
...Saat kau pergi...
...Berlinang lah air mataku...
...Betapa singkat kurasakan...
...Kebahagiaan itu...
...Kini lenyaplah sudah...
...Tak pernah kuinginkan...
...Perpisahan ini terjadi...
...Ku hanya bisa merelakan...
...Jika memang kau pikir...
...Inilah yang terbaik...
...Tak perlu kau beri alasan...
...Mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku...
...Karena kuyakin mungkin semuanya itu bisa...
...Membuatmu bahagia...
...Sepenuhnya 'ku menyadari...
...Bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki...
...Namun 'ku akan terus selalu menyayangimu...
...Setulusnya hati...
...Tak pernah kuinginkan...
...Perpisahan ini terjadi...
...Betapa singkat kurasakan...
...Kebahagiaan itu...
...Kini lenyaplah sudah...
...Tak perlu kau beri alasan...
...Mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku...
...Karena kuyakin mungkin semuanya itu bisa...
...Membuatmu bahagia...
...Sepenuhnya 'ku menyadari...
...Bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki...
...Namun 'ku akan terus selalu menyayangimu.....
...πππ...
Sangat terlihat jelas kalau adiknya itu kecewa pada Juna. Jika diibaratkan dengan perasaan, mungkin ini yang namanya PHP (Pemberi harapan palsu). Begitulah yang dirasakan oleh Naina saat ini terhadap Juna. Pria yang sangat dekat dengannya sebagai teman, pria yang perhatian tapi cuek.
Ketika Naina sudah merasa dekat dengannya, Juna malah pergi meninggalkan nya tanpa kabar. Naina kecewa pada Juna bukan karena masalah menunggu berjam-jam ditengah hujan. Naina kecewa karena Juna pergi begitu saja tanpa pamit dan tidak mengatakan apapun padanya.
Padahal aku merasa kita sangat dekat, tapi kamu pergi gitu aja tanpa pamit tanpa sepatah katapun padaku. Apa aku memang tidak penting untuk kamu Jun?. Naina menatap langit tempat Juna terbang saat ini dengan pesawat yang dinaikinya.
Naina berjalan gontai, Kelvin menemani adiknya itu untuk segera pulang."Ya udah ayo pulang, kamu harus banyak istirahat"
Naina pasti sedih banget, Juna brengsek banget! kamu udah buat Naina nangis.
Damar dan ketiga teman Juna yang lain, melihat Naina dengan sedih. Mereka sedih karena Juna pergi tanpa bicara pada teman-teman nya, mereka juga tidak tau kapan Juna kembali atau alasan kenapa Juna pergi.
Pertanyaan yang sama dengan apa yang ada di hati Naina.
"Nai, gue yakin Juna punya alasan kenapa dia gak bilang sama kita tentang kepergian nya" ucap Damar berusaha menenangkan Naina yang sudah terlanjur kecewa
Gadis itu terdiam mendengarnya.
"Damar bener Nai,kita juga gak tau kenapa dia pergi Nai dan kita baru tau ini dari pembantu di rumahnya" jelas Bagas pada Naina
"Kita akan cari tau kemana dia pergi, lalu kita bakal kasih tau sama Lo" kata Nando yang juga ingin menenangkan kesedihan Naina
Gadis itu membalikkan badannya, ia melihat empat orang kawan baik Juna dengan tajam. Lalu ia tersenyum tipis, senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun.
Damar, Nando, Reza dan Bagas tersentak kaget melihat Naina yang menunjukan senyum menyeramkan itu.
Si Naina kenapa kaya gitu?. Batin Damar terkejut melihat sosok Naina yang biasanya ceria terlihat berbeda dari biasanya
"Kalau kalian tau kabar tentang dia, jangan pernah kasih tau padaku. Karena aku gak mau dengar kabar apapun tentang nya, dari kalian atau dari siapapun" ucap Naina dengan senyuman pahit di bibirnya.
Karena aku mau dengar kabar dari dia sendiri.
Naina dan kakaknya berjalan meninggalkan bandara itu. Damar, Nando, Reza, Bagas melihat Naina dan tampak kebingungan.
"Nai.. Nai.. dengerin kita dulu!" Damar memanggil Naina yang sudah berjalan jauh dari sana.
"Kalian lihat kan? si Naina beda banget dari biasanya" Bagas menatap Naina dari belakang, ia ingat seperti apa raut wajah Naina tadi.
"Gila! gue juga sampe merinding ngelihatnya" Reza bergidik ngeri melihat sikap Naina dan senyuman Naina yang baru pertama kali ia lihat.
"Dia pasti kecewa dan tentunya marah banget sama si Juna. Gue denger dari supirnya, kalau dia nungguin si Juna sampe tengah malam hujan-hujanan pula. Siapa yang gak marah coba?" Nando menggelengkan kepalanya, ia juga ikut merasakan kekesalan dan kekecewaan Naina pada Juna.
"Dia juga gak bisa dihubungi, sebenarnya apa yang terjadi sama si Juna?" gumam Damar cemas pada temannya itu.
Setelah kejadian di bandara itu, bahkan sampai Naina mulai masuk sekolah. Kabar Juna tidak terdengar sama sekali. Tidak ada SMS ataupun telpon untuk teman-teman nya dari Juna, tidak ada upload status terbaru nya di media sosial.
Namun pada suatu hari, pak Darmawan selaku kepala sekolah mengatakan Juna pindah ke luar negeri dengan alasan kesehatan kakeknya dan kondisi perusahaan Ardiwinata yang berada di luar negeri sedang drop dan mengharuskan Juna menempuh pendidikan disana.
Syukurlah kalau Juna baik-baik aja, tapi seenggaknya dia harusnya hubungi aku sekali saja. Naina berada diantara senang dan kecewa. Senang karena ternyata Juna baik-baik saja dan kecewa karena Juna sama sekali tidak memberi kabar pada nya.
"Nai, Lo dengar kan kata pak Darmawan? kakeknya Juna sakit dan kayanya itu yang buat dia gak bisa hubungin kita" ucap Damar pada Naina yang masih berwajah cemberut
"Iya Nai, Lo udah gak marah lagi sama si Juna kan?" tanya Reza yang juga sekarang sekelas dengan Damar. Di kelas XII IPA 2.
"Mau keadaan nya seperti apapun, harusnya dia sempatkan menghubungi kita. Satu SMS atau telpon balasan kek, ini malah gak ada kan?" Keira merasa kesal karena Juna membuat Naina sedih.
"Iya bener, si Juna itu dasar PHP! cowok gak bertanggungjawab!" gerutu Nisha yang juga kesal dengan sikap Juna pada Naina yang dinilai PHP. Nisha juga merasakan kalau diantara mereka semua, Naina lah yang merasa tersakiti dan paling kehilangan Juna.
Kasihan Naina. batin Nisha sedih melihat Naina yang melamun dan galau tanpa ada Juna.
Naina sendiri malah melamun melihat kursi kosong di sebelahnya, ia membayangkan sosok Juna ada di sisi nya dan tersenyum padanya.
*A*ngry cat! hey cewek gila!
Lo cantik kalau lagi marah, tapi Lo jelek banget kalau lagi nangis. Jangan nangis ya!
Suara Juna masih terngiang-ngiang di kepala Naina, saat pria itu memanggil namanya dengan panggilan yang berbeda dari orang lain. Saat mereka bercanda tawa di kelas, berdebat, kadang bertengkar. Kini Naina merindukan semua masa dimana Juna masih ada.
Hari-hari nya di sekolah tidak berwarna seperti dulu lagi, Naina seperti kehilangan sesuatu yang berharga darinya.
Keira dan Nisha menatap Naina dengan sedih. Semenjak Juna pergi, Naina terlihat lebih sering melamun. Bahkan di rumah nya pun juga sama, ia tidak ceria dan heboh seperti biasanya. Naina lebih banyak diam bahkan di hari liburnya, ia menghabiskan banyak waktunya bersama princess di kamar nya atau di halaman rumah.
"Pus pus pus, princess emang deh paling ngertiin aku. Princess jangan tinggalin aku ya, jangan kaya orang jahat itu yang pergi gak bilang-bilang" Naina berbicara dengan kucing kesayangan nya itu, sambil memberinya makanan di dalam mangkuk kecil.
Bryan, Alma dan Kelvin merasa sedih melihat keadaan Naina yang seperti itu.
"Sayang, dia masih aja galau ya?" tanya Bryan prihatin melihat putrinya di halaman belakang rumah.
"Iya sayang, semenjak Juna pergi dia jadi sering menyendiri" Alma cemas melihat keadaan anaknya yang gegana itu ditinggalkan oleh Juna tanpa kabar
"Beraninya si Arjuna itu mem PHP kan putriku yang cantik! harusnya kalau dia pergi, dia mengabari Naina dulu dong." gerutu Bryan kesal pada Juna yang menyakiti hati Naina
"Iya udah biarin aja deh, nanti Naina pasti akan membaik" Alma menatap putrinya itu dengan cemas.
"Melihat Naina seperti itu, aku seperti melihat diriku dimasa lalu. Saat kamu meninggalkan aku tanpa kabar, aku sempat gila. Pasti rasanya sakit menunggu seseorang yang tidak tau kapan akan kembali" ucap Bryan yang teringat saat Alma yang dulu pernah meninggalkan nya.
Hubungan Alma, Bryan dan Kelvin yang sempar retak karena masalah sikap Bryan pada Keira sudah teratasi dengan permintaan maaf Bryan pada Alma, Kelvin dan Keira. Bryan juga berjanji tidak akan menghalangi hubungan Kelvin dengan Keira lagi.
Melihat adiknya yang sedih, Kelvin menghampiri adilnya yang mengajaknya pergi bersama.
"Apa? pergi sama kakak dan Keira? gak mau ah, ngapain aku jalan bareng sama orang yang mau pacaran? mau jadi kambing conge??" Naina menggerutu kesal pada ajakan kakaknya
"Habisnya kamu menyedihkan banget sih, di hari libur gini aja kamu masih sendirian di rumah. Jalan-jalan kek keluar?! jangan galau terus! apa gak ada yang ngajakin kamu jalan-jalan?" Kelvin mengejek adiknya itu, ia sengaja memancing kemarahan Naina agar dia tidak diam terus.
"Apa?! ada kok yang ngajak aku jalan-jalan cuma aku nya aja gak mau. Huh, mentang-mentang punya pacar dan bisa pacaran kakak jadi sombong gini ya?" Naina mengerucutkan bibirnya dan berkacak pinggang
"Oh gitu ya terus siapa yang ngajakin kamu?" tanya Kelvin sambil tersenyum pada adiknya.
"Nisha, Vanessa, Gita, sama kak Theo juga ngajakin aku jalan. Tapi aku tolak semua!!"
"Oh gitu ya??" Kelvin menatap adiknya itu tak percaya.
"Kakak gak percaya kan??!" Naina terlihat kesal
PLUK
Kelvin menepuk kepala Naina lalu tersenyum hangat pada saudara kembarnya itu."Aku percaya. Jadi kamu mau ikut aku gak?" tanya Kelvin
"Gak ah, aku disini aja sama princess yang setia" Naina menggendong kucing berwarna putih itu dengan lembut.
"Meow.. meow.."
"Princess cantik dan setia kan?" tanya Naina pada kucingnya itu, ia tersenyum lembut.
"Meow meow.. "jawab si kucing seolah mengerti apa yang dikatakan oleh Naina
"Princess baik, princess cantik" Naina mencium kucing nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Ya udah Nai aku pergi dulu ya"
"Iya kak, kakak harus jaga Keira baik-baik ya. Dia sebenarnya punya banyak masalah, tapi dia gak cerita sama kakak. Jangan sampai kakak kehilangan dia" ucap Naina mengingatkan pada kakaknya itu untuk menjaga cintanya agar tidak seperti dirinya.
Naina tau bahwa Keira memiliki masalah, namun seperti biasanya Keira tidak mengatakan apa masalah nya pada teman-teman nya. Bahkan pada Naina ataupun Kelvin orang terdekatnya.
"Memangnya Keira kenapa?" tanya Kelvin
"Aku gak tau kak, bukannya kakak pacarnya? kakak kan lebih tau dia daripada aku" ucap Naina pada kakaknya yang notabene nya adalah pacar Keira, sahabatnya.
"Kamu tau kan dia tidak selalu terbuka dalam semua hal, pada aku Nai" jawab Kelvin memikirkan pacarnya yang agak tertutup padanya
"Ya itulah Keira, dulu saja saat pergi dia gak pamit dulu kan? kali ini kakak harus membuka pintu hatinya lebar-lebar." Naina tersenyum menyemangati kakaknya.
Aku berharap Keira dan kakak tetap bersama.
"Aku tau, aku akan buat dia bicara" Kelvin tersenyum pada adiknya itu.
Aku harus tau Keira ada masalah apa, dia memang diam saja akhir-akhir ini. Tapi aku yakin ada yang dia pendam. Kelvin mencemaskan Keira
πππ
Keira sudah janjian dengan Kelvin untuk menghabiskan waktu mereka bersama. Rencananya mereka akan menonton film dan jalan-jalan bersama di hari libur.
Mereka berencana untuk janjian langsung di depan bioskop. Sebelum pergi, Keira dan Kelvin berkomunikasi dengan ponselnya.
...Kelvin ku π: Kei kelinci ku, kamu dimana?...
...Aku lagi siap-siap, kamu dimana?...
...Kelvin ku π: Aku otw, yakin gak mau aku jemput?...
...gak usah, kita janjian aja di depan bioskop ya.ππ₯°...
...Kelvin ku: Ya udah, kamu hati-hati ya sayang...
...Kamu juga sayang...
Keira sendiri sedang bersiap-siap, ia memakai baju yang cantik dan sedikit berdandan. Saat ia akan pergi menunggu Kelvin di luar. Dua orang yang tidak terduga datang menemuinya.
"Kenapa kalian ada disini?" tanya Keira dengan tatapan tajam nya pada dua orang wanita itu.
"Kami disini untuk memberikan penawaran, yang tentunya sangat bagus buat kamu" ucap Bu Novi
"Apa maksud kalian?" tanya Keira pada ibu dan anak itu
"Mbok Darmi lagi sakit keras kan? dia butuh uang buat operasi dan rumah kontrakan Lo juga belum dibayar kan? belum lagi biaya sekolah Lo yang mahal.." Sherly menjelaskan kesulitan Keira yang sudah lama disembunyikan dari semua orang.
Keira sempat terdiam dengan wajah sedihnya itu. Memang ia sedang kesulitan dalam hal keuangan. Semenjak mbok Darmi sakit keras, ia bekerja sangat keras kesana kemari untuk mendapatkan uang. Hal ini tak pernah ia ceritakan pada siapapun dan tidak ada satupun teman-teman nya yang tau. Bahkan Kelvin pacarnya, Keira adalah orang yang tidak mau membagi dukanya dengan orang lain dan lebih suka menyelesaikan dirinya sendiri.
"Kami bisa bantu kamu terlepas dari beban itu, kami juga akan berikan kamu uang untuk memenuhi kebutuhan kamu" Bu Novi tersenyum dan menawarkan beberapa gepok uang pada Keira.
"Sebenarnya kenapa kalian kaya gini? gak mungkin kalian mau bantu aku tanpa dapat apa-apa kan?" tanya Keira
"Kamu memang pintar, kami hanya ingin kamu pergi jauh dari sini. Lalu yang paling penting kamu harus menjauhi keluarga Aditama" jelas Bu Novi tegas
"Itu gak mungkin terjadi!" Keira menolak meninggalkan kehidupan bahagianya.
Aku gak mungkin meninggalkan teman-teman ku lagi dan Kelvin. Tapi, hanya mereka yang bisa membantuku untuk mengatasi semua masalah ku. Mbok Darmi juga membutuhkan uang secepatnya.
Di saat keadaan Keira sedang bingung, ponselnya bergetar dan itu adalah telpon dari rumah sakit. Telpon itu membuatnya hatinya bergetar, dilema, sedih, dan putus asa.
Kenapa diantara sekian banyak orang aku harus mendapatkan bantuan dari mereka?
Sherly juga memanasi Keira yang tidak pantas bersama Kelvin yang sempurna. Membuat Keira semakin insecure.
****
Disisi lain Kelvin sudah sampai di depan bioskop, ia memarkirkan motornya. Kelvin mulai berjalan dan menunggu Keira di kursi yang ada di depan bisokop tempat nya dan Keira akan menonton.
"Keira mana sih? udah satu jam, apa dia gak apa-apa?" tanya Kelvin cemas, ia pun melangkah pergi dan bermaksud menjemput Keira.
Drett.. Drett..
πΆπΆπΆ
Kei kelinci calling..
Dengan cepat mengangkat telpon dari pacarnya itu. Kelvin menanyainya dengan banyak pertanyaan,"Kei kamu dimana sih? aku telpon dan sms gak dibalas balas? kamu dimana sekarang, aku jemput!" ujar Kelvin mencemaskan pacarnya itu
"Vin, aku mau kita putus" Keira menahan tangisnya.
"A-apa? Kei, aku salah denger kan? barusan kamu bilang putus?" Kelvin menaikkan alisnya, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Kita putus Kelvin" jawab Keira serius
"Suara kamu gak terdengar lagi bercanda, Kei."
"Aku memang gak lagi bercanda" Keira tersenyum pahit, yang tidak terlihat oleh Kelvin.
"Ini gak lucu Kei! kamu dimana sekarang? Kita bicara!" Kelvin terlihat emosi mendengar kata-kata Keira di telpon, Kelvin juga kaget dan berdebar-debar. Apa maksudnya kata putus yang di lontarkan nya pada Kelvin?
"Maaf Kelvin, aku ingin putus. Mulai saat ini kita gak ada hubungan apa-apa lagi!" Keira segera menutup telponnya setelah mengatakan kata putus pada Kelvin.
DEG!
Setelah itu Kelvin mencari-cari Keira ke semua tempat untuk meminta penjelasan darinya. Hati dan perasaan nya hancur dengan kata-kata Keira padanya.
...---***---...
Mohon maaf readers kemarin author tidak upπ₯Ί fokus ke novel sebelah duluπ₯°
Dan untuk yang merasa episode ini agak membingungkan, author sengaja memajukan alurnya sedikit π₯Ί
Jangan lupa ya komen dan like nya π makasih yang masih setia menunggu Novel ini.. jangan lupa juga mampir ke novelku yang lain, "Tawanan CEO kejam"