
...🍂🍂🍂...
.
.
Dari bandara, siang itu Alma dan Bryan langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan putri mereka. Sementara itu Ken sedang sibuk menyiapkan pengacara untuk menuntut Risya.
Di rumah sakit..
BRAK
Alma langsung berlari memeluk putri nya yang sedang duduk di ranjangnya dengan cemas. Dibelakang Alma juga ada papa nya yang menatapnya dengan khawatir.
"Mama? papa?" tanya Naina
"Sayang.. kamu gak papa kan sayang? ada yang sakit? Ya allah.. mama khawatir sekali" Alma menangis sambil melihat lihat tubuh Naina.
"Mama, aku udah gak papa kok. Besok juga udah bisa pulang" jawab Naina santai
Mama sampai menangis seperti ini karena aku, seperti nya mamah dan papa langsung kemari dari bandara.
"Gak papa gimana, itu kaki kamu kenapa di perban begitu? apa itu sakit nak? itu pasti sakit kan?" tanya Alma sambil melihat ke arah kaki Naina yang diperban
"Udah gak sakit kok ma, mamah jangan cemas. Aku udah gak papa kok" Naina tersenyum menenangkan ibunya
"Nai, kamu beneran udah gak apa-apa?" tanya Bryan sambil mengelus kepala anaknya dengan penuh kasih sayang
"Iya Pa"
"Kak Bryan, kak Alma tenang saja. Dokter sudah memeriksanya tadi pagi kalau Naina sudah boleh pulang besok. Keadaannya sudah baikan" jelas Viona
"Makasih ya Viona udah jagain Naina"
Syukurlah Naina udah gak papa.
Tubuh Alma tiba-tiba terjatuh lemas, Bryan menahan tubuhnya itu. "Sayang.."
"Mama!" Naina cemas
"Aku gak papa, aku cuma merasa lega karena Naina baik-baik saja"
Setelah Alma-Bryan makan dan beristirahat, Ken datang ke rumah sakit. Ken memberitahukan pada Bryan dan Alma, tentang Risya yang sudah membunuh Albry dan mencelakai Naina. Alma dan Bryan awalnya terkejut dan tidak percaya kalau Risa akan melakukan hal seperti itu pada keluarganya. Apa motifnya melakukan semua ini? itu tidak penting lagi karena Alma saat ini adalah seorang ibu yang sedang marah. Alma tidak bisa memaafkan orang yang sudah menghabisi buah hatinya dan mencelakai putrinya.
Kemudian Alma dan Bryan pun menemui Risya yang sekarang sedang berada di sel jeruji besi yang membelenggunya. Risya, gadis cantik dan imut diluar itu, memakai baju tahanan. Wajahnya tampak tidak berekspresi, ia terlihat santai santai saja meski sudah membunuh beberapa orang.
Saat Alma dan Bryan menemui Risya, kebetulan Di sana juga ada Jason yang sedang menjenguk Risya bersama pengacaranya.
"Bryan, Alma?" tanya nya pada Bryan dan Alma
"Sudah lama tidak bertemu Jason" sapa Bryan dengan nada suaranya yang dingin
Suasana dingin dan panas bercampur aduk dalam pertemuan pertama kali Jason, Bryan dan Alma setelah 8 tahun tidak pernah bertemu lagi.
"Eh, ada papa Bryan dan mama Alma?" sapa Risya sambil tersenyum sinis pada kedua orang itu.
"Kamu!!" teriak Alma seraya menunjuk pada Risya
Alma menatap Risya dengan penuh amarah, ia teringat bagaimana Albry tiada di hadapannya. Dan penyebabnya adalah gadis berusia 15 tahun yang ada di depannya itu. Ibu dua orang anak itu tak bisa mengendalikan dirinya lagi untuk tidak marah, ia menggoyangkan tubuh Risya. Hatinya ingin mencabik-cabik gadis itu, bahkan ada rasa ingin membunuhnya.
"Apa salah keluarga kami padamu? Kenapa kamu bunuh Albry dan mencelakai Naina? kenapa kamu sangat kejam, Risya? kamu itu anak baik kan? kenapa kamu seperti ini?!!" teriak Alma histeris " Kembalikan! kembalikan Albry!!"
"Al tenang lah Al, tenang.." Bryan dan Jason menengahi Alma yang berusaha menyerang Risya.
"Salah kalian ada membuatku kehilangan Mama ku selamanya! tidak cukup dengan kematiannya kalian bahkan membuatnya menderita seumur hidup! kematian anak mu itu belum seberapa Almahyra!" teriak Risya sambil tertawa tawa kecil
"Risya! apa kamu sudah gila? Mama mu mati dan menderita karena kesalahannya sendiri, lalu kenapa kamu malah menyalahkan orang lain atas kematian mamamu?!" Jason memegang badan Risya dengan erat. Jason menatap putrinya dengan tatapan terluka, ia juga baru tau kalau putrinya adalah seorang psikopat. Bahkan sampai menghilangkan 3 nyawa manusia.
Bagaimana bisa Risya tumbuh menjadi gadis cantik, namun mematikan? tidak berakhlak? memilik hati yang buruk?
"Tidak! ini semua salah si Bryan dan Almahyra sialan itu!" Risya
PLAK
Jason menampar anaknya dengan keras, sampai pipi Risya merah." Papa.. papa menamparku? papa menamparku karena orang-orang yang sudah membuat mama menderita?!" Risya menangis dan memegang pipinya
"Sadarlah Arisya Liona Macmille! kamu tidak boleh seperti ini, minta maaf lah pada mereka atas semua dosa dosa mu! " ujar Jason pada anak gadisnya
Aku salah, selama ini aku terlalu memanjakan mu. Aku tidak tau kalau putriku adalah seorang psikopat yang begitu terobsesi pada ibunya, walaupun ibunya selalu menyiksanya. Ya Allah.. apa ini karma ku?. Jason merasa sedih melihat putrinya berakhir seperti ini
"Kenapa aku harus meminta maaf? aku sudah melakukan hal yang benar dengan mengirim bocah itu ke neraka dan membuat Naina terluka, mama pasti akan senang di atas sana" Risya bicara sambil menangis
"Risya!" teriak Jason emosi
"Papa, aku tidak menyesal atas semua yang aku lakukan. Anak itu mati, ya karena takdirnya saja yang memang buruk.. bersyukurlah karena kamu masih punya dua anak lainnya" kata Risya ketus tanpa rasa bersalah dan perasaan
"Kamu benar-benar monster! keterlaluan kamu!" kata Alma emosi
Jason tidak punya pilihan lain lagi, keras kepala Risya tidak bisa membuatnya tetap berdiri tegak. Bagaimana pun juga ia adalah ayahnya Risya, dan Jason juga sangat menyayangi putrinya itu.
#FLASHBACK
Jason teringat pembicaraan nya dengan pengacara nya, terkait hukuman yang akan dijatuhkan pada Risya. Secara hukum dengan pasal pembunuhan, Risya yang masih dibawah umur mungkin hanya akan dihukum 5 tahun penjara. Akan tetapi, kasus Risya tidak sesederhana itu. Risya sudah membunuh pengasuhnya saat berada di Paris, membunuh pria yang ia suruh untuk membunuh Albry, lalu membunuh Albry. Belum cukup dengan semua itu, Risya juga melakukan percobaan pembunuhan pada Naina.
"Jadi, pak pengacara. Apa anak saya bisa terbebas dari hukuman? hanya 5 tahun penjara saja kan?" tanya Jason penuh harapan
"Tidak pak Jason, menilai kasus Risya adalah kasus yang berat. Seperti nya hakim juga tidak hanya akan memberikan hukuman lima tahun untuk nona Risya." jelas seorang pengacara
"Lalu hukuman apa?"
"Saya berpendapat bahwa itu adalah hukuman penjara seumur hidup atau bisa jadi hukuman mati" jawab pengacara itu
DEG!
Jason tersentak mendengar nya, ia masih punya hati. Bagaimana bisa ia membiarkan hidup putri nya hancur di usianya yang bahkan belum menginjak 18 tahun?
"Tolong pak pengacara, tolong buat keringanan untuk anak saya. Dia tidak boleh sampai mendapatkan hukuman penjara seumur hidup apalagi hukuman mati. Dia masih terlalu muda" Jason memohon dengan sedih
"Saya tidak dapat berbuat banyak, tapi ada yang bisa bapak lakukan. Cobalah meminta maaf pada keluarga korban, itu akan membantu nona Arisya untuk meringankan hukuman nya" jelas pengacara itu
#ENDFLASBACK
Jason berlutut di depan Alma dan Bryan. Jason memohon pengampunan mereka untuk membebaskan putri nya yang masih kecil. Pria itu bahkan mengeluarkan kata kata manisnya untuk membujuk Alma dan Bryan.
"Tolong! tolong maafkan kesalahan Risya, dia seperti ini karena dia terlalu terobsesi pada ibunya. Aku mohon pada kalian, aku akan melakukan apapun agar kalian memaafkan Risya..."
"Kamu bersedia melakukan apapun?" tanya Bryan
"Ya, aku bersedia" jawab Jason yang masih berlutut di kaki Bryan dan Alma
"Kalau begitu kembalikan anak kami yang nyawanya sudah dihilangkan oleh putrimu" jawab Bryan tegas
"Apa?!"
Jason tercekat, permintaan Bryan tidak masuk akal dan tidak bisa ia kabulkan. Mengembalikan nyawa seseorang yang sudah tiada? hal itu tidak mungkin bisa dilakukan.
...---***---...