farel yang sedih karena ditinggalkan begitu saja oleh Presdir nya yang baru saja pergi bersama Keira entah kemana. "Tapi...,ini baru pertama kali nya aku melihat pak Kelvin begitu antusias soal wanita. Apa jangan-jangan wanita itu benar-benar mantan pacar pak Presdir? wow.." gumam Farel sembari berfikir


****


Mobil itu dikendarai Kelvin masih melaju, Kelvin tampak bingung mau pergi kemana. Mencari-cari tempat yang tepat untuk bicara dengan Keira.


Keira tidak mampu bicara, hatinya berdegup keras. Mengingat wajah Kelvin yang masih terlihat marah padanya. Belum lagi pertemuan bibir nya dan bibir Kelvin, masih membuat bibir dan tubuhnya panas.


Aku tidak bermimpi, kan? tadi Kelvin mencium bibirku? kenapa masih panas disini? ciuman pertamaku diambil oleh nya.. dan di bibir pula. Keira memegang bibirnya dengan jari.


Kenapa aku menciumnya tadi? Astagfirullah! ini benar-benar salah. Bukankah aku harus bertanggungjawab?. Batin Kelvin yang baru sadar bahwa mencium bibir Keira itu adalah kesalahan dan dosa. Apalagi mereka belum menikah.


Kelvin memberhentikan mobilnya di depan sebuah restoran yang tidak banyak pengunjung nya.


"Kei.. aku akan bertanggungjawab" ucap Kelvin sambil menutup mulutnya dengan tangan, ia terlihat sangat gugup.


Keira menengadah ke arah Kelvin dengan wajah terkejut "A-apa?"


Tanggung jawab? apa maksud nya?. batin Keira bingung dengan apa yang dikatakan Kelvin.


Kelvin apa yang kamu katakan? jangan dulu membahas itu! sekarang waktunya serius untuk meminta penjelasan nya.


"Kita skip dulu untuk pembicaraan yang itu! Keluarlah, kita bicara di sana" Titah nya pada Keira.


Apa ini saatnya aku jujur pada Kelvin? mau Kelvin marah atau enggak, yang penting aku udah cerita. Tapi kenapa aku masih takut untuk bicara? ayo Kei, berani!. Keira membulatkan tekadnya untuk bicara pada Kelvin


"Ya, aku keluar" jawab Keira sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai memarkir mobil nya. Kelvin dan Keira berjalan bersama dan masuk ke dalam restoran itu. Kelvin langsung memesan makanan pada pelayan itu dengan cepat, ia menyebutkan makanan kesukaan Keira.


"Tunggu sebentar ya mbak, mas" ucap si pelayan itu, lalu melangkah pergi.


Kelvin masih ingat dengan makanan kesukaanku?. Keira terharu karena Kelvin masih ingat makanan kesukaannya.


"Kamu gak usah pesankan aku makanan segala, aku gak lapar"


KRUUKK...


Suara memalukan terdengar dari perut Keira. Membuat Keira skak sampai kehabisan kata-kata. Kelvin menatap tajam Keira, ia berusaha menahan tawa.


Kenapa perutku berbunyi di saat seperti ini? batin Keira merasa malu pada pria yang duduk berhadapan dengannya itu.


"I-ini bukan karena aku lapar. Tapi karena aku kenyang" Keira mengelak sambil tersenyum tipis


KRUUKK....


Kenapa suara memalukan ini tidak mengerti situasi?


"Sudahlah, apa kamu tidak dengar kalau perutmu tidak bisa berbohong seperti lidahmu? tubuhmu bahkan berkata lebih jujur" ucap Kelvin dengan nada bicaranya yang dingin dan senyuman tipis.


Dia pasti sengaja pulang lebih malam di hari pertamanya bekerja untuk menghindari ku. Sampai sampai dia lupa makan malam. Dia tidak berubah, selalu saja tertutup. Bahkan padaku sekalipun. Tapi hari ini aku akan membuatmu buka mulut. batin Kelvin sambil menatap tajam pada Keira


"Ya, sebelumnya makasih" ucap Keira


Kelvin.. aku harus ngomong apa? aku harus mulai darimana?. Batin Keira bingung


"Makasih saja? di hari pertama kamu bertemu denganku kamu mau kabur, bahkan tidak ada permintaan maaf keluar dari mulutmu itu. Keira kamu sama sekali belum berubah" ucap Kelvin tajam dan sarkastik


Akhirnya kamu ngomong juga Kei, rasa penasaranku.. alasan mu ninggalin aku, aku harus tau semuanya. Kelvin menantikan Keira


"Katakan semuanya Kei, aku siap mendengarkan" ucap Kelvin dengan raut wajah nya yang masih tidak berubah.


Saat Keira akan membuka mulut menceritakan semua nya, si pelayan sudah datang membawa makanan yang di pesan oleh Kelvin.


"Makan dulu aja, aku gak mau kamu kelaparan dan aku juga lapar" ucap Kelvin pada Keira, sambil mengambil mie yang ia pesan dengan garpu.


"Tunggu!" Keira melihat ke arah mie yang akan di makan Kelvin.


"Apa?" Kelvin menghentikan aktivitas makan nya itu dan melihat ke arah Keira dengan bingung


"Sebelumnya maaf" ucap Keira sambil mengambil cabai yang ada di piring Kelvin, lalu memindahkan nya ke piringnya.


Dia masih ingat kalau aku tidak suka pedas? Keira jika kamu mencintaiku, kenapa dulu kamu meninggalkan aku begitu saja? Kelvin menatap Keira dengan tatapan yang aneh.


"Makasih"


"Ya, gak papa pak Kelvin" ucap Keira memanggil Kelvin dengan sebutan pak.


Kelvin tampak tidak nyaman dengan panggilan Keira padanya, ia langsung mengutarakan ketidaknyamanan nya itu. "Ini bukan di kantor, panggil nama saja"


"Ya.. baiklah" jawab Keira sambil menikmati makanannya.


Gadis itu merasa kalau Kelvin menjadi lebih sarkastik padanya, kalau memikirkan apa yang pernah di lakukan oleh nya. Keira merasa tidak berhak membantah atau menyalahkan sikap Kelvin padanya. Mengingat luka di hati Kelvin yang sudah ia torehkan begitu dalam.


Setelah selesai makan dalam diam, Keira mulai berbicara pada Kelvin. Keira mengatakan semua masalahnya pada Kelvin, termasuk alasan kenapa Keira meninggalkan nya. Tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi.


Fakta tentang Sherly dan Bu Novi, diungkapkan juga oleh Keira. Gadis itu menangis, seolah sedang curhat pada Kelvin.


"Jadi, Sherly dan Bu Novi pernah menjadi keluargamu?" tanya Kelvin terkejut karena baru tahu semuanya


Keira mengangguk, ia masih menangis. Tak sanggup untuk mengatakan hal selanjutnya pada Kelvin.


"Terus apa lagi yang mau kamu bilang?" tanya Kelvin sambil menyeka air mata Keira dengan lembut memakai sapu tangan.


"Aku meninggalkan kamu dan teman-teman demi uang. Karena uang yang diberikan oleh mereka padaku" jelas Keira jujur pada Kelvin


Kelvin pasti marah banget sama aku. Kelvin pastu benci sama aku setelah mendengar semuanya.


Kelvin tersenyum pahit, ia menghela napas panjang. Kebenaran sudah meluncur dari bibir Keira, tapi tetap saja ia merasa sakit hati dan kecewa. Selain itu ia juga sedih dan marah karena Keira selalu menutupi semua hal darinya.


"Keira, apa kamu tau apa yang aku rasakan sekarang?" tanya Kelvin sambil menatap gadis itu dengan mata berkaca-kaca, bibirnya tersenyum dingin.


"Kamu pasti marah, kamu pasti membenciku setelah tau kebenaran nya.. Kelvin aku minta maaf" Keira menebak dari wajah Kelvin dan suara dingin Kelvin padanya kalau pria itu sedang marah.


"Kamu salah! sekalipun aku tidak pernah membenci kamu. Semarah apapun aku sama kamu, aku tidak akan pernah bisa mengubah cinta ini menjadi benci. Aku hanya merasakan kecewa, selama ini aku tidak pernah penting di hidup kamu. Kamu tidak pernah bisa bersandar padaku, aku merasa tidak berguna sampai kamu pergi dariku dan menanggung penderitaan sendirian. Kei.. apa aku pernah ada di hidup kamu?"


Kelvin menumpahkan semua kekecewaan nya pada Keira. Sedih, marah, kecewa, sakit hati kini bercampur di dalam dirinya terhadap wanita yang sudah seenaknya pergi dari kehidupan nya lalu datang lagi begitu saja.


DEG!


Gadis itu menangis, kepalanya menoleh ke arah Kelvin yang juga akan menumpahkan air matanya. Melihat Kelvin yang seperti itu, Keira tersadar bahwa dirinya sudah membuat pria yang ia cintai sangat terluka.


"Aku bingung Kei, apa hanya aku saja yang menjalani hubungan kita?Apakah hanya aku saja yang mencintaimu, ternyata kamu sama sekali tidak mencintaiku!" Kelvin mengatakan nya dengan nada suara yang meninggi, beruntungnya disana tidak ada pelanggan yang lain.


"Tidak Kelvin! bukan begitu, aku mencintai kamu Vin!!" Keira menangis meyakinkan Kelvin bahwa ia mencintai pria itu.


"Terus kenapa??! kenapa aku seperti bayangan? aku seperti orang asing!!" Kelvin emosi.


...---***---...