
🍂🍂
Kenapa Alma bisa bersama dia?
Kenapa Bryan berpelukan dengan wanita itu?
Bryan dan Alma saling menatap curiga. Alma menghampiri Bryan dan Livia.
" Alma kenapa kamu disini?" tanya Bryan
" Aku ada urusan disini. Lalu kamu ngapain sama nona ini? " tanya Alma sambil tersenyum tipis. Bibir Alma terasa kelu saat dirinya akan bertanya kenapa Bryan bisa terlihat berpelukan dengan Livia. Ia mengurungkan pertanyaan nya itu dan menyimpan nya dalam hati.
Bukannya menjelaskan situasi itu, Livia malah melihat ke arah Alma, dengan tatapan memindai nya.
Wanita ini bahkan tidak secantik Selina. Tapi, dia bisa membuat Bryan sangat mencintai nya. Beruntung sekali.
" Alma, kamu jangan salah paham dulu. Aku cuma bantuin dia, karena kaki nya terluka gara-gara aku " Bryan mencoba menjelaskan
" Ya, aku gak salah paham kok tenang aja. Maaf Bryan, aku buru-buru. Pak Mike, ayo " Alma tersenyum pahit
Aku sudah tau rasanya cemburu, tapi kenapa hatiku masih saja sakit. Di masa depan aku juga akan menghadapi hal hal seperti ini, wanita yang menyukai Bryan pasti bukan aku saja. Aku takut. Batin Alma sedih
" Bukannya seharusnya kalian bicara dulu " kata Mike
" Tidak perlu pak, kita kan buru-buru. " Alma tersenyum
Mike dan Alma pergi naik lift ke lantai atas. Bryan terlihat merasa bersalah. Pasti Alma salah paham lagi padanya. Disisi lain ia tak bisa meninggalkan Livia yang kakinya sedang terluka.
" Bryan, aku tidak apa-apa kok. Kalau kamu mau menyusul tunangan kamu, silahkan saja " Livia tersenyum ramah
Kebetulan saat itu ada Ian yang sedang lewat, Bryan langsung menitipkan Livia pada temannya itu. Kemudian, Bryan segera menyusul Alma ke lantai atas. Ia sangat takut Alma akan salah paham dan meninggalkan nya lagi seperti 7 tahun yang lalu.
" Alma, angkat dong telponnya!"
****
Alma, Sharla, Mike dan salah Gerry ( teman Mike ), nampak berada di sebuah ruangan rapat di dalam hotel itu. Mereka membicarakan masalah pekerjaan. Hanya butuh 15 menit untuk menyelesaikan pembicaraan itu, waktu yang cukup singkat.
Setelah itu Alma dan Mike keluar dari ruangan rapat dan mereka naik ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah.
Beberapa menit kemudian..
Ting !
Pintu Lift terbuka, Alma dan Mike keluar dari Lift itu lalu berjalan menuju ke arah luar hotel.
" Sekali lagi terimakasih atas bantuannya, pak. Saya belajar banyak desain dari teman-teman bapak. Terimakasih sudah mengenalkan saya pada desain desainer terkenal "
" Dari tadi kamu tidak berhenti bilang terimakasih, kalau kamu memang mau berterimakasih. Aku mau kamu mentraktir ku nanti "
" Oh.. baiklah, lain kali saat waktu luang saya akan mentraktir bapak " Alma tersenyum
Ada tatapan tak biasa dari Mike untuk Alma. Semakin Mike mengenal tunangan sahabatnya itu, semakin Mike mengagumi Alma. Bukan hanya karena dia adalah wanita yang cantik. Akan tetapi, karena Alma adalah wanita yang berbeda dari wanita wanita yang selama ini pernah ia temui dan singgah ke dalam hidupnya.
Mike mulai berandai-andai dengan serius, kepalanya membayangkan hal-hal yang tidak terduga dan mungkin tidak akan terjadi. Bagaimana jika Alma bertemu dengan nya lebih dulu? seandainya Alma dan Bryan belum bersatu, bisakah ia berada di sampingnya? Ataukah jika Alma putus dengan Bryan, akankah ia mendapatkan kesempatan? pertanyaan itu berputar putar di kepalanya.
Gila ya kamu Mike! dia sudah menjadi tunangan sahabatmu, dan kamu menginginkan nya? perempuan masih banyak Mike. Mike merutuki dirinya sendiri di dalam hati
" Pak Mike ada apa? kenapa bapak melamun?" tanya Alma
" Ah tidak apa-apa. Bu Alma bukankah seharusnya kamu bicara dulu dengan Bryan? dia terlihat sangat..."
" Alma!" teriak Bryan sambil berlari menghampiri Alma dan Mike yang berada di depan hotel itu.
" Bry? "
" Hai Bryan " sapa Mike
Tidak ketemu 2 hari saja dengan Alma, dan dia sudah dekat dengan Mike. Bryan menatap Mike dengan tatapan tajam
" Wow wow wow.. santai bro, jangan menatapku begitu. Aku akan pergi Bryan, biar Bu Alma saja yang menjelaskan nya padamu " Mike mengerti keadaan kedua orang yang butuh bicara itu, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
Bryan mengajak Alma masuk ke dalam mobilnya, kedua nya terlihat sama-sama lelah. Setelah menjelaskan semua yang terjadi, mereka pun berencana pulang.
Namun, perasaan Alma kembali menjadi tidam nyaman saat mencium parfum wanita yang sangat menyengat dari tubuh Bryan, hatinya mulai terbakar cemburu. Alma sangat tidak nyaman dengan bau parfum itu.
" Aku akan antar kamu pulang " Bryan bersiap menstater mobilnya
" Bukankah acara reuni kamu belum selesai?" tanya Alma dingin
" Aku sudah menyudahi nya sendiri, disana membosankan " jawab Bryan
" Kenapa? apa kamu merasa terganggu karena melihat ku disana?" tanya Alma tajam
" Sayang.. aku sudah menjelaskan nya barusan, kenapa kamu masih marah? " pria itu melihat ke arah Alma.
" Ya, aku masih marah. Bahkan aku bisa merasakan wanita itu masih memelukmu saat ini " Alma kesal
" Lalu apa yang harus aku lakukan?"
" Buka bajumu!" ujar Alma pada Bryan. Sontak saja Bryan langsung kaget. " Kamu mau apa sayang? kenapa menyuruh ku buka baju?" tanya Bryan.
" Jangan banyak tanya ! buka saja sekarang, atau aku akan tambah marah " Alma mengancam
Berapa lama wanita itu mengambil kesempatan memeluk Bryan? sampai baunya tercium sangat menyengat. Kenapa saat cemburu intuisi ku sebagai wanita mendadak menjadi sangat kuat?
Sabar Bryan, ingat rumus wanita. Wanita selalu benar, wanita selalu menang. Karena kamu yang salah, kamu harus mengalah.
SREK
SREK
Pertama-tama Bryan membuka jas nya, lalu kemeja dan dalaman nya.
Untungnya Bryan dan Alma ada di dalam mobil, jadi Bryan tidak malu saat ia membuka bajunya. Sekarang pria tampak itu telanjang dada.
Alma mengulurkan tangannya" Berikan bajunya!"
" A-apa? kamu mau apakan bajuku?" tanya Bryan bingung.
" Berikan , Bry!" ujar Alma tegas
Pria itu segera menuruti permintaan tunangan nya, memberikan baju yang baru saja ia lepas. Alma memegang baju itu lalu merobek nya di depan Bryan dengan gunting yang ia bawa di tasnya.
SREK
SREK
Tanpa bicara apa-apa, hanya terlihat wajah yang menunjukkan amarah, Alma merobek-robek pakaian dan jas Bryan yang harganya puluhan juta itu, sampai hancur.
Bryan ternganga melihat kelakuan Alma yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
" Hey ! apa yang kamu lakukan? dari mana juga gunting itu?" tanya Bryan heran
" Selesai " Alma keluar dari mobil itu dan membuang pakaian robek Bryan ke tempat sampah.
Alma kembali masuk ke dalam mobil sambil tersenyum puas dengan apa yang baru saja ia lakukan. Bryan menatap Alma penuh pertanyaan, apa maksud nya tunangan nya itu merobek bajunya dan membuatnya telanjang dada?
Akhirnya aku menyingkirkan baju yang memiliki bau perempuan itu.
" Ayo jalan !"
" Sayang, bagaimana aku pulang dengan keadaan seperti ini? " tanya Bryan yang telanjang
" Aku tidak peduli, kalau kamu tidak mau mengantarku. Ya sudah, aku bisa naik taksi " Alma hendak membuka pintu mobilnya, namun tangan Bryan menghalangi nya.
" Hey sayang, kamu masih marah ya?" tanya Bryan dengan nada suara yang lembut
Dia masih saja marah.
" Oke.. kali ini apa salahku? katakan, agar aku bisa memperbaiki nya?" kedua tangan pria itu memegang tangan Alma
" Berapa lama wanita itu memelukmu?" tanya Alma
" Dia tidak memelukku, dia hanya terjatuh karena kaki nya terluka "
" Itu hanya modus, jelas jelas dia itu memelukmu "
" Baiklah, jika kamu berkata begitu maka ya dia memelukku. "
" Bryan !" Alma semakin marah dan meninggikan suaranya
Bilang begini salah, bilang begitu salah. Ya sudah, aku pakai cara ini saja.
Bryan mendekatkan wajahnya ke wajah Alma langsung mencium pipi nya. Benar saja, Alma langsung diam dan amarahnya mulai mereda.
" Jangan kira aku akan memaafkan mu dengan mudah "
" Sebenarnya apa yang membuatmu marah Al?"
" aku tidak marah, tapi aku takut. " jawab Alma mulai jujur
" Takut? takut apa?" tanya Bryan
" Aku tidak bisa bilang " Alma terlihat ragu
" Kenapa?" Tangan Bryan membelai pipi wanita itu dengan lembut, terlihat wajah Alma yang sedih dan tampak bingung
" Karena jika aku mengatakan nya mungkin itu akan terjadi. Aku sering ingat kakek bilang kalau ucapan adalah doa, jadi aku tidak bisa mengatakan nya "
Apa yang ditakutkan Alma sampai dia tidak mau bicara? Apa itu karena aku dan Livia tadi?
GREP
Bryan memeluk Alma dengan tubuh telanjang dada nya itu. Alma terpana dan langsung membeku saat tubuh Bryan yang hangat menyentuhnya.
" Sayang, aku mencintaimu. Aku tidak mungkin mengkhianati mu. Hatiku hanya untukmu seorang Almahyra " kata Bryan dengan senyuman di bibirnya, tangannya masih memeluk Alma.
semoga kata-kata ku ini bisa menenangkan nya.
" Aku percaya kamu Bryan, jadi jangan bilang lagi. Aku sudah tau, hanya saja aku takut kalau suatu saat nanti kamu akan bosan denganku dan melihat wanita lain "
" Sstt.. apa yang kamu bicarakan? itu tidak akan terjadi, bahkan selama 7 tahun ini hanya kamu saja yang terlihat di mataku. Aku akan jatuh cinta padamu setiap hari sayang "
Perasaan Alma sedikit lebih tenang saat Bryan memeluknya, dan mengatakan kata-kata manis untuknya. Setelah lama berpelukan, Alma pun sadar kalau seharusnya ia tidak bertemu dengan Bryan.
Ia teringat kata-kata Bu Delia, bahwa mereka harusnya tidak bertemu sebelum menikah. Alma menjadi panik.
" Mama bisa marah kalau tau kita bertemu seperti ini "
" Sudahlah, kita kan tidak sengaja bertemu. Tidak akan terjadi apa-apa kok. Santai lah Al " Bryan menenangkan
" Sebaiknya aku pergi ke rumah kamu naik taksi, kita terpisah saja ya. " Alma bermaksud menjemput anak-anak nya.
" Tidak apa, bareng saja denganku. Ini sudah malam Al "
" Nanti Mama marah. Udah ah aku mau naik taksi " Alma keluar dari mobil dan langsung berlari naik taksi. Bryan tak bisa mengejar nya karena ia tidak memakai baju.
🍂🍂🍂
Setelah pertemuan tidak sengaja antara Bryan dan Alma malam itu. Mereka tidak bertemu lagi.
Sampai tibalah dimana satu hari lagi, akan terjadi pernikahan yang sakral Bryan dan Alma.
Alma dan kedua anaknya berada di rumah saja hari itu. Hati Alma terasa berdebar-debar, padahal hari itu bukan saatnya ia menikah tapi ia sudah berdebar duluan.
Saat itulah Mia, sahabat Alma datang untuk menemaninya di hari-hari bahagia nya.
" Gak nyangka besok kamu akan menikah Al. Aku berharap semoga kamu bahagia dan langgeng selamanya sama pak Bryan " Ucap Mia tulus
" Iya Mi, padahal ini bukan pernikahan pertama ku tapi kenapa aku gugup begini " Alma memegang dadanya
" Karena ini pernikahan yang sesungguhnya untuk kamu Al. Saat itu kamu dan pak Bryan menikah tanpa perasaan, tapi sekarang berbeda. Makanya pernikahan kali ini adalah benar-benar pernikahan untukmu, serasa pernikahan pertama " Mia tersenyum dan memeluk sahabatnya itu dengan gembira
" Terimakasih Mia, kamu sudah mendukung ku" Alma tersenyum senang
🍂🍂🍂
Tak terasa beberapa jam sudah berlalu, Hari pernikahan Bryan dan Alma pun tiba..
Pagi itu Alma sudah bersiap dengan gaun pengantin nya, ia tampak duduk di sebuah sofa empuk.
" Tenang Alma, kamu harus tenang Alma.. tenang " gumam Alma dengan wajah yang gelisah seperti akan berperang saja.
" Mama kenapa sih dari tadi gelisah terus?" tanya Naina yang heran melihat ibunya yang terus bergumam sendiri
" Mama lagi nervous nai, udah biarin aja. " Kelvin tersenyum
" Anak-anak apa Mama sudah cantik? apa Mama sudah sempurna?" tanya Alma bersemangat
" Mama sudah cantik kok, tapi kaya ada yang kurang deh " Naina mengamati ibunya yang memakai gaun berwarna putih
" A-apa yang kurang?" tanya Alma penasaran
" Aku tau apa yang kurang " jawab Kelvin
" Apa sayang?" tanya Alma
" Mama kurang cantik, kalau Mama tersenyum Mama makin cantik " jawab Kelvin dengan muka datarnya
" Apa? Kelvin kenapa kamu mengatakan hal manis seperti ini? " Alma malah terlihat kesal dan heran pada anak sulungnya itu
Ya ampun, aku harap dia tidak playboy seperti Papa nya.
" Apa yang salah? aku hanya mengatakan jujur " kata Kelvin
" Kakak, aku kecewa pada kakak. Bagaimana bisa kakak mengikuti jejak Papa? aku pikir kakak akan berbeda ckckck " ucap Naina
" Apa sih maksud kalian itu? aku tidak mengerti kalian para wanita " Kelvin terlihat kesal
Kata-kata jujur yang meluncur dari Kelvin itu terdengar seperti gombalan untuk Alma dan Naina.
KLAK
Pintu ruangan tempat Alma berias itu terbuka, terlihat lah Leon dan Laura disana, mereka berdua tersenyum bahagia melihat Alma sudah bersiap dengan pernikahan nya.
" Alma kamu cantik banget" Laura memuji
" Ayo Al, pernikahan kamu akan segera di mulai " Leon tersenyum melihat adik angkat nya itu
" I-iya " jawab Alma gugup.
Alma berjalan sambil menggandeng tangan dengan Leon yang kini sudah menjadi wali resminya, untuk menemaninya menuju ke tempat pernikahan. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia melihat bayangan pak Hardi tersenyum di depannya.
Kakek?
Semua tamu sangat menantikan prosesi ijab kabul Alma dan Bryan. Bryan sendiri sudah berdiri di dekat penghulu yang akan menikahkan mereka.
Akhirnya hari ini kami akan benar-benar menikah kek. Seandainya kakek ada disini
...---***---...
Next chapter Wedding day