
...🍀🍀🍀...
.
Keira kehabisan kata-kata untuk menjawab kata-kata emosi yang meluncur dari bibir Kelvin. Kata-kata yang sarkastik dan tidak salah. Memang semuanya adalah kesalahan Keira, tidak bicara jujur, meninggalkan Kelvin dan meminta putus.
Pria itu merasa seperti tidak dihargai oleh Keira, jika saja Keira mau terbuka padanya. Atau sedikit mempercayai nya, mungkin hal tidak akan serumit ini.
"Aku bingung sama kamu Kei, apa yang harus aku lakukan padamu sekarang? apa yang harus aku katakan lagi? tidak cukup kamu membuatku marah dan kecewa! kata maaf kamu dan penyesalan kamu saat ini bahkan tidak bisa membuat hatiku merasa lebih baik. Hatiku malah semakin sakit, apalagi saat kamu meninggalkan ku dan mengatakan putus dengan mudah nya!! Kamu tidak pernah memikirkan perasaanku Kei, kamu tidak pernah mempercayai ku dan kamu tidak pernah mencintai ku. Jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan pernah bersikap seperti ini!! " Kelvin mengutarakan semua kekecewaannya terhadap Keira. Memudalkan semua emosinya yang tertahan pada Keira.
Keira tersentak kaget mendengar semua keluh kesah Kelvin padanya. Keira tidak bisa mengatakan apapun, saat itu ia hanya bisa menangis.
Ya Allah, Kelvin benar.. aku tidak seharusnya pergi begitu saja meninggalkan nya. Aku seharusnya berbagi masalah dengannya, aku seharusnya tidak menyimpan masalah ku sendiri. Kelvin maafkan aku..aku ingin memperbaiki semuanya, tapi sepertinya sudah terlambat. Perkataan Kelvin membuatnya tersadar akan sesuatu.
Kelvin sudah terlalu emosi, ia takut melakukan hal yang tidak-tidak lagi seperti ciuman yang tadi dilakukannya pada Keira. Pria itu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi. Melihat Kelvin yang melangkah pergi, Keira tidak diam saja. Ia tidak mau hubungan nya dan Kelvin semakin rusak karena sikapnya yang tidak tegas dan tidak terbuka. Masalah ini harus ia selesaikan saat itu juga.
GREP
Keira memegang tangan Kelvin dan menahan kepergian nya. "Ada apa lagi? mau bilang maaf?" tanya Kelvin
"Kelvin.. maafkan aku tapi tolong beri aku kesempatan. Aku.. aku ingin kembali pada kehidupan ku yang dulu, kehidupan yang ada kamu di dalamnya" Keira tersenyum pahit, matanya masih berkaca-kaca memandang Kelvin.
Walaupun tidak kembali menjalin hubungan cinta, tapi aku ingin ada kamu di dalam hidupku meski hanya sebagai teman. Aku terlalu malu untuk menempati posisi itu.
DEG!
Apa Keira bermaksud untuk kembali berpacaran dengan ku?
"Apa maksud kamu?" tanya Kelvin yang ingin kejelasan dari hubungan mereka
"Aku ingin kita berteman seperti dulu Vin" jawab Keira
"Teman?" Kelvin terpana mendengar nya
"Ya Vin, kita berteman dan bersahabat" Keira mulai tersenyum ke arah Kelvin.
"Tunggu Kei! seingat ku dulu kita tidak pernah berteman atau bersahabat"
"Apa? Vin, kita pernah bersahabat" Keira terlihat bingung
"Aku gak pernah menganggap kamu begitu" jawab Kelvin dengan wajah datarnya
"A-apa?? Terus kamu menganggap ku apa?" tanya Keira dengan wajah polosnya
Kenapa dia tidak peka? Masa aku juga yang harus mengatakan nya?. Kelvin menatap Keira dengan tajam
"Aku masih menganggap kamu pacar, kita masih pacaran" jawab Kelvin tegas
"Pa-pacar? gimana bisa kamu menganggap kita masih pacaran? kita kan udah putus" Keira kebingungan dengan kata-kata Kelvin tentang pacaran. Apa maksud Kelvin? apa ia ingin balikan lagi dengannya?
"Kei, apa dulu saat kamu bilang putus sama aku, aku bilang setuju?" tanya Kelvin sambil memegang tangan Keira
"Seingat ku kamu gak bilang setuju" jawab Keira sambil berfikir
"Jadi?"
"Benar, aku gak pernah bilang kalau aku setuju untuk putus. Jadi sampai saat ini kamu masih pacar aku" ucap Kelvin sambil menatap ke arah Keira dengan tulus dan penuh harapan.
Memang benar aku marah, aku kecewa. Namun setelah aku mendengar semuanya, setelah aku melihat kamu.. Bagaimana aku mampu untuk marah padamu? semua kemarahan ku sirna, setelah aku tau jelas alasan kamu pergi ninggalin aku. Dan aku lebih memilih memaafkan kamu dengan memberimu kesempatan.
DEG!
Lagi-lagi hati Keira di buat kaget dan terpana oleh sikap dan kata-kata Kelvin padanya.
Gadis itu tak percaya dengan kata-kata Kelvin, setelah semua yang ia lakukan padanya. Kelvin masih mau memaafkannya dan memberikannya kesempatan.
"Kelvin, apa ini artinya kamu memaafkan aku?" tanya Keira dengan bibir yang gemetar, ia masih merasa bahwa Kelvin yang ada di depannya ada ilusi dan mimpi.
"Iya"
"Makasih Kelvin, makasih banyak.." ucap nya dengan penuh rasa syukur.
Maaf dan terimakasih Kelvin.
"Tapi maaf ku gak gratis" Kelvin tersenyum menyeringai melihat merencanakan sesuatu.
Keira menengadah ke arah Kelvin,menatapnya bingung. Setelah perdamaian mereka, Kelvin mengajak Keira keluar dari restoran itu. Kelvin meminta agar Keira menjalin hubungan dengannya lagi.
"Kelvin, kamu masih mau menjalin hubungan dengan ku? setelah semua yang aku lakukan?" tanya Keira yang tak percaya kalau syarat agar Kelvin memaafkannya adalah pacaran kembali.
"Sebenarnya aku mau langsung menikah, bukan pacaran. Tapi kayanya nikah terlalu cepat" ucap Kelvin dengan wajah yang serius dan tidak main-main.
Kenapa aku mengutarakan keinginanku begitu saja? sungguh, lidah tidak bertulang ini tidak bisa di kendalikan. Pernikahan, lamaran itu kan harus dilakukan dengan cara yang romantis seperti apa kata Naina dan film drakor nya itu.
"Ni-nikah?!!!" Keira berteriak kaget
Apa Kelvin sedang mengerjai ku? apa dia bercanda? Tapi.. dilihat dari wajahnya sih, dia kayanya gak bercanda. Dia serius! nikah?? apa dia memang ingin menikah sama aku?
"Tentu saja kita akan menikah suatu saat nanti, aku bukan pria yang tidak bertanggungjawab. Aku sudah mengambil ciuman pertama mu, sudah jelas kan kalau kamu akan menikah denganku" jelas Kelvin yang tidak mau dibantah, wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda sedang bercanda.
"Kata siapa? siapa yang bilang begitu? tidak semua orang yang sudah berciuman harus menikah dengan.." Keira terlihat malu-malu saat mengatakan nya. Bahkan ia tidak melanjutkan kata-kata nya.
Hari ini adalah hari pertama mereka bertemu dan Kelvin sudah menyinggung soal pernikahan? tentu saja Keira terkejut.
"Kamu yang bilang Kei, katanya kamu akan menikah dengan pria yang mengambil ciuman pertama mu. Apa jangan-jangan pria itu bukan aku?" tanya Kelvin sambil mengerutkan keningnya, ia bertanya-tanya pada Keira. Kelvin menajamkan pandangan nya pada gadis itu.
Apa Keira pernah berpacaran selain denganku selama 5 tahun itu? kenapa aku tidak kepikiran sampai kesana ya? memangnya pria di dunia ini cuma ada aku saja. Memangnya aku selalu ada dipikirannya?
"Enggak! aku melakukan nya denganmu! hanya dengan kamu, kamu yang pertama" ucap Keira pada Kelvin.
Ah aku baru ingat waktu di sekolah dasar dulu aku pernah bilang sama Naina kalau aku mau menikah dengan pria yang mengambil ciuman pertamaku. Tapi kenapa Kelvin bisa tau?
"Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya, seperti nya kamu memang sudah punya orang lain" Kelvin memelas, ia setengah merengek di depan Keira. Kelvin membalikkan badannya membelakangi Keira, seolah sedang marah
"A-aku tidak punya orang lain! aku hanya memikirkan kamu, aku hanya suka sama kamu. Kamu yang pertama dan terakhir untuk aku Kelvin" ucap Keira penuh keseriusan
Diam-diam tanpa terlihat oleh Keira, Kelvin tersenyum senang mendengarnya. Entah apa yang Kelvin pikirkan di kepalanya itu. Kelvin menghampiri Keira lalu memeluk nya dengan lembut dan perasaan yang bahagia.
...---***---...