Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Istriku semakin seksi



Hari-hari setelah perdamaian Bryan dan Alma, berlangsung dengan baik tanpa ada masalah. Pekerjaan Bryan di kantor, pekerjaan Alma di perusahaan Navin juga berlangsung dengan lancar dengan bantuan Viona dan Laura yang kebetulan ingin membantu Alma.


Hingga tak terasa kandungan Alma sudah memasuki usia 6 bulan. Perut Alma yang datar kini sudah mulai terlihat membuncit. Bagi Bryan, perut Alma yang semakin membesar itu adalah godaan berat untuknya. Jujur saja, semakin ia melihat istrinya yang sedang hamil, malah terlihat semakin seksi di matanya. Rasanya ia ingin menerkam istrinya itu, setiap melihat betapa seksinya ibu hamil bernama Almahyra itu.


" Sayang, bangunlah. Aku sudah buatkan sarapan nih " Bryan membelai rambut istrinya dengan lembut, seraya membangunkan nya yang masih berbaring ditempat tidur.


" Suamiku, apa aku terlambat bangun lagi?" tanya Alma sambil mengucek ucek mata nya dan mulai beranjak dari ranjang nya.


" Tidak apa sayang, aku sudah siapkan semuanya untuk anak-anak. Kamu hanya perlu ke kamar mandi dan pergi sarapan saja " Bryan tersenyum lebar, lalu ia mengelus perut istrinya. " sayangku, apa kamu sudah bangun? ayo sarapan dulu ya kamu pasti sudah lapar "


Akhir akhir ini aku sering terlambat bangun, dan Bryan selalu mengerjakan semua pekerjaan ku. Apa dia tidak lelah karena harus bekerja juga di kantor dan melakukan ini setiap hari? aku jadi merasa bersalah?


" Sayang kenapa kamu diam saja? apa bayi kita mau sesuatu? atau perut kamu sakit?" tanya Bryan cemas


" Suamiku kamu tidak perlu melakukan ini lagi" ucap Alma sambil beranjak duduk di ranjangnya.


" Apa maksud mu? melakukan apa?" tanya Bryan bingung


" Menyiapkan sarapan di pagi hari, mengurus anak-anak, biar aku yang melakukan nya. "


" Kenapa? kamu tidak suka suamimu perhatian begini?" tanya Bryan


" Bukan begitu, kamu akan lelah nanti. Ini kan tugasku sebagai istri dan ibu " jawab Alma


" Aku tidak lelah, ini juga adalah kewajiban ku sebagai suami mu dan ayah anak-anak. Aku ingin kalian bahagia " Bryan mencium kening istrinya dengan mesra


Kenapa semakin aku lihat, Alma semakin cantik? padahal dia sedang hamil.


CUP


" Pokoknya mulai besok aku akan bangun lebih pagi supaya kamu tidak menyiapkan semuanya. Aku akan memaafkan mu untuk sekarang "


" Apa? memangnya aku salah apa?" tanya Bryan heran


" Kamu sudah mengambil alih pekerjaan seorang istri. " jawab Alma sambil tersenyum dan mulai melangkah menuju ke kamar mandi dengan hati-hati


" Sayang, jalan nya pelan-pelan ya. Aku tunggu disini "


" Tidak perlu, aku baik-baik saja. "


" Kalau terjadi apa-apa dengan mu di kamat mandi bagaimana? aku tidak mau kamu dan anak kit.. "


Alma membekap mulut Bryan dengan tangannya, ia tak mau mendengar ocehan suaminya yang seperti ibu ibu di hari yang masih pagi itu.


" Sudah cukup ya! aku akan baik-baik saja Bry, setiap pagi kamu selalu begini. Pergilah keluar dan tunggu aku disana!" ujar Alma kesal pada suaminya


Aku memang senang sih diperhatikan begini, tapi tidak dengan overprotektif juga!


" Haa.baiklah, kalau ada apa-apa teriak saja "


" Bawel! kamu jadi semakin terlihat seperti ibu-ibu " ucap Alma sebal


" Dan kamu semakin cantik deh " puji Bryan pada istrinya disertai senyuman manis


" Huh! pagi-pagi sudah menggombal " Alma mengambil handuk yang ada di ranjangnya, ia berjalan pelan menuju ke arah kamar mandi.


Kenapa aku masih saja berdebar dengan perkataan nya? padahal aku sudah sering mendengar nya.


" Aku tidak menggombal, oh ya sayang telinga mu memerah tuh " goda Bryan pada istrinya.


" Ti-tidak! " Alma membuka pintu kamar mandi nya. Bryan yang akan melangkah pergi ke luar kamar dihentikan oleh kata-kata Alma yang membuatnya berdebar " Sayang "


" Ya, ada apa?" tanya Bryan sambil melirik ke arah Alma dari ambang pintu kamar itu.


" Kamu juga ganteng " ucap Alma sambil tersenyum tipis dan memalingkan wajahnya


DEG!


Kini Bryan yang dibuat berdebar oleh istrinya itu, ia keluar kamar nya dengan wajah seperti anak ABG yang baru jatuh cinta. Bi Asih dan si kembar melihat Bryan yang senyum-senyum sendiri.


" Kak, Papa kenapa tuh?" tanya Naina yang sedang duduk di kursi tempat makan, memperhatikan sang Papa yang senyum-senyum sendiri.


" Entahlah, mungkin Papa gila " jawab Kelvin sambil tersenyum melihat Papa nya.


" Kakak jangan sembarangan deh! nanti kalau denger Papa marah loh!" ujar Naina mengingatkan


" Papa marah kenapa, sayang?" tanya Bryan sambil menghampiri kedua anaknya yang sedang bersiap untuk sarapan pagi.


" Ini loh pah, kakak bilang Papa gila karena senyum senyum sendiri " ucap gadis kecil itu pada Bryan


" Aku hanya bicara fakta kok, definisi dari gila dan ciri-ciri orang gila ya salah satunya senyum-senyum sendiri " jawab Kelvin dengan gayanya yang cuek dan santai


" Seperti nya.. Kelvin benar. Papa sudah gila " Bryan tersenyum senang sambil menyajikan roti yang diberi selai ke piring ke dua anaknya itu, layaknya seorang ibu.


Naina dan Kelvin langsung tercengang mendengar pengakuan papa nya yang begitu mudah mengaku dirinya sudah gila.


" Pah.. papa beneran gila?" tanya Naina tak percaya


" Iya papa beneran gila. Papa tergila-gila sama Mama kamu " jawab Bryan sambil tersenyum


" Huweekkkk!!" Kelvin langsung merasa geli dan seperti akan muntah mendengar ucapan ayahnya yang seperti gombalan itu, namun reaksi Naina berkebalikan dengan reaksi kakaknya.


" Papa, papa so sweet banget sih. Kalau Mama denger, Mama pasti senang " ucap Naina kagum


" So sweet apanya? Naina kamu kebanyakan nonton drama " ucap Kelvin geli


" Kakak tidak mengerti, pria seperti papa lah yang membuat semua wanita terpesona " Naina tersenyum melihat ke arah papa nya


" Ya terserah kamu saja " Kelvin tidak mau bicara panjang lebar lagi.


Tak lama setelah itu Alma keluar dari kamarnya, lalu keluarga kecil itu sarapan pagi bersama-sama dengan gembira. Diiringi canda tawa si kembar yang selalu ribut karena masalah kecil, namun keributan itu bukanlah keributan yang menimbulkan pertikaian yang besar. Anak-anak bertengkar adalah hal yang biasa, justru karena pertengkaran itulah membuat hubungan mereka semakin akrab dan rukun lebih dari sebelumnya.


Pak Jeffry mengantar si kembar ke sekolah seperti biasanya. Menjaga sampai si kembar pulang dari sekolah sudah menjadi keseharian nya. Ia menikmati pekerjaan nya itu, terlebih lagi si kembar selalu memberikan pak Jeffry makanan dan bersikap baik setiap kali pak Jeffry bertugas menjaga mereka.


Hari itu Alma sudah bersiap memakai pakaian senam yang agak menunjukkan lekuk tubuhnya. Ketika ia mendapat telpon dari Laura yang mengajaknya senam khusus ibu hamil di salah satu tempat senam. Laura juga sama-sama sedang hamil, usia kandungan Laura hanya berbeda satu bulan dari kandungan Alma.


Bryan sudah bersiap mengantar istrinya ke tempat senam sekalian berangkat bekerja ke kantor. Tapi Bryan di buat terkejut dengan penampilan istrinya.


" Sayang, aku sudah siap. Yuk berangkat! " Alma tersenyum lebar, dengan membawa tas selempang di tangannya.


" Sa-sayang.. apa yang kamu lakukan?" tanya Bryan terpana melihat pakaian istrinya yang cukup ketat itu. Bryan memperhatikan bagian-bagian tubuh Alma yang tadinya sebelum hamil terlihat kecil sekarang terlihat mulai membesar, terutama di bagian depan.


" Apa yang aku lakukan? apa?" tanya Alma bingung


" Kamu akan pergi dengan memakai baju seperti ini?" tanya Bryan


" Tentu saja, senam kan memang memakai baju seperti ini. Kak Laura juga memakai baju seperti ini. Apa masalahnya?" tanya Alma bingung


" Ganti bajumu "


" Tidak mau, aku malas menggantinya lagi "


" Almahyra! ganti bajumu, atau aku yang akan menggantikan nya " Bryan menatap tajam istrinya itu


Kalau dia keluar memakai baju ketat seperti itu, yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Yang ada semua pria di luar sana akan melirik nya. Kenapa saat sedang hamil besar saja istriku sangat seksi? ini godaan, cobaan ataukah ujian?


Rupanya mode cemburu Bryan aktif kembali. Ia tidak membiarkannya istrinya keluar rumah memakai pakaian senam yang ketat. Bahkan Bryan sendiri yang memilihkan baju yang akan dipakai Alma ke tempat senam nya. Akhirnya Alma tidak bisa membantah, ia takut suaminya itu akan terlambat kerja bila ia terus membantah yang hanya membuang-buang waktu.


" Ibu hamil tidak boleh pakai baju yang ketat ketat, baju seperti ini lah yang harusnya dipakai olehmu. Bayi kita juga tidak akan pengap didalam sana " Bryan tersenyum puas saat melihat istrinya sudah berganti pakaian dengan pakaian yang ia pilihkan


" Ya terserah kamu sajalah, ayo kita berangkat ini sudah terlambat " ucap Alma sambil masuk ke dalam mobil


Alma dan Bryan masuk ke dalam mobil, mereka pergi ke tempat senam lebih dulu. Sesampainya di sana, Laura dan Leon terlihat berada di luar tempat senam itu menunggu Alma dan Bryan.


" Nah, itu Alma sudah datang " ucap Leon sambil melihat Alma dan Bryan yang baru turun dari mobil.


" Iya sayang "


" Tidak usah sayang, aku pulang sama Alma sama pak Muir saja " jawab Laura yakin


" Baiklah, lalu akan ku suruh pak Muir untuk menjemput mu nanti. Kalau terjadi apa-apa, kamu hubungi aku ya sayang " Leon tersenyum lebar


Beberapa wanita hamil disana melihat Leon dengan tatapan terpesona. Laura tidak senang saat menyadari nya, ia segera menyuruh suaminya cepat pergi dari sana dengan kesal. Ia tidak mau wanita lain melirik suaminya seperti itu.


Leon pun menurut dan segera pergi dari tempat senam istrinya itu. Hal yang sama dialami oleh Alma, Bryan yang tampan mendapatkan tatapan dari beberapa wanita disana.


" Tampan sekali ya dia "


" beruntung sekali istrinya ya "


" Badannya juga bagus, dia sangat hot "


" Aku jadi rindu suamiku di rumah " ucap seorang ibu ibu dengan tatapan membara mengarah pada Bryan.


Begitulah kata-kata ibu ibu yang juga akan mengikuti senam hamil bersama Alma dan Laura. Tiba-tiba saja raut wajah Alma yang cerah menjadi suram. Ia menatap tajam para ibu-ibu yang membicarakan suaminya itu.


" Haha.. Al, kamu merasakan apa yang kurasakan juga kan?" tanya Laura sambil tertawa kecil melihat adik ipar nya itu.


" Iya kak, dan ini mengesalkan " jawab Alma


" Hey, ada apa? kenapa kamu kesal sayang?" tanya Bryan tak mengerti


" Lebih baik kamu tidak usah mengantarku kemari lagi. " ucap Alma sebal


" Hey hey, apa salahku? " tanya Bryan tak mengerti


" Pergi dari sini sekarang juga !" ujar Alma kesal


Ibu ibu itu, mereka sedang hamil dan sudah punya suami. Masih saja membicarakan suami orang.


" Iya iya baiklah, aku pergi deh " ucap Bryan menyerah


Bryan kebingungan melihat istrinya yang tiba-tiba marah itu, ia pun menurut saja dan pergi dari tempat senam. Sebelum pergi ia berpamitan pada istri dan anak yang masih ada di dalam kandungan itu.


DUM


DUM


" Ah.. aduh " Alma memegang perutnya dan tampak kesakitan.


Bryan yang belum melangkah jauh dari tempat itu, kembali berbalik saat melihat istrinya kesakitan dengan wajah khawatir.


" Ada apa sayang?" tanya Bryan


" Bry, seperti nya anak kita ingin menyapa mu juga " Alma tersenyum memandangi perutnya itu.


" Menyapaku? " tanya Bryan


" coba dekatkan telingamu ke perutku, dan pegang perutku. Lalu bicaralah dengannya "


Pria itu melakukan apa yang disuruh oleh Alma, ia mendekatkan telinga nya ke arah perut dan mengelus perut Alma pelan-pelan.


" Sayang Papa, papa berangkat dulu ya " ucap Bryan lembut pada perut yang membuncit itu.


DUM


DUM


Bryan tersenyum cerah begitu merasakan sesuatu bergerak dan menendang di perut istrinya. Seolah mengerti apa ucapan nya, memberikan respon. Laura juga terlihat bahagia melihat kebucinan adiknya pada Alma.


" Sayang, aku merasakan nya. Bayi kita menendang wajahku. Apa artinya dia menjawab ku? " Bryan terlihat sangat bahagia, mendapatkan tendangan pertama dari anak nya itu. Hal yang tidak ia dapatkan dan rasakan saat Alma mengandung si kembar. Sekarang ia bisa merasakannya.


Disini benar-benar ada anakku, dia bergerak dan merespon ucapan ku. Jadi begini rasanya? Bryan masih mengelus perut istrinya.


" Iya kan? aku juga merasakan nya, dia mengenali kamu " Alma tersenyum cerah


Rasanya Bryan tidak mau pergi dari sana dan ingin terus bermain dengan anak yang masih berada di dalam perut istrinya. Akan tetapi pekerjaan menumpuk, dan rapat rapat yang penting sudah menantinya di kantor. Terpaksa ia berpisah dengan istrinya yang tengah hamil itu dengan perasaan enggan.


Saat Alma dan Laura akan masuk ke dalam tempat senam, Alma merasakan ada seseorang yang melihatnya dengan tatapan tajam dari kejauhan.


" Al, kenapa? apa keponakan ku melakukan tendangan nya lagi?" tanya Laura


" Tidak apa-apa kak, ayo kita masuk! senam nya sudah mau dimulai " jawab Alma sambil tersenyum


Aku merasa seperti ada seseorang yang memperhatikan ku dan kak Laura. Apa ini hanya perasaan ku saja ya?


Alma dan Laura masuk ke tempat senam khusus ibu hamil itu bersama ibu ibu hamil lainnya.


Orang yang dari tadi memperhatikan Alma pun keluar dari persembunyiannya, pria yang keluar dari mobil mewah berwarna hitam. Memiliki tinggi yang hampir sama dengan Bryan, memakai topeng Joker untuk menutupi wajahnya. Pria itu tak lain adalah Mr.K


" Apa yang harus kami lakukan bos? apa kami bunuh saja wanita yang bernama Almahyra itu?" tanya pria kekar bertato naga di lehernya


" Jangan, membunuhnya terlalu mudah. Aku punya rencana yang bagus untuk membuatnya sakit tanpa berdarah " Pria itu tersenyum licik di balik topeng nya.


Aku sudah memberimu kebebasan selama 4 bulan Bryan, sekarang waktunya aku menghancurkan semua nya. Kamu tidak boleh bahagia.


Mr. K menyalakan rokok yang ada di tangannya dan mengisap rokoknya.


🍂🍂🍂


Di kantor Presdir, perusahaan Aditama..


Kesibukan dan rutinitas aktif di lakukan semua orang disana. Pikiran Bryan ketika bekerja agak terganggu dengan bayangan Alma yang terus membayangi nya.


Apa yang terjadi denganku? kenapa Alma terus ada disekitar ku? Apa karena dia semakin seksi? Haa.. aku tidak ingin bekerja, inginnya berduaan saja dengannya. Benarkah tadi bayi kami menendang wajahku? dia mengenali papanya? Tuhan, betapa beruntungnya aku.. punya istri cantik, anak-anak yang rupawan, apa ini rasanya bahagia?


" Pak, pak Presdir !" ujar Andre sambil melihat ke arah Presdir nya itu yang tampak sedang melamun dan senyum-senyum sendiri


Ada apa dengan pak presdir? dia terlihat seperti ABG


" Pak, ini sudah waktunya rapat " ucap Andre sambil mendekatkan wajahnya ke arah Bryan. Namun sang Presdir sama sekali tidak bergeming, ia masih sibuk dengan aktivitas melamun + senyum-senyum sendiri.


Bahaya nih. Apa Presdir kesambet setan? maka ini tugasku untuk menyadarkan nya.


Andre yang panik langsung membaca kan lantunan ayat kursi dan memukul kepala presdir nya dengan dokumen yang ia pegang.


BUK


BUK


Bryan tersadar dari lamunannya, ia tampak marah pada sekretarisnya. " Hey hey ! kamu mau membunuhku ya?" tanya Bryan kesal


" Pak.. bapak sudah sadar? Alhamdulillah " Andre terlihat lega


" Sadar? memangnya aku kenapa? hey Andre! kamu berani memukul atasan mu, mau ku kasih Suspen kamu! pakai baca ayat kursi segala, apa kamu pikir aku setan! " kata Bryan kesal


" Maaf pak, saya pikir bapak kesambet setan. Habisnya bapak senyum senyum sendiri sih "


" Aku tidak begitu " Bryan menyangkal


Ya begitulah anda pak, anda selalu menyangkal. tentu saja ini diucapkan oleh Andre di dalam hatinya


" Maafkan saya pak, kita harus segera pergi. Ada rapat penting " ucap Andre buru-buru


" Apa? kenapa kamu tidak memberitahu ku dari tadi? bodoh! kamu lamban sekali ! "gerutu Bryan, lalu langsung beranjak dari tempat duduknya


Aku sudah memberitahu mu dari tadi, bapak saja yang tidak dengar. Ya baiklah, memang tidak mudah untuk mendapatkan gaji besar.


Andre cemberut, ia mengerutkan dahi menggerutu di dalam hatinya. Memang bekerja dengan Bryan itu harus banyak bersabar. Di depan istrinya saja Bryan takluk menjadi lemah lembut seperti kucing penurut, eh di depan pekerjaan nya dan orang lain dia tampak sangat galak. Rasanya tiada hari tanpa marah-marah untuk Presdir Aditama grup ini.


...--***--...