Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 94. Kita kembar



πŸ€πŸ€πŸ€


Kantor perusahaan A-Tech, sore itu Kelvin sedang berada di ruangannya. Dia mengambil gelas berisi kopi panas untuk menyeruput nya, entah apa yang terjadi tiba-tiba saja Kelvin menjatuhkan gelasnya ke meja yang ada foto keluarga nya disana. Foto Naina, Kelvin dan Albry waktu anak itu masih ada di dunia ini. Kopi itu tumpah ke meja Kelvin.


PRANG!


"Yah...fotonya pecah" gumam Kelvin sambil memunguti foto kedua adiknya itu. Tiba-tiba saja perasaan nya tidak enak, seperti mendapatkan sebuah firasat.


Naina.. Kelvin melihat foto Naina yang masih remaja itu ternodai oleh kopi.


Segera setelah itu, Kelvin meminta seseorang untuk membereskan pecahan cangkir di ruangannya. Seorang OB laki-laki datang kesana dan membersihkan nya.


Kelvin memandangi foto itu dengan wajah yang bingung dan hati tidak nyaman. "Kok belum ada kabar dari Naina ya? apa dia baik-baik saja?" tanya Kelvin mencemaskan Naina yang belum menghubungi nya sejak pergi ke Maldives.


Pria itu berinsiatif menelpon adiknya lebih dulu. Hanya terdengar bunyi nada dering disana, Naina belum juga mengangkat telpon dari saudara kembarnya itu karena dia sedang berada di dalam rasa sedih dan sakit.


Dreet...


Dreet...


🎢🎢🎢


Naina masih menangis di kamar mandi nya,dia mendengar suara dering itu dari kamarnya. Tubuh Naina lemas, tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk berdiri dan berjalan ke arah ranjang nya untuk mengangkat telpon.


Kakak, Calling..


"Kakak? ada apa si dingin ini tiba-tiba menelpon ku" gumam Naina sambil melihat ke arah ponselnya.


Tut..


"Lama banget sih angkat telpon nya!" seru Kelvin protes


"Bilang halo, atau assalamualaikum kek..malah marah-marah.. jadi kakak gak so sweet banget sih" gerutu Naina pada kakaknya itu


"Maaf kelupaan, gara-gara seseorang yang lama banget angkat telpon nya" keluh Kelvin


Kok suara Naina terdengar parau ya?


"Ya maaf dong, tadi aku habis dari kamar mandi. By the way, ada apa kak meneleponku?" tanya Naina langsung pada intinya


"Gimana keadaan kamu Nai? kamu baik-baik saja kan?" tanya Kelvin perhatian pada adiknya


"Kakak nelpon aku cuma buat nanya itu?"tanya Naina


"Kamu gak senang diperhatikan kakak kamu sendiri?"


"Hehe ya aku senang banget kak, tapi kayanya mulai sekarang kakak harus lebih memperhatikan kakak iparku" ucap Naina sambil tersenyum pahit


Aku memang sedang butuh perhatian kakak, aku butuh semangat kak. batin Naina sedih


"Kamu ngomong apa sih! tentu saja aku juga akan tetap perhatian sama kamu, kamu satu satunya adikku" ucap Kelvin


"Iya.. aku tau, kakak sayang sama aku. Aku juga sayang sama kakak" Naina tersenyum sambil meneteskan air mata nya. Naina bingung ingin cerita penyakit nya pada siapa, jika dia cerita pada Kelvin mungkin saja akan jadi masalah besar untuk nya, dia akan kepikiran dengan Naina dan tidak fokus pada pernikahan nya.


"Nai. kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu baik-baik saja kan? suara kamu seperti orang yang habis menangis" tanya Kelvin menebak apa yang sedang dialami oleh saudara kembarnya itu.


"Ehm.. aku baik-baik saja kok" jawab Naina dengan berurai air mata


"Nai.. kita kembar, kita lahir dari rahim yang sama. Kata orang kalau saudara kembar itu punya ikatan batin yang kuat.. dan sekarang ikatan batin ku menangkap ada sesuatu yang salah dengan kamu" ucap Kelvin pada adiknya


DEG!


Seketika Naina langsung terhentak mendengar kata-kata Kelvin, satu tangannya mendekap dada. Semua yang dikatakan Kelvin benar adanya bahwa memang terjadi sesuatu pada dirinya.


Maafkan aku kak, aku gak bisa cerita dulu sama kakak dan semua orang tentang ini. Tapi aku janji setelah pernikahan kakak dan Keira selesai, aku akan ceritakan semuanya. batin Naina sedih


"Hehe, bukan kok kak. Kakak tenang aja, aku baik-baik saja. Oh ya, kemana Keira calon kakak iparku itu?" tanya Naina mengalihkan pembicaraan ke arah yang lain.


"Keira lagi pergi sama mama, mereka pergi ke tempat WO" jawab Kelvin


"Woah.. aku juga mau ikut dong. Sayang banget aku gak ikut, padahal aku mau ikut.. aku gak sabar mau lihat kakak sama Keira pakai baju pengantin" Naina tersenyum.


Aku masih bisa hidup saat itu terjadi.. ya kan? kalau terjadi sesuatu padaku, bagaimana dengan semua orang? aku harus sembuh, pasti sembuh ..karena mulai sekarang aku akan melakukan pengobatan. batin Naina yang semangat untuk sembuh.


"Nai, kamu jangan mengalihkan perhatian. Sebenarnya kamu tuh kenapa sih?" tanya Kelvin pada Naina, dia masih merasa kalau ada yang salah pada Naina.


Tingkat kepekaan nya dari dulu memang sangat tinggi..batin Naina


"Aku kan udah bilang kalau aku gak apa-apa kak" jawab Naina tegas


"Nai.."lirih Kelvin memanggil adiknya.


"Kak, aku mau tidur dulu ya. Aku lelah habis selesai pameran lukisan, nanti malam aku juga harus naik pesawat. Bilang sama mama sama papa jangan cemas, aku gak papa kok disini semua nya baik-baik saja. Bilangin sama mama juga jangan telpon dan kirim SMS terus, aku gak papa" jelas Naina panjang lebar pada kakaknya


Setelah itu Naina menyudahi pembicaraan mereka dengan kata Assalamualaikum. Kelvin keheranan dan bingung, dia yakin bahwa ada yang salah dengan saudara kembarnya itu. Naina yang akan pergi tidur itu, menelpon seorang dokter yang dia kenal yaitu Theo untuk menanyakan dokter spesialis kanker darah.


Theo yang senang mendapatkan telpon dari Naina, tiba-tiba saja menjadi heran karena Naina menanyakan soal kanker darah.


"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan ini Nai? siapa yang sakit kanker?!" tanya Theo yang sedang istirahat bekerja di rumah sakit tempatnya bekerja.


"Temenku ada yang bikin skripsi tentang kanker dan dia tanya apakah di rumah sakit tempat kakak bekerja ada dokter spesialis kanker? katanya dia mau magang disana" tanya Naina berhati-hati


"Ada sih, mau aku kasih nomornya? oh ya siapa nama teman kamu, biar aku bantu dia sekalian buat daftar magang sama dokter Erlan" tanya Theo tanpa curiga


"Ah.. itu..katanya dia malu kak, dia sebenarnya cuma mau tanya-tanya tentang kanker darah" jawab Naina berbohong


"Kalau tentang kanker darah sih aku juga tau sedikit, kamu bisa tanya sama aku" Theo tersenyum bahagia karena bisa mengobrol dengan Naina, setelah sekian lama mereka tidak bicara.


"Apa yang kakak ketahui tentang kanker darah? aku akan bantu temen ku mencatatnya" ucap Naina sambil membuka sebuah buku kecil dan bolpoin di ranjang nya, ia bersiap untuk menulis.


"Oh ya, penelitian nya tentang kanker darah stadium berapa?"


"Sebenarnya dia cuma mau tanya tentang pengobatan dan penyembuhan nya kak" jawab Naina


Pembicaraan Theo dan Naina terjadi selama 10 menit, Theo menjelaskan tentang pengobatan yang dijalani kemungkinan oleh pasien kanker darah. Ada lima cara pengobatan yang bisa dicoba untuk mengobati kanker darah yaitu kemoterapi, terapi radiasi, terapi biologis, tetapi target, transplantasi stem cell atau donor sumsum tulang belakang.


Ada lima cara pengobatan, berarti aku harus mencoba kelima cara ini. Aku pasti bisa sembuh. Naina tersenyum semangat.


"Kak Theo makasih ya penjelasan nya, aku akan kasih tau temenku sekarang"


"Iya Nai sama-sama.. Nai, kapan kamu pulang?" tanya Theo


"Insyaallah besok kak"


"Oh iya, kalau gitu hati-hati ya Nai" ucap Theo yang masih ada rasa pada Naina


"Iya kak"jawab Naina


Theo terlihat galau setelah telponnya dan Naina terputus. Dia masih belum bisa move on dari Naina dan mungkin tidak akan pernah bisa.


Kenapa begitu sulit melupakan kamu peri cantik? walau aku mencoba menjalin hubungan dengan Nisha, tetap saja aku hanya membayangkan kamu. Theo tambah galau melihat banyak pesan dari Nisha yang masuk ke ponselnya.


Pesan itu berisi perhatian Nisha pada Theo, tampaknya Nisha juga masih belum menyerah dengan cintanya.


...----****---...


Mau up lagi? komen dan like nya dulu dongπŸ₯ΊπŸ₯Ί kasih vote juga boleh banget..😍😍