Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 65. Lampu hijau



Pov Junai


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Juna melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Naina. Mereka berdua sama-sama menghela napas dalam-dalam. Merasakan jantung mereka berpacu dengan cepat lebih dari biasanya.


Juna, kamu sudah gila? barusan, kamu menciumnya?


Juna juga baru menyadari bahwa dirinya sudah berada di luar batas. Ini juga adalah ciuman pertama nya dengan seorang wanita. Selama pacaran dengan wanita lain, Juna tidak pernah melakukan kontak fisik dengan para mantannya kecuali berpelukan.


Barusan.. aku dan Juna.. Ciuman pertamaku.. Naina melongo, ia memegang bibirnya yang masih panas setelah tersentuh oleh bibir Juna.


DEG


DEG


DEG


"Nai.. "


"Diam! aku tidak bernapas dengan benar sekarang! jantungku rasanya mau meledak, kamu sudah keterlaluan Juna!!" seru Naina sambil memegang dadanya, ia melotot pada Juna


"Maaf Naina.. aku merasakan hal yang sama denganmu, jantungku juga mau meledak! ini tandanya kita memiliki perasaan yang sama, aku suka kamu dan kamu juga suka padaku" Juna memberanikan dirinya untuk memegang tangan Naina, ditengah-tengah suara jantungnya yang masih berdetak kencang itu.


Naina menepis tangan Juna, ia terlihat seperti akan menangis. "Jangan sentuh aku! kamu jahat!"


"Maafin aku Nai, aku cuma mau kamu tau kalau perasaan ku tidak main-main! masalah yang aku mengajak kamu menikah, itu serius"


"Benarkah kamu suka sama aku? bagaimana bisa kamu suka pada teman mu sendiri?!" Naina masih merasa kalau ia dan Juna adalah teman baik


"Naina.. apa teman akan melakukan hal seperti barusan? bilang sama aku Nai, apa di drama drama yang selalu kamu tonton itu.. hubungan teman bisa berciuman?" goda Juna pada Naina


Kedua tangan Naina langsung menutup mulut Juna. "Huss! hentikan, jangan bicara lagi! kalau ada yang dengar gimana?!" Naina celingukan kesana kemari, ia mencari cari letak CCTV. Takutnya ada yang melihat nya berciuman dengan Juna.


"Kamu tidak marah, itu artinya kamu juga suka sama aku kan? kamu cinta sama aku kan?" Juna terus melontarkan pertanyaan pada Naina, ia ingin jawaban dari gadis itu secepatnya.


"Junjun!" teriak Naina kesal


"Sadarlah Nai, kita udah bukan sahabat atau teman baik lagi. Hubungan kita sudah berubah Nai" .


"Junjun, kamu tuh kenapa sih?! memangnya hubungan kita apa selain teman?" tanya Naina setengah berteriak


"Kamu mau terus muter-muter aja kaya gini Nai?!" Juna kesal dengan sikap Naina yang tidak mau memperjelas hubungan mereka


"Muter-muter kaya gimana?!" Naina masih tidak paham apa maksud Juna sebenarnya.


"Ini lah sebabnya aku bergerak cepat. Naina, kamu bilang sama keluarga kamu kalau nanti aku akan datang ke rumah"


"Mau ngapain ke rumah ku?!" tanya Naina sedikit menyentaknya


"Mengikat kamu selamanya" jawab Juna dengan wajah kesalnya


"Kamu.." Naina kehabisan kata-kata, ia sudah paham apa maksud Juna mengikat


Apa Juna benaran mau lamar aku?


Pria itu mendekat ke arah Naina dan mencium keningnya.


CUP


"Jun-juna!" Naina memegang keningnya yang baru saja di cium oleh bibir Juna


"Kamu gak mau pacaran kan? kalau gitu, gimana kalau kita langsung nikah.. mau ya?" Juna menatap Naina penuh harapan


"Menikah?"


Sejujurnya dalam hati Naina, ia sama sekali belum kepikiran untuk menikah. Pernikahan baginya adalah sekali untuk seumur hidup, pernikahan adalah menyatukan dua hati, dua keluarga dan dua pemikiran yang berbeda. Tidak bisa di jawab dengan mudah, harus dipikirkan matang-matang.


"Pernikahan bukan hanya tentang berdua saja, Jun"


"Aku tau" jawab Juna cepat


"Pernikahan gak bisa di lakukan begitu saja hanya karena kamu ingin, semuanya harus menyatu. Bagiku cinta itu.."


Din... Din....Din...


🎡🎡🎡


Suara klakson mobil mengagetkan Juna dan Naina. Dan itu adalah mobil Kelvin, Kelvin sudah ada disana untuk menjemput Naina.


"Kakak?"


Sialan! kakak ipar ku pengacau, disaat suasana sedang serius. Dia malah datang. Juna tidak senang dengan kehadiran Kelvin yang tiba-tiba itu.


Kelvin keluar dari mobil nya, kemudian ia menghampiri Naina Juna di depan restoran yang sudah tampak sepi itu.


"Maaf Nai, aku agak telat"ucap nya pada Naina, wajah nya terlihat bete


Apa kakak berantem lagi sama Keira? kenapa wajahnya kusut gitu?


"Iya gak papa kak" jawab Naina santai


"Ini punya Juna" jawab Naina


Kelvin membuka jas itu dari tubuh Naina dan melempar nya pada Juna.


"Hey! Lo kenapa?" tanya Juna yang bingung melihat wajah bete Kelvin.


"Ayo masuk Nai udah malem" ajak Kelvin pada adiknya itu.


"Iya kak" jawab Naina patuh, wajahnya masih saja merah karena malu habis dicium oleh Juna.


Kakak gak lihat aku sama Juna tadi, kan? Dia pasti gak lihat, kalau dia lihat dia pasti udah marah marah.


Juna terlihat kecewa saat Naina naik ke dalam mobil. Namun ia heran karena Kelvin masih berdiri di depannya dan bukannya itu masuk ke dalam mobil bersama Naina.


Haah.. gagal lagi. Oke, masih ada hari esok.. yang penting Naina sudah pasti menyukaiku. Tapi kenapa si cold man ini masih disini?


"Apa Lo mau bilang sesuatu sama gue, kakak ipar?" tanya Juna seraya menggoda Kelvin yang dingin dan cemberut


"Gue mau ngomong sama Lo, setelah nganter Naina kita ketemuan di restoran ini. Lo tunggu gue" ucap Kelvin tegas pada Juna


DEG!


Apa yang mau dikatakan nya? kenapa aku merinding?


Setelah mengantarkan Naina pulang, Kelvin dan Juna ketemuan di restoran itu. Kelvin dan Juna masuk ke dalam restoran, lalu memesan kopi.


Beberapa menit kemudian..


2 gelas cangkir kopi sudah ada di meja mereka, Juna berdebar saat Kelvin mengajaknya bicara tiba-tiba.


"Sebenarnya gue kurang suka sama Lo" ucap Kelvin langsung pada intinya


"Ya? Apa yang mau Lo omongin sebenarnya?" tanya Juna terperangah mendengar ucapan Kelvin yang tiba-tiba.


Mulutnya masih pedas. Sabar Jun, dia calon kakak ipar mu.


"Gue lihat semuanya tadi di depan restoran, ternyata Lo garcep juga ya" sindir Kelvin dengan seringai di bibirnya


PRUTTT....


Juna yang sedang meminum kopi nya, terkejut dan langsung menyemburkan kopi itu ke wajah Kelvin.


"So-sorry, gue gak sengaja kakak ipar" Juna segera membersihkan wajah Kelvin yang terkena kopi dengan sapu jas nya, karena buru-buru.


Jas ku, jas mahal ku. Mampus aku!


"Udah cukup! gue gak papa" ucap Kelvin yang risih dengan tingkah Juna.


Nilai minus lagi, nilai minus lagi. Juna langsung duduk dengan wajah yang menunduk, ia menciut di depan kakak dari gadis yang ia cintai.


Aku pikir Naina akan menyukai sosok pria seperti Theo, tapi ternyata aku salah. Kenapa dia bisa menyukai pria slengean seperti ini? dia mirip dengan Papa, apa dia playboy juga?. Batin Kelvin menilai Juna, ia tak menyangka kalau saudara kembarnya akan melabuhkan hatinya pada pria seperti Juna. Ia agak kecewa mengetahui faktanya, karena ia lebih menyukai Theo di bandingkan Juna.


"Lo serius sama Naina?" tanya Kelvin dengan nada mengintrogasi, ia menatap Juna dalam-dalam memperhatikan langkahnya


"Ya, tentu saja" jawab Juna penuh percaya diri


"Apa gue bisa percaya sama Lo?" tanya Kelvin lagi


Pria itu mengangguk tanpa ragu, "Ya, kakak ipar bisa percaya sama gue" jawab Juna


"Lo mau nikah sama Naina?" tanya Kelvin


"Bukannya tadi Lo bilang, Lo udah denger semuanya kan?" ucap Juna pada Kelvin


"Gue cuma lihat, gue gak denger.. bego!" celetuk Kelvin pada Juna


"Oh gitu"


Gila! pedes banget mulutnya calon kakak ipar ku ini.


"Jawab aja, Lo ada niat nikah gak sama Naina?" Kelvin mengulang pertanyaan nya lagi


"Iya, tadi gue mau ngelamar dia tapi.."


"Apa dia nolak?" Kelvin memangkas ucapan Juna


"Dia belum kasih jawaban, tapi gue tau dia juga suka sama gue" Juna tersenyum percaya diri


"Gue gak akan ngelarang Lo kalau Lo emang serius sama Naina. Yang penting buat gue adalah kebahagiaan Naina, tapi kalau Lo ajak dia nikah pasti dia belum bisa menerimanya. Orang tua gue juga pasti gak akan setuju kalau untuk sekarang" jelas Kelvin sambil menyeruput kopinya pelan-pelan.


Juna tercekat, matanya membulat menatap ke arah Kelvin.


Apa artinya ini? apa si Kelvin sedang memberiku lampu hijau? dia setuju kalau aku bersama Naina?


...---***---...


Terimakasih Readers ku tersayang yang sudah bertahan membaca karyaku sampai episode 170. Terimakasih juga untuk kalian yang sudah memberikan author dukungan berupa like, komen, gift dan vote nya πŸ˜˜πŸ˜˜β˜ΊοΈβ˜ΊοΈπŸ™ doakan author sehat selalu supaya bisa tetap fokus, semangat dan konsisten untuk berkarya ya