
...πππ...
Juna menelan saliva nya, apa maksudnya melawan? berkelahi atau bagaimana?. Melihat kebingungan di wajah Juna, akhirnya menjelaskan bahwa Juna harus adu panco dengan kelima pria itu.
"Katanya kamu mantan preman, kamu bisa dong adu panco sama mereka?" tanya Bryan sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Adu panco sama mereka berlima? aku gak takut, demi Naina.
"Saya tidak takut" jawab Juna berani
"Oke, kalau kamu bisa mengalahkan 3 dari mereka. Kamu lolos untuk tahap selanjutnya"kata Ken
"Tahap selanjutnya??" Juna terperangah mendengar ada tahap selanjutnya. Entah kejutan apa lagi yang disiapkan oleh Ken dan Bryan untuk nya.
"Kenapa? mau nyerah?" tanya Bryan menantang calon menantunya itu.
Aku harus tau seberapa kuat kamu bisa melindungi putriku. batin Bryan
"Gak! saya tidak akan menyerah, saya siap papa mertua!" Juna membulatkan tekad nya, dia duduk lalu membuka jas nya. Mempersiapkan tangannya untuk memulai adu panco.
Naina, Kelvin dan Alma melihat mereka bertiga dari balik layar monitor. Naina memainkan kuku kuku tangannya, dia terlihat gugup. Tidak masalah Juna mau menang atau kalah, karena Naina akan tetap menikah dengan pria itu.
"Nai, tenanglah. Aku yakin si trouble maker itu pasti bisa" Kelvin menepuk saudara nya itu seraya menenangkan nya. Kelvin tau kebiasaan Naina saat gugup adalah selalu memainkan kuku jempol dan telunjuk nya, menggesek nya secara perlahan.
"I-iya kak" jawab Naina yang masih gugup, dia takut kalau Juna akan kenapa-napa.
Waktu pun berlalu, dengan trik liciknya dan kekuatan tangan. Juna berhasil mengalahkan ketiga anak buah Ken dengan susah payah.
"Sudah tiga, kan om?" tanya Juna pada Ken
"Bos, dia menggelitik kaki ku sehingga aku kalah" gerutu pria pertama yang melawan Juna pada pertandingan adu panco itu
"Bos, dia juga menginjak kaki ku dengan sengaja sehingga aku kalah" gerutu pria kedua yang melawan Juna pada Ken.
"Bos! dia curang" ucap seorang pria terakhir yang melawan Juna. Ketiga pria itu menatap Juna dengan kesal.
"Apa? licik dan curang tidak termasuk dalam kesepakatan kan? yang penting aku menang, ya kan om Ken, papa mertua?" tanya Juna santai
"Boleh juga anak ini kak" bisik Ken pada kakak nya
"Aku sependapat. Tapi masih ada dua tes lagi bukan?" tanya Bryan setuju pada pendapat adiknya
"Tes pengetahuan" jawab Ken sambil tersenyum pada kakaknya.
"Sekarang apa tahap selanjutnya?" tanya Juna tak sabar
"Oke, kamu hanya perlu menjawab beberapa pertanyaan dari calon papa mertuamu. Silahkan kak" Ken mempersilakan Bryan untuk melanjutkan tahap selanjutnya.
Bryan menyiapkan pertanyaan untuk Juna yang berkaitan dengan Naina. Naina, Alma dan Kelvin masih menyimak dari balik layar monitor.
Jika dia sayang pada putriku, dia pasti bisa dengan mudah menjawab pertanyaan ku. batin Bryan
"Apa makanan kesukaan Naina?"tanya Bryan sambil duduk di depan Juna.
"Coklat, stoberi, keju. Naina suka makanan yang manis-manis.. dia juga suka bawa permen kemana-mana" jawab Juna tanpa ragu
Naina tersenyum melihat Juna dari balik layar monitor itu. Mendengar jawaban Juna yang tak makanan kesukaan nya.
"Berapa tanggal lahir Naina?" tanya Bryan melanjutkan pertanyaan nya
"6 Agustus, hari Senin" jawab Juna lancar.
"Hem...apa yang di lakukan Naina ketika dia gugup?" tanya Bryan
"Naina selalu memainkan kedua kukunya, jari telunjuk dan jempolnya secara bersamaan kalau dia sedang gugup. Bicaranya juga jadi gagap" jelas Juna sambil tersenyum mengingat Naina.
Bryan terus melontarkan banyak pertanyaan tentang Naina, kebiasaan Naina tanpa terlewatkan pada Juna. Bryan ingin tau seberapa besar pengetahuan Juna tentang Naina yang katanya sangat dia cintai itu. Dan Juna mampu menjawab semuanya tanpa ada yang salah.
Kelvin dan Alma sampai terperangah karena Juna tau dengan detail luar dalam Naina seperti apa. Mungkin tidak ada yang tidak diketahui nya. Naina tersenyum haru, dia tak sabar ingin memeluk Juna saat itu juga. Namun, mama nya meminta agar Naina menunggu sebentar.
"Apa saya sudah lulus, papa mertua?" tanya Juna setelah mendapatkan banyak lontaran pertanyaan dari calon papa mertuanya.
"Pertanyaan terakhir, apa kamu yakin bisa membahagiakan Naina seumur hidup kamu? dan apakah kamu hanya akan mencintai Naina saja di dalam hidup kamu?" Bryan menatap pria itu dengan serius
Juna tercekat, dia melihat ke arah Bryan dengan wajah serius. Tanpa senyuman sedikit pun, hanya mata yang menunjukkan kepercayaan diri. Ken dan Bryan memperhatikan Juna lekat lekat. Begitu pula dengan Naina, Alma dan Kelvin yang melihat dari layar monitor. Mereka menantikan jawaban Juna
"Di dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya, saya hanya akan mencintai anak om.Hanya pastikan, tidak .. saya berjanji demi seluruh hidup saya bahwa Naina lah satu satunya wanita yang akan menjadi istri saya, pendamping saya seumur hidup"
Kalimat Juna, wajah Juna, tatapan mata Juna tidak terlihat bercanda. Juna terdengar seperti sedang meminta Naina pada Bryan, untuk mempercayakan Naina pada dirinya.
Juna, kamu ini.. Naina kehilangan kata-kata, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Juna pada papa nya.
Wow, aku tidak menyangka kalau si Juna slengean itu akan mengatakan kata-kata yang begitu indah dengan wajah serius. Aku pikir dia hanya bisa bercanda. batin Kelvin sambil tersenyum kagum pada Juna
"Ya ampun, romantis sekali calon menantuku" Alma ikutan terharu dengan kata-kata Juna.
Bryan, Ken tersenyum tipis mendengar nya."Aku tidak perlu janji dengan mulut, apa yang mau kamu pertaruhkan untuk menikahi putriku? apa yang menjadi jaminan, bahwa kamu tidak akan pernah memiliki wanita lain di masa depan?" Bryan khawatir kalau suatu saat nanti Juna akan berselingkuh dari anaknya. Dia tidak mau kalau anaknya akan terluka, dia ingin menjamin anaknya bahagia.
"Saya.. akan mempertaruhkan hidup saya. Saya akan menyerahkan semua harta saya bahkan akan menyerahkan semua anggota tubuh saya untuk di potong-potong, jika saya berselingkuh dari Naina. Saya bersumpah!" Juna mengangkat tangannya
"PFut.." Ken menahan tawa mendengar ucapan Juna
"Kamu yakin dengan kata-kata mu? kamu bisa mempertanggungjawabkan kata-kata ini?" tanya Bryan sambil tersenyum
Juna mengangguk. "Ya om"
"Apa kamu rela kalau anu mu di potong?"
"A-apa?"Juna tercekat
"Tentu saja kamu tidak rela kan?" tanya Ken meremehkan
"Kalau om Ken dan papa mertua tidak percaya, seperti nya saya hanya bisa membuat janji tertulis" ucap Juna serius
Saat itu juga Juna langsung menelpon Ardi untuk membawakannya seorang pengacara dan membawa surat perjanjian. Bryan dan Ken kagum dengan kegigihan Juna. Dia bahkan sampai membawa pengacara dan membuat surat perjanjian itu.
"Anak ini, kamu benar-benar serius?" tanya Ken sambil melihat isi surat yang dibuat pengacara Juna. Dia tidak percaya bahwa Juna benar-benar membuat janji hitam diatas putih.
"Tentu saja saya serius om, apalagi dalam urusan Naina"'
"Kamu gila ya? kamu mempertaruhkan semua harta kamu dan anggota tubuh kamu jika kamu berselingkuh dari anakku??" Bryan terperangah melihat isi suratnya
"Kalau ada yang kurang, saya bisa menambahkan organ dalam saya di dalamnya, om.." ucap Juna dengan polosnya.
"Kamu benar-benar gila" Bryan tak habis pikir dengan kegilaan dan keberanian Juna
"Saya memang sudah gila, tergila-gila pada anak om" jawab Juna sambil tersenyum nyengir.
"Hahahaha.. anak ini sudah gila kak, masih sempat-sempatnya dia bertingkah konyol" Ken tertawa terpingkal-pingkal dengan tingkah dan kata-kata Juna
"Hahhh.. dasar.." Bryan menghela napas dan ikut tertawa juga
Anak ini? disaat serius saja masih bisa bercanda. Pria yang di sukai Naina benar-benar unik. Apa karena ini Naina menyukai nya?. batin Bryan
Di sisi lain, Kelvin dan Alma juga sedang menertawakan Juna dengan tingkah konyolnya. Sementara Naina hanya tersenyum malu.
...---****----...
Hai Readers π₯Ίπ₯Ί please komennya dong biar Author semangat untuk crazy up lagi. Kalian suka pada lupa deh untuk like dan komen kalau author crazy upππ₯Ί