Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Chapter 03



"Ya ampun Ra rambut kamu kenapa. Apa di salon sudah kehabisan shampo sampai kamu mengunakan minuman seperti ini ?" Heboh dinar mama Zahra. Tadi Zahra sudah berpamitan kepada mamanya jadi Dinar tahu anaknya akan pergi ke salon.


"Mama ihhh." Rengek Zahra.


Nayla tersenyum tipis melihat interaksi antara Dinar dan Zahra. Dia rindu suasana kebersamaan bersama keluarganya.


"Tante, tadi itu Zahra udah pergi ke salon tapi...." Ucap Nayla menggantung.


"Tapi apa ?" Tanya Dinar penasaran.


"Abis ke salon tadi mampir makan, terus pelayannya nggak sengaja numpahin minuman yang dibawa ke rambut Zahra." Jelas Nayla.


"Owh gitu yaudah Zahra mandi dulu sana, Nayla kamu temenin tante ngobrol ya." Suruh Dinar.


"Iya tante." Ucap Nayla.


Sedangkan Zahra dia sudah berjalan menuju kamar mandi sambil menggerutu. "Huaaaa rambut gue hancur."


•••


Aroma mint menyeruak dari arah kamar Revan, pria itu sedang duduk dengan menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Memikirkan sosok yang dijumpainya di mall tadi.


"Apa benar itu Salsa. Tapi kalau benar dia itu Salsa pasti udak sehak dulu kembali ke keluarganya. Apa gue berkunjung aja ya ke rumah tante luna lagipula udah lama juga gue nggak berkunjung ke keluarga Salsa." Gumam Revan.


Pintu kamar Revan terbuka menampilkan wanita tua yang tengah tersenyum ada aura kebahagian terpancar di matanya. Wanita itu berjalan mendekat dan berhenti di samping ranjang, raut wajahnya berubah jadi cemberut.


"Apakah kamu tega membiarkan mamamu ini terus berdiri, tidak kamu persilahkan duduk gitu ha ?" Sentak Lily pura - pura ngambek.


"S.. silahkan du.. duduk ma." Ucap Revan terbata.


Lily mengernyit. "Kenapa bicaramu kayak gitu, kamu habis makan apa tadi ?"


"Apa nggak kebalik, mama yang habis makan apa ? Sikap mama aneh." Celetuk Revan.


"Owh itu, mama cuman lagi bahagia aja akhirnya anak semata wayang mama mau memerima mau menerima perjodohan kali ini. Biasanya kan setelah perkenalan langsung kamu usir tapi kali ini nggak, mama pokoknya bahagia banget. Emang apa alasan kamu menerima perjodohan ini ?" Jelas panjang lebar Lily dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya.


"Oh mama tahu pasti anak mama ini jatuh cinta pandangan pertama ya ?" Lanjut Lily menggoda anaknya Revan.


Raut wajah Revan berubah menjadi sedih. 'maaf ma bukannya Revan mau memberikan kebahagiaan palsu. Revan cuman sedikit memanfaatkan perjodohan ini.' Batin Revan.


"Iya kan ?" Ucapan Lily berhasil membuyarkan lamunan Revan.


"Ah... e... enggak pokonya ada alasan tersendiri ma, nanti mama juga tahu alasannya." Ucap Revan kembali tersenyum.


Lily bahagia baru kali ini Revan mau mendengarkan perkataanya.


'Semoga Revan sudah melupakan kepergian Salsa dengan bantuan adanya Putri di sampingnya. Huft....Maaf Salsa bukannya tante bermaksud untuk menjauhkan kamu dengan Revan. Tapi semoga kamu senang dengan melihat Revan bahagia disini dengan Putri.' Batin Lily.


•••


**Jangan lupa klik like. Masukin favorit ya supaya dapat notifikasi kapan updatenya.


Semoga suka sama ceritanya**.