Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Pergilah bulan madu, dan kalian menikah!



Mike dan Sharla menghampiri Alma dan juga kedua anak nya. Mereka melihat Bryan yang tampak tak senang dengan kehadiran Mike disana.


" Kenapa kalian bisa ada disini?" tanya Alma heran


" Kami dengar hari ini si kembar lulus TK. Jadi kami kemari untuk mengucapkan selamat pada mereka sekalian memberikan hadiah kelulusan " jelas Sharla sambil tersenyum


Mike, Mike, apa yang kamu pikirkan? kamu mau mengejar istri orang? kamu sampai memaksa ku menemani mu kemari, untuk alasan agar bisa bertemu dengan Bu Alma.


" Iya, aku yang memberitahukan Sharla tentang kelulusan si kembar. Dan dia bilang mau kemari dan memberikan hadiah untuk anak anak kamu. Jadi, aku juga ikutan membawa hadiah " jelas Mike


Entah apa yang kupikirkan, hatiku tidak bisa menipu pikiran dan naluri ku. Aku ingin menemui mu, bagaimana pun caranya sampai aku berbohong seperti ini. Perasaan ku tidak bisa dikendalikan.


Kelvin menyeringai seperti nya ia meyakini sesuatu, lalu berbisik pada Papa nya itu. " Pa, aku lupa bilang sama Papa kalau yang menyukai Mama bukan Papa saja. "


" Apa maksud kamu Kelvin?" tanya Bryan tak paham


" Masa Papa ga ngerti maksud aku? ini bukan waktunya Papa bersantai " kata Kelvin dengan sedikit senyum di bibirnya.


Kelvin menyuruhku waspada pada Mike. Apa Mike memang menyukai istriku?


Disisi lain Leon dan Laura juga bisa merasakan, melihat ketidaksenangan Bryan yang terlihat jelas di wajahnya itu.


" Apakah Mike akan jadi saingan Bryan?" gumam Laura


" Kamu kenal pak Mike juga, Laura?" tanya Leon pada kekasihnya itu


" Dia teman sekelas Bryan, sahabat SMA dan kuliah nya. " jawab Laura. " Tapi, kamu juga kenal dia?" tanya Laura


" Ya tentu saja, siapa yang tidak kenal Presdir JJ modelling? dia adalah orang yang famous di luar negeri " jelas Leon dengan sedikit senyum dibibirnya


Hem, Bryan ternyata kamu punya saingan baru.


Mike dan Sharla memberikan hadiah mereka kepada si kembar. Si kembar berterimakasih kepada Mike dan Sharla.


" Makasih ya Tante cantik sama om ganteng udah datang ke acara kelulusan aku sama kakak " kata Naina ceria


" Iya, sama-sama " Mike tersenyum, tangannya terulur ingin menyentuh Naina, namun Bryan menghentikan tangan Mike.


" Lepaskan tanganmu dari putriku " Bryan tersenyum sinis pada sahabatnya itu


" Aku hanya ingin menyentuh si kecil manis ini, itu pun tidak boleh?" goda Mike pada Bryan


Jarang sekali melihat wajah Bryan yang seperti ini. Mike tampak menikmati reaksi dari Bryan yang tampak cemburu


" Tidak boleh, si kecil manis ini milikku " Bryan tersenyum dan memegang tangan putrinya


Kelvin melihat cemburu Papa nya yang begitu kekanakan. Bu Delia juga merasakan bahwa Bryan sedang cemburu pada Mike.


" Terimakasih ya pak Mike, Bu Sharla untuk hadiahnya " kata Alma sambil tersenyum canggung dan berusaha mencairkan suasana yang terasa panas di sana. Apalagi tatapan Bryan yang tajam, sama sekali tidak berpindah dari Mike


" Iya Bu Alma, sama-sama " jawab Sharla dengan senyuman canggungnya


" Aku mewakili istriku juga berterimakasih pada kalian yang sudah repot-repot datang kemari di waktu kalian yang sibuk untuk memberikan selamat pada putri dan putra ku" Bryan tersenyum dan menarik bahu Alma, lalu memeluk nya.


Bryan ini kenapa sih?. Alma bingung dengan tindakan Bryan


Papa seperti sedang menandai, bahwa ini adalah wilayahnya. Ya ampun. Kelvin melihat ke arah papa nya yang memeluk Alma di depan umum, ia berdecak sambil tersenyum.


" Haha, iya sama-sama. Bu Alma kan adalah rekan kerja ku yang berharga, tentu saja aku harus mengucapkan selamat pada hari penting si kembar. Dan bukankah kita juga masih sahabat baik? masa aku tidak datang ke acara penting anak-anak dari sahabat baik ku " Mike tertawa kecil, matanya menunjukkan kepuasan melihat reaksi Bryan yang cemburu.


" iya benar, kamu masih sahabat baik ku kan? jadi jangan coba berbuat hal yang bisa merusak persahabatan kita ya pak Mike " Bryan menunjukkan senyum sinis nya


" Aku tidak mungkin begitu pak Bryan " Jawab Mike sambil tersenyum


Hanya saja hatimu tidak bisa dikendalikan. Maafkan aku Bryan.


" Baguslah "


" wah, hubungan papa sama om ganteng ternyata sangat baik ya" Naina tersenyum, lagi lagi membuat orang tertawa karena tingkah polosnya.


" PFutt.. " Laura dan Leon yang mendengar nya, sampai menahan tawa. Hubungan baik darimana nya? mereka terlihat kacau.


" Naina, apakah kamu melihat hubungan mereka itu sangat baik?" tanya Kelvin sambil berbisik pada adiknya


" Ya, bukankah mereka terlihat sangat baik? Papa dan om ganteng kan sahabatan kak " jawab Naina polos


" Sudahlah, ternyata banyak nonton drama itu tidak membuatmu jadi tambah pintar. Seperti nya ada yang salah dengan matamu "


" Kakak, kamu mengejekku lagi?!" Naina mendengus kesal


" Aku tidak mengejek mu, itu fakta loh " Kelvin tersenyum


" Kakak sangat menyebalkan !" seru Naina kesal


🍂🍂🍂


Acara di sekolah pun selesai, kemudian semua anggota keluarga Aditama pergi ke rumah Bu Delia. Disana Bu Delia sudah menyiapkan makanan kesukaan cucu cucunya, tanpa dibantu oleh pembantu rumah tangga.


Mereka pun berkumpul bersama dimeja makan untuk makan siang bersama. Suasana di meja makan itu sangat riuh oleh ketiga anak kecil yang sibuk bercerita tentang Kelvin yang menjadi idola para wanita di sekolahnya dan menjadi incaran wartawan.


Jika bukan karena Bryan yang mengurusnya, mungkin saja wartawan wartawan itu akan terus mengejar Kelvin. Saat semua orang sedang asyik bercanda gurau, Bryan yang biasanya banyak bicara hanya duduk diam menutup mulutnya rapat-rapat. Wajahnya cemberut, dan dingin.


" Sayang, kamu mau aku ambilin lauk apa? " tanya Alma kepada suaminya itu


" Tidak usah, aku ambil sendiri saja " Bryan mengambil sendiri makanan yang ada di depannya dan meletakkan nya ke piring.


Bryan ini kenapa sih? Alma kebingungan dengan sikap suaminya itu.


" Nasinya biar aku yang.. "


Belum selesai bicara, Bryan sudah mengambil sendiri nasi yang ada di depannya itu. Alma pun mulai kesal. Alma akhirnya membantu kedua anaknya mengambil makanan ke piring mereka.


Leon, Laura dan Bu Delia merasakan bahwa Bryan masih cemburu karena pada saat terakhir tadi di sekolah si kembar, Mike memberikan bunga mawar ungu kepada Alma. Mereka bertiga tidak menyangka bahwa Bryan akan sangat cemburu.


Leon malah merasa itu bagus, karena Bryan sangat mencintai Alma dan jika Bryan tidak mau kehilangan nya, maka Bryan harus menjaga Alma dengan baik tidak boleh lengah.


Setelah selesai makan bersama, Bu Delia tiba-tiba mengumumkan sesuatu yang mengejutkan semua orang yang ada di sana selagi anak-anak sedang bermain di lantai atas. Mereka berkumpul di ruang keluarga.


" Mama, mau bicara sesuatu yang penting untuk Leon, Laura, Alma dan Bryan. " kata Bu Delia dengan nada yang serius


" Ada apa Ma?" tanya Laura penasaran


" pertama-tama, ini untuk Bryan dan Alma. Ambilah " Bu Delia mengeluarkan dua buah amplop berwarna putih dari tas nya.


Alma dan Bryan mengambil amplop itu, dan terlihat bingung. Bu Delia juga mengeluarkan beberapa kertas seperti undangan dari tas nya dan menyimpannya di meja depan. Laura dan Leon terlihat bingung juga dengan sikap Bu Delia.


" Alma Bryan, bukalah amplop nya! " ujar Bu Delia sambil tersenyum


" Iya mah " jawab Alma


" Leon dan Laura silahkan pilih beberapa undangan yang ada di meja ini. Yang kalian sukai " Bu Delia tersenyum


Leon dan Laura tambah heran dan bingung. Apa maksudnya bu Delia menyuruh mereka memilih undangan? Disisi lain Alma dan Bryan membuka amplopnya secara bersamaan, terlihat dua buah tiket pesawat dengan tujuan ke Hawai.


" Ma, sebenarnya ada apa ini?" tanya Bryan tak mengerti


" Jadi begini.. anak-anak ku. Alma Bryan pergilah kalian berbulan madu, lalu kalian berdua segeralah menikah " ucap Bu Delia pada kedua pasangan yang duduk di sofa itu.


Alma-Bryan, Leon dan Laura kaget mendengar titah Bu Delia pada mereka yang begitu tiba-tiba.


" Ma, kenapa begitu tiba-tiba? kami bahkan belum bertunangan " Laura kaget dengan keputusan ibunya itu


" Leon, apa kamu keberatan kalian tidak bertunangan dulu dan langsung menikah?" tanya Bu Delia kepada calon menantunya dengan tegas


" Saya akan dengan senang hati menerima keputusan Mama mertua, saya siap menikahi Laura kapan saja " Leon tersenyum penuh percaya diri


" Jadi masalah Laura dan Leon sudah selesai kan? Laura kamu tenang saja, Bu Widya juga sudah setuju dengan Mama. Kami bahkan sudah menentukan tanggal yang bagus untuk kalian " Bu Delia tersenyum senang


Aku harus melihat kebahagiaan anak-anak ku dulu sebelum aku pergi nanti. waktuku tidak banyak. batin Bu Delia sedih


" Ma, lalu tiket ini apa maksudnya? kami belum bisa berbulan madu karena aku banyak pekerjaan di kantor " kata Bryan kebingungan


" Iya ma, dan siapa yang akan mengasuh anak-anak jika kami pergi bulan madu ke luar negeri " Alma terlihat bingung juga


" Kalau masalah anak-anak, kalian tenang saja mama akan menghabiskan waktu bersama mereka. Disini juga ada bi Inah yang bisa bantu Mama menjaga mereka, selama anak-anak libur sekolah kalian pergilah bulan madu. Tentang pekerjaan mu di kantor, ada Andre yang akan menghandle nya " jelas Bu Delia dengan senyuman bahagia di wajahnya


Pembicaraan itu pun berakhir dengan setujunya anak-anak Bu Delia dengan keputusan Bu Delia. Laura dan Leon sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal sebulan lagi, sementara Alma dan Bryan menyiapkan bulan madu mereka ke Hawai.


****


Hari itu, Bu Delia terlihat sangat bersemangat dari biasanya terutama pada cucu cucu nya. Bu Delia ingin menghabiskan waktunya lebih banyak dengan cucu cucunya. Bahkan Kelvin dan Naina juga menginap di rumah Bu Delia bersama Kayla dan Laura disana.


Alma melamun sembari membereskan pakaian nya dan pakaian Bryan ke dalam koper besar.


" Ada apa?" tanya Bryan pada Alma. Bryan baru keluar dari kamar mandi nya.


" Tidak ada apa-apa, kamu yang kenapa. Seharian ini kamu dingin sekali padaku?" tanya Alma heran


" Aku biasa saja tuh " Bryan duduk di seberang istrinya seolah menjauh darinya


" Biasa saja apanya, kamu terus menunjukkan wajah kesal mu padaku. " gerutu Alma sebal melihat suaminya yang sudah berbaring di ranjang.


Bryan langsung mengerumuni dirinya dengan selimut dan mengabaikan istrinya.


🎵🎵🎵


Ting Tong!


Bel rumah berbunyi.


" Siapa yang bertamu malam-malam begini? kamu keluar lah dan lihat siapa itu " ucap Bryan dengan nada kesal


" Tanpa kamu suruh, aku akan keluar. Siapa tau ada pria tampan di depan rumah?" Alma menyindir suaminya dan tersenyum tipis


" Hey ! kamu tuh ya !" Bryan beranjak dari ranjangnya dengan kesal. Kini giliran Alma yang mengabaikan nya, wanita itu berjalan menuju ke depan pintu rumah.


KLAK


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam, pak Gerry? ada apa anda kemari?" tanya Alma kaget melihat Gerry ada di depannya


" Maaf saya kesini malam-malam, saya cuma mau menyampaikan permintaan saya yang terlambat pada Bu Alma " Gerry tersenyum sambil membawakan sesuatu ditangannya


" Eh, sebenarnya pak Gerry tidak perlu melakukan itu. "


" Saya harus melakukan nya. Apa saya tidak boleh masuk dulu?" tanya Gerry


Bryan langsung keluar dengan memakai pakaian kimono tidurnya, ia tampak tidak senang dengan kehadiran Gerry.


Tadi Mike, sekarang desainer ini juga datang untuk Alma? apa mereka tidak menghargai ku sebagai suami nya?


" Pertanyaan tidak sopan macam apa itu? dan lagi bertamu ke rumah orang malam-malam begini " kata Bryan sinis


" Maafkan saya Pak Bryan, saya hanya ingin menyampaikan permintaan maaf saya pada Bu Alma secara langsung karena besok saya akan pergi dari negara ini " Gerry langsung menciut saat melihat tatapan panas membakar dari Bryan, ia memberikan kotak hadiah dan seikat bunga pada Alma lalu pergi dengan cepat. Gerry berfikir kalau Alma mempunyai suami yang seram.


Alma yang awalnya mau menolak, merasa tidak enak pada Gerry yang sudah datang menyampaikan niat baiknya meminta maaf atas kejadian dengan Selina. Alma menerima bunga dan kotak hadiah yang lumayan besar itu.


" wah wah, istriku populer sekali ya. Hari ini dia mendapat banyak bunga dari pria tampan " Bryan melirik kesal pada kotak hadiah itu


" Apaan sih Bryan? hahaha jangan jangan kamu cemburu ya? kamu kesal seharian ini karena cemburu?" tanya Alma yang akhirnya mengerti sikap suaminya yang seharian cemberut itu


" Cemburu, siapa yang cemburu? aku tidak " Bryan menyilangkan tangannya di dada, diam-diam melirik kotak hadiah yang akan dibuka oleh istrinya


" Benar nih tidak cemburu?" goda Alma


" Tidak, aku tidak cemburu" jawab Bryan


" Kalau aku terima ajakan pak Mike untuk makan bersama, apa kamu tidak cemburu?"


" Memang nya kamu berani melakukan itu? tidak takut hukuman dariku?" tanya Bryan


" habis nya kamu tidak cemburu sih. Ternyata kamu tidak cukup mencintai ku, kamu bahkan tidak cemburu" Alma terdengar kecewa


Bryan berjalan mendekat ke arah Alma yang sedang duduk di sofa. Lalu membenamkan bibirnya pada bibir istrinya itu dengan perasaan agresif dalam dirinya.


" Hmphh! "


Ciuman Bryan sangat agresif hari ini, tapi aku suka.


Refleks, tangan Alma melingkar di leher Bryan. Menikmati setiap ciuman yang di lontarkan nya. Ciuman intens yang manis dan bergairah. Tangan Bryan sudah mulai bergerilya melorotkan baju luar Alma secara perlahan.


Alma melepaskan ciuman nya itu, karena merasa ia tak bisa bernapas.


" Hah Hah.. aku tidak bisa bernapas "


" Siapa suruh kamu menggoda pria lain di depanku?" Bryan meraih pinggul istrinya.


" Bukankah mereka yang menggoda ku duluan, kenapa jadi aku yang disalahkan? sayang, kalau kamu cemburu. Seharusnya kamu bilang saja " goda Alma


" Kamu memang perlu mendapat hukuman " Bryan tersenyum lalu menangkup tubuh istrinya ke dalam gendongan nya.


KYAA


" Bryan, kamu sudah tidak marah lagi?" tanya Alma


" Tergantung penampilan mu malam ini " Bryan menyeringai seperti mengisyaratkan sesuatu.


" Bry-bryan kamu..aku mencintaimu" Alma terlihat bingung saat melihat Bryan menatapnya dengan tatapan kelaparan.


" Aku tau, karena aku juga sangat mencintai mu "


Bryan membawa Alma masuk ke dalam kamar, tak lupa mereka mengunci pintu, meskipun tidak akan mungkin ada gangguan yang datang. Suara suara aneh menggema di kamar itu, suara yang penuh kenikmatan.


Malam itu mereka berbicara melalui tubuh, menghabiskan malam yang penuh gairah dan panas. Aroma pengantin baru masih tercium dari pasangan Alma dan Bryan. Namun, mereka tidak melakukan nya sampai pagi karena mereka harus bersiap-siap pergi ke bandara untuk rencana bulan madu mereka.


Pagi itu mereka sudah bersiap-siap, wajah Bryan yang sebelumnya kesal berubah menjadi lebih baik. Sebelum pergi ke Bandara, pasutri itu mengunjungi dulu si kembar dan Bu Delia yang ada di rumah keluarga Aditama.


" Sayang sayangku jangan nakal ya, baik-baik sama nenek dan Tante Laura " ucap Alma pada kedua anak nya itu


" Iya Mama, Mama tenang aja dan pulangnya bawa Dede bayi ya " kata Naina


" Dede bayi?" Alma terpana mendengar nya


" Bawa Dede bayi ya? baiklah, Papa akan berusaha keras " goda Bryan sambil tersenyum pada kedua anak nya itu, dan tersenyum pada istrinya yang tampak bingung


" Aku titip bayi laki-laki saja ya Ma, cukup satu orang saja yang suka drama Korea. " kata Kelvin sambil mengacungkan jarinya


" Gak boleh, nanti kalau adik bayinya laki-laki dia nyebelin kaya kak Kelvin " kata Naina


" Mama juga tunggu kabar baik dari kalian ya, have fun kalian ya " Bu Delia tersenyum


" hehe .. bayi?" gumam Alma kebingungan dan sedikit malu dengan permintaan semua orang. Sebenarnya ia belum memikirkan sampai kesana. Sebaliknya Alma malah merasakan ada sesuatu yang salah pada ibu mertuanya itu.


Kenapa aku merasa kalau Mama sedikit berbeda ya?


Usai berpamitan pada semuanya, Alma dan Bryan segera berangkat ke bandara.


...---***---...