
Hai Readers, jumpa lagi bersama Stuck in love CEO season 3. Untuk yang belum tau sinopsis terbarunya, bisa di lihat di cover depan ya 😊 Selamat membaca...Prolog nya dulu ya
...***...
.
.
Malam itu, di sebuah gedung perkantoran mewah di ibu kota bernama Aditama grup. Terlihat seorang wanita cantik di sebuah ruangan yang sunyi sedang sendirian membereskan barang-barang nya.
"Haa.. akhirnya sudah selesai juga. Seperti nya yang lain sudah pulang " wanita cantik dengan rambut sebahu itu menghela napas panjang.
Kenapa dari sekian banyak perusahaan yang ada di negara ini, aku harus bekerja di tempatnya bekerja? apa aku resign saja?
Wanita itu mematikan komputer nya, mengambil tas selempang nya, lalu berjalan menuju ke arah lift.
"Ternyata kamu disini, Keira Saraswati " suara serak seorang laki-laki membuat wanita itu terdiam di depan lift. Dari belakang, laki-laki itu menatap si wanita dengan penuh kesedihan dan kemarahan.
DEG!
Wanita bernama Keira itu menghentikan langkahnya, hatinya berdebar mendengar pria itu menyebut namanya. Ia tak berani membalikkan badannya, dan mulai memencet tombol lift.
"Pada jam segini lift sudah tidak beroperasi" ucap pria itu dengan nada yang dingin
Keira pun melangkah pergi menuju ke tangga darurat. Pria tampan dan tinggi itu terus mengikuti nya, Keira hanya mengabaikan nya.
"Kamu mau kabur lagi?" tanya Kelvin Aldara Aditama, Presdir dari perusahaan Aditama grup. Pria tampan, berwajah dingin, genius, dia adalah definisi dari kesempurnaan. Tidak ada perempuan yang tidak tertarik padanya, semua wanita ingin menjadi pasangan nya.
"Siapa yang kabur? Aku tidak" tanya Keira sambil memegang erat tas nya.
"Beraninya kamu kabur setelah membuat hatiku seperti ini? akan ku pastikan kamu tidak bisa kemana-mana lagi Keira Saraswati." Kelvin menyudutkan wanita itu ke tembok yang berada di tangga darurat.
Kelvin menatap wanita itu dengan tatapan nanar penuh rindu, kecewa, dan sedih bercampur aduk di matanya.
Sementara Keira tidak berani menatap Kelvin dengan matanya yang berkaca-kaca, ia tidak percaya diri. Dia takut kalau pria yang terlihat sempurna itu bisa melihat perasaan nya dari matanya.
Sudah bertahun-tahun, aku mencari mu. Kini aku tau sebabnya kenapa aku tidak bisa menemukan mu. Ternyata, kamu sembunyi dariku selama ini, tapi kenapa Keira?
Satu tangan Kelvin meraih leher Keira, dan satu tangan lainnya meraih tubuh Keira. Tubuh mereka saling berhimpitan. " Kamu masih tidak mau melihat ku meski pun kita sudah berdekatan seperti ini? sebenarnya, apa dosa ku padamu?" tanya Kelvin sedih
"Lepaskan aku Presdir, kamu sangat tidak tau malu " Keira berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman pria itu. Akan tetapi pria itu malah memeluknya semakin erat.
"Tidak tahu malu?Aku? lebih tidak tau malu mana, aku atau kamu yang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun?"tanya Kelvin sambil membelai pipi Keira dengan lembut. " Kenapa kamu pergi Kei? kenapa kamu menghilang?"
Karena siapa aku pergi? kenapa aku pergi?kamu tanya pada dirimu sendiri Vin.
Keira mendorong tubuh Kelvin menjauh darinya. Namun Kelvin terus menghadang Keira agar tidak menjauh darinya. Kelvin memeluk Keira dengan lembut, lalu ia mendapatkan tamparan dari nya.
PLAK
"Jangan sembarangan menyentuhku!" seru Keira
Keira, kamu harus ingat. Kamu dan dia tidak mungkin bisa bersama. Kalian seperti bumi dan langit.
Keira melangkah pergi, tangan Kelvin menarik tubuh wanita langsing itu ke pelukannya. Dengan gerakan cepat, bibir Kelvin mendarat di bibir lembut milik Keira.
" Akhp!" Keira terkesiap kaget mendapatkan ciuman yang begitu tiba-tiba itu. " Hmphh.."
Kelvin memeluk dan mencium wanita itu dengan penuh kerinduan. Niat hati ingin mendorong pria itu darinya, tapi akhirnya ia terbuai juga dengan sentuhan nya. Tangannya meraih punggung Kelvin dan membalas pelukan dari pria itu dengan hangat.
Kelvin, aku rindu kamu..dan aku masih mencintaimu.. tapi ..
Bulir bulir air mata perlahan jatuh membasahi pipinya. Kelvin memeluk wanita itu semakin erat, dan mencium nya semakin dalam. Seperti mencurahkan semua rindu nya yang terpendam selama lebih dari 5 tahun tidak bertemu dengan wanita itu.
Kenapa Kei? kenapa seenaknya kamu masuk dan pergi begitu saja ke dalam kehidupan ku? Kali ini, jangan harap kamu bisa lepas dariku. Karena aku akan mengikat mu erat-erat.
***
Di sebuah restoran mewah, terlihat seorang gadis cantik berambut panjang, memakai celana jeans dan sepatu kets sedang duduk di kursi salah satu restoran. Penampilan nya agak tomboy, tapi wajahnya ramah dan murah senyum.
Ia datang bersama dua orang pria, yang satu nya berjas putih dan yang satunya berjas hitam.
Kenapa dia ada disini? kata si pria berjas putih sambil melirik pria berjas hitam
Kenapa dia ada disini?ganggu aja! gerutu pria berjas hitam sambil melirik sinis ke arah pria berjas dokter di depannya itu.
"Loh, kok malah tatap tatapan gitu? nanti kalau tatap tatapan kaya gitu terus kalian bisa jatuh cinta loh " gadis itu tersenyum ceria, menggoda kedua pria itu
Mereka akrab banget, sampai tatap tatapan kaya gitu. Gak salah deh, aku ngajakin Theo kesini.
"Nai, kenapa dia ada disini?" tanya pria berjas hitam itu tampak marah
"Kebetulan Theo menelpon ku dan dia belum makan malam juga, jadi aku ajak aja sekalian. Gak papa kan Jun?" tanya Naina pada pria berjas hitam itu dengan wajah polosnya
Sial! aku tidak bisa marah kalau ada Naina disini. Kenapa sih dia pakai ikut-ikutan segala? aku jadi tidak bisa berduaan dengan Naina. gerutu pria berjas hitam itu dalam hatinya.
Apa kamu pikir, aku akan membiarkan kamu berduaan sama Naina? jangan mimpi kamu Arjuna Ardiwinata!. batin Theo sambil melirik sinis pada pria yang ada di depannya itu
"Sudahlah tatap tatapan nya.. yuk pesan makan yuk, aku udah laper nih" ucap Naina
"Ya, ayo pesan makan Nai " jawab Theo dengan senyuman ramah di wajahnya
Seorang pelayan datang menghampiri mereka bertiga, berdiri dengan tegap, bersiap mencatat pesanan. Naina sedang melihat lihat daftar menu, ia tampak sedang berfikir.
"Mbak, ayam geprek nya satu ya!" kata Theo dan Juna bersamaan pada si pelayan itu.
" Ayam geprek? wah ada ayam geprek, aku kira di restoran ini tidak ada" kata Naina senang
Wah, Juna dan Theo makin kompak aja. batin Naina senang melihat kedua temannya itu terlihat akrab menurut perasaan nya sendiri, padahal tidak.
Theo dan Juna saling melemparkan senyuman sinis mereka.
"Jadi, ayam geprek nya berapa ya mbak, mas?" tanya si pelayan
"Saya mau satu mbak, Theo, Juna kalian pesan apa?" tanya Naina pada kedua pria yang makan malam bersamanya itu.
Setelah selesai makan malam bersama, Naina berniat untuk pulang karena hari sudah malam.
"Alhamdulillah.. kenyang nya, kalau gitu aku pamit pulang dulu ya guys"
"Aku anter Nai!" ucap Theo dan Juna lagi-lagi secara bersamaan.
Kenapa sih dia ngikut ngikut aja?. batin Theo dan Juna bersamaan.
"Ternyata kalian makin akrab aja ya, baguslah. Tapi, kalian gak usah nganterin aku pulang ya. Kalian gak takut dibunuh kakak ku? aku bisa pulang sendiri kok." ucap Naina sambil tersenyum santai dan menepuk bahu kedua temannya itu.
"Ini malam, bahaya wanita pulang sendirian " ucap Theo sambil menatap Naina dengan tatapan penuh perhatian
"Kali ini aku setuju sama dia, walaupun kamu cewek mandiri tapi tetap saja kamu seorang cewek. Pulang malam malam sendirian, akan berbahaya buat kamu " jelas Juna
"Aku beneran gak apa-ap.."
DUK
Tidak sengaja kakinya tersandung pinggiran kursi, dan membuatnya hampir terjatuh. Kedua tangan pria itu secara kompak meraih tubuh Naina agar tidak terjatuh.
GREP
" Hati-hati!" ujar Theo dan Juna secara bersamaan.
Begitulah Naina terjebak diantara dua pria yang menyukainya, namun ia tidak menyadari nya. Kedua pria yang terlihat akrab di luar itu sebenarnya bersaing dan bermusuhan.
Sebenarnya darimana kisah ini bermula?
Semua itu dimulai 8 tahun yang lalu...
...--***--...
Tunggu jawaban nya di episode berikutnya ya 🙏😊😊