
Tidak ada pagi yang tenang lagi untuk Alma. Setiap pagi Bryan dan kedua anaknya membuatnya sibuk. Kegiatan Alma sekarang mulai diambil alih oleh Bryan. Dari mulai memasak sampai mengurus anak-anak, bahkan saat pulang bekerja Bryan menyempatkan dirinya untuk memijat kaki istrinya sebelum tidur.
Berbicara dengan bayinya yang masih berada di dalam kandungan istrinya. Pria itu benar-benar mengikuti semua yang ada di dalam buku. Alma sangat senang dengan perhatian Bryan, namun ia juga merasa kalau suaminya terlalu berlebihan protektif padanya.
" Bry, ini tugasku untuk mengurus anak-anak. Menyiapkan bekal mereka, jadi kamu jangan mengambil alih pekerjaan ku lagi " ucap Alma sambil mengambil kotak bekal milik si kembar
" Apa kamu tidak suka? aku hanya mencoba membantumu agar kamu tidak kelelahan " kata Bryan sambil membalikkan nasi goreng yang ada di katel penggorengan.
" Aku tidak akan lelah cuma memasak saja. Diam di dalam ranjang saja seharian hanya akan membuatku bosan dan stress. Kamu mau anak kita stress dan bosan?" tanya Alma kesal
" Tenang tenang jangan emosi, kamu sedang hamil. Dan tentu saja aku tidak mau itu terjadi "
" Tapi sekarang anak kita sedang sedih dan stress di dalam sini " Alma memegang perutnya dan wajahnya tampak cemberut
" Benarkah? kenapa anak kita stress dan sedih?" tanya Bryan langsung panik, dan mematikan kompor nya. Menghentikan kegiatan memasaknya, lalu mengelus perut istrinya dengan cemas.
" Ya dia sedih dan stress karena selama 2 hari ini, dia hanya di rumah saja dan tidak melakukan apa-apa " jelas Alma sebal
" Baiklah aku mengalah deh, anak ku ingin melakukan apa agar tidak sedih lagi?" tanya Bryan lembut, seperti membujuk anak kecil
" Katanya anak kita ingin pergi keluar rumah untuk jalan-jalan " Alma tersenyum
" Dede ku ingin jalan-jalan? tapi maaf seperti Papa tidak bisa menemani mu. Papa banyak pekerjaan di kantor " ucap Bryan pada perut istrinya
" Tidak apa-apa, anak kita bilang mau jalan-jalan sama mama dan kakak kakak nya saja " Alma tersenyum senang
" Ya baiklah, jika itu yang membuatmu dan anak kita senang. Aku izinkan, tapi kamu harus pergi juga dengan pak Jeffry ya " Bryan mengelus perut Alma dengan lembut
" Iya, kata Dede terimakasih ya Papa Bryan " Alma memeluk suaminya dengan senang
Yes! aku bisa keluar rumah dan jalan-jalan. Aku bisa melakukan sesuatu.
" Iya, aku akan melanjutkan memasak nya. Kamu tunggulah dengan anak-anak di ruang makan. "
" Papa Bryan, Dede bilang biarkan Mama nya yang memasak. Dia ingin masakan Mama nya, papa Bryan saja yang tunggu di meja makan sama kakak kakak ya " Alma tersenyum, membujuk suaminya agar berhenti memasak. Ia juga mengambil spatula yang ada di tangan Bryan.
" Kamu sudah tidak apa-apa dengan bau bawang? " tanya Bryan cemas
" Aku sudah baikan setelah minum obat dan vitamin dari dokter Ian, lagian ini tidak menyengat kok " Alma menggantikan suaminya mengaduk aduk nasi goreng yang ada di penggorengan dengan spatula nya.
" Benar nih tidak apa-apa? aku tidak mau kamu tersiksa karena mual mual, mencium bau " Bryan cemas
" sayang, ini nikmat nya jadi ibu dan bukan siksaan. Pertanda kalau bayi kita ada di dalam sini " Alma melirik ke arah perutnya yang masih datar
" Benar juga, aku hanya cemas. Kali ini aku akan menemanimu dan anak-anak kita, kamu tidak akan sendirian lagi seperti dulu. Jika kamu ada masalah, kamu bisa mengatakan nya padaku. Apa yang kamu rasakan, apa yang anak kita rasakan, bicara padaku ya " Bryan memeluk Alma dari belakang dengan pelan.
" Iya aku tau, aku punya kamu sekarang " Alma tersenyum bahagia
CEKRET
Alma mematikan kompor nya setelah memastikan nasi goreng yang ia masak sudah matang.
" Tuh kan aku bilang, aku tidak apa-apa. Lihat nih aku tidak mual lagi " Alma tersenyum
" Iya benar. Alma, kamu cantik " Bryan tiba-tiba meraih pipi istrinya dengan lembut.
Wajah mereka sudah saling berdekatan, bibir mereka juga akan saling menyentuh. Namun tiba-tiba saja, Naina datang dan membuat kedua orang tuanya kaget.
DEG!
" Mama! Papa! kok lama sekali sih.." Naina terpana melihat kedua orang tuanya yang hampir berciuman.
Alma dan Bryan langsung menjauh satu sama lain. Dan mereka terlihat gugup, keduanya terlihat malu-malu.
" Ehem, nasi goreng nya sudah siap. Nai sayang kamu tunggu di meja makan, papa mau bicara sesuatu sama Mama dan Dede bayi dulu " kata Bryan pada anaknya
Ada yang mau dibicarakan Bryan denganku?
" Ya sudah, aku tunggu ya pah, mah " Naina tersenyum ceria dan berjalan kembali menuju ke meja makan.
Setelah yakin Naina sudah tidak ada di area dapur, Bryan mendekatkan dirinya pada Alma. Membuat wanita hamil itu tersandar ke lemari dapur
" Ta-tadi kamu bilang mau bicara sesuatu padaku? ada apa?" tanya Alma gugup
kenapa dia semakin mendekat?
" Iya aku mau bicara.. sebentar saja " Bryan mencium leher Alma dengan lembut, lalu beralih ke pipinya.
CUP
CUP
" Um.. Bryan, kita tidak boleh melakukan ini "
" Apa nya yang tidak boleh? hanya ciuman saja kok, sebentar saja " Bryan terus menciumi bagian leher istrinya dengan lembut.
Saat bibirnya akan bergerak ke bibir Alma, seseorang datang dan mengejutkan mereka berdua.
" Nyonya, ada tukang sayur datang!" ujar Bi Asih
Bi Asih kaget melihat Bryan yang akan mencium Alma, wanita paruh baya itu segera memalingkan wajahnya.
" sa-saya tidak lihat kok. Nyonya, tuan, maafkan saya " kata Bi Asih merasa tak enak
Nyonya dan tuan masih saja seperti pengantin baru. Hubungan mereka sangat mesra dan baik.
Wajah Alma memerah karena malu, ia segera mendorong suaminya itu. Belum lagi terlihat tanda merah di leher Alma, akibat perlakuan Bryan.
Sadar tidak bisa marah pada Bi Asih, Bryan pun pergi dari dapur dengan wajah yang malu-malu tanpa bicara satu patah kata pun.
" Dasar Bryan!" gerutu Alma sebal pada suaminya itu
****
Setelah Alma dan keluarga nya selesai sarapan, Naina dan Kelvin pergi ke sekolah. Dan Bryan juga akan pergi bekerja seperti biasanya. Tak lupa, Alma memperhatikan penampilan ketiga orang kesayangan nya itu sudah terlihat rapi atau belum sebelum mereka berangkat.
Yakin sudah rapi dan sesuai, mereka bertiga pergi bersama untuk beraktivitas seperti biasanya.
" Kamu mau kemana hari ini sayang?" tanya Bryan
" Aku akan pergi bersama Bu Sharla untuk membicarakan masalah proyek "
" Apa dengan Mike juga?" tanya Bryan tak senang
" Iya, tidak apa-apa kan?" tanya Alma hati-hati " Bryan jangan bilang kalau kamu tidak..
CUP
Bryan mencium bibir Alma lalu tersenyum " Aku percaya padamu, jadi temui lah dia. Kamu boleh bicara bisnis dengan-nya, lagi pula kamu kan tidak berdua saja. " kata Bryan berusaha santai.
Kalau dia macam-macam pada istriku aku akan membuatnya menyesal.
" Terimakasih Bryan, kamu sangat pengertian. " ucap Alma senang
Aku memang bertemu dengan Bu Sharla dan Pak Mike untuk urusan bisnis. Tapi dibalik itu semua, aku ingin berterimakasih secara langsung pada Pak Mike yang sudah menolongku.
" Aku percaya padamu. Alma, malam ini aku ada makan malam dengan klien ku dan aku akan pulang terlambat. "
" Baiklah aku mengerti, anak-anak biar aku saja yang menjemput nya " Alma tersenyum memandangi suaminya itu
" Ok "
" Jangan lupa kabari aku ya " kata Alma pada suaminya
" Kamu juga, sayang. Aku berangkat "
" Oh ya Bry, aku juga akan membeli beberapa buah buahan untuk pak Mike. Tapi jangan salah paham ya, aku cuma mau berterimakasih padanya kok " jelas Alma
" Lakukan saja, kamu tidak usah cemas padaku " Bryan tersenyum tenang
Kemudian, Bryan masuk ke dalam mobilnya setelah berpamitan dan memberikan setangkai mawar ungu pada istrinya. Memang ia terlihat tenang di luar, tapi sebenarnya di dalam ia merasa sangat cemas, tidak tenang karena istrinya akan bertemu dengan Mike.
" Dia tidak akan macam-macam kan? tidak mungkin kan? Alma juga tidak tau perasaan nya, apa yang perlu aku takutkan? Alma adalah milikku, aku percaya padanya. Hanya saja aku tidak percaya pada pria itu " gumam Bryan cemas
" Papa? papa bilang apa?" tanya Naina yang tidak mendengar jelas gumam man Papa nya itu.
" Eh, tidak apa-apa sayang " jawab Bryan sambil tersenyum pada putrinya
" Kalau Papa tidak mau Mama bertemu om Mike, seharusnya papa melarangnya saja " kata Kelvin pada Papa nya
" Kenapa kamu bicara begitu? kenapa Papa harus melarang Mama mu bertemu klien nya?" tanya Bryan heran
Anak ku yang satu ini selalu peka terhadap keadaan. Mungkinkah dia tau tentang perasaan Mike pada Alma.
" Meskipun itu tidak mungkin, tapi Papa harus jaga-jaga " Kelvin tersenyum menyeringai
Apa sih yang mereka bicarakan? aku tidak mengerti?. Naina bengong dan tidak mengerti apa yang kakak dan papa nya bicarakan itu.
Bryan segera mengirim pesan pada salah satu bodyguard nya untuk mengikuti Alma dan mengawasi istrinya diam-diam. Padahal sebelumnya Alma sudah mengingatkan dan melarang pada Bryan agar ia tidak menggunakan jasa bodyguard lagi untuknya.
.
.
Segera setelah suaminya pergi, ia dan Pak Jeffry pergi ke supermarket dan membeli beberapa buah-buahan dan sayuran untuk diberikan pada Mike yang sedang sakit.
.
.
🍂🍂🍂
Ting tong
Ting tong
🎵🎵🎵
Di sebuah apartemen mewah, terlihat Mike sedang tiduran dengan tangannya yang masih terluka. Wajahnya terlihat sedih dan galau. Mike bahkan tidak mempedulikan ada seseorang yang mengetuk pintunya.
" Siapa sih? pasti si Sharla lagi " gerutu Mike kesal
Dengan langkah yang malas, Mike membuka pintu nya tanpa melihat dulu siapa yang datang ke apartemen nya.
KLAK
" Hey kamu tuh ya..." bibir Mike sudah bersiap untuk mengomeli orang yang ada di depan pintu. Namun kata-kata nya terhenti saat melihat yang datang ke apartemen nya bukanlah Sharla.
DEG!
Jantung Mike berdebar kencang melihat wanita dengan rambut panjang, dan memakai rok panjang itu berdiri di ambang pintunya sembari membawa sekeresek yang tidak ia ketahui apa isinya.
Wanita itu adalah Almahyra, istri dari sahabat nya sendiri.
Sial! lagi-lagi aku berdebar saat di dekatnya. Kenapa dia datang kemari?
Wanita hamil itu tampak cemas saat melihat wajah Mike yang pucat, juga tangannya masih di gips.
Apa pak Mike sakit karena menolongku waktu itu? wajahnya sangat pucat. Aku jadi merasa bersalah. Alma menatap wajah Mike yang pucat.
" A-ada apa Bu Alma datang kemari?" tanya Mike gugup, menyadari bahwa Alma menatapnya.
" Saya disuruh Bu Sharla kemari " jawab Alma dengan wajah polosnya
" Kenapa dia menyuruh kamu kemari?" tanya Mike
" Dia menyuruh saya menunggu disini, karena katanya pak Mike tidak datang ke kantor selama 3 hari ini " jelas Alma
Sharla.. lagi-lagi kamu.
" Ya sudah, mari kita tunggu Sharla di dalam saja " kata Mike mempersilahkan tamu nya untuk masuk
" Iya " jawab Alma terlihat ragu
Sebenarnya aku tidak enak menunggu Bu Sharla, berduaan di apartemen pak Mike. Tapi, mau bagaimana lagi? ini tidak akan lama, dan tidak akan terjadi apa-apa juga.
Mike langsung membawa keresek yang dipegang Alma dengan tangan kirinya, ia merasa cemas pada Alma yang memegang nya.
" Eh, pak! biar saya saja yang bawa "
Tangannya kan masih sakit.
" Ini cukup berat, mana bisa ibu hamil membawa yang berat-berat. Masuklah! kalau membawa segini saja sih aku bisa "
" Tapi tangan pak Mike kan..
" Tangan kiri ku masih berfungsi dengan baik! masuklah! ini cukup berat !" seru Mike dengan nada yang sedikit kesal
" Kalau berat, ya sudah berikan lagi pada saya !" ujar Alma kesal
" Masuk saja! "
Dengan satu tangannya, Mike membawa keranjang belanjaan milik Alma dan berusaha menutup pintunya. Melihat Mike yang kesusahan, Alma pun membantu Mike menutup pintu apartemen nya tanpa bicara apapun.
" Makasih " kata Mike
" Kalau kesusahan seharusnya anda minta bantuan dong " gerutu Alma kesal
Mike dan Alma pun duduk di kursi, dan saling berhadapan. " Oh ya, apa kamu haus? kamu mau minum sesuatu?" tanya Mike
" Saya tidak mau apa apa "
" ayolah, kamu pasti haus karena jarak dari rumahmu kemari cukup jauh. Mana mungkin tidak haus "
" Ya sudah kalau pak Mike memaksa, oke saya memang haus deh " Alma tersenyum
" Ehem, kamu mau minum apa?" tanya Mike
" Saya mau buat sendiri saja, minuman nya. Dimana dapurnya?" tanya Alma
" Mana bisa aku membiarkan tamu menyiapkan minuman nya sendiri "
" Dimana dapurnya?!" seru Alma kesal
Mana bisa aku membiarkan pasien menyediakan minuman untukku? dia terluka karena ku.
" Baiklah, aku mengalah. Dapurnya ada di ujung lorong sana pintu sebelah kiri " jawab Mike sambil memegang kepalanya
Wanita ini keras kepala dan tidak mau kalah.
" Oke, saya akan buat minumannya. Pak Mike mau minuman apa?" tanya Alma
" Air putih saja " jawab Mike
" Apa pak Mike suka kopi? atau teh? atau jus?" tanya Alma tanpa peduli jawaban Mike
" Kalau kamu bertanya lagi, untuk apa aku menjawab pertanyaan mu lagi! "
" Pak Mike suka, kopi, teh atau jus?" tanya Alma
" teh!" jawab Mike kesal
wanita ini benar-benar keras kepala, dia tidak mengindahkan ku.
" Oh ya Pak Mike kan suka teh chamomile, kebetulan saya membeli teh chamomile. Pak Mike duduk saja disitu dengan tenang, saya akan kembali dalam beberapa menit " Alma mengambil sesuatu di kantong keresek nya.
Setidaknya dengan cara ini lah aku bisa berterimakasih pada pak Mike. Bu Sharla bilang Pak Mike tinggal sendirian di apartemen nya. Seperti nya itu benar.
Alma segera pergi ke dapur Mike dan membawa teh yang ia beli untuk diseduh. Sementara Mike duduk di sofa, dan kebingungan karena ada Alma di rumahnya.
Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu apartemen Mike. Dan Sharla lah yang datang kesana, ia membawa tas dan beberapa dokumen ditangannya.
" Bagaimana keadaan mu?" tanya Sharla
" Aku baik-baik saja " jawab Mike
" Oh ya, apa dia sudah kemari?" tanya Sharla, sambil celingukan kesana kemari
" Ya, dia di dapur. " jawab Mike resah
" Hem pantas saja kamu terlihat gelisah, ternyata dia ada disini. Aku akan melihatnya dulu deh " Sharla tersenyum melihat Mike yang gelisah.
Sharla melangkah menuju ke dapur apartemen Mike untuk melihat Alma.
KYAA!! ARGH!!
Terdengar teriakan dari arah dapur Mike, yang membuat Sharla dan Mike kaget. Teriakan Alma.
Alma?
" Apa yang terjadi pada nya?! Hey Mike, Bu Alma kenapa tuh?" Sharla melihat ke arah sofa tempat Mike duduk.
Namun pria itu sudah tidak ada di sofa dan terlihat berlari menuju ke arah dapur dengan panik. Mike sudah mendahului Sharla yang tadi akan menuju ke dapur.
" eh? kapan dia berlari? sedetik yang lalu dia masih ada di sofa itu! Mike ! " teriak Sharla panik
...---***---...
Hai Readers! mohon maaf belum bisa mengabulkan crazy up, dan keterlambatan up nya. Dikarenakan anak saya sedang sakit, saya minta doanya dari readers untuk kesembuhan anak saya 😊🤗