
🍁🍁🍁
3 jam sebelumnya di depan restoran mewah tempat keluarga Aditama akan makan malam bersama.
Keira menyusul Bu Novi dan Sherly yang akan naik ke dalam mobil mereka. Disana juga ada seorang supir yang tercengang melihat Keira.
Itu kak non Keira?. Batin pria yang ada di dalam mobil.
"Udah lama ya gak ketemu kakak tiri ku" sapa Sheryl pada Keira dengan senyuman sinis nya.
"Ternyata kalian masih mengenaliku, aku pikir kalian lupa padaku" Keira tersenyum sinis melihat ke arah ibu dan anak itu dengan kesal.
"Langsung saja bicara pada intinya, Keira" ucap Bu Novi sinis
Keira menatap kesal pada Bu Novi dan Sherly dengan tajam. Memperhatikan penampilan ibu dan anak itu. Keira terlihat marah, karena kedua orang yang sudah membuat hidup nya dan ayahnya menderita bisa hidup bahagia dengan bergelimang harta.
"Kembalikan uang, rumah dan semua aset milik ayahku!" seru Keira tegas.
"Apa kamu sedang berhalusinasi Keira? ngomong apaan sih kamu? aset milik ayah mu yang mana? ayahmu tidak punya apa-apa" kata Bu Novi dengan seringai di bibirnya
"Kalau udah miskin ya miskin aja, apa Lo ga terima hidup miskin?" tanya Sherly dengan tatapan merendahkan
"Kalian benar-benar tidak tahu malu! ayah ku sangat sayang pada kalian.. tapi kalian mengkhianati nya seperti ini, kejam ya kalian berdua. Bagaimana bisa kalian begitu tidak tahu malu??" Keira tersenyum kecewa, matanya berkaca-kaca mengingat ayahnya yang sudah tiada dan ia mulai kehilangan segalanya.
Bahkan disaat terakhir hidup nya, ayahnya masih begitu menyayangi Bu Novi dan anak tirinya Sherly. Mungkin rasa sayang ayahnya pada ibu dan saudara tirinya itu lebih besar dari rasa sayangnya pada Keira.
Ibu dan anak itu memaksa ayah Keira yang sedang sakit keras untuk mengalihkan semua hartanya pada mereka berdua. Dan tidak ada yang tersisa untuk Keira setelah kedua ayahnya meninggal. Sejak saat itu Bu Novi dan Sherly menjual rumah Keira dan pindah entah kemana meninggalkan Keira sendirian.
"Kamu ngomong apa sih? siapa yang mengkhianati siapa? Sheryl, ayo kita pergi aja! ngapain ngomong sama gembel" Bu Novi tersenyum sinis dan membuka pintu mobilnya. Namun, Keira menarik tangan Bu Novi dengan kasar.
"Hey! Lo apa-apaan sih?!!" Sheryl mendorong Keira dengan kasar.
"Kalian boleh ambil semua harta ayah yang lain, tapi kembalikan yayasan panti asuhan dan uang milik anak-anak yatim itu. Itu bukan hak kalian" jelas Keira dengan tegas
"Gue tau Lo mau apa, biar mulut Lo diem" Sherly mengeluarkan cek di tas kecil nya dan ia membawa bolpoin juga. "Berapa yang Lo minta, sebutin aja? anggap aja biaya tutup mulut, supaya Lo ga ngomong sembarangan terutama sama keluarga Aditama" Sherly menatap Keira dengan tajam.
Dalam hati, Sherly takut kalau Keira akan bicara macam-macam pada Kelvin dan keluarga nya. Karena Sherly berencana masuk ke dalam keluarga itu dan menjadi istri Kelvin.
"Bagus Sherly sayang, sekalian juga suruh dia agar jauh-jauh dari keluarga Aditama" Bu Novi tersenyum sinis, memandang rendah pada Keira.
Keira tersenyum sinis, ia marah kepada ibu dan anak itu yang sudah membuatnya menderita. Keira lebih marah lagi dengan yayasan yang sudah dibangun ayah dan ibunya untuk anak-anak yatim. Mereka mengambil nya juga lalu menjualnya.
"Aku bersumpah atas nama ayah dan ibuku, aku akan mengambil kembali uang yayasan panti asuhan itu yang kalian hancurkan. Dan aku harap kalian bersiap menghadapi karma nya, ingatlah bahwa Allah tidak tidur" Keira mengepal tangannya dengan gemas.
"Kenapa Lo jadi bawa bawa nama Tuhan segala? dasar mental lemah" Sherly tersenyum sinis pada Keira
"Inget ya, kalau kamu mengatakan macam-macam pada keluarga Aditama tentang hubungan kita sebelumnya! bersiaplah kamu mendapatkan surat tuntutan dariku!! " Bu Novi memperingatkan Keira, tangan nya mendorong-dorong tubuh Keira.
"Kalau aku bilang gimana? Kelvin kan pacar ku, kalau dia tau kalau kalian pernah menjadi ibu dan adik tiri ku lalu merebut harta ayah ku? apa yang akan mereka pikirkan ya?" Keira tersenyum sinis membayangkan hal yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Jika kamu berani melakukan itu! aku akan menghancurkan hidup kamu! jangan lupa, aku bisa melakukan apapun untuk membuat gembel seperti mu menderita " ancam Bu Novi pada Keira.
Bu Novi dan Sherly meninggalkan Keira di tempat parkir. Mereka menaiki mobil mewah mereka, sebelum pergi sang sopir memandangi Keira dengan tatapan kasihan.
GREP
Sebuah tangan yang berukuran cukup besar tiba-tiba memeluk Keira. Dengan cepat Keira menyiapkan tas nya untuk memukul orang yang ada dibelakangnya itu.
"Dasar cabul!!"
"Santai Kei.. ini aku" ucap Kelvin sambil memegang kedua tangan Keira
"Aku pikir siapa, kamu ngagetin aku Vin" Keira bernapas lega ternyata yang ada di belakang nya itu adalah pacarnya.
"Respon yang bagus, kalau ada orang lain yang meluk meluk kamu kaya gitu. Kamu tendang anunya dan pukul dia yang keras" kata Kelvin bangga pada pacarnya
"Apa aku harus memukul kamu juga? atau menendang anu??" tanya Keira bingung apa yang dimaksud dengan anu oleh Kelvin.
"Udah skip aja! ayo masuk ke dalam, mama papa ku udah nunggu" Kelvin menggandeng tangan Keira dengan mesra.
Keira dan Kelvin masuk kembali ke dalam restoran. Keira duduk di sebelah Kelvin, dan diseberang mereka ada Alma dan Bryan. Mereka pun memulai makan malam mereka. Namun, semua nya berantakan dengan sikap Bryan yang tidak biasanya pada Keira.
"Setelah lulus SMA, apa rencana mu Keira?" tanya Bryan sambil menatap gadis yang duduk diseberang nya itu.
Kenapa Bryan bersikap seperti ini pada Keira sejak kenal dengan Bu Novi dan anaknya itu? Bryan kenapa sih?. Alma melirik bingung ke arah Bryan.
"Insyaallah, saya akan kuliah sambil bekerja om" jawab Keira dengan senyuman ramah di bibirnya
"Kuliah sambil bekerja? memangnya kamu bisa? ku dengar kamu juga gak masuk sepuluh besar. Bagaimana bisa masuk ke universitas ternama?" Kata Bryan tajam pada Keira.
Dia memang cantik tapi cantik saja tidak cukup untuk menjadi menantu perempuan keluarga Aditama. Menantu perempuan keluarga Aditama harus memiliki kecerdasan dan tentunya bibit bebet bobot yang jelas. Aku tidak mempersalahkan Naina yang dekat dengan Theo dan Juna karena mereka memang pantas menjadi menantu laki-laki keluarga Aditama.
Keira terdiam mendengar pertanyaan yang menusuk itu dari Bryan. Keira merasa tidak nyaman, tapi ia berusaha tetap tersenyum. Keira menyadari bahwa sedari tadi Bryan memang melihatnya dengan tatapan tak suka.
"Papa, apa apaan sih pertanyaan papa itu?!" Kelvin menatap tajam ke arah papanya.
Papa sudah benar-benar keterlaluan! aku tau dari tadi sikapnya memang aneh, tidak kusangka dia akan mengatakan ini pada Keira.
Kelvin kesal karena papa nya menyudutkan dan menghina kekasihnya secara terang-terangan
"Loh kenapa? apa papa salah bicara? papa cuma bicara fakta" jawab Bryan tanpa ada rasa bersalah sama sekali
"Keira, jangan tersinggung ya sama om Bryan. Dia gak bermaksud bertanya seperti itu." Alma merasa tidak enak pada Keira karena kata-kata suaminya pada Keira.
"Gak papa Tante. Om, saya memang tidak yakin kalau saya bisa masuk universitas ternama tapi saya akan berusaha untuk belajar keras pada ujian nasional nanti" ucap Keira percaya diri
"Bryan (Papa) cukup!" seru Kelvin dan Alma bersamaan.
Alma dan Kelvin tersentak mendengar kata-kata Bryan. Seperti nya Alma juga tersinggung dengan kata-kata suaminya, dilihat dari wajahnya yang marah. Alma memohon maaf pada Keira atas sikap Bryan, lalu ia mengajak suaminya pulang dengan buru-buru.
Kemarahan Kelvin juga belum mereda, ia terlihat marah pada papanya. Keira menenangkan Kelvin bahwa ia baik-baik saja. Kelvin mengantarkan Keira pulang dengan wajah yang masih marah.
"Aku gak tau ada apa dengan papa, maafkan papa ku Kei. Kata-katanya jangan dimasukan ke dalam hati ya" ucap Kelvin merasa bersalah
"Aku gak papa kok. Lagian yang papa kamu bilang itu bener" Keira tersenyum pahit mengingat dunianya dan Kelvin memang berbeda, ia peka apa maksud Bryan berkata seperti itu padanya.
"Kei.. aku udah bilang kan, jangan dimasukin ke dalam hati" Kelvin memegang tangan Keira dengan lembut.
"Kamu memang sempurna Vin dan aku hanya wanita biasa. Aku tidak punya apa-apa untuk memenangkan kamu, aku tidak kaya, aku tidak cantik, aku juga tidak pintar. Tapi, aku akan berusaha untuk setara denganmu" Keira tersenyum penuh percaya diri
"Tidak Kei, aku tidak sempurna tanpa kamu. Asalkan kamu tau, kamu selalu menang di dalam hatiku. Kamu sempurna untukku, kamu tidak perlu berusaha untuk sejajar denganku"
"Walau begitu aku harus buktikan sama papa kamu kalau aku bisa. Oh ya Vin, tentang kuliah keluar negeri. Kamu pergi saja" Keira tersenyum pahit
"Bukankah tadi kita sudah membahas ini?" tanya Kelvin mengernyitkan dahinya
"Kamu harus mewujudkan mimpi kamu Vin, aku akan nunggu kamu disini" ucap Keira
Mungkin ini yang terbaik untuk kita, Vin.
"Aku pikir kamu udah ngerti, tapi ternyata kamu gak ngerti. Aku pulang dulu" pamit Kelvin dengan wajah yang kesal.
"Vin.. aku bilang kaya gini untuk kamu juga" Keira berusaha menjelaskan maksudnya. Namun, Kelvin tidak mau mendengar nya.
Kelvin naik ke motornya, Keira melihatnya dengan sedih. Akhir-akhir ini mereka banyak bertengkar karena ketidakterbukaan Keira pada Kelvin.
Keira memiliki banyak masalah, tapi ia tak mau berbagi pada Kelvin. Hal itulah yang membuat mereka sering bertengkar.Entah karena kurangnya kepercayaan atau keegoisan. Keira tidak mau membagi duka dan kesulitan nya pada Kelvin. Padahal Keira adalah pacarnya, itulah yang membuat Kelvin sering marah dan kecewa.
****
Bryan dan Alma sampai di rumah mereka, Alma terus cemberut selama dalam perjalanan pulang. Bibirnya bungkam seperti menahan marah. Bryan bingung dengan sikap istrinya yang tiba-tiba marah tanpa alasan.
"Sayang, kamu kenapa sih diemin aku terus?" tanya Bryan sambil memeluk istrinya. Alma menepis tangan Bryan, lalu ia duduk di sofa dengan wajah kesalnya.
"Bagus kamu akhirnya bertanya juga. Kamu yang kenapa Bry? kenapa kamu ngomong gitu sama Keira?" tanya Alma sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
"Kamu marah karena kata-kata ku padanya? itu kan memang fakta, kalau menantu perempuan keluarga kita harus gadis yang bibit bebet dan bobot nya jelas. Sedangkan Keira tidak memenuhi kualifikasi itu" jelas Bryan sambil duduk di samping istrinya
"Apa menantu perempuan keluarga Aditama juga harus kaya dan pintar?" tanya Alma tajam
"Tentu saja, apalagi untuk Kelvin anak kita. Dia itu terlalu sempurna untuk Keira, mereka seperti bumi dan langit" jawab Bryan santai
"Oh gitu ya? lalu apakah aku juga seperti bumi dan langit denganmu?" tanya Alma sinis
"Kenapa jadi membahas kita?"Bryan bingung
"Karena kamu yang mulai duluan! Bryan, apa kamu juga selalu memandangku seperti itu? aku bumi dan kamu langitnya!!" Alma menatap marah ke arah suaminya
"Aku tidak pernah berfikir seperti itu tentang kamu. Alma kenapa kamu marah gak jelas?" tanya Bryan keheranan
"Gak jelas? kamu yang tiba-tiba membahas nya, kenapa aku tidak bisa marah? tentang menantu keluarga Aditama yang harus memenuhi kualifikasi seperti yang kamu sebutkan, tapi sepertinya aku tidak masuk ke dalamnya" Alma kecewa dengan pemikiran suaminya itu ternyata masih menilai seseorang dari statusnya.
"Sayang, aku gak pernah bilang begitu sama kamu!"
"Kata-kata kamu sama Keira, persis seperti kata-kata Almh. mamah sama aku dulu saat aku menikah dengan kamu. Bryan, apa kamu lupa? aku juga sama seperti Keira! aku kehilangan kedua orang tua ku, aku miskin, aku tidak punya apa-apa. Aku juga tidak pintar dan tidak genius seperti kamu, lalu kenapa kamu menikah denganku?Haa.. apa itu karena aku punya anak dari kamu?" Alma memudalkan semua kekesalan dan kekecewaan nya pada Bryan yang masih menilai orang dari luarnya.
"Kamu dan Keira berbeda Al! Dan aku mencintai kamu dengan tulus, mau kamu melahirkan anak-anak ku atau tidak. Aku tetap cinta kamu!" Bryan memegang tangan Alma dengan lembut, dan menegaskan bahwa ia mencintai Alma.
"Aku dan Keira itu sama, kami sama-sama tidak punya orang tua dan hidup dalam kemiskinan. Tapi itu bukan berarti bibit bebet bobot kami tidak jelas. Kamu menghina Keira sama dengan kamu menyakiti hatiku dan kamu menghinaku juga. Kamu juga menghina cinta kita, cintaku untukmu!" Alma menunjuk-nunjuk ke arah suaminya dengan emosi, Alma menangis lalu masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya.
BRAK
CEKRET
Sikap Bryan tidak hanya menyakiti hati Kelvin dan Keira, tapi hati istrinya juga yang dulu posisinya sama seperti Keira. Alma sangat kecewa dan sakit hati pada suaminya, kata-kata nya soal menantu perempuan keluarga Aditama telah menyinggungnya. Perdebatan mereka pun berakhir disana.
"Sayang.. aku gak bermaksud kaya gitu! sayang buka pintunya, kita bicara yuk sayang" Bryan mengetuk ngetuk pintu kamar nya yang terkunci. Di dalam kamarnya, Alma tidak bergeming menanggapi suaminya yang bicara sambil mengetuk pintu.
Sial! Bryan bodoh, tanpa sadar aku sudah menyinggung Alma juga yang posisi nya sama dengan Keira. Aku salah.. aku benar-benar salah kali ini. Tidak heran Alma marah.
Setelah 2 jam berlalu, Alma masih belum membuka pintu kamarnya. Bryan masih berdiri di luar kamar dan menunggu Alma. Kelvin yang baru pulang juga terlihat marah pada papa nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alma membuka pintu kamarnya, dan wajahnya terlihat cemas. Wanita itu sudah memakai baju tidur.
"Sayang, akhirnya kamu buka pintu juga.. kamu udah gak marah sama aku kan?" tanya Bryan pada Alma.
"Kelvin kamu udah pulang?" tanya Alma pada Kelvin yang baru saja pulang, ia mengabaikan suaminya.
"Iya ma, baru aja" jawab Kelvin sambil mengeringkan rambutnya yang terkena sedikit air hujan.
"Vin, ini udah jam sepuluh malam lebih dan mama belum lihat adik kamu. Dia kemana ya? mama cemas Vin.." ucap Alma cemas pada putrinya yang belum pulang, malam semakin larut.
"Ah ya? Naina bilang dia mau pergi sama temannya, aku akan telpon dia" Kelvin melangkah pergi ke kamar nya untuk mengambil ponsel nya.
"Naina belum pulang?" Bryan juga tampak cemas karena putrinya belum pulang.
...---***---...