Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Akhir dari bulan Madu



...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Andre sang sekretaris Presdir yang kompeten itu terlihat sangat lelah. Hampir 3 hari 3 malam ia tidak tidur karena mengerjakan pekerjaan Presdir.


" Pak Presdir ini, kapan pulangnya sih? " gumam Andre menggerutu seperti anak kecil. Dirinya sudah mual melihat tumpukan dokumen di meja kerja Bryan.


Dalam hatinya ia memuji Presdir nya itu karena bisa menangani dokumen yang banyak ini dalam waktu yang cepat tidak seperti dirinya yang keteteran meskipun sudah bekerja bertahun-tahun bersama Bryan.


" Pak Bryan memang sangat genius diatas genius, dan kegeniusan nya menurun pada tuan muda dan nona muda. Pak Presdir, saya bangga pada anda, tapi cepatlah pulang pak " ucap Andre sambil melihat foto si kembar dan Alma yang terpampang di meja Bryan.


Malam itu mata Andre sudah sangat lelah, ia pun memutuskan untuk tidur dulu sejenak di sofa yang ada di ruangan Presdir sebelum melanjutkan pekerjaan nya.


Namun, sebuah telpon berdering mengganggu nya saat Andre akan menutup matanya sebentar.


🎢🎢


" huh, siapa sih yang telpon malam-malam begini?" gerutu Andre kesal, tanpa melihat siapa yang menelponnya ia langsung mengangkat nya.


" Halo, siapa sih ganggu aja!" seru Andre yang sudah sangat mengantuk


" Apa? jadi aku menganggu? oh kamu memang mau mati ya Andre?" tanya Bryan kesal


" sayang, kamu gak boleh gitu ah sama pak Andre. Kasihan" bisik Alma pada Bryan.


" P-pak Presdir! siap gerak pak! Maaf, saya kira siapa " jawab Andre yang matanya langsung melek seketika mendengar suara bos nya itu


" Andre, kamu dimana?" tanya Bryan


Apa jangan-jangan pak Presdir tau kalau aku mau tidur dan tidak lembur?. Batin Andre takut


" Sa-saya di kantor " jawab Andre hati-hati


" Kamu bodoh ya? siapa suruh kamu masih di kantor jam segini, cepat kembali ke rumahmu "


" Ta-tapi masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan untuk besok pak, seperti nya saya akan lembur "


" hey Andre! ini perintah untukmu, pulanglah ke rumah dan beristirahat. Besok aku akan kembali bekerja " jelas Bryan


" A-apa bapak serius?" tanya Andre senang dan tak percaya


Apa aku ngelindur ya? pak presdir menyuruhku istirahat dan besok pak Presdir akan kembali bekerja, apa itu artinya kalau besok pak Presdir akan kembali dari bulan madunya?


" Jangan buat aku mengulangi kata-kata ku! kamu beruntung karena istriku ini masih memikirkan hidupmu. Pulanglah ke rumahmu, besok kamu libur. Tapi juga lupa kirimkan jadwal penting ke ponsel ku, besok suruh lah Hans menggantikan pekerjaan mu dulu " jelas Bryan tegas


" Siap pak! terimakasih Presdir dan terimakasih nyonya Presdir " Andre tersenyum lebar seakan kebahagiaan sudah di depan matanya. Ia bersiap-siap pulang ke rumahnya memeluk guling dan istrinya.


Tidak apa, libur sehari pun. Aku masih bisa hidup! Andre senang walau dikasih libur 1 hari oleh Presdir nya.


" Ya ya, sudah ya " Bryan langsung menutup telponnya


Sekretaris Bryan itu langsung bersiap-siap pulang ke rumah nya dengan wajah gembira, ia tak sabar ingin segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Sebelum itu ia harus mengirimkan dulu beberapa jadwal penting Bryan yang tertunda, Andre harus membuka komputer dan membuat laporan nya terlebih dahulu.


Tak butuh waktu lama bagi Andre untuk menyelesaikan nya, hanya 15 menit saja. Andre langsung mengirimkan file pada Bryan lewat ponselnya. Tak lupa Andre memberitahukan pada Hans, pegawai dari bagian management untuk bersiap menggantikan nya selama 1 hari menjadi sekretaris Presdir.


" Yuhu, waktunya pulang semua sudah beres. Tinggal tunggu besok, bagaimana pak presdir akan menyiksa pak Hans hihi " Andre tertawa cekikikan, menantikan apa yang akan terjadi besok dengan Hans yang akan menggantikan dirinya selama 1 hari. " Hoho, aku jadi tidak sabar "


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di pesisir pantai, Hawaii..


Bryan dan Alma baru saja selesai menikmati ayam panggang kecap yang di panggang oleh Bryan. Keduanya sudah sama-sama kenyang, setelah itu Bryan membawa gitar yang ada di tenda, tangannya yang satu lagi membawakan setangkai bunga mawar ungu yang tidak pernah ia lupakan setiap harinya untuk diberikan pada istrinya.


" Bryan, kapan kamu bawa gitar itu? kok aku tidak tahu?" tanya Alma terharu sambil mencium bunga mawar itu.


" Aku beli di toko suvenir di sana. " Bryan tersenyum dan memegang gitarnya, ia memainkan gitar nya sambil bernyanyi.


🎢🎢🎢


Saat ku tenggelam dalam sendu


Waktu pun enggan untuk berlalu


Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku


Entah untuk siapapun itu


Semakin ku lihat masa lalu


semakin hatiku tak menentu


Tetapi satu sinar terangi jiwaku


Saat ku melihat senyummu


Dan kau hadir merubah segalanya


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku...


🎡🎡🎡


Alma menikmati lirik, dan suara yang menjiwai milik Bryan yang tampak indah. Lirik lagu itu masuk ke dalam hati Alma, membuatnya merasa kalau lagu itu adalah ketulusan hati Bryan untuknya.


PROK


PROK


PROK


" Bagus sekali, sangat bagus Bry " Alma memuji


" Aku sudah bekerja keras, kamu harus nya memberiku hadiah kan?" tanya Bryan sambil menyimpan gitarnya di dekat tenda.


" Hadiah? kamu mau apa?" tanya Alma


" Aku mau makan "


" Ya?"


" Aku mau makan kamu " tangan Bryan mulai menggoda Alma, memegang lehernya dengan lembut. Memberikan ciuman manis di bibirnya. Kedua bibir mereka menyatu untuk ke sekian kalinya. Sama-sama merasakan cinta dari dalam diri mereka, menikmati segala yang sudah disuguhkan.


Suasana malam yang romantis sungguh tak terelakan lagi. Suara ombak menyertai kisah cinta dalam suasana bulan madu mereka disana. Angin mulai membisikkan kata-kata cinta ke dalam tubuh mereka yang mulai mendingin, yang ingin segera dipanaskan itu.


" Mari kita pindah ke dalam tenda " ajak Bryan setelah melepaskan ciuman nya


" Ke-kenapa tidak ke hotel saja? bagaimana kalau ada yang melihat?" tanya Alma bingung


" Tidak akan, aku sudah menyewa seluruh pesisir pantai ini malam ini untuk kita nikmati berdua "


" APA? kamu sudah gila ya? menyewa fasilitas umum untuk kepentingan pribadi? kamu buang buang uang saja. Dulu waktu melamar ku kamu sampai menyewa menara Eiffel ! dasar kamu tuh ya, "


" Karena siapa aku gila? bukankah kamu yang harus bertanggungjawab?" Bibir Bryan terus menggoda Alma, menelusuri leher dan mulai ke bagian bawah tubuhnya.


CUP


CUP


Sampai terdengar suara kecupan kecupan menyertainya. Tangan Bryan memeluk Alma dengan lembut.


" Bry-bryan! ini geli " Alma tersenyum, menggelinjang kegelian dengan kecupan cinta dari suaminya itu


" Kalau begitu mau disini atau di dalam tenda? aku mau hadiah " Bryan menatap Alma dengan penuh godaan.


" Baiklah aku kalah, kita lakukan di tenda." Alma tersenyum dan menggapai leher Bryan. Ia menyetujui tidur bersama di dalam tenda itu.


Dan benar saja seperti kata Bryan yang sudah menyewa seluruh pesisir pantai itu, tidak ada orang disana sampai pagi, hanya mereka berdua saja yang ada di sana. Menghabiskan malam terakhir bulan madu mereka dengan penuh gairah, cinta dan kasih sayang.


***


Pagi itu, Alma dan Bryan kembali ke hotel untuk berbenah barang-barang mereka dan bersiap pulang. Alma mendengar suaminya sedang berbicara di telpon, dan Bryan mengatakan pada orang itu bahwa semuanya sudah siap.


" Apa yang sudah siap? kamu menelpon siapa sayang?" tanya Alma sambil membereskan barang-barang ke dalam koper.


" Helikopter akan segera datang, apa kamu sudah membereskan semua barang-barang kita?" tanya Bryan


" Belum, seperti nya oleh oleh yang aku beli tidak muat di koper" ucap Alma bingung " eh, kamu bilang helikopter?!" Alma kaget mendengar nya.


" Ya, biar kita bisa cepat sampai. Karena aku harus segera pergi ke kantor " Jawab Bryan


" Apa kamu menyewa nya lagi? kamu ini selalu buang-buang uang " gerutu Alma


" Tidak, kali ini aku membelinya " jawab Bryan sambil tersenyum dan membantu Alma membereskan barang-barang bawaan nya.


" Sudahlah sayang, jangan kaget begitu. Ayo cepat, 10 menit lagi helikopter nya sampai " kata Bryan santai


Seberapa kayanya suamiku sampai dia bisa membeli helikopter, menyewa pantai, juga menyewa menara Eiffel? apa uangnya tidak habis? Alma sampai bengong di buat terpana oleh Bryan.


Alma membereskan oleh-oleh yang ia bawa untuk semua orang, dan di masukan ke dalam keresek besar. Sebagian lagi di koper.


Pasti anak-anak akan senang dengan apa yang aku bawa.


Bryan dan Alma pergi ke bagian atas gedung hotel itu, menunggu helikopter menjemput mereka.


Beberapa menit kemudian, dua helikopter pun tiba di atas gedung. Dua orang suruhan Bryan turun dari helikopter dan membawakan barang-barang yang di bawa Alma dan Bryan ke dalam helikopter.


Deg!


Seriusan? aku akan naik helikopter?. Alma merasa deg degan


" Sayang, ayo giliran kita naik "


" Bry, aku sedikit takut " ucap Alma ragu


" Aku akan menggendong mu, kamu tutup mata saja kalau takut. Pegang aku erat-erat sayang " Bryan menggendong Alma, sekuat tenaga Alma memegang punggung suaminya. Ia menutup matanya.


Bryan pun membawa Alma ke dalam helikopter, Alma masih memeluknya, masih tampak ketakutan. Padahal helikopter sudah mulai mengudara.


" Alma, buka matamu "


" Aku tidak mau, aku mau menutup mata saja sampai kita sampai " Alma menggeleng dan masih menutup matanya


" Kamu yakin tidak mau membuka matamu?" tanya Bryan sambil tersenyum


" Tidak "


" Oke kalau begitu "


Bryan mencium bibir Alma, dan membuat Alma yang kaget langsung membuka matanya lebar-lebar. Alma merasa malu karena di dalam helikopter itu ada 2 orang lainnya di kursi depan.


" Apa yang kamu lakukan?!" Alma kesal


" Lihat ke depan Al " Bryan menunjukkan ke arah depan helikopter.


Terlihat pemandangan yang indah pantai Hawai dari atas sana. Alma takjub dengan pemandangan dan indah alam di depannya itu.


" Woah.. indah sekali, semuanya terlihat sangat bagus dari atas sini " Alma takjub melihat pemandangan di bawah nya itu melalui jendela helikopter.


Sulit dipercaya, aku dan Bryan bulan madu di tempat seindah ini.


" Indah bukan? sayang kalau kamu menutup matamu dan melewatkan nya " kata Bryan sambil tersenyum melihat istrinya


" I-itu.. dibawah situ, itu namaku?" Alma terkejut melihat di sebuah pulai yang tidak diketahui namanya, tertulis sesuatu dalam bentuk bunga-bunga, I LOVE YOU ALMAHYRA.


" Apa kamu terpesona sekarang?" tanya Bryan merasa bangga


" Kamu memang selalu membuatku kaget, Bry " Alma memeluk suaminya dengan penuh cinta


" Terimakasih untuk semuanya suamiku, aku mencintai mu "


Bryan membalas pelukan istrinya dengan lembut dan penuh cinta. " Aku juga mencintaimu.. sangat "


Kata terimakasih saja seperti nya tidak cukup untuk mu Alma. Kamu begitu berbesar hati menerima masa lalu ku yang kotor sebagai playboy, kamu tidak peduli di panggil orang lain sebagai orang bodoh yang mencintaiku. Dan tetap menerimaku, kepercayaan mu padaku tidak akan pernah rusak dan goyah lagi Alma. Kamu adalah anugerah yang diberikan oleh yang kuasa padaku. Akan ku pastikan kamu bahagia seumur hidup mu, aku berjanji tidak akan pernah membuat kamu menangis.


Bryan mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang, keduanya sama sama tersenyum bahagia.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah 4 jam perjalanan dengan helikopter, Alma dan Bryan sampai di ibu kota, tepatnya di atas gedung tempat Bryan bekerja ( gedung Aditama ).


Saat turun dari helikopter, Alma merasakan pusing dan mual mual.


" Uwekk.. uwekk.."


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Bryan cemas


" Aku harus ke kamar mandi dulu, kamu tolong bawakan koper nya ya "


" Iya iya, perlu aku temani? " tanya Bryan


" Tidak usah, kamu tidak usah cemas seperti nya ini hanya masuk angin karena aku baru pertama kali naik helikopter " jelas Alma sambil memegang perutnya.


Alma pergi ke kamar mandi yang ada di kantor Presdir, ia menumpahkan semua makanan pagi yang ia makan di saat di Hawai. Rasanya sangat tidak enak sekali, seperti nya ia masuk angin.


Uwekk.. uwekk..


Bryan menunggu istrinya dengan setia di depan kamar mandi dengan penuh rasa bersalah. Bryan berencana untuk menelpon Ian.


CEKREK


Pintu kamar mandi pun terbuka, Alma terlihat pucat setelah mengeluarkan semua makanan di perutnya.


" Al, kamu tidak apa-apa? kita ke rumah sakit saja ya?" Bryan tampak panik


" Ya ampun, cuma masuk angin biasa saja tidak perlu ke rumah sakit. Aku hanya butuh istirahat saja kok, kamu tidak ingat ya saat di Hawai kita sangat bekerja keras?" tanya Alma sambil tersenyum


" Aku benar-benar minta maaf Al, aku sudah berusaha selembut mungkin. Ah mungkin aku sempat kehilangan kendali juga. Maaf ya, kamu mau aku lakukan apa sekarang?" tanya Bryan terlihat menyesal


" Tidak apa-apa, kamu bekerja saja. Aku mau pulang dan istirahat, hanya itu yang aku inginkan. "


" Benarkah? kalau begitu aku akan membiarkan mu beristirahat ya, aku akan mengantar mu "


" Tidak usah, kamu tidak lihat file menumpuk di meja mu? kamu bekerja saja, aku bisa naik taksi " Alma melihat tumpukan dokumen di atas meja kerja Bryan yang menggunung.


" Baiklah, kalau begitu aku telpon pak Jeffry ya untuk menjemput mu "


" Tidak usah "


" Ets ! kalau kamu menolak lagi aku akan membawamu ke rumah sakit " ancam Bryan pada Alma yang tidak suka di rumah sakit


" Huh! baiklah " ucap Alma menurut


Bryan segera menghubungi Pak Jeffry..


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Beberapa menit kemudian setelah di hubungi oleh Bryan, Pak Jeffry sudah tiba dan membantu Alma membawa barang-barang bawaannya. Pak Jeffry langsung mengantar Alma ke rumah keluarga Aditama.


Alma sudah tidak sabar ingin bertemu dengan semua orang yang ada di rumah. Sesampainya disana, ia melihat Kayla dan Naina sedang bermain sepeda di halaman depan rumah.


" Ma, Mama!!" teriak Naina senang, ia langsung turun dari sepeda nya dan memeluk Mama nya itu.


" Tante Alma!" Kayla yang senang, menghampiri Alma dan ikut memeluknya juga.


" Kayla, Naina.. kalian lagi main ya?" tanya Alma sambil tersenyum melihat kedua gadis kecil itu


" Mama sudah pulang, aku kangen Mama !" rengek Naina pada ibunya


Mendengar keributan Naina dan Kayla di luar, Bu Delia dan Kelvin segera keluar dari rumah. Mereka tampak senang karena Alma sudah kembali dari bulan madu nya.


Ketiga anak itu langsung memburu oleh-oleh yang di bawa oleh Alma dari Hawaii. Sementara itu Alma duduk di sofa bersama Bu Delia mereka berdua mengobrol.


" Kenapa kamu sudah pulang lagi Al? bukankah masih ada waktu 4 hari lagi?" tanya Bu Delia sambil menyeruput teh nya.


" Bryan banyak kerjaan di kantor nya ma, jadi kita gak bisa lama-lama disana " ucap Alma sambil menyeruput pelan-pelan susu hangat di dalam gelas.


" Oh gitu, ya sudah kamu istirahat dulu saja. Kamu pasti masih lelah kan?" tanya Bu Delia ramah


" Iya Ma, nanti saja. Oh ya Ma, bagaimana anak-anak? apa mereka nakal?" tanya Alma


" Ih enggak mah, kami baik kok " sambung Naina yang mendengar pertanyaan ibunya kepada nenek nya itu.


" Baik apanya, Naina selalu mengacau Ma" ucap Kelvin sambil tersenyum


" Kakak ! nyebelin ya huhh " gerutu Naina kepada kakaknya


Bu Delia mengatakan pada Alma bahwa ia menikmati waktunya bersama ketiga cucu nya. Karena ketiga cucunya itu sangat menggemaskan dan membuatnya senang. Alma merasa bersyukur kalau Bu Delia merasa senang.


Kemudian saat sedang mengobrol bersama Bu Delia, perhatian Alma pada kedua anaknya yang sedang melihat barang-barang di koper teralihkan ketika melihat tangan Bu Delia.


" Ma, Mama kenapa? tangan Mama.." Alma terlihat cemas


" Tangan Mama, kenapa Al?" tanya Bu Delia heran


Alma panik dan cemas melihat tangan Bu Delia memar memar berwarna ungu, dan memar nya cukup banyak terlihat jelas di kulit Bu Delia yang putih bersih itu.


" Mama, apa yang terjadi? Mama terluka?" tanya Alma sambil memegang tangan Bu Delia dengan cemas


Ya Allah, sekarang luka luka ku menjadi sulit sembuh dan malah jadi seperti ini. Kalau begini terus, aku bisa ketahuan. Bu Delia terlihat panik, ia takut Alma curiga padanya.


...---***---...