
...Tembus like 100, komen 30.. author double up!...
...🍀🍀🍀...
Berat rasanya hati Alma dan Bryan melepas kepergian kedua anak mereka untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Namun, ini adalah demi mimpi dan cita-cita mereka.
Kelvin dan Naina terlihat sangat bahagia di hari mereka pergi ke luar negeri. Setelah check in, Naina dan Kelvin bersama-sama menaiki pesawat. Naina duduk di dekat jendela, ia tersenyum senang sudah tak sabar ingin segera sampai di London. Matanya menatap ke arah luar jendela, wajahnya berseri-seri.
Sampai jumpa lagi negaraku, tanah air tercintaku. Ketika aku sudah sukses, aku akan kembali padamu dan mengamalkan ilmu ku. Cita-cita ku, aku datang. Naina memegang brosur universitas yang akan menjadi tempatnya menimba ilmu nanti.
Pesawat pun lepas landas menuju ke London, tempat tujuan si kembar memulai hidup baru mereka.
Selepas pesawat lepas landas, Alma dan Bryan pergi meninggalkan bandara. Mereka seperti sedang bermimpi, melepas kepergian Kelvin dan Naina.
Pasangan suami istri itu pulang ke rumah mereka untuk bersantai di hari minggu berdua saja. Hari minggu tanpa kedua anak mereka, suasana rumah pun menjadi lebih sepi tanpa kehadiran si kembar.
🍁🍁🍁
Kini Bryan dan Alma sedang rebahan di sofa dengan santai. Bryan tiduran di paha istrinya dengan manja, sampai kepalanya minta di pijat.
"Tidak terasa ya sayang, anak kita sudah dewasa. Mengingat mereka yang sudah dewasa, aku jadi ingat juga kalau aku sudah mulai menua" ucap Alma sambil memijat kepala suaminya dengan lembut
"Kalau kamu sudah tua, lalu bagaimana dengan aku?" tanya Bryan yang merasa nyaman dipijat istrinya
"Kamu masih terlihat muda Bry, cowok dan cewek kan biasanya selalu lebih tua cewek, walaupun usia cowoknya lebih tua" ucap Alma sambil tersenyum lembut
"Tidak juga, aku rasa kamu masih cantik walau sudah tua" sahut Bryan dengan santainya
"Apa kamu bilang? aku rasa?! sudah tua?!!" Alma terkejut dengan kata-kata Bryan, suaranya meninggi terdengar kesal
"Mak-maksud ku itu kamu cantik walaupun sudah tua sayang" Bryan nyengir, ia takut istrinya akan marah
"Aku tua??!!" Alma langsung beranjak dari tempat duduk nya dan ia membuat Bryan jatuh dari sofa.
BUGH!
"Sayang! orang lagi rebahan santai malah di jatuhin! " gerutu Bryan ngambek pada istrinya yang berlari buru-buru berlari untuk bercermin ke cermin yang ada di ruang tamu.
Alma memerhatikan wajahnya di cermin, sesekali wanita yang sudah melahirkan tiga anak itu memegangi wajahnya. Sesekali juga ia menaikkan alisnya, raut wajah nya berubah-ubah.
Aku tua? kalau aku sudah tua, lalu apa aku tidak cantik lagi? Benar-benar deh, wajahku juga mulai keriput. Ada tanda penuaan di wajahku, wajahku tidak kencang lagi! gerutu Alma di dalam hatinya, ia merasa insecure dengan wajahnya yang sudah mulai menunjukkan tanda penuaan.
"Sayang? kamu lagi ngapain sih?" tanya Bryan sambil berdiri dari lantai dan melihat istrinya yang sedang bercermin.
Bryan menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan istrinya.
Melihatnya yang seperti itu mengingatkan ku pada Naina yang selalu memperhatikan berat badannya, lalu heboh sendiri. Memang benar-benar deh mereka ibu dan anak.
"Bry, kamu benar.. aku sudah tua" mata Alma mulai berkaca-kaca
"Itu benar, aku dan kamu usia kita sudah mulai menua" jawab Bryan
"Jadi, apa aku tidak cantik lagi??" tanya Alma merasa sedih lagi
"Siapa yang bilang begitu? tentang kita yang sudah tua, itu benar. Tapi, kamu tetap cantik kok sayang" Bryan berusaha merayu istrinya agar ia tak sedih lagi, Bryan memegang tangan Alma dengan lembut.
"Enggak Bry! pokoknya mulai sekarang aku akan merawat diriku!!" Alma tersenyum penuh percaya diri, ia mengepalkan tangannya dengan semangat
"Merawat dirimu? apa maksud kamu?" tanya Bryan kebingungan
"Aku sudah memutuskan kalau setiap hari libur aku akan meluangkan waktu ku untuk merawaf diriku seperti ibu-ibu lainnya di luar sana! pergi ke tempat skincare, facial, bahkan fitnes untuk menjaga kesehatan ku!" seru Alma semangat untuk melakukan kegiatan yang belum pernah dilakukan nya.
"APA?!" Bryan kaget mendengar nya, lebih tepatnya ia tak senang.
Waktu Minggu ku bersama Alma tidak akan terjadi? padahal sudah bersusah-payah kami untuk bisa berduaan. wajah Bryan menunjukkan kekecewaan yang mendalam
"Mulai hari ini aku akan mendaftar kelas fitnes, dan pergi ke tempat perawatan kulit dengan Viona. Sayang, aku siap-siap dulu!" Alma mulai melangkah terburu-buru, ia semangat ingin merawat dirinya
Bryan memeluk istrinya dan menghentikan nya untuk melangkah.
"Sayang, kamu apa-apaan sih? aku mau siap-siap ah!" Alma memegang tangan Bryan yang melingkar di tubuhnya.
"Gak boleh, ini hari minggu pertama kita berduaan. Kamu sudah cantik sayang, beneran deh. Gak usah ikutan kaya gituan" bujuk Bryan
Benar juga, minggu ini kan minggu pertama ku dan Bryan berduaan. Ya sudah deh aku bisa pergi minggu depan saja. Alma terlihat sedang berfikir
"Oke, untuk minggu ini aku di rumah aja. Tapi, minggu depan aku akan ikut kelas fitnes dan perawatan itu. Kamu jangan melarangku sayang, aku cantik dan sehat juga untukmu kan? cantik untuk suami itu kan pahala" Alma membujuk Bryan agar mengizinkan nya untuk pergi merawat dirinya.
Bryan terdiam, ia melepaskan pelukannya dari Alma. Pria itu berfikir keras, ia membenarkan semua kata-kata Alma. Bahwa cantik dan sehat dipersembahkan untuk suami dan mendapat pahala.
"Aku setuju, tapi.. kamu tidak boleh menarik pria lain. Kalau aku tau ada pria lain yang melirik mu diluar sana, tidak ada lagi yang namanya kelas fitnes atau kelas perawatan" Bryan tersenyum menyeringai, nada bicaranya seperti sebuah ancaman untuk Alma
"I-iya sayang"
Sudah tua masih saja cemburuan. gerutu Alma dalam hatinya
Ibu dua anak itu bergidik ngeri membayangkan betapa cemburunya Bryan kalau ada pria yang mendekatinya. Alma jadi teringat cemburunya Bryan saat di konser modelling di Paris, Bryan pernah marah besar saat Alma memakai baju yang agak terbuka di acara modelling itu. Bryan cemburu dan langsung membuka bajunya saat itu, bukan hanya itu saja. Bryan juga membakar baju Alma yang dikenakannya saat acara ulang tahun perusahaan Aditama karena cemburu dengan tatapan orang-orang pada Alma.
"Sayang, kamu paham kan? kalau aku tau ada pria lain melihatmu sedikit saja, kamu tau kan apa yang akan aku lakukan?" Bryan menatap tajam pada Alma, bersamaan dengan senyuman tipis dibibir nya.
"Tenang saja sayang, itu tidak akan terjadi" jawab Alma sambil memeluk suaminya, "Makasih suamiku sudah mengizinkan ku"
"Kalau begitu mana sun nya?"Bryan menyodorkan pipi nya ke arah Alma, minta dicium.
CUP
"Makasih sayang" Alma tersenyum senang, pasangan suami istri itu terlihat sangat bahagia walau usia mereka sudah semakin menua.
Mereka juga sempat terpisah selama bertahun-tahun karena kesalahpahaman, ketidakpercayaan dan hadirnya orang ketiga dalam hubungan mereka. Namun, jika sudah jodoh mereka akan selalu bersama walau apapun yang sudah terjadi diantara mereka.
Hari minggu berdua tanpa si kembar, Alma dan Bryan menghabiskan waktunya dengan bersantai dan rehat dari pekerjaan sebelum hari Senin yang sibuk datang.
Pada Minggu berikutnya dan seterusnya sampai Minggu ketiga, Alma dan Viona melakukan kegiatan mereka mengikuti kelas fitness dan facial dengan rajin. Sementara Sonya selalu di asuh oleh Ken.
"Ternyata menghabiskan waktu berdua dengan saudara perempuan, di hari libur sangat menyenangkan ya" ucap Alma sambil berlari di treadmill dengan semangat, "Aku berasa punya adik perempuan"
"Benar kak Alma, setelah ini kita pergi ke tempat facial seperti biasa ya" Viona juga terlihat senang bisa menghabiskan waktu santai nya dengan kakak iparnya itu
Saat mereka selesai fitness, ada dua orang pria menghampiri mereka. Tak sengaja Alma menjatuhkan handuknya, lalu pria bertubuh kekar itu menghampiri nya.
Cantik banget ini cewek, mungil imut. ucap pria itu sambil memandangi Alma dengan tatapan tidak biasa.
Pria yang satunya lagi juga menatap Viona dengan terpesona.
Cewek ini bahenol banget, tipe gue banget.
"Oh iya makasih ya mas" jawab Alma ramah, tangannya mengambil handuk itu."Vi, ayo kita pergi" ajak Alma pada Viona
Mereka keliatan masih usia belasan tahun. batin Alma sambil melihat ke arah dua pria yang ada di hadapannya.
"Iya kak" jawab Viona sambil tersenyum
"Eh, tunggu dulu mbak mbak boleh kenalan gak?" tanya pria kekar itu memberanikan dirinya pada Alma dan Viona
"Mbak, boleh minta nomor hp nya?" tanya pria yang satunya lagi pada Alma, pria itu tersenyum genit pada Alma.
Tak jauh dari sana ada kedua pria dan bocah kecil yang memperhatikan Alma dan Viona dari kejauhan. Mereka terlihat seperti bersembunyi.
"Aku sudah menduga kalau suatu saat nanti ini akan terjadi, Alma ku memang punya daya tarik yang luar biasa. Dia bahkan bisa memikat pria lain yang lebih muda darinya, padahal usianya sudah masuk kepala tiga" Bryan gemas melihat ada pria yang menggoda istrinya, ia tak sabar ingin menghabisi pria itu.
PLUK
Ken menghentikan Bryan yang akan menghampiri pria genit itu. "Tunggu, kalau kita muncul sekarang mereka pasti akan marah"
"Terus gimana? apa kita harus diam saja melihat istri kita di godain cowok lain?" tanya Bryan pada saudara kembarnya itu
"Kita beresin aja belakangan. Mau digimanain juga kalau di belakang kan bebas? mau mereka dibunuh langsung, disiksa dulu, atau setelah mati di mutilasi, kamu pilih yang mana kak?" tanya Ken dengan mata yang penuh amarah menatap ke arah Viona.
Ken lebih menyeramkan kalau cemburu.
Kedua pria itu tersenyum menyeringai dan cemburu menatap ke arah istri mereka. Sementara itu Sonya menatap papa dan om nya dengan mata bingung bertanya-tanya.
Papa sama om kenapa ya ngintipin mama sama Tante Alma? Apa mereka lagi main petak umpet?
"Aku punya ide yang lebih baik Ken" Bryan berbisik pada adiknya itu. Ken mendengarkan nya dan mengangguk-angguk saja.
"Sonya sayang, dengerin papa ya!" Ken berbisik pada putri kecilnya yang sudah berusia 7 tahun itu. Ken dan Bryan senyum-senyum sendiri.
Sonya melangkah masuk ke ruangan fitness itu lalu memeluk Viona dengan erat. Sonya menatap tajam ke arah pria yang menggoda mama nya.
"Mama!!" teriak Sonya manja
"Sonya sayang? kok kamu ada disini?" tanya Viona kebingungan karena tiba-tiba anaknya ada disana.
Apa Ken ada disini?. Viona melihat-lihat ke arah sekitarnya
Mama? ah jadi dia udah nikah dan punya anak. Ya udah deh godain aja cewek yang satunya lagi. ucap pria itu terlihat kecewa mendengar Sonya memanggil Viona dengan sebutan mama
"Mbak, boleh kan minta nomor hp nya?" tanya Kedua pria itu bersemangat pada Alma
Apa anak-anak ini gak punya mata? masa mau godain Tante tante anak dua? mereka pasti seumuran sama Kelvin.
"Om jahat, jauh-jauh dari mama sama Tante ku!" seru Sonya pada kedua pria tampan itu.
"Mbak, minta nomor hp nya dulu dong" ucap pria kekar itu sambil menyodorkan hp nya pada Alma.
BRAK
Bryan muncul dengan tiba-tiba, ia langsung menubruk pria yang menggoda istrinya sampai jatuh ke lantai dan hp nya juga ikut jatuh.
Bocah aja berani mendekati Alma! gerutu Bryan kesal dalam hatinya
Bryan?! kok dia ada disini? mata Alma membulat kaget melihat suaminya sudah ada di depan mata
"Aduh om hati-hati dong" keluh si pria itu
"Maaf ya sengaja. Tadi kamu bilang mau minta nomor telpon istriku kan? gimana kalau aku kasih tau kamu nomor telpon rumah sakit aja" Bryan menatap kedua pria itu dengan tatapan membunuh.
"Ru-rumah sakit?"
"Mau pilih rumah sakit atau kuburan? jawab, hah!!" Teriak Bryan pada pria yang menggoda istrinya itu
Mereka berdua langsung lari ketakutan melihat Bryan. Setelah itu, Ken juga langsung muncul dan menghampiri Viona.
"Ken gimana di bagian belakang?" tanya Bryan pada saudaranya itu
"Ada Han yang akan mengurusnya" jawab Ken sambil tersenyum tipis.
Alma dan Viona sama-sama terkejut melihat suami mereka ada disana. Tatapan kedua pria itu terlihat tajam.
"Sayang.." Alma terlihat kebingungan melihat wajah Bryan yang kesal.
Matilah aku! apa Bryan melihat semuanya?
"Tidak ada lagi hari minggu di luar rumah untukmu sayang, ayo kita pulang" Bryan memegang tangan Alma, mereka berjalan keluar dari tempat fitnes itu.
"Viona tolong aku!!" seru Alma menatap Viona meminta pertolongan
"Maaf kak Alma, aku tidak sedang dalam kondisi untuk menolong mu! aku juga butuh pertolongan.." Viona menciut melihat tatapan membunuh dari suaminya itu, "Sayang.. Kenan.."
"Kamu tidak akan berhasil merayuku kali ini. Ayo pulang, kita selesaikan masalah dirumah" ucap Ken tegas pada istrinya
"Iya suamiku " jawab Viona patuh
Sudah tua masih saja ada cemburu kaya anak ABG.
Sementara itu kedua pria yang tadi menggoda Alma dan Viona sudah diberi pelajaran oleh Han dan anak buah Ken yang lain. Mereka memohon ampun pada Han.
"Ampun tuan! ampun!!" ucap pria pria itu ketakutan pada Han dan orang-orang nya.
"Kalau kalian masih mau hidup, jangan coba-coba gangguin dua wanita yang tadi!" ancam Han pada dua bocah yang tampak ketakutan padanya
"I-iya om.."
...---****---...