Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 28. Sebelum ujian



Pov


Keira Kelvin


...🍀🍀🍀...


.


.


Selama satu minggu itu, Juna berusaha keras belajar dalam setiap kesempatan. Dibimbing oleh Keira dan Naina yang lebih pintar dari nya. Juna yang lemah di bidang matematika, lebih serius menekuni pelajaran matematika.


Hari itu sepulang sekolah, Juna berkumpul dengan teman-teman nya anggota geng Virsche boys, setelah selesai belajar bersama Naina, Keira dan Damar.


"Hai bro! udah lama Lo gak kemari" sapa Bagas pada temannya itu


"Kita ini jadi anak rajin tau, bentar lagi kan UKK" jawab Damar sambil rebahan di sofa


"Woah? jadi kalian belajar? dapat ilham darimana?" tanya Nando


Juna mengabaikan teman-teman nya yang sedang mengobrol. Dengan wajah serius, Juna langsung mengambil buku yang ada di tasnya, lalu mulai membaca-baca isi buku itu.


Teman-teman nya terkejut dengan sikap Juna yang akhir-akhir ini sering membaca buku. Mereka bahkan menggoda Juna, bahwa sekarang Juna berteman dengan buku. Di saat teman-teman nya sibuk bermain video games di markas Virsche boys, Juna sibuk belajar dengan giat.


"Jun, rajin banget sih Lo. Sini main game dulu, atau makan dulu"


"Gak, kalian aja. Gue belum selesai" jawab Juna sambil membuka buka buku pelajaran nya


Besok kan ujian, aku harus bisa. Masuk lima puluh besar. Semangat!


Teman-teman nya langsung tetpana melihat Juna yang berubah akhir-akhir ini. Karena siapakah Juna berubah? Mereka pun mulai berbisik-bisik membicarakan Juna.


"Si Juna kenapa tuh mar?" tanya Reza penasaran


"Kejar target dia, biasa si Naina" jawab Damar


"Bener bener ya si Naina membawa perubahan yang besar sama si Juna. Selama ini si Juna juga gak pernah deket sama cewek, eh sekalian deket sama cewek dia dibikin bucin" Nando tak percaya kalau Juna yang selalu menghindar dari wanita akan dekat dengan Naina dan berubah


"Walaupun mustahil sih kalau si Juna bakal masuk rangking lima puluh besar. Tapi, gak ada yang tau ke depannya" Damar tersenyum melihat Juna yang semangat belajar.


"Woy Jun! makan dulu, Lo belum makan" ucap Bagas pada Juna


"Gak" jawab Juna fokus pada bukunya


"Kalau Lo gak makan makan, gimana mau fokus belajar. Nanti Lo sakit" kata Reza cemas


"Lo perhatian aja sama pacar Lo, sana! jangan perhatian sama gue" jawab Juna yang matanya masih tertuju sama buku


"Wah sialan Lo! malah ngatain yang jomblo!" seru Reza sambil melempar bantal ke arah Juna. Juna anehnya tidak membalas, ia malah menyimpan bantal itu ke sofa. Lalu melanjutkan belajarnya.


Damar dan teman-teman nya yang lain mulai cemas pada Juna yang tidak memedulikan kondisi tubuhnya karena sibuk belajar. Juna banyak menghabiskan waktunya belajar di markas, bahkan saat di rumah pun matanya tak terlepas dari buku. Ia benar-benar belajar sungguh-sungguh untuk ujian.


🍁🍁


Kalau Juna disibukkan dengan belajar untuk ujian, Keira malah sibuk dengan pekerjaan nya di restoran. Keira bahkan hampir tidak sempat belajar dan jam tidurnya pun mulai berkurang.


Malam itu sebelum besoknya ujian, di restoran tempat Keira bekerja. Gadis itu sedang membersihkan meja meja yang kotor bersama pegawai lainnya. Melihat seorang pelanggan datang, Keira langsung menyambutnya seperti biasa.


"Selamat datang.." Keira langsung tertegun melihat Kelvin, Naina, Theo dan Nisha yang datang kesana.


Kenapa mereka ada disini?.


Kelvin khawatir melihat wajah Keira yang pucat dan berkeringat.


"Jadi ini yang kamu sembunyikan dari kami? pantas saja kamu selalu bilang sibuk dan selalu pulang buru-buru" Naina kecewa


"Kei, kamu kerja disini?" tanya Nisha sedih


"Naina..."


"Udah, masuk dulu. Kita menghalangi jalan" kata Theo


Theo,Nisha dan Naina langsung mencecar Keira dengan banyak pertanyaan. Intinya kenapa Keira tidak menceritakan kesulitannya pada teman-teman nya itu? Theo, Nisha, Naina kecewa dan sedih karena Keira membagi dukanya kepada mereka.


Keira menjelaskan pada sahabat-sahabat nya itu, bahwa ia tidak mau membagi duka nya dengan mereka. Keira lebih senang jika ia membagi kesenangannya daripada kesedihannya.


"Kamu tidak boleh begitu dong, kita kan sahabat. Kalau kamu ada masalah, kita bisa jadi pendengar yang baik dan membantu kamu. Jangan disimpan sendirian" jelas Naina pada Keira


"Sahabat itu berbagi dalam suka dan duka, apa kamu lupa Kei?" tanya Theo


"Maafkan aku. Aku tidak berfikir sampai sejauh itu, aku beruntung punya sahabat seperti kalian" Keira tersenyum di wajah lelahnya


Apa Keira sakit? wajahnya pucat. batin Kelvin tidak tenang


Padahal besok hari ujian, tapi Keira masih harus bekerja sampai malam. batin Naina sedih melihat temannya yang lelah.


Pelanggan berdatangan untuk makan malam dan ngopi ngopi disana, Keira tidak bisa berlama-lama mengobrol bersama teman-teman nya lagi. Keira sangat sibuk melayani para tamu.


Melihat Keira yang sibuk, sahabat-sahabat nya termasuk Kelvin. Berinisiatif meminjam celemek pelayan restoran itu untuk membantu Keira melayani tamu.


"Kei, kamu duduk aja ya istirahat. Khusus hari ini kami yang akan bekerja!" Nisha semangat


"Iya, kamu tenang aja. Kita bisa kok" kata Naina sambil tersenyum semangat


"Ta.. tapi.." Keira bingung mau bilang apa lagi, melihat sahabat-sahabat nya berinisiatif membantunya. Ia juga tidak bisa bilang tidak pada mereka.


"Kei, gak papa kamu istirahat dulu saja. Teman-teman kamu juga sudah membantu" kata Pak Irwan pada Keira sambil senyum-senyum melihat Kelvin dan Theo yang sedang dikerubungi para pelanggan wanita.


Restoran ku jadi laku karena ada dua orang tampan itu? apa aku rekrut saja mereka ya untuk bekerja disini?. Pikir pak Irwan dalam hati


Keira duduk beristirahat dan hanya melihat teman-teman nya melayani tamu dengan semangat. Diam-diam Kelvin tersenyum melihat Keira yang sedang duduk di kursi. Keira membalas senyuman dengan senyuman. Namun senyuman Keira tiba-tiba menghilang saat ia melihat hal tidak terduga di depannya.


loh? apa apaan mereka!. Keira langsung berdiri dari kursinya melihat Kelvin yang kerumuni oleh para wanita


"Hai kakak ganteng, foto sama aku yuk" ajak seorang gadis pada Kelvin


"Kakak, minta nomor telpon nya boleh? kita saling follow Ig yuk?" tanya gadis lainnya pada Kelvin dengan mata yang genit.


"Maaf, saya tidak punya nomor telpon. Ig juga gak punya" jawab Kelvin datar dan cuek


"Yah.. foto aja yuk kak, foto" kata si anak gadis itu memaksa Kelvin.


"Maaf ya de, kakak nya sibuk. Vin, kamu di belakang aja." kata Keira dengan bibir monyong nya


"Tapi kamu kan lagi istirahat?" tanya Kelvin


"Kakak siapa sih ganggu aja! kakak ganteng ayo foto yuk" dengan genitnya gadis itu memegang tangan Kelvin. Kelvin juga terlihat tidak nyaman.


Apa apaan bocah bocah ini?. Keira melotot ke arah dua anak gadis itu.


Keira langsung menarik tangan Kelvin dan menggandeng nya. Keira kesal dan entah apa sebabnya ia kesal.


"Hey de! kakak ini sudah punya pacar, jadi jangan deketin dia lagi. Nanti pacarnya marah"


"Beneran kakak ganteng sudah punya pacar? mana pacarnya?"


"Gak percaya ah"


Bocah-bocah ini.


"Aku pacarnya! puas!" teriak Keira.


Beberapa orang di sana mendengar teriakan Keira dan langsung melihat ke arah Keira. Kelvin sendiri terkejut mendengarnya dan menatap Keira.


Pacar?. batin Kelvin senang,namun diluar ia tak berekspresi.


Apa? aku bilang apa? pacar? aku sudah gila ya?!! Keira merasa malu karena semua orang melihatnya dan ia mengaku ngaku sebagai pacar Kelvin.


Keira tak berani menatap Kelvin yang sedang melihatnya. Sementara itu Theo, Nisha dan Naina tertawa melihat tingkah Keira.


...---***---...