
Pov Keira Kelvin
πππ
Beberapa hari sebelumnya..
Kelvin dan Keira sama-sama sibuk dengan urusan mereka masing-masing di kantor. Pekerjaan menumpuk, agenda yang padat, rapat yang harus di hadiri Kelvin juga penting. Tadinya dia ingin mengajak Keira pergi liburan ke luar negeri untuk sekalian melamar Keira di tempat yang memiliki view indah, tapi Keira menolaknya.
"Gak Kelvin, maaf aku gak bisa. Aku sibuk" jawab Keira sambil tersenyum pada pacarnya
"Ta-tapi Kei.."
"Bukankah sebentar lagi ulang tahun perusahaan A-Tech yang ke 5? memangnya kamu tidak sibuk?"
"Aku sibuk sih" jawab Kelvin sambil menggaruk-garuk kepalanya, dia memang sedang sibuk untuk perayaan berdirinya perusahaan A-Tech.
"Ya udah, kita kan bisa pergi nanti. Udah dulu ya Vin, aku mau kembali ke tempat ku bekerja. Banyak yang harus aku urus disana" Keira pamit untuk kembali ke pos tempatnya bekerja. Dia meninggalkan Kelvin sendirian di atap gedung kantor itu, tempat dimana dia dan Keira selalu bertemu diam-diam.
"Haihh.." Kelvin menghela napas panjang, sudah berapa kali Keira menolak ajakannya untuk jalan bersama dengan alasan sibuk.
Kalau begini, aku tidak akan punya waktu untuk melamar Keira. Aku harus melakukan sesuatu.
Setelah itu Kelvin memutuskan untuk membuat sebuah rencana melamar Keira dengan cara yang tidak terduga.
Malam sebelum acara lamaran, Kelvin sedang melihat Naina menonton drama Korea kesukaan nya di tengah rumah. Semua orang sudah tidur saat itu, Naina dengan santainya memakan kue coklat sambil menikmati drama kesukaan nya.
"Nai.."bisik Kelvin pada adiknya itu
"Ya kak? Eh, kakak belum tidur?" tanya Naina sambil melirik ke arah kakak nya yang masih terjaga itu.
Kelvin duduk di samping adiknya, dia ikut melihat drama yang ditonton Naina. "Apa sih serunya nonton drama seperti ini? lebay, banyak drama, menye-menye, gak seru" gumam Kelvin keheranan dengan selera adik dan pacarnya yang memiliki kesamaan menonton drama.
Kenapa Keira suka drama-drama seperti ini ya? Apa aku tanya saja pada Naina?
"Kalau gak seru, terus ngapain kakak disini? mending jauh-jauh sana!" dengan bibir mengerucut nya, Naina memarahi kakak nya yang mengejek drama yang sedang dia tonton itu.
"Oh ya Nai, kenapa ya para wanita suka nonton drama?" tanya Kelvin penasaran
"Kenapa ya? mungkin karena mendambakan cinta yang romantis, drama Korea kan di dominasi dengan jalan cerita nya yang romantis" jelas Naina berpendapat
"Begitu ya? Nai, rekomendasi kan drama Korea yang paling romantis dong!"
Karena Keira suka drakor, terpaksa aku harus belajar dari sana. Kelvin selalu ingin segala sesuatu berjalan perfect, termasuk lamaran nya untuk Keira yang akan dilakukan nya besok malam.
"Woah, ada apa ini? tumben kakak ku yang selalu mengejek drama, minta direkomendasikan drama paling romantis?" goda Naina pada kakak nya. Naina ingat betul betapa tidak sukanya Kelvin saat dia menonton drama kesukaan nya. Apalagi waktu kecil Naina dan Kayla selalu di ejeknya. Lalu kenapa Kelvin minta direkomendasikan drama?
"Ini buat Keira" jawab Kelvin tanpa menyangkal untuk siapa dia melakukan ini.
"Kenapa? kakak mau kasih kaset drakor sama Keira?" tanya nya sambil memakan cemilan di tangannya dengan lahap, seolah sedang makan popcorn di bioskop
"Hem.. aku mau lamar Keira'" jawab Kelvin sambil menggaruk lehernya dengan bingung, pengetahuan tentang drama romantis dan cinta tidak sangat kaku.
"PFut.. apa kakak belum melamar nya? katanya kalian bertunangan satu bulan lagi kan? kakak lambat banget sih" tanya Naina keheranan dengan kakaknya yang lemot dalam urusan asmara itu.
"Ish! bukan aku nya yang lambat, tapi tidak ada waktu yang pas. Aku juga bingung bagaimana cara melamarnya, kamu tau kan kalau aku..."
"Ya.. ya, pengalaman cinta kakak nol. Bagaimana bisa kakak melamar wanita kalau kakak tidak punya referensi kan?" Naina tersenyum ceria pada kakak nya
"Kamu mengejekku, Nai?" tanya nya dengan wajah muram pada sang adik
"Hehe, enggaklah. Justru aku mau bantu kakak, dan aku tau loh drakor yang paling di sukai Keira" Naina tersenyum sendiri.
"A-Apa itu?!" Kelvin menatap adiknya dengan penuh rasa penasaran di matanya.
"Tapi ini gak gratis kak"
"Kamu mau apa? uang? beli kaset drakor lagi? jalan-jalan keluar negeri? atau kamu mau ketemu artis idola kamu? aku lakukan sekarang!" seru Kelvin yang bisa mengabulkan semua keinginan adiknya demi Keira, sang pacar.
Hehe, kalau demi Keira aja.. kakak ku gelap mata, memang sudah bucin akut dia.
"Aku gak minta semua itu kok, aku cuma mau minta permintaan yang sederhana" jawab Naina
"Iya apa?" tanya Kelvin
"Bantu aku bujuk papa mama untuk merestui hubungan ku dan Juna" Naina mengatupkan kedua tangannya pada Kelvin, seraya memohon
"Oke, anggap saja ini simbiosis mutualisme" jawab Kelvin langsung setuju
Padahal tanpa aku membujuk mereka, mereka juga akan mengikuti kemauan mu Nai. Yang papa dan mama pikirkan adalah kebahagiaan mu, tidak peduli kamu mau bersama siapa. Asal kamu bahagia. batin Kelvin sambil tersenyum
"Jangan bilang gitu dong, kita ini kan saudara kembar! jadi ini bisa dibilang gotong royong. Makasih loh kakak ku tersayang" Naina memeluk kakak nya, dia tampak bahagia.
Setelah itu Naina memberikan 3 kaset DVD drakor yang disukai oleh Keira dan sering ditonton oleh Keira. Walaupun dia tidak mengerti dan tidak menjiwai film yang ia tonton itu, Kelvin tetap berusaha belajar dari film-film itu.
Dia bahkan sampai begadang menonton film dan membaca buku, demi lamaran romantis nya. Siang itu Kelvin dan Keira bertemu di rooftop seperti biasanya untuk makan bersama.
"Vin, kamu gak apa-apa?" tanya Keira sambil menatap ke arah Kelvin yang terlihat lelah
"Aku gak apa-apa" jawab Kelvin sambil membuka kotak bekal miliknya yang dibawakan Keira.
Kepalaku pusing sekali, hampir semalam aku tidak tidur. Tapi masa aku mau jawab begitu?
"Gak apa-apa gimana? kantung mata kamu tebel banget, apa kamu begadang semalaman? banyak dokumen yang harus kamu baca dan tandatangani ya?" tanya Keira sambil membelai kedua pipi Kelvin dengan lembut.
"Ah.. iya gitu" jawab Kelvin yang tak mau berkomentar lebih banyak lagi tentang begadang nya itu.
Demi membuat kamu bahagia aku rela begadang Kei. Semuanya sudah disiapkan okeh Farel dan Naina, semoga nanti malam kamu suka. Kelvin tersenyum memandang ke arah Keira.
"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu merasa lebih baik?" tanya Keira yang ingin meringankan lelah Kelvin, membuat pria itu lebih baik.
"Ehm.. suapi aku terus pijitin aku" jawab nya dengan manja
"A-Apa? kamu manja sekali!"
"Katanya kamu ingin membuatku merasa lebih baik"
"Haih.. baiklah, aku suapi ya" Keira tersenyum dengan sikap manja Kelvin, dia mengambil sendok dan sesuap nasi juga lauknya di dalam kotak bekal itu.
Kelvin menikmati suapan dari pacarnya dengan bahagia. Setelah selesai makan, Kelvin bersandar di pangkuan Keira dengan manja nya dia minta di pijit.
"Waktu makan siang 10 menit lagi Vin" ucap Keira sambil melihat Kelvin yang sudah duduk di paha nya.
"Aku cuma butuh waktu 5 menit aja kok Kei, aku mau tiduran bentar disini ya" Kelvin ingin sekali tidur dan menutup mata sebentar di pangkuan Keira.
Seperti nya Kelvin sangat lelah, aku biarkan saja dia tidur sebentar.
Keira menyentuh kepala Kelvin, mengelus kepalanya dengan lembut dan memijat kepala nya juga. Kelvin tertidur di pangkuan Keira dengan nyaman. Satu tangannya menggenggam tangan Keira dengan lembut.
"Dasar! sedang tidur saja, masih bisa modus" ucap Keira sambil tersenyum melihat ke arah Kelvin. Di lehernya selalu terpasang kalung pemberian Kelvin yang bernama star of heaven itu.
Mata Kelvin terpejam namun bibirnya tersenyum, dia menggenggam tangan Keira dengan lembut.
"Aku cinta kamu Vin" bisik nya pada telinga Kelvin.
πππ
Hari itu juga adalah hari yang sibuk untuk Naina, sebentar lagi dia harus menyiapkan pameran lukisan ke Maldives bersama perusahaan Ardiwinata. Naina dan Caroline mengatur lukisan apa saja yang akan dibawa ke Maldives.
"Huuhh.. apa ini sudah semua Caroline?" tanya Naina sambil melihat lukisan-lukisan yang tertumpuk di ruangan Naina. Lukisan itu sudah dipisahkan untuk dibawa ke Maldives.
"Sudah Bu, oh ya Bu.. hari ini ada kiriman bunga dan coklat lagi dari pak Arjuna" ucap Caroline sambil tersenyum pada bos nya itu
"Dia mengirim bunga dan coklat lagi? sungguh dia tidak ada bosan-bosannya" Naina memegang kepalanya, dia tak habis pikir setiap hari Juna selalu mengirimkan bunga dan coklat.
Semenjak kak Theo bilang kalau dia berpacaran sama Nisha, aku merasa lega karena dia tidak pernah mengirimkan bunga dan coklat lagi pada ku. Syukurlah kalau kak Theo sudah move on. pikir Naina terhadap Theo
"Pak Arjuna seperti nya sangat menyukai Bu Ninaina ya. Dia tidak pernah menyerah"
"Dari dulu dia memang begitu, tidak pantang menyerah. Itulah yang aku suka darinya" Naina tersenyum melihat bunga mawar merah yang ada di atas mejanya dengan bahagia.
"Pak Arjuna, selalu mengirimkan bunga dan coklat pada Bu Naina. Walaupun Bu Naina tidak pernah mengirimkan apapun padanya" kata Caroline blak-blakkan
"Kamu selalu deh blakblakan kalau bicara, hehe" Naina merasa jleb saat Caroline mengatakan fakta tentang dirinya yang tidak pernah mengirimkan apapun untuk calon suaminya.
"Terimakasih, tapi saya hanya berkata jujur Bu" jawab Caroline sambil membungkus lukisan yang ada disana dengan kertas coklat.
Dipikir-pikir aku tidak pernah mengirimkan apapun pada Juna. Bagaimana kalau aku buat sesuatu untuk Juna ya? atau aku belikan Juna sesuatu?. Naina berfikir ingin memberikan sesuatu pada Juna
πΆπΆ
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Naina, itu adalah pesan dari Juna.
...Selamat siang angry cat π maaf kiriman bunganya agak telat. Semoga kamu suka ya, Love you π₯°π...
Naina tersenyum melihat pesan masuk itu, dia membalas pesan masuk itu dengan banyak emot cium. Tak lupa dia memberitahu Juna untuk ikut ke acara lamaran yang di persiapan kakak nya untuk melamar Keira.
Ting!π΅
...Oke, nanti malam aku jemput kamu ya....
CLAK
CLAK
"Bu Naina! Astagfirullah!" seru Caroline kaget melihat hidung Naina yang berdarah
"Ada apa Caroline?" tanya Naina yang tidak ngeh dengan hidungnya yang mimisan.
"Hidung Bu Naina mimisan lagi!"dengan cemas Carol mengambil tisu untuk Naina. Naina mengusap darah di hidungnya itu."Bu, apa ibu baik-baik saja? saya lihat ibu sering mimisan akhir-akhir ini, apa ibu merasa pusing? atau ibu merasa sakit?" tanya Carol yang cemas melihat Naina sering mimisan
"Aku gak papa kok, kayanya ini karena kecapean atau panas dalam. Bukan apa-apa kok, aku yakin tubuhku sehat" ucap Naina sambil tersenyum menenangkan
"Lebih baik periksakan ke dokter Bu, karena ibu sudah terlalu sering mimisan. Saya cemas" ucap Carol tulus mengkhawatirkan Naina
"Aku benaran gak apa-apa kok, kamu tenang aja Carol" Naina merasa kalau dirinya baik-baik saja dan tidak perlu ke dokter.
Memang akhir-akhir ini aku sering mimisan, tapi aku merasa tubuhku baik-baik saja. Aku hanya perlu minum vitamin saja. Pasti aku tidak akan mimisan lagi. kata Naina yakin.
Malam itu Keira masih berada di kantornya sendirian. Semua orang tiba-tiba beralasan pulang duluan dan meninggalkan nya dengan setumpuk pekerjaan, termasuk Lyla.
"Huhh.. akhirnya beres juga. Kenapa sih mereka itu? di saat pekerjaan banyak , malah pada pulang duluan. Kelvin juga.. katanya dia mau menungguku tapi dia malah pulang duluan. Ya, gak papa deh.. dia pasti mau istirahat karena lelah" gerutu Keira sambil menghela napas panjangnya. Keira berjalan menuju ke arah tangga darurat.
Dreet...
Drett....
πΆπΆπΆ
Ponsel Keira berdering di sakunya, gadis itu segera mengambil ponselnya dan mengangkat telponnya. "Kei tolong aku!"
"Vin, kamu kenapa?" tanya Keira cemas mendengar suara cemas pacarnya
"Kei, kamu masih di kantor kan? tolong aku dong, bantu aku cari flashdisk ku di ruangan ku! itu flashdisk yang sangat penting untuk rapat ku besok!" ucap Kelvin yang heboh tidak kalem seperti biasanya.
"Haah.. aku kira kamu kenapa. Ya, aku masih di kantor. Ini baru mau pulang" jawab Keira sebal
Aku pikir kenapa, dia heboh seperti ini karena sebuah flashdisk?. batin Keira kesal pada pacarnya
"Kalau gitu tolong ya ambilkan flashdisk ku, eh maksudku cari flashdisk ku disana!" titah nya pada Keira
"Oke, tapi aku gak punya kunci kantor kamu"
"Masuk aja pakai sidik jari, aku udah pasang sidik jari kamu disana"
"A-Apa?? sejak kapan kamu melakukan itu?" Keira tersentak kaget karena dia memiliki akses untuk masuk ke ruangan presdir dengan sidik jari.
"Apa sih yang tidak bisa ku lakukan?" Kelvin membanggakan dirinya sendiri.
"Baiklah, aku cari flashdisk kamu ya" Keira langsung menutup telponnya. Dengan kesal, Keira naik ke lantai atas melalui tangga darurat karena lift malam itu sudah tidak beroperasi. Beberapa lampu kantor itu sudah dimatikan.
Tak lama kemudian..
Keira sampai di depan ruangan Kelvin, dia memasangkan sidik jari nya ke pintu ruangan itu. Keira terkejut karena Kelvin benar-benar menambahkan sidik jarinya di sana.
"Haha, aku tidak percaya dia akan melakukan ini" ucap Keira sambil tertawa kecil. Dalam hati nya Keira senang karena tidak ada yang sembunyikan oleh Kelvin.
CEKRET!
Keira masuk ke dalam ruangan itu, dia mencari-cari flashdisk yang di maksud oleh Kelvin. Dia melihat sebuah flashdisk berwarna hitam ada di lantai, di flashdisk itu ada sebuah kertas terselip. Keira membaca tulisan itu.
Atap! Sekarang!π
"Apa apaan ini? apa Kelvin ngerjain aku?" gumam Keira bingung
Keira membaca tulisan yang ada dibelakang kertas itu lagi, "Urgent! cepetan!"
"Apa apaan sih? atap?" ucap Keira kebingungan
Walaupun merasa aneh, tapi Keira menurut saja. Dia naik tangga menuju ke atap gedung kantor A-Tech. Sesampainya disana, Keira hanya melihat semuanya tampak gelap.
"Loh? tumben lampu disini mati. Ah.. ini pasti si pak satpam lupa nyalain lampunya.. ckckck" Keira berinsiatif untuk memencet tombol lampu disana, namun sebelum Keira memencet tombol nya.
Lampu disana sudah menyala lebih dulu..
Keira melihat bingung ke arah pria yang berdiri tegap sambil memegang buket bunga mawar biru yang langka di tengah taman. Keira bingung karena disana sebelumnya tidak ada taman, dan kini tiba-tiba saja ada sebuah taman dengan lampu berkelap-kelip.
"Kelvin..."
...----***---...
Hai Readers.. Sambil nunggu up,. mampir ke karya temanku yukπ dijamin seru deh, genrenya romantis fantasi. Tentang kisah cinta malaikat dan manusia. Bantu favorit komen dan Like nya ya guys ππ