
...🍀🍀🍀...
Naina masuk ke kamarnya sambil tertawa-tawa sendiri melihat kakaknya yang kebingungan dan kesal karena nya. Selama ini kakak nya yang selalu jahil padanya, kini ia merasa menang karena sudah membuat kakak nya itu kelabakan berkat orang tua mereka.
"Hihi rasakan, ini balasan dari Ninaina Alyssa Aditama!" Naina tersenyum jahil, ia tak mempedulikan kakaknya yang sedang mengomel diluar minta dibukakan pintu
Tok, tok,tok
"NINAINA! kamu cari masalah, keluar kamu!" seru Kelvin kesal
"Kelvin udah ah jangan gangguin adik kamu! kamu cepat tidur gih udah malem. Besok kamu harus bangun pagi, kan mau jemput pacar kamu" kata Bryan yang masih senyum-senyum melihat Kelvin. Wajah Kelvin semakin memerah karena kedua orang tuanya terus menggodanya.
"Kenapa papa tau? apa papa atau om Ken memata mataiku?!!" tanya Kelvin menuduh papanya yang bisa tau kalau ia memang ada rencana untuk menjemput pacarnya.
"Memata matai kamu? buat apa? papa cuma nebak aja soalnya kamu minta motor pasti udah persiapan biar bisa berduaan sama dia kan?" goda Bryan pada Kelvin
"Sayang,udah dong jangan godain Kelvin terus. Kasihan tuh wajahnya udah kayak gitu" Alma menepuk bahu suaminya, sambil tertawa kecil melihat wajah Kelvin yang malu-malu
"Ya sudah deh, kenalkan pacar kamu pada mama dan papa ya. Sekarang kamu tidurlah, sudah malam" Bryan tersenyum lembut pada anaknya itu
Gadis ini pasti sangat spesial karena bisa membuat hati anakku yang dingin ini mencair. Aku harus meminta Ken menyelidiki gadis ini baik-baik. ucap Bryan dalam hatinya
"Iya Vin, nanti kenalin sama kita ya. Sayang, ayo kita tidur juga" ajak Alma pada suaminya
"Iya sayang"
Alma dan Bryan pergi ke kamar mereka untuk segera tidur. Kelvin masih berdiri di depan kamar Naina,ia ingin memberikan Naina boneka yang ia dapatkan dari pasar malam.
"Nai, keluar dulu bentar dong!"
"Gak mau, kakak mau marah kan sama aku?" tanya Naina curiga pada kakaknya, ia masih berdiri di belakang pintu kamarnya
"Enggak, aku mau ngasih sesuatu buat kamu"
"Beneran nih? gak marah lagi?" tanya Naina lagi
"Iya, keluar dulu dong" jawab Kelvin dengan nada lembut
"Janji ya gak marah lagi?" tanya Naina
"Iya enggak Nai" jawab Kelvin malas
KLAK
Naina membuka sedikit pintu kamarnya, ia masih bersembunyi. Takut kakaknya akan marah padanya. Namun, Naina juga tau kalau kakaknya tidak pernah marah dalam waktu yang lama padanya.
"Buka yang lebar pintunya!" ujar Kelvin
Naina pun membuka lebar pintu kamarnya. Tanpa banyak bicara Kelvin memberikan boneka kue stoberi pada Naina.
"Apaan ini? imut banget, boneka makanan.." Naina tersenyum senang melihat boneka bentuk kue stoberi itu.
"Iya itu buat kamu, udah ya aku mau ke kamar" Kelvin tersenyum senang melihat adiknya senang dengan pemberian nya.
"Lalu boneka kucing itu mau di kemana kan?" tanya Naina sambil melihat boneka kucing yang di pegang oleh Kelvin
"Tadinya ini buat Albry, tapi aku lupa kalau Albry udah gak ada. Jadi aku mau taruh di kamarnya aja" jelas Kelvin dengan senyuman pahit di wajahnya
Naina juga merasa sedih mendengar kakak nya yang menyebut nama Albry. Apalagi boneka kucing itu memang mengingatkan mereka pada sosok Albry. Albry sangat suka kucing, dari sejak ia masih bayi, Albry sudah menunjukkan rasa sukanya pada hewan itu.
Namun suatu hari terjadi keanehan, ketika Albry dekat dengan kucing, ia selalu bersin-bersin, bahkan kulitnya juga gatal-gatal. Ternyata Albry alergi bulu kucing dengan terpaksa Alma dan Bryan menyingkirkan kucing yang sangat disayangi oleh Albry dan membawanya ke tempat penampungan hewan.
"Albry sangat suka kucing" kata Naina sambil tersenyum pahit dan mata yang berkaca-kaca
"Ya, tapi dia alergi kucing" jawab Kelvin teringat pada adik bungsunya itu,"Aku masih ingat saat dia menangis kencang sampai berguling-guling dilantai agar kucingnya tidak dibawa pergi"
"Haha.. iya aku ingat kak, Albry sangat lucu saat itu ya kak" tanpa sadar air mata jatuh dari matanya saat mengingat Albry yang sudah tiada.
GREP
Kelvin memeluk adiknya yang menangis dengan lembut dan penuh kasih sayang." Maafkan aku Nai, aku gak bermaksud buat kamu menangis.." ucap nya menyesal
"Gak apa-apa kak, aku cuma kangen Albry" Naina berusaha menghentikan air matanya yang mengalir itu.
"Aku juga kangen Albry Nai.."
"Kakak, aku hanya punya kakak sekarang" kata Naina sambil memeluk manja kakak nya
"Aku juga cuma punya kamu, mari kita saling menjaga ya?" tanya Kelvin penuh keseriusan dan ketulusan.
Naina mengangguk setuju dengan ucapan kakaknya yang untuk saling menjaga satu sama lain.
Diam-diam Alma dan Bryan mengambil gambar pelukan adik kakak itu lewat ponsel Alma. Alma dan Bryan senang karena dua anak mereka sangat rukun dan saling menyayangi.
"Subhanallah.. ini pemandangan yang sangat indah, sayang" ucap Alma haru dan bersyukur pada Allah, saat melihat kedua anaknya yang rukun.
"Iya sayang, dibalik kesedihan pasti ada hikmahnya. Terkadang kesedihan dan duka akan membuat kita semakin dekat dengan orang yang kita sayangi. Seperti nya semua itu benar" jelas Bryan
"Iya Bry"
🍀🍀🍀
Pagi itu, di sebuah rumah yang besar layaknya istana. Rumah yang hanya dihuni oleh 2 orang anggota keluarga dan sisanya lagi adalah pembantu juga penjaga rumah.
Rumah itu adalah rumah keluarga Ardiwinata. Tampak beberapa pelayan sedang menata sarapan pagi di meja makan dengan rapi. Disisi lain terlihat seorang pria dengan rambut putihnya duduk di kursi roda.
"Mbok Darmi, semua makanan sudah siap?" tanya pria itu tua sambil tersenyum di wajah keriputnya
"Sudah tuan besar" jawab Mbok Darmi patuh
Tap, Tap, tap
Suara langkah kaki terdengar dari anak tangga, seorang pria berseragam SMA dengan penampilan yang rapi sedang membaca buku sampai berjalan menuruni tangga.
"Jun, hati-hati nak! baca buku nya nanti lagi, kamu bisa jatuh" kata Pak Farid (kakek Juna) dengan penuh kasih sayang dan wajah lembutnya.
"Oh Opa?" ucap Juna sambil menutup buku yang sedang dibacanya itu, ia berjalan menuruni tangga menghampiri kakeknya itu.
"Opa udah sarapan?" tanya Juna ramah
"Opa nunggu kamu, ayo sarapan bareng nak" ajak pak Farid pada cucunya itu.
"Opa sarapan aja duluan, Juna udah telat hari ini Juna ada ujian" jawab Juna menolak
"Kalau ada ujian, dan harusnya sarapan dulu nak. Nanti kamu gak fokus ujiannya" kata Pak Farid penuh kasih sayang
"Aku bisa sarapan di sekolah aja, Opa" jawab Juna sambil tersenyum ramah
Aku sengaja bangun pagi, supaya aku bisa jemput Naina. Batin Juna merasa tidak sabar
Pak Farid tersenyum bahagia, sebelumnya Juna tidak pernah memperlakukan nya dengan ramah, bahkan tidak pernah peduli dengannya. Sekarang Juna terlihat ramah dan perhatian pada nya, sikap Juna juga berubah. Sebelumnya Juna sangat urakan, sekarang ia menyentuh buku dan belajar. Sebenarnya siapa yang sudah membuat Juna berubah? Pak Farid bertanya-tanya apa yang sudah membuat Juna berubah.
Dengan penuh kasih sayang, pak Farid meminta mbok Darmi kepala ART di rumah itu untuk membuatkan bekal makanan supaya bisa dibawa oleh Juna ke sekolah. Juna pun menerimanya dengan senang hati.
"Opa, Juna berangkat dulu ke sekolah ya!" Juna mencium tangan kakeknya, tak lupa ia mengucap salam, "Assalamualaikum Opa, dadah semuanya!" kata Juna sambil tersenyum ceria pada semua pelayan yang ada di sana juga.
"Waalaikum salam"
Pak Farid dan para pelayan yang sedang berdiri disana kaget dengan sikap Juna yang tidak seperti biasanya. Juna yang biasa nya bersikap dingin pada kakeknya kini mulai bersikap hangat.
Ada apa dengan tuan muda Juna?. Batin Mbok Darmi keheranan
Satya, Diana.. kalian pasti akan senang melihat anak kalian sudah mulai berubah. Pak Farid tersenyum bahagia, akhirnya sebuah cahaya sudah menghampiri Juna
"Pak Kusno,kemarilah!" ujar Pak Farid pada seorang pria bertubuh tegap yang berdiri di belakangnya.
"Ya tuan besar, saya disini" jawab Kusno patuh
"Siapkan mobil, aku ingin pergi ke sekolah Juna" titah Pak Farid
"Baik tuan, apa perlu saya beritahu dulu pada pak Darmawan?" tanya Kusno
"Tidak perlu, aku hanya ingin melihat Juna dari jauh. Sekalian melihat siapa orang yang sudah membuat Juna berubah jadi lebih baik" Pak Farid tersenyum, dalam hatinya ia merasa sangat penasaran tentang orang yang sudah membuat Juna semangat ke sekolah dan membuat cucunya berubah.
...---***---...
Hai Readers! jangan lupa like komen nya ya❤️❤️🤗 kasih gift dan vote nya juga boleh bingitss..🤗😘😘