Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Chapter 01



"Gue bener - bener liat wajahnya mirip banget sama Salsa. Dia bahkan memakai kalung pemberian lo waktu ulang tahunnya yang ke-17." Yakin Keenan.


"Nggak mungkin dia Salsa. Salsa udah meninggal lima tahun lalu kalaupun dia masih hidup dia pasti akan kembali ke keluarganya dari dulu." Sangkal Revan.


Revan berdiri dari kursi kebesarannya berjalan melewati Keenan sahabatnya dan berhenti di depan figura yang tertempel sempurna di dinding ruangan kerjanya. Dia mengamati lamat - lamat, dua orang yang tengah bersama dengan senyuman di wajah mereka.


Itu adalah foto terakhir sebelum Salsa berangkat ke London untuk berlibur dan berakhir meninggal karena kecelakaan pesawat. Orang suruhan Revan dan keluarga Salsa telah dikerahkan semua untuk mencari Salsa hidup ataupun mati.


Tapi tak satupun dari mereka yang dapat menemukannya. Hanya koper Salsa yang dapat ditemukan itupun sudah habis tak terbentuk karena terbakar.


Lima tahun lamanya tidak membuat seorang Revan Arsley menghilangkan rasa cintanya terhadap Salsa. Buktinya Revan selalu menolak bila dijodohkan oleh mamanya walaupun wanita yang sangat cantik sekalipun. Itu tidak akan menggoyahkan rasa cintanya.


Salsa begitu penting bagi hidup Revan karena Salsa adalah sahabat Revan sejak kecil walaupun belum pacar, karena Revan baru mengetahui perasaanya setelah tragedi kecelakaan itu terjadi. Kesuksesan perusahaannya ini semua berkat motivasi dan dorongan Salsa karena sebelumnya Revan adalah sosok yang pemalas dan tidak tertarik dengan urusan perusahaan.


"Lo bener juga, tapi kalau bukan Salsa lalu siapa yang gue lihat ?" Pikir Keenan.


"Mungkin cuman imajinasi lo." Revan tersenyum berpikir kalau memang yang dilihat Keenan itu benar adalah Salsa pasti dia akan sangat bahagia.


•••


"Ngelamar kerja dimana lagi. Masak gue cuman nganggur sih, kalau nganggur dapet uang gue pasti milih jadi pengangguran daripada susah - susah cari kerjaan, sayanganya nggak mungkin. Uang di atm tinggal sejuta terus bulan ini kontrakan juga belum dibayar."


Wanita berumur 22 tahun itu berjalan menapaki jalanan yang tengah sepi sambil memikirkan nasibnya yang tengah sial belum dapet kerjaan. Hidup seorang diri di Jakarta tanpa ditemani orang tua dengan biaya hidup yang tak murah membuat dirinya terlunta - lunta mencari uang untuk tetap bertahan hidup.


Lamunan wanita itu terhenti saat suara ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponsel di tas kecilnya dan mendapati nama sahabatnya muncul di layar.


Zahra Calling.....


"Hallo Ra, ngapain lo nelpon."


"Ya ampun Nay, basa - basi dikit kek." Kesal Zahra.


"To the point aja gue lagi badmood." Ucap Nayla malas.


"Iya - iya sabar Nay, gue cuman mau ajak lo ke mall doang kok biasalah udah tanggalnya nyalon."


"Nggak bisa, gue nggak punya uang gue belum dapet kerjaan."


"Ck... Gue bayarin deh lo." Tawar Zahra.


"Terus kerjaan gue gimana ?" Tanya Nayla.


"Gampang itumah entar gue rekomendasiin deh tempat kerjaan yang pas buat lo."


"Wah... Bener ya Ra, makasih." Sumringah Nayla sebelum menutup telponnya.


•••


Meeting penting tengah berlangsung di perusahaan Arsley. Terlihat Revan sedang menjelaskan tentang proyek baru yang akan dikerjakan bulan depan. Tapi itu tidak berlangsung lama karena sejak beberapa menit yang lalu ponsel Revan terus saja berbunyi tertera nama mama di layar ponselnya. Revan disuruh untuk pulang ke rumah segera oleh mamanya mungkin ada suatu hal yang akan dibicarakan. Itu mengharuskan Revan untuk memberhentikan meeting kali ini dan menggantinya di lain hari.


Langkah Revan terhenti saat mendapati sofa ruang tamu keluarganya terisi oleh dua orang wanita asing. Satunya sudah seperti ibu - ibu dan satunya lagi terlihat masih muda.


Revan mendekati mereka dan berkata. "Siapa kalian ?" Tanya Revan.


Ketika mereka akan menjawab suara dari arah dapur muncul. "Dia calon istrimu." Ucap Lily mama Revan.


'sudah kutebak, kenapa mama tidak capek membawa wanita yang berbeda setiap hari datang ke rumah.' Batin Revan.


"Ayo duduk nak, kenalin dia ini namanya Putri Baiquni dan ini mamanya Rita Baiquni." Ucap Lily.


"Saya Revan Arsley." Ucap Revan menjabat tangan keduanya dengan tersenyum.


Lily dan Rita sibuk berbisik merencanakan sesuatu. Dari gelagaknya Revan bisa menebak apa yang tengah direncanakannya. Kemungkinan besar para orang tua itu akan mencoba mendekatkan Revan dan Putri.


"Nak Revan saya sangat senang kamu akan menjadi menantu dari keluarga kami, kamu terlihat sangat cocok jika bersanding dengan Putri, dia itu anak yang sangat sopan. Oh ya ngomong - ngomong suami saya bekerja di Arsley Corp lho. Dia menjadi G.M di perusahaan kamu." Ucap Rita sombong.


Revan diam mencerna perkataan Rita. Dia mencoba mengingat - ingat G.M dengan marga Baiquni. Setelah merenung beberapa saat Revan menyunggingkan bibirnya.


"Owh kalau begitu saya akan mencari tahu tentang calon mertua saya itu. Mungkin saya bisa mempertimbangkan jabatannya." Ucal Revan.


Lily bahagia tidak biasanya Revan dengan cepat menyetujui perjodohannya ini bahkan mengakui papa Putri adalah calon mertuannya. Mungkin Putri adalah jodoh yang tepat untuk Revan pikirnya.


Sedangkan Rita dia bahagia, bukan hanya anaknya yang akan menikah dengan pria kaya tapi juga suaminya kemungkinan besar akan naik jabatan.


"Revan." Panggil Lily.


"Iya ma." Jawab Revan.


"Ajak Putri jalan - jalan ya !"


"Dengan senang hati ma." Ucap Revan tersenyum.


Seketika raut wajah Putri langsung terlihat semangat. Dia sangat senang bisa pergi jalan dengan Revan.


•••


**Selamat membaca semoga suka sama ceritannya. Masukin favorit ya supaya dapat notifikasi kapan updatenya.


Jangan lupa klik like.👍**