
...ππ...
" Bry, bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya? kita sudah sepakat tentang pekerjaan ku. Kenapa tiba-tiba saja kamu meminta ku berhenti bekerja?" tanya Alma heran
Ya, benar kami kan sudah sepakat sebelumnya. Aku juga sudah setuju kalau Alma akan tetap bekerja setelah kami menikah. Tiba-tiba aku memintanya berhenti bekerja, dia pasti akan heran.
" Bryan? hey, sayang?" Alma menepuk nepuk bahu suaminya yang tampak sedang melamun itu
" Ah iya Al? anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa " Bryan tersenyum
Bryan kamu jangan terlalu protektif padanya, nanti kalau dia meninggalkan ku lagi bagaimana? tidak akan terjadi apa-apa pada Alma dan anak-anak.
Ada apa dengan Bryan? dia terlihat aneh.
" Bryan ada apa? kenapa kamu terlihat grogi begitu?" tanya Alma
" Ti-tidak, aku tidak grogi "
" Hem.. apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Alma curiga
" Tidak ada sayang " jawab Bryan cepat. " Oh ya, tiket pesawat kita sudah kuberikan pada Laura dan Kayla " Bryan dengan cepat mengalihkan pembicaraan
" Apa? kenapa diberikan pada kak Laura dan Kayla?" tanya Alma bingung
" Soalnya Leon pergi ke Paris untuk urusan bisnis, kamu tau lah kak Laura dan Kayla mau apa kesana?" tanya Bryan sambil tersenyum
Syukurlah aku berhasil mengalihkan pembicaraan. Jika tidak, Alma akan terus bertanya dan akan sulit bagiku menjawabnya.
" Jadi hubungan mereka berdua sudah berkembang sejauh itu? apa kak Leon dan kak Laura akan menuju ke arah yang serius?" tanya Alma penasaran
" Iya seperti nya begitu, kita doakan saja untuk kebaikan mereka " Bryan tersenyum lalu memeluk istrinya yang tanpa polesan make up itu.
Drett.. Dreet...
πΆπΆπΆ
Ponsel Alma berbunyi di dalam saku bajunya, ia mengambil ponselnya dan melihat Mike yang menelpon.
" siapa sayang?" tanya Bryan pada istrinya yang beranjak berdiri dari ayunan
" Ini pak Mike, aku angkat telpon nya dulu ya " Alma hendak melangkah pergi, tapi Bryan menahan nya.
" Disini saja angkatnya, aku mau dengar. "
" Sayang, tidakkah kamu terlalu curiga? ini hanya masalah pekerjaan " Alma tersenyum
" Pokoknya disini saja angkatnya, aku mau dengar loud speaker ya!" ujar Bryan tegas
" Oke " Alma patuh saja
Si Mike ngapain sih telpon Alma?
Tit...
Alma mengangkat telpon dari Mike, dan menyalakan pengeras suara di ponselnya itu agar Bryan mendengar nya.
" Halo pak " sapa Alma pada pria yang sedang bicara dengannya di telpon itu
" Halo Bu Alma, maaf menganggu kamu pada hari bulan madu kamu dan Bryan "
" Cih, kamu emang ganggu " gumam Bryan pelan. Alma langsung menyuruh suaminya itu untuk diam dulu.
" Ya, ada apa pak?" tanya Alma
" Katanya Gerry ingin bertemu dengan kamu dan membicarakan hal penting. Kamu bisa kan?" tanya Mike
" Gerry? siapa lagi Gerry?" bisik Bryan pada Alma yang sedang menelpon. " Huss.. sayang, kamu diam dulu ya " bisik Alma
Kenapa aku merasa mendengar suara Bryan?. Batin Mike kebingungan
" Kapan pak pertemuan nya?" tanya Alma sambil melirik ke arah suaminya yang terlihat kesal itu.
" Besok, apa kamu bisa? atau kamu masih bulan madu di luar negeri? " tanya Mike
" Aku ada kok pak, kami tidak jadi ke luar negeri. Besok aku akan menemui Pak Gerry " jawab Alma ramah
" Oke, kalau begitu aku mau menagih janjimu sekalian " Mike tersenyum
" Janji?"
" Iya, kamu janji mau mentraktir ku makan kan. Besok mari kita makan bersama " ucap Mike
Aduh, kenapa Bryan harus mendengar yang ini. Dia pasti marah. Lihat saja wajahnya. Alma terlihat takut melihat wajah Bryan yang marah
Makan bersama? ISTRIKU dan Mike? beraninya dia.. Bryan diam saja, tapi wajahnya terlihat kesal.
" Se-sepertinya nya kalau janji makan itu nanti saja ya pak. Besok saya juga agak sibuk " jawab Alma
" Oh ya, maaf ya aku lupa kalau kamu sudah menikah dan sedang masa bulan madu dengan Bryan. Ya, janji makan nya lain kali saja. Alma akan aku kabari besok "
Aku tidak salah dengar kan? dia memanggil istriku dengan namanya tanpa kata depan?. Kecemburuan Bryan semakin meninggi
" Haha iya pak, sudah dulu ya " Alma tersenyum lalu segera menutup telponnya dengan buru-buru.
" Bryan, aku mau ke kamar mandi dulu ya " Alma berjalan pergi menghindar dari Bryan yang wajahnya semerawut tidak menyenangkan untuk dilihat
" Oh sayangku, kamu mau kemana? aku rasa kita perlu bicara " Bryan menyeringai. Kedua tangannya memeluk Alma dan mendudukkan Alma di pangkuannya.
" woah! apa yang kamu lakukan Bry? ini diluar !" Alma kaget dengan posisi duduknya di pangkuan Bryan.Dan Bryan duduk di kursi taman.
" Kenapa kamu memiliki janji seperti itu dengan Mike? sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian?" tanya Bryan sambil mencium mi leher istrinya
" Ah.. Hentikan ini Bry! ini diluar, nan-nanti ada yang lihat " Alma kegelian dan berusaha menghentikan Bryan yang mencium nya.
" Makanya cepat jawab sebelum aku menghukum mu lebih banyak lagi " Bryan menyeringai, bibirnya tak mau berhenti menelusuri area leher dan tengkuk istrinya.
Cup
Cup
" A-aku salah apa sampai harus da-dapat hukuman.. huuhhh..." Alma mendesah kegelian
" Salah apa? membuat janji temu dengan pria lain mentraktir nya makan, itu sudah salah " Bryan berhenti sejenak dari aksinya, tangan nya mulai bermain ke mana-mana. Begitulah suasana pengantin baru yang membara.
Tangannya masuk ke dalam bajuku? ah tidak, apa dia akan melakukan nya lagi? ya ampun!
Alma panik dengan tangan Bryan yang berkeliaran di bagian tubuhnya yang sensitif. Lalu dengan insiatif nya, tangannya meraih leher Bryan. Kemudian bibirnya menyentuh bibir Bryan dengan lembut.
Alma mencium ku?
Perlahan-lahan Bryan mulai terbuai dengan ciuman lembut dari istrinya itu, tangannya yang tadi bergerak kesana kemari mulai diam di satu tempat dan memeluk tubuh mungil istrinya. Menikmati ciuman yang lama kelamaan semakin panas.
Akhirnya dia tenang juga.
Alma segera melepas ciumannya, begitu tubuh Bryan sudah bisa dikondisikan.
" Bry, dengarkan penjelasan ku dulu. Jangan marah dulu ! " ujar Alma
" Apa yang perlu ku dengar? kamu mau mentraktir nya makan siang? apa kamu pikir setelah berinisiatif barusan, aku akan melepaskan mu!"
" Bryan ! Aku mengajaknya makan bersama itu karena aku berhutang budi padanya, dia sudah menolong ku. Dan dia ingin aku mentraktir nya makan " jelas Alma
" Menolong apa? apa terjadi sesuatu padamu sampai kamu harus minta tolong atau di tolong olehnya?" tanya Bryan marah
" Kamu sabar dulu ! "
Alma menjelaskan pada Bryan yang terjadi beberapa hari sebelum mereka menikah, mobil Alma mogok dan saat itu ada dua orang pria yang mengganggunya. Lalu Mike dan Sharla datang menolongnya. Kemudian, terjadilah obrolan makan bersama itu.
Bryan terlihat kesal mendengar cerita Alma, karena ia menyimpulkan sendiri di dalam hatinya bahwa Mike ada rasa dengan istrinya.
" Bry, kamu jangan cemas. Aku kan sudah menikah dengan mu jadi tidak mungkin ada pria lain yang tertarik padaku. Aku juga sudah punya dua anak, siapa yang mau dengan istri orang dengan dua orang anak " Alma tersenyum polos
" Sayang, kamu tidak mengerti. Pria itu suka tantangan yang berbahaya" tangan Bryan membelai rambut Alma yang tergerai bebas
Kurang ajar sekali si Mike, walaupun dia sahabatku tapi jika dia mendekati Alma. Aku tidak akan tinggal diam.
" Suka tantangan? apa maksudnya?" tanya Alma dengan wajah polos dan benar-benar tidak tau apapun
Bryan hanya tersenyum melihat kepolosan istrinya. Bryan mengatakan pada Alma bahwa ia tak perlu mengerti semua hal apalagi tentang pria.
" Sayang, jika si Mike mengajak mu makan bersama lagi. Kamu harus menghubungi ku "
" Eh? tapi kenapa?" tanya Alma
" Patuh saja pada suami mu "
Alma beranjak dari pangkuan Bryan dan segera masuk ke dalam rumah nya.
" Kamu mau kemana buru-buru? Kita bisa menyelesaikannya disini " goda Bryan pada istrinya
" Apa? menyelesaikan apa?" tanya Alma bingung
" Menyelesaikan yang barusan, aku suka saat kamu berinisiatif " Bryan tersenyum seksi
" Kenapa sayang? kamu malu?jadi kamu ingin meneruskan nya di dalam?"Bryan melangkah mendekati Alma yang akan masuk rumah.
" Bry.. Bryan!! kamu nakal!!' " teriak Alma malu, sambil berlari lari kecil
" Sayang kucing kecilku, tunggu aku! " Bryan tersenyum melihat istrinya itu.
Bryan berlari menangkap Alma, mereka pun tertawa bersama dan terlihat bahagia.
πππ
Sore itu Laura dan Kayla sampai di Paris. Kayla tampak senang karena ia bisa jalan-jalan pergi ke Paris meskipun harus izin dari sekolahnya selama 3 hari.
" Wah Mama, kota ini indah sekali ya Ma. " Kayla " Seandainya kak Kelvin sama kak Naina ikut kita juga " gumam Kayla sedih
" Kita bisa liburan sama mereka lain kali, sekarang kita kesini kan bukan untuk liburan. Tapi untuk bertemu dengan paman ganteng mu itu " Laura menggandeng tangan anaknya itu.
Leon, aku datang.
" Iya Mama benar, paman Leon pasti kaget karena kita tiba-tiba datang kemari. " Kayla tersenyum
Mereka berdua pergi menuju ke salah satu hotel. Hotel yang sama dengan hotel tempat Leon menginap dan bertemu kolega bisnisnya. Saat mereka akan memasuki hotel, Kayla melihat ada Jason yang sedang menggendong Risya yang terluka.
" Ma! Mama, itu Papa sama Risya Ma!" Kayla kaget melihat Jason dan Risya juga ada di hotel itu
Jason? Jason dan Risya ada disini?
" Mana sayang?" tanya Laura
Laura menoleh ke arah Jason dan Risya yang berjalan masuk ke dalam hotel itu. Laura keheranan melihat Risya yang tangan dan kaki nya di perban, seperti habis terluka parah.
" Mama, Risya kenapa ya? apa Risya kecelakaan? ayo kita samperin Papa ma " ucap Kayla kepada ibunya itu.
Laura terdiam di tempatnya, tak mengindahkan putrinya yang ingin menemui sang Papa. Sebenarnya Kayla memang merindukan Papa kandung nya itu, ia tau kalau Papa nya sudah menyakiti hati ibunya tapi ia tetap merasa merindukan sosok Jason yang selalu tampak baik di matanya.
Sekelebat kenangan menghampiri gadis kecil itu, menatap Papa nya yang sedang menggendong saudara tirinya. Mata polosnya itu menatap Jason dengan penuh kerinduan. Laura tidak sanggup melihat anaknya yang sedih dan sangat rindu Papa nya.
" Ta-tapi kalau Mama tidak mau ketemu Papa, aku gak akan ketemu Papa juga " Kayla bicara gugup sambil memainkan kukunya
Laura, kamu jangan egois. Bagaimana pun juga Jason adalah papa kandung dari putrimu? kamu tidak berhak menghalang mereka bertemu, mereka ada ikatan darah.
" Tidak kok sayang, mari kita temui Papa mu ya " Laura tersenyum dan menggandeng tangan Kayla, bibir Kayla sedikit tersenyum.
Kemudian mereka berjalan menuju ke arah Jason dan Risya. Kedua orang itu terkejut melihat Laura dan Kayla ada disana. Kayla segera berlari menghampiri Papa nya lebih dulu dan mencium tangan Papa nya.
" Papa!" ujar Kayla dengan sopan
Risya yang sedang sakit, semangat nya langsung kembali saat melihat Kayla dan Laura.
" Tante Laura, Kayla? aku gak mimpi kan?" tanya Risya
Perhatian Laura fokus pada Risya yang terluka, Laura juga tampak cemas saat melihat Risya. Jason tersenyum senang saat melihat Laura dan Kayla yang ada di kota itu.
" Hei Laura, apa kabar? apa kamu kesini untuk menemui ku?" Jason dengan kepercayaan diri nya bertanya pada Laura
" Aku baik, dan aku kesini bukan untukmu. " jawab Laura dingin. " Kenapa dengan Risya?" tanya Laura
" Risya di siksa oleh Selina " jawab Jason
" Apa??" Laura dan Kayla kaget mendengar nya.
Akhirnya Jason, Laura, Kayla dan Risya duduk di lobi hotel. Risya dan Kayla asyik memakan eskrim mereka, kedua anak itu tampaknya rindu kebersamaan mereka dan mengobrol banyak.
Jason menceritakan semua nya tentang Risya dan Selina, bahwa pria itu sudah mengambil jalan yang salah membawanya pada kematian dan kesengsaraan dalam hidupnya. Setiap kata-kata nya menunjuk penyesalan yang mendalam.
" Laura, andai kata kita bisa bersama kembali. Apa kamu akan menerima ku? aku adalah Papa Kayla, kita bisa menjadi keluarga yang lengkap lagi kalau kita bersama kan?" tanya Jason dengan senyuman pahit di wajahnya, tangannya mulai menyentuh tangan Laura. Terlihat Laura menatapnya dengan jijik.
" Maaf tapi itu tidak akan terjadi, tempat Papa nya Kayla untuk seterusnya adalah aku " Leon tiba-tiba datang dan menarik tangan Laura. Sehingga wanita itu jatuh ke dalam dekapan nya.
Deg Deg Deg
Kenapa Leon mengatakan ini? apa maksudnya dia menyukai ku juga?
Laura terpana mendengar nya, ia merasa seperti ada sesuatu yang berdebar di dalam dirinya. Kata-kata Leon membuatnya sangat terkejut.
" Kamu lagi?!" Jason langsung berdiri dan kesal melihat kehadiran Leon.
Sialan! kenapa pria ini bisa ada disini? apa Laura dan Kayla kesini untuk nya? kenapa dia lebih tampan dan lebih kaya dariku?
" Le-Leon??" Laura
" kamu benar-benar membuatku terkejut Laura, kenapa kamu dan Kayla tidak bilang dulu padaku kalau kalian akan kemari?" Leon tersenyum pada Laura
" Ehm.. itu..."
Kayla langsung berlari menghampiri Leon dan memeluk pria itu. Kayla menjelaskan pada Leon bahwa mereka pergi ke Paris untuk mengejutkan Leon, dan sekalian Kayla juga ingin bertemu dengan Leon dan kangen padanya.
Jason cemburu melihat anaknya sangat dekat dengan Leon. Leon juga terlihat cemburu karena ia melihat Laura berbicara dengan mantan suaminya itu. Leon segera membawa Laura dan Kayla pergi menjauh dari Jason dan Risya.
" Laura, Kayla kalau kalian mau menemui ku dan Risya kami ada di lantai 3 kamar nomor 502 " ucap Jason pada Laura dan Kayla sebelum mereka pergi
Siapa yang akan menemui mu? bodoh!. gerutu Leon kesal
" Ayo kita pergi " ajak Leon sambil membawa koper yang dibawa Laura. Wajah Leon terlihat kesal dan tidak ada senyuman sedikit pun di wajahnya.
Laura? apa di hati kamu masih ada Jason?
" I-iya Leon "
Bisakah aku mengartikan bahwa tindakan Leon saat ini adalah cemburu?
Leon mengantar Kayla dan Laura ke kamar nya yang bersebelahan dengan kamar tempat Leon tinggal. Sampai mereka masuk ke dalam kamar,Leon sama sekali tidak tersenyum ramah seperti biasanya. Hal itu membuat Laura kebingungan.
Saat mereka mulai dan setelah selesai makan malam bersama pun, Leon tidak banyak bicara kecuali pada Kayla.
Ada apa dengan Leon? apa aku berbuat salah?
.
.
.
Saat Kayla sudah tertidur karena lelah, Laura yang kepikiran terus dengan Leon akhirnya menghubungi Leon, lalu mengajak nya bicara. Mereka pun bertemu di balkon yang saling bersebelahan itu. Terlihat menara Eiffel yang bersinar terang menghiasi pemandangan malam mereka.
" Leon, sebenarnya kamu kenapa?" tanya Laura sambil melihat wajah Leon yang dingin
" Aku kenapa? aku baik-baik saja "
" Leon aku tau ada yang salah, atau seperti nya kamu tidak senang ya aku dan Kayla kemari?" tanya Laura
" Tidak, aku senang " jawab Leon cuek
Laura pun bertanya lagi pada Leon apa yang dipikirkan oleh Leon saat melihatnya bersama Jason. Leon langsung terkejut dan menunjuk reaksi yang tidak biasa, dengan jujur nya pria itu berkata " Bahwa ia tidak nyaman dan tidak senang melihat Laura bicara dengan pria lain "
" Laura apa kamu masih menyukai Jason?" tanya Leon serius
" Apa yang kamu katakan ini tidak masuk akal, Leon "
Yang aku sukai itu kamu.
" Ya sudah jawab saja! kamu suka dia atau tidak " Leon bertanya-tanya dengan tegas, ia pun meloncat ke balkon Laura dan mendekati nya
DRAP
" Leon, itu bahaya !" Laura kaget dengan tindakan Leon.
Tubuhnya semakin dekat dengan ku?
" Jawab !"
" Aku tidak suka " jawab Laura
Leon tersenyum lalu memegang tangan Laura dan meraih tubuhnya. Mendekap wanita itu ke pelukannya.
" Le-Leon " mendadak Laura bicaranya menjadi terbata-bata
Itu artinya kesempatan ku sangat besar.
Leon melepaskan pelukannya, dan bibirnya menyentuh bibir Laura dengan lembut.
Dia mencium ku?
" Le-leon?" Laura kaget, dan langsung memegang bibirnya yang baru saja di kecup itu
" Laura aku menyukai mu " Leon tersenyum memandangi wanita itu dengan penuh cinta dan ketulusan.
Laura terdiam kaget, ia merasa bahwa yang terjadi padanya seperti mimpi.
Seperti ada kembang api meledak-ledak di dalam hatiku.
...---***---...