Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 80. Cinta sepihak



🍀🍀🍀


Sakit hati Theo! dalam sekejap dia merasa menjadi orang yang tidak penting untuk Naina. Sakit, kecewa, terluka, sakit yang tidak terlihat berdarah itu bergumul di dalam hatinya.


Namun itu tak menyurutkan semangat nya mengejar Naina. Theo berfikir mungkin keputusan nya memilih Juna adalah karena Naina khilaf. Setelah itu Theo masih mengejar Naina meski dia tau kalau ada Juna disisinya. Membuat hubungan ketiga nya menjadi rumit. Bahkan Naina dan Juna jadi sering bertengkar karena Theo.


Suatu hari di restoran Damar, Naina dan Juna sedang makan malam bersama berdua. Disana juga ada Theo yang datang bersama Nisha. Untuk pertama kalinya Theo berinsiatif mengajak Nisha makan malam berdua, hati Nisha senang karena di ajak oleh Theo. Namun, Nisha terkejut karena ada Naina dan Juna disana.


Apa kak Theo sengaja mengajakku kesini karena ada Naina dan juga Juna disini?. Tapi, kenapa Juna sama Naina barengan? Nisha melihat ke arah Juna dan Naina dengan tatapan penuh pertanyaan.


Nisha? kak Theo? ah.. ini kesempatan bagus untuk memberitahukan pada Nisha tentang hubungan ku dan Juna. Naina tersenyum melihat ke arah sahabatnya itu yang susah dihubungi karena marah dan salah paham pada nya.


"Eh, Naina sama Juna ada disini juga?" tanya Theo sambil tersenyum pada Naina dan Juna yang sedang duduk berdua di kursi.


Ngapain sih dia ada disini juga? apa dia mau buat aku berantem lagi sama Naina?. Juna terlihat tidak menyambut pria itu disana. Wajahnya terlihat sangat kesal.


"Iya kak, kami lagi makan malam bersama" jawab Naina seperti biasanya.


"Hai Naina" sapa Nisha pada sahabatnya, dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Nisha?" Naina tersenyum lebar mendengar Nisha menyapanya lebih dulu, apa salah paham Nisha sudah berakhir padanya?


Nisha menyapaku duluan..


"Hai juga Juna, lama gak ketemu ya" sapa Nisha pada Juna juga


"Iya" jawab Juna malas


"Oh ya, aku sama Nisha boleh gabung gak disini?" tanya Theo pada Juna dan Naina. Theo tidak mau kalau gadis yang dia cintai berduaan dengan pacarnya.


Memang tingkah Theo ini terasa tidak tahu malu, tapi Theo tidak mau menyerah. Walaupun dia harus bertindak tidak tau malu.


Benar kan dugaan ku? aku diajak kesini cuma buat jadi alasan aja. Nisha tersenyum pahit dengan sikap Theo padanya.


"Kalau gue bilang gak boleh, apa Lo bakal pergi?" tanya Juna mengusir Theo secara terang-terangan


"Gue bilang kaya gini karena kursi lain penuh, ya udah kalau Lo ga mau" Theo tersenyum sinis ke arah Juna


Naina melihat ke arah orang-orang yang ada di restoran itu, memang semua meja sudah penuh oleh pengunjung. Maka tidak ada pilihan lain selain menerima Theo dan Nisha makan bersama mereka.


Theo duduk bersebelahan dengan Juna, Nisha bersebelahan dengan Naina.


"Nai, kamu tuh ya.."Juna sebal karena Naina mengizinkan Nisha dan Theo bergabung bersama mereka berdua.


"Juna, cuma makan malam bersama aja, kan? aku juga gak berduaan sama dia aja, aku sama kamu" Naina menepuk pundak Juna seraya menenangkan kekasihnya itu.


"Ah.. ya udah deh" jawab Juna malas


"Jangan ngambek dong Junjun" Naina tersenyum sambil mencubit bibir Juna dengan gemas.


"Kamu tuh ya.."Juna menatap Naina yang duduk bersebrangan dengannya, penuh cinta. Sementara itu Theo hanya diam saja, sambil memakan makanannya.


"Melihat kalian berdua mesra kaya gini, apa kalian udah jadian?" tanya Nisha pada Naina dan Juna yang terlihat mesra.


"Gue lupa kasih tau Lo Nis, setelah Keira sama Kelvin tunangan. Gue sama Naina bakal nyusul mereka" ucap Juna dengan wajahnya yang bahagia memberitahukan hubungan nya dengan Naina.


"Woah?!! seriusan? selamat ya...aku sudah menduga dari SMA, kalau kalian akan jadi couple. Lalu, kapan Keira sama kak Kelvin tunangan?" Nisha terlihat bahagia mengetahui berita tentang Naina dan Juna. Seperti dia sendiri yang sedang memulai hubungan.


Kak Theo, kamu dengar itu kan? tidak ada tempat bagimu di hati Naina. Kamu cuma teman nya saja, gak lebih. batin Nisha sambil melirik ke arah Theo yang diam saja. Hati Theo panas sekali, seperti terbakar. Terbakar api cemburu.


"Kami baru kasih tau sama kamu dan kak Theo aja loh. Insyaallah kak Kelvin sama Keira akan tunangan 1 bulan lagi" jawab Naina sambil tersenyum


"Woah.. gak nyangka ya. Selamat, semoga kalian cepat nyusul juga. Langsung aja lah kirim undangan, jangan pakai tunangan dulu. Bahaya loh Jun, Naina itu kan banyak yang suka" Nisha tersenyum sambil menyeruput jus jeruk nya dengan sedotan.


Selain si Theo siapa lagi yang suka sama Naina? apa ada cowok lain lagi yang ngejar Naina?. Juna menatap ke arah Naina dengan tatapan curiga


"Apa kamu lihat-lihat?" tanya Naina bingung dengan tatapan Juna padanya


"Gak" jawab Juna sambil memakan makanannya


Aku harus cepat-cepat, setelah Kelvin dan Keira tunangan. Aku harus lamar Naina, apa aku harus tunangan apa langsung nikah aja ya?


"Apa sih Juna?" Naina tersenyum melihat ke arah Juna.


"Nai, kita tunangan nya bareng aja sama Kelvin. Terus nikahnya bareng juga" ucap Juna serius


"A-Apa? Juna kamu ngomong apa sih? kita kan udah sepakat untuk membicarakan ini setelah kak Kelvin bertunangan sama Keira"


"Nisha benar Nai, kayanya aku harus langsung nikah sama kamu. Pesona kamu itu sangat berbahaya dan bisa membuat pria tergila-gila. Contohnya, aku dan mungkin ada juga orang lain" Juna tersenyum tulus dan melihat ke arah Naina dengan tatapan lembut


"Juna, kamu apa-apaan sih? ada orang disini, malu tau" tangan Naina memegang kedua pipinya yang memerah karena malu dengan ucapan Juna.


Kayanya hatiku mau terbang, uh..


"Uh.. sweet banget kamu Juna, gak nyangka deh kamu bakal se sweet ini sama Naina. Padahal dulu kalian suka berantem kan? haha.. masa depan gak ada yang tau ya" Nisha takjub dan ikut bahagia dengan couple Junai, hal itu membuat kesalahpahaman nya pada Naina berakhir.


Theo tidak tahan mendengar dan melihat kemesraan Juna dan Naina. Dia marah dan pamit pergi ke kamar mandi, Nisha menyusulnya. Lalu mereka pun berdebat di dekat toilet, tanpa sengaja Damar mendengar nya.


Itu kan Nisha sama si mata empat?. Damar bersembunyi begitu melihat Theo dan Nisha


"Kak Theo.." Nisha menggapai tangan Theo, tapi Theo menepisnya dengan kesal.


"Nisha kamu apa-apaan sih? belum puas kamu manas manasin aku?" tanya Theo dengan suara yang meninggi.


"Kak Theo.. maksudku baik ingin membuat kamu sadar. Kalau Naina hanya cinta sama Juna dan Naina cuma menganggap kamu seperti kakak nya sendiri. Aku tau sulit untuk melupakan perasaan kamu sama dia, tapi cinta gak bisa dipaksa" jelas Nisha pada Theo dengan tulus, dia ingin Theo bisa move on dari Naina, menerima kenyataan bahwa Naina sama sekali tidak memiliki perasaan cinta pada Theo.


"Aku tau cinta gak bisa dipaksa, tapi kamu gak ngerti perasaan aku Nis. Kamu gak ngerti bagaimana rasanya mencintai seseorang secara sepihak untuk waktu yang lama. Aku tidak bisa melupakan nya begitu saja"


"Kak Theo, kamu salah. Akulah yang paling tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang secara sepihak untuk waktu yang lama. Sama seperti perasaanku sama kamu kak, sampai saat ini aku tetap suka sama kakak" Nisha menangis, dia mengutarakan lagi isi hatinya pada Theo. Perasaan nya yang masih tetap sama seperti dulu, tidak berubah pada Theo.


Damar terkejut mendengar Nisha suka sama Theo. Dia baru tau kalau Nisha menyukai Theo.


Woah.. si Nisha ternyata suka sama si mata empat?


"Nisha.." Theo menatap Nisha dengan rasa bersalah.


"Kakak, tidak bisakah kakak melihatku sedikit saja? melihat perasaan ku..aku cinta sama kakak!" kata Nisha setengah berteriak


Apa aku terlalu jahat pada Nisha? selama ini dia yang selalu bersamaku dan mendengarkan semua kegalauan ku. Dia menyukaiku dan aku malah menyakiti nya..


Theo menatap Nisha dengan iba, melihatnya menangis membuat dia merasa bersalah. Selama ini Nisha sama hal nya seperti Theo yang menantikan cinta sepihak.


"Maaf Nish, tapi aku cuma menganggap kamu sebagai teman. Gak lebih, perasaan ku sama Naina itu tidak mudah diakhiri. Aku juga tidak bisa meminta kamu melupakan aku begitu saja, karena itu sulit. Aku harap kamu bisa..."


Kaki Nisha berjinjit, kedua tangannya memegang baju Theo. Dengan berani, dia membenamkan bibirnya di bibir Theo. Hingga pria itu terdiam mematung.


Aku tau tindakan ku ini tidak bisa dibenarkan, tapi aku tidak mau melupakan mu kak Theo.. aku gak bisa. Nisha mencium Theo, disertai dengan bulir bulir air mata yang jatuh membasahi pipinya. Nisha memegang erat baju Theo dengan kedua tangannya.


Nisha.. dia...


...---***---...


Please support author ya dengan komen like, kasih gift dan vote juga boleh...biar author semangat crazy up 🥰🥰