
Di depan TK, tempat di kembar bersekolah. Leon terlihat menunggu di depan TK itu untuk menjemput si kembar.
" Alma pasti terkejut kalau dia tau aku udah pulang. Aku tidak sabar bertemu dengannya. Aku rindu sekali " gumam Leon sambil menyandarkan tubuhnya di mobil mewahnya.
Di sisi lain, Leon melihat dari kejauhan ada pria dan wanita yang sedang bertengkar. " Apaan mereka ribut-ribut di depan sekolah?'
Dan orang itu adalah Laura dan Jason. Hari itu Laura bermaksud menjemput Kelvin dan Naina untuk dibawa ke rumah Aditama dan bermain dengan Kayla. Sementara Risya di jemput oleh supir yang lain, karena Laura tidak mau satu mobil dengan anak hasil perselingkuhan suaminya itu.
" Lepaskan aku Jason! kamu sudah gila ya? aku tidak mau kembali lagi dengan mu !" ujar Laura marah kepada Jason yang menarik tangannya dengan paksa
" Aku mohon sayang, beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku bersumpah hanya kamu yang aku cintai. Sayang. " Jason memohon kepada Laura, dan tangannya memegang erat tangan Laura. Tercium bau alkohol yang kuat dari tubuh Jason.
" Percaya atau tidak, aku akan teriak kalau kamu terus melakukan ini. Kamu menjijikan !"
Laura menatap pria yang sedang dalam proses bercerai dengannya itu dengan tatapan mata yang tajam penuh kebencian dan jijik. Seakan semua cintanya sirna untuk Jason. Terbakar habis oleh kepercayaan nya pada Jason yang telah hilang.
Jason berani berlaku kasar dan memeluk Laura di depan umum tanpa tau malu, Laura mencoba memberontak. Akhirnya ia pun berteriak, meminta tolong.
" Tolong ! orang ini sudah gila! tolong!!" teriak Laura " Jason lepaskan !"
Leon tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja, ia menghampiri Laura dan Jason. Menarik Jason untuk menyingkir dari Laura.
" Kamu tidak dengar? dia bilang lepaskan, seperti nya kamu tuli ya?" tanya Leon sambil menatap sinis pada Jason
" Apa apaan kamu ikut campur HAH? ini urusanku dengan istri ku?!"
" Aku tidak peduli wanita ini istrimu atau bukan, tapi memaksanya dan bersikap kasar seperti itu pada wanita. Sangatlah tidak baik "
BUGH
Pukulan mendarat di wajah Leon, Jason yang marah dan sedang dalam pengaruh alkohol itu menjadi kalap.
" Jason, kamu !!" Laura melihat nya dan kebingungan
Leon melawan pukulan Jason, dan pria mabuk itu langsung K.O dalam satu pukulan.
" Kurang ajar kamu! kamu siapa ikut campur? Laura, pria ini siapa?" tanya Jason sambil memegang wajahnya yang memerah habis dipukul Leon
" Dia.. dia adalah pacar baruku." jawab Laura sambil menggandeng tangan Leon. Leon terlihat terkejut dengan pengakuan Laura.
Kenapa cewek ini bilang aku pacar nya?. Leon terdiam bingung
" APA?!" Jason kaget dan terlihat marah " Haa.. tidak mungkin Laura, kamu tidak mungkin berpaling dariku "
" Kenapa? kamu pikir pria di dunia cuma kamu saja? apa kamu pikir hanya kamu saja yang bisa berselingkuh? aku juga bisa " kata Laura sambil menyandarkan bahunya di tangan kekar Leon.
Akhirnya Jason yang menimbulkan keributan, berakhir dengan diseretnya ia oleh petugas keamanan yang ada di sekolah itu. Laura pun berkata agar memasukkan Jason ke penjara untuk orang-orang yang berselingkuh.
Setelah kejadian itu Laura meminta maaf karena mengatakan kalau Leon adalah pacarnya. Leon puh mengerti kalau Laura melakukan nya karena merasa terdesak, Leon juga tidak keberatan menolong Laura.
" Pipi mu terluka, saya akan cari obat dulu di sekitar sini ya " kata Laura cemas
" Tidak usah, akan ada yang mengobati nya nanti " Leon tersenyum memikirkan Alma.
" Benarkah? saya benar-benar minta maaf karena saya, kamu mengalami situasi yang tidak mengenakkan seperti tadi. "
" Sudahlah, tidak apa. " jawab Leon santai
Aduh, walaupun udah minta maaf aku tetap malu banget. Ngaku-ngaku pacarnya, gimana kalau pacarnya marah? atau gimana kalau istrinya marah?
" Oh ya, kamu kesini mau jemput siapa?" tanya Laura penasaran
" Anak anak aku "
Ternyata dia udah nikah.
" Terus kamu sendiri? jemput anak kamu?" tanya Leon
" Keponakan aku " jawab Laura
Kring kring kring
Bel pulang pun berbunyi, anak-anak berhamburan pergi keluar dari sekolah. Termasuk si kembar dan Risya. Si kembar belum terlihat.
Laura dengan sengaja mengabaikan Risya yang menyapanya dan menyuruh supir untuk mengantarkan nya pulang. Risya terlihat sedih, tapi Laura tidak peduli.
Leon heran dengan sikap Laura pada Risya.
" Maaf nih ya, aku cuma penasaran, kenapa sikap kamu kaya gitu sama anak itu? bukannya dia bilang kamu Tante nya?" Leon heran
" Sebenarnya dia.. dia anak dari suamiku dan mantan adik ipar ku. " jawab Laura sedih
" Maaf, seperti nya saya sudah bertanya kelewatan. Maaf ya "
Leon tidak menyalahkan tindakan Laura pada Risya, karena jika Leon jadi dirinya ia juga akan melakukan hal yang sama. Ia tidak akan memaafkan perselingkuhan, apalagi sampai memiliki anak. Laura pun jadi curhat pada Leon yang baru di kenalnya, dan Leon menjadi pendengar yang baik.
" Meskipun saya tidak bisa merasakan sakit hati yang kamu rasakan. Tapi saya mengerti kok. Semangat ya, hidup kamu tidak berhenti disini..Kamu harus bangkit, saya percaya cinta yang baru sedang menunggu kamu. Mungkin saja dia sedang dalam perjalanan nya menemui kamu " Leon tersenyum tulus dan memberikan semangat pada Laura.
" Terimakasih, semoga saja itu benar. Semoga saja saya bisa mendapatkan cinta lagi "
Entah kenapa hatiku tenang saat bicara dengan pria ini.
" Percayalah pada takdir tuhan. Setelah kesedihan akan ada kebahagiaan. Saya percaya itu, jadi nona juga harus percaya " kata Leon yakin
Seperti aku yang menunggu bertahun-tahun untuk bersama Alma.
" Jangan panggil saya nona, nama saya Laura "
" Jadi anda mengajak saya berkenalan? baiklah, saya Leon " Leon dan Laura berjabatan tangan
Naina dan Kelvin yang menghampiri kedua orang yang sedang duduk bersampingan itu.
" Om Leon? Tante Laura?" kata Naina menyapa keduanya dengan ramah
" Loh? kalian saling kenal?" tanya Laura dan Leon yang berbicara secara bersamaan. Lalu mereka pun tertawa kecil.
" Om Leon, ini Tante Laura. Kakak nya papa Bryan " Naina berinisiatif mengenalkan Leon dan Laura.
" Tante Laura, ini om Leon pacar nya mama. Calon suami Mama " kata Kelvin memperkenalkan Leon pada Laura. Sebenarnya ia melakukan nya sengaja untuk memanasi Laura supaya memberitahukannya pada Bryan. Kalau papa nya itu punya saingan berat seperti Leon.
Laura kaget dan tersentak mendengar kata-kata Kelvin. " Calon suami Alma? ini tidak bisa dibiarkan. Bryan saingan kamu berat juga " batin Laura panik
Jadi, dia adalah kakak nya Bryan?.
Leon pun mengajak si kembar untuk menemui ibu mereka. Namun Kelvin menolak ikut dengan Leon dan pergi dengan Laura. Jadi lah Naina yang ikut dengan Leon.
*****
Demi menghindari kecanggungan dan terbawa perasaan, Alma pun mengangkat ponselnya dan menelpon Andre sekretaris Bryan untuk menjemput nya.
" Kenapa kamu menelponnya?"
Apa dia sangat tidak mau mengantarku pulang?
" Dia kan sekretaris kamu, sudah tugasnya mengantar kamu, kemanapun kamu mau. Peranku hanya sampai disini pak Bryan " Alma memegang gagang pintu mobil, dan hendak keluar.
" Alma .." lirih Bryan, tangannya menghentikan Alma untuk bergerak lebih jauh.
" Lepaskan aku !"
" Aku akan menunggumu, sampai kamu kembali membuka hatimu lagi untuk ku "
" Aku tidak akan membuka hati ku untukmu lagi"
Terlalu banyak luka dan kesalahpahaman di masa lalu, aku tidak bisa menjalani kehidupan bersamamu lagi.
" Kamu tidak mencintainya, aku tau. Karena kamu mencintai ku !"
" Kepercayaan dirimu itu sangat buruk. Ah.. dan seperti nya keadaan mu sudah baikan. Mari kita bicara soal bisnis nya nanti lagi " Alma tersenyum pahit, dan menepis tangan Bryan.
Aku tidak mencintaimu lagi, aku tidak boleh.
" Kali ini aku yang akan mengejar mu Alma, aku akan mencintaimu secara sepihak. Lalu cinta mu padaku akan tumbuh lagi "
" Kak Bry, kamu..
Kedua tangan Bryan menyentuh kedua pipi Alma dengan lembut, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Alma dan hendak mencium nya.
Jantung mereka sama-sama berdebar. Alma pun tersadar dan menjauhkan Bryan dari nya.
" Maaf.. "
Bryan apa yang kamu lakukan? kamu sudah tidak waras ya?. Bryan memaki dirinya sendiri di dalam hati
Ya Allah, hatiku masih saja berdebar seperti dulu saat di dekatnya? ini tidak benar. Alma memegang dadanya dan terlihat kebingungan.
Tok, tok,tok
Seseorang mengetuk kaca mobil Bryan. Tepat di sebelah tempat Alma duduk. Alma terkejut melihat Leon yang mengetuk pintunya dan ia sedang menggandeng tangan Naina. Alma keluar dari mobil itu, Bryan juga mengikuti nya.
" lama tidak bertemu, pak Bryan " Leon tersenyum menyapa rivalnya itu
Dasar pria licik, apa dia pikir aku tidak tahu? bahwa dia yang sudah membuat Klien proyek ku yang berada di luar negeri mendadak menjadi rewel. Dia pasti sengaja membuatku sibuk disana agar aku tidak bertemu dengan Alma.
" Ya, lama tidak bertemu juga ya pak Leon. " sapa Bryan
Dia sudah pulang dari luar negeri? sialan! padahal aku sudah membuatnya sibuk disana. Ternyata, dia bisa pulang secepat ini?
" Kak Leon, kamu sudah pulang? kenapa tidak mengabari aku dulu?" tanya Alma
" Tadinya aku mau kasih kejutan, tapi ternyata malah orang lain yang terkejut "
" Mama, papa Bryan " Naina tersenyum polos melihat kedua orang tuanya itu
" Nai, kamu ikut om Leon kemari?" tanya Alma kepada anak perempuan nya itu
" Aku jemput dia dari sekolah, Kelvin tidak ikut denganku karena dia bilang mau main dengan Tante nya yang bernama Laura. Tadi wanita itu yang menjemput nya "
" Iya, Laura adalah kakak pak Bryan " jawab Alma. " Kak Leon, kenapa pipi kakak lebam?" Alma terkejut melihat pipi kanan Leon lebam, dan menyentuh pipi Leon.
Leon tersenyum puas dengan perhatian Alma padanya, matanya melirik ke arah Bryan seolah sedang mengejeknya.
Kamu lihat kan Bryan? Alma peduli padaku. Dia adalah kekasihku sekarang.
Sialan! matanya sedang mengejekku! seperti nya dia mengajak ku berperang. Oke, aku akan melayani mu. Bryan merasa tertantang.
" Tadi aku jatuh Al "
" Sudah diobatin?"
" Belum sempat Al "
" Ya ampun kakak ini. Ya sudah aku obatin dulu ya, mobilku ada di sebelah sana. " kata Alma sambil menunjuk ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari depan restoran.
" Terus aku bagaimana? kamu akan meninggalkan ku sendiri?" tanya Bryan kesal
" Nanti pak Andre datang kok, pak Bryan tunggu saja di mobil " jawab Alma cuek
" Aku tidak percaya kamu akan meninggalkan ku !" teriak Bryan kesal
Dia masih saja seperti anak kecil.umpat Alma di dalam hatinya
" Kak Leon, Naina, ayo kita pergi ke kantorku " ajak nya pad Leon dan Naina
" Tapi Ma, papa Bryan kasihan. Wajahnya pucat, seperti nya papa Bryan sakit " Naina terlihat cemas melihat Bryan
Bagus nak, memang layak menjadi anakku. Bryan merasa puas melihat Naina yang iba pada nya
Sebenarnya Alma juga mencemaskan Bryan, tapi ia tak bisa melakukan nya lagi. Hubungan mereka tidak lebih dari hubungan bisnis saja, dan ia adalah ayah dari kedua anaknya. Tidak lebih. Alma sudah memiliki Leon disampingnya sekarang, orang yang selalu ada untuknya selama 6 tahun dalam masa sulitnya.
Tidak mungkin baginya untuk mengabaikan Leon.
" Nai, nanti ada sekretaris nya papa Bryan yang akan mengurusnya " jawab Alma
Tak lama kemudian, Andre turun dari taksi dan menghampiri Bryan.
" Tuh kan, pak sekretaris nya sudah ada. Ayo kita pergi sayang. Papa Bryan akan baik-baik saja " Alma menggandeng tangan Naina.
" Papa maaf ya, Naina pergi dulu "ucap Naina
Disisi lain Leon menggandeng tangan Naina. Alma, Leon dan Naina pun berjalan bergandengan tangan, terlihat seperti keluarga. Sampai sampai Bryan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ketiga orang yang ada di depannya itu.
" Pak, apa bapak baik-baik saja?" tanya Andre cemas
" Kenapa kamu datang cepat sekali?!" bentak Bryan kesal
" Apa? biasanya kan bapak selalu menyuruh saya datang cepat "
" Seharusnya kamu datang lebih lambat " nada suara Bryan terdengar rendah, menunjukkan ia sedang sedih. Dalam sekejap ia merasa seperti orang asing yang baru masuk ke dalam kehidupan Alma dan kedua anaknya.
Alma, Naina. Aku akan memisahkan kalian dari si Leon itu. Aku akan mengambil kembali peranku sebagai papa kalian dan suami Mama kalian.
Pak presdir terlihat sedih, pasti karena nona Alma dan Pak Leon bersama. Kasihan pak presdir.
" Semangat pak, bapak jangan menyerah! bapak harus mengejar kembali nona Alma dan kedua anak bapak. Saya akan membantu bapak " Andre tersenyum
" Siapa bilang aku akan menyerah? aku akan selalu berjuang. " Bryan tersenyum cerah
Aku akan berjuang untuk kamu dan anak-anak kita.
" Ini baru pak Presdir "
🍂🍂🍂
Di apartemen nya, Selina sedang sendirian. Ia terlihat terpukul, hidup dan karirnya sudah hancur. Bahkan cinta nya juga meninggalkannya.
Di saat seperti itu, Jason mengunjungi apartemennya. Selina dan Jason bertengkar karena masalah Risya. Selina mengatakan niatnya untuk membawa Risya dari rumah keluarga Aditama dan menjadikan Risya model agar ia bisa mendapatkan uang. Karena Selina sekarang sudah kehabisan uang untuk hidupnya.
" Kamu sudah gila? kamu tidak bisa melakukan itu "
" Lalu bagaimana aku bisa hidup? memangnya kamu mau menghidupi ku?"
" Ya, aku bisa menghidupi mu dan Risya. Kamu tau kan aku adalah Presdir sebuah hotel besar! jangan lupa kan itu !" Jason memegang tangan Selina
" Lalu apa? kamu akan menghidupi ku dan Risya? kita hidup bertiga? apa maksud mu begitu? maaf, tapi aku tidak mau hidup bersama kalian bertiga "
" Kamu tidak punya pilihan Selina! kita sama-sama hancur. Semua nya telah terbongkar. Mari kita menikah saja " Jason menatap Selina dengan serius
" Menikah? tapi aku tidak cinta sama kamu, Jason !" seru Selina
" Benar, kita memang tidak saling cinta. Tapi, itu lebih baik untuk kita bersama bukan? kita sama-sama cocok di ranjang, kita juga sudah punya anak, aku akan menghidupi mu dan anak kita. Tidak perlu ada cinta "
Laura juga sudah meninggalkan ku, dia bersama pria lain. Untuk apa aku memohon mohon padanya lagi.
Selina tertegun mendengar permintaan pernikahan dari Jason. Terdengar gila untuknya, tapi masuk akal juga. Jika ia menikah dengan Jason, maka ia bisa bergantung pada Jason untuk hidupnya. Tidak buruk juga untuknya. Dan ia berencana ingin balas dendam pada Alma dan Bryan.
" Baik, mari kita menikah sebulan lagi " jawab Selina
" Ya,dan kita ambil Risya dari keluarga Aditama " kata Jason.
Jason dan Selina berpelukan.
*****
Sore itu Alma pulang ke rumah nya, ia diantar oleh Leon. Disana Leon sudah menyiapkan kejutan untuk Alma, dan kedua anaknya. Ia sudah memasak makan malam.
Mereka berempat pun makan malam bersama. Sementara Mia sedang pergi keluar rumah bersama pacarnya. Setelah makan malam, kedua anak kembar nya itu bermain di ruangan lain. Meninggalkan Leon dan Alma yang ada di ruang tamu.
Alma mengoleskan salep pada pipi Leon yang terluka dengan penuh kelembutan. Dan meniup niup nya.
" Harusnya aku yang memberikan kakak kejutan "
" Tidak, harus aku yang memberikan nya. Agar kamu tidak berpaling dariku "
Entah kenapa aku merasa kamu akan meninggalkan ku Al.
" Kak Leon, selamat datang kembali " kata Alma mengalihkan perhatian
" Kamu semakin cantik "
" Kak.. "
" Panggil Leon "
" Apa?"
" Aku bukan kakak mu, jadi panggil aku Leon "
" Leon "
Mereka saling bertatapan, wajah mereka saling berdekatan. Tangan Leon memeluk Alma dengan erat. " Aku merindukan mu "
Leon berniat mencium bibir Alma, namun ia urungkan niat itu. Alma terlihat gemetaran dan gugup saat Leon mendekati nya. Padahal sudah 6 tahun, tapi Alma masih belum bisa menerima nya sepenuhnya.
" Kak, maafkan aku " ucapnya yang melihat wajah Leon terlihat kecewa
CUP
Dengan gerakan cepat dan mendadak, Leon memberikan kecupan di pipi Alma dengan lembut. Tak lupa kedua tangannya membelai pipi Alma.
" Aku tidak akan memaksa mu, tanpa seizin mu. Aku tidak akan melakukan apa yang tidak kamu sukai. Aku sudah menunggu 6 tahun untuk menunggu jawaban darimu, aku tidak bisa bersabar lebih lama lagi. Kesabaran ku sudah habis, jadi kumohon terimalah aku " ucap Leon penuh harapan
Alma mendongakkan kepalanya, ia terlihat bimbang lagi dengan perasaan nya. Entah kenapa hatinya merasa berdosa pada Bryan, saat Leon mencium nya.
...---***---...
Hai Readers! jangan lupa udah baca, like juga ya..Thanks 😘🙏