Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Firasat buruk



πŸ‚πŸ‚πŸ‚


5 hari berlalu setelah Alma dan Bryan resmi berpacaran percobaan. Selama itu pula, setiap harinya Bryan selalu menyempatkan dirinya untuk mengantar Alma dan si kembar di pagi hari. Dan pada siang hari nya si kembar di jemput pulang oleh Laura, Ny. Delia atau Andre sekretaris nya.


Bryan benar-benar tidak melewatkan sedikit pun tugasnya sebagai seorang ayah untuk kedua anaknya. Di jadwalnya yang padat, ia selalu menyisihkan waktunya untuk bermain dengan Kelvin dan Naina. Bahkan Bryan pun menyiapkan bekal untuk Alma setiap harinya. Bryan benar-benar sudah takluk oleh Alma, dan ingin membuat Alma tidak bisa berpaling darinya. Padahal dulu Alma lah yang selalu membuatkan Bryan bekal makanan untuk dibawa ke kantor, sekarang Bryan lah yang selalu membuat makanan untuk Alma.


Hari itu..


Alma bekerja seperti biasanya, menangani klien yang akan memesan desain nya. Menjadi Presdir dari sebuah perusahaan desain ternama tidak lah mudah. Sebenarnya jadwalnya sangat padat, sampai sampai setiap hari ia harus pulang sore bahkan pulang malam. Alma sangat khawatir kalau ia tak punya waktu untuk bersama anak-anak nya selain hari libur. Untungnya ada Ny. Delia dan Laura yang selalu membantu nya juga untuk menjaga kedua anaknya.


" Haa.. padahal dulu waktu di Australia aku tidak sesibuk ini. Ternyata duduk di bangku presdir secara langsung tidaklah mudah. " Helaan napas panjang keluar dari mulutnya, siang itu terasa begitu terik.


Alma meneguk habis air putih yang ada di dalam gelas. Saking hausnya.


🎢🎢


Suara dering membuat Alma tercekat, langsung mengambil ponselnya yang terletak di atas meja nya. Ternyata telpon itu dari Ny. Delia. Ny. Delia meminta izin pada Alma untuk membawa Kelvin dan Naina sepulang sekolah dan mengajak kedua cucunya bermain di rumah keluarga Aditama.


" Boleh kok Bu, silahkan "


" Kamu juga ikut ya, kita makan siang bersama. Ibu sudah siapkan makanan ! " ucap Ny. Delia ramah


Wanita itu agak ragu menjawabnya, karena sebenarnya ia memang sibuk di kantor. Namun, karena merasa tidak enak hati dengan ajakan Ny. Delia, Alma pun menyetujui nya untuk makan siang bersama walau sebentar.


****


Di kantor Aditama Grup, Bryan juga nampak sibuk dengan pekerjaan nya. Ia baru saja keluar dari ruangan rapat dengan klien nya. Dan selanjutnya ia akan pergi mengecek gedung yang akan menjadi pusat fashion terbaru di ibu kota.


" Andre, ini sudah 5 hari. Kenapa kalungnya belum jadi juga?"


" Pak Presdir, saya mohon maaf tapi pembuatnya masih membutuhkan 2 hari lagi untuk menyempurnakan kalungnya. Bukankah bapak ingin hasil yang sempurna?"


" Tentu saja, untuk Alma ku semua nya harus sempurna "


" Kalau begitu, pak Presdir bisa tunggu dua hari lagi untuk hasilnya yang sempurna. " Andre nyengir, seraya membujuk agar Bryan sabar menunggu


Seperti nya Presdir sudah mulai menjadi budak cinta.


" Haa...baiklah. Aku benar-benar tidak sabar " gerutu Bryan kesal


Ting !


Bryan membuka isi ponselnya, ada pesan dari ibunya yang mengajak makan siang bersama.


" Andre, kosongkan waktu 1 jam untuk makan siang. Lalu atur kembali jadwalku !" ujar Bryan


" Baik pak, saya akan mengatur kembali jadwal nya " jawab Andre patuh, sambil memencet mencet tab yang ia pegang


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Viona dan Alma tampak sibuk, sebelum makan siang itu Alma dan Viona harus pergi ke salah satu agensi model. Sedangkan Alma juga ada janji makan siang di rumah keluarga Aditama.


Viona dan Alma berjalan menuju ke tempat parkir, bersiap untuk berangkat.


" Viona kenapa kamu tidak mengingatkan ku kalau pertemuan nya sekarang?" Alma terlihat sedikit gusar


kenapa ada pertemuan mendadak di saat aku ada janji makan siang. Apa aku harus membatalkan nya?


" Maaf Bu, ini juga mendadak. Sekretaris nya baru memberi tau saya 30 menit yang lalu " ucap Viona


" Baiklah mari kita temui dia, mungkin sebentar saja juga selesai " gumam Alma


Hanya butuh waktu 5 menit bagi Alma yang ngebut, ke gedung agensi model itu. Alma dan Viona terlihat terburu-buru, mereka segera memasuki gedung agensi model yang bernama JJ modelling. Viona mengekori Alma di belakangnya, sambil membawa berkas berkas penting di tangannya.


" Bu Presdir, tunggu saya Bu !" ujar Viona yang melihat Alma terburu-buru naik ke dalam lift


Mereka pun naik lift bersama menuju ke ruangan Presdir agensi JJ modelling itu. Bersamaan dengan itu Selina juga datang kemari dan menggandeng Risya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di rumah keluarga Aditama, Laura dan Kayla datang bersama si kembar setelah menjemput si kembar dari sekolah dan sekalian mendaftarkan Kayla untuk mulai masuk sekolah.


Ny. Delia menyambut kedua cucu nya itu dengan ramah dan hangat. Makanan sudah tersedia di meja makan. Kelvin dan Naina juga tak lupa mencium tangan nenek merek dengan sopan.


Alma mendidik mereka dengan sangat baik.


" Ayo sekarang cuci tangan dulu ya. Kalian juga ganti baju, nenek sudah siapkan baju untuk kalian " kata Ny. Delia semangat


" Iya nek " jawab Kelvin dan Naina patuh


Ny. Delia dengan semangat menemani kedua cucunya untuk cuci tangan, cuci kaki dan berganti baju. Kelvin dan Naina merasa senang dengan perhatian nenek nya itu. Terlebih lagi, mereka belum pernah merasakan kasih sayang seorang nenek sebelum nya.


" Sudah nenek duga, bajunya cocok dan pas untuk kalian " Ny. Delia tersenyum senang melihat kedua cucunya memakai baju yang di belikan oleh nya sendiri.


" Nenek, bajunya bagus. Aku suka " ucap Naina sambil tersenyum


" Syukurlah. Kelvin, juga suka kan?"


" Iya nek " jawab Kelvin dengan wajah datarnya


" ya ampun, kamu mirip banget sama papa kamu waktu papa kamu masih kecil. "


Semoga Kelvin gak playboy kaya papa nya juga deh.


" Beneran nek? aku mau lihat dong papa waktu kecil kayak gimana?!" Naina terlihat sangat penasaran


" Baiklah, sambil menunggu papa dan Mama kalian. Nenek akan tunjukkan kalian masa kecil papa kalian " ucap Ny. Delia


" Yee ! aku mau tau nek " Naina semangat


" Aku gak mau tau " jawab Kelvin datar


" Ayolah Kelvin, ini akan sangat lucu. Kamu gak penasaran gimana papa kamu waktu kecil?" tanya Ny. Delia


" Ya deh terserah " jawab Kelvin cuek


" Ayo nek, ayo nek aku mau lihat foto papa !"


" Iya nenek ambil dulu foto album nya ya "


Laura tersenyum senang melihat ibunya yang sangat bersemangat itu. Ny. Delia membawakan album foto yang berisi foto-foto masa kecil Bryan dan Laura.


Kelvin terkejut, karena ia benar-benar seperti copy yan nya Bryan. Ya meskipun semua orang sudah bilang kalau ia mirip dengan papa nya itu. Tetap saja Kelvin merasa terkejut melihat foto papa nya di masa kecil yang sangat mirip dengannya.


Kelvin, Naina dan Ny. Delia tertawa tawa saat melihat foto-foto masa kecil Bryan dan Laura. Ny. Delia juga menceritakan tentang bagaimana cuek nya Bryan di waktu kecil. Walaupun Bryan terlihat cuek, tapi sebenarnya dia anak yang nakal dan jahil.


" Wah wah, sudah dulu ketawa tawa nya. Papa kalian sudah datang tuh, kita makan dulu ya " ucap Laura kepada kedua keponakan nya itu.


" Iya tante "


" Kak Naina, kak Kelvin ayo kita makan siang bersama " ajak Kayla


" Iya kay " jawab Naina dengan senyuman ramahnya


Naina, Kelvin, Ny. Delia, Laura dan Kayla langsung bersiap duduk di kursi meja makan mereka. Bryan juga baru datang dari kantornya.


" Apa papa terlambat?" tanya Bryan kepada kedua anaknya


" Kayanya mama yang terlambat deh pa " jawab Kelvin


Bryan melihat jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Sudah saatnya makan siang, ia pun mencoba menelpon Alma. Namun, tidak ada jawaban.


" Percuma pa, tadi aku udah telpon mama. Tapi gak ada jawaban " Kata Naina memberitahu


" Mungkin Alma lagi sibuk di kantornya " kata Ny. Delia


" Ini kan jam makan siang, dia ngapain masih di kantornya?" gumam Bryan


" Udah udah, karena kamu sudah disini kita makan duluan saja. Anak-anak pasti sudah lapar " kata Laura sambil melihat Naina, Kelvin dan Kayla sudah bersemangat untuk makan siang


" Ya sudah deh, kita makan duluan saja " jawab Bryan


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Alma masih berada di kantor agensi JJ modelling, ia bertemu dengan Presdir JJ modelling yang ternyata seorang pria yang bernama Mike Athalas teman dekat Bryan. Namun, Alma tidak mengetahui nya.


Alma duduk dengan resah, ia sudah janji untuk makan siang dengan keluarga nya. Tapi sepertinya Alma tidak bisa karena masalah pekerjaan. Akhirnya Alma berbisik pada Viona untuk mengirimkan pesan pada Bryan bahwa ia tak bisa makan siang bersama dengannya dan anak-anak.


" Jadi bagaimana pak? apa bapak suka dengan desain baju yang sudah di tunjukkan oleh sekretaris saya?" tanya Alma pada Presdir JJ modelling itu.


" Saya suka, tapi saya merasa kurang puas " jawab pria itu


" Bagian mana yang membuat bapak kurang puas?" tanya Alma sopan


Kenapa aku merasa kalau dia sengaja menyita waktuku ya? Ah, ini pasti hanya pikiran ku saja.


Daniel tersenyum dan memperhatikan sketsa desain baju yang ada di tab milik Alma. Ia melihat-lihat dengan menggeser geserkan sketsa itu.


" Saya belum makan siang, dan perut saya sedang kosong. Saya tidak bisa berfikir dengan perut kosong, bagaimana kalau kita makan siang dulu saja Bu Alma? apa anda keberatan?" tanya Mike


" Baiklah pak saya tidak keberatan, tapi saya tidak punya banyak waktu. Karena saya masih banyak pekerjaan lain " ucap Alma tegas


Benarkah dia gadis kecil yang dulu menikah dengan Bryan? rasanya tidak mungkin. Dia terlihat seperti wanita dewasa, tegas dan menarik.


" Ya, tentu saja. Saya hanya tidak mau Bu Alma kelaparan " Mike tersenyum ramah


Setelah membicarakan bisnis sembari makan siang, Alma dan Mike sudah mencapai kesepakatan bersama. Desain baju untuk modelnya sudah dipilih oleh Mike.


" Senang bekerja sama dengan anda, Bu Alma "


" Saya juga pak Mike, baju nya akan siap dalam beberapa hari "


" Mohon konfirmasi nya dari Bu Alma " Mike dan Alma berjabatan tangan sebagai tanda kesepakatan.


" Saya akan segera mengabari bapak, jika baju nya sudah selesai "


Alma dan sekretaris nya Viona berjalan pergi keluar dari ruangan itu. " Bu Alma, sampaikan salam saya untuk Bryan !" seru Mike sebelum Alma meraih gagang pintu


" Bapak kenal dengan pak Bryan?"


" Ya, dia sahabat saya " jawab Mike


Setelah keluar dari ruangan Mike, Alma dan Viona pun hendak masuk ke dalam lift. Namun di saat bersamaan Lift itu mengalami sedikit kerusakan karena korsleting listrik.


" Bagaimana ini Bu?"


" Ya mau bagaimana lagi, kita naik tangga saja " jawab Alma


" Bu, permisi saya kebelet. Boleh saya ke kamar mandi dulu?" tanya Viona dengan wajah yang resah


" Baiklah, aku tunggu di bawah saja ya. Kamu langsung ke tempat parkir "


" Oke Bu "


Alma menuruni tangga menuju ke lantai bawah, saat sedang menuruni tangga darurat. Alma mendengar keributan antara ibu dan anak, yang tak lain adalah Risya dan Selina.


" Aku tidak mau Ma !!" teriak Risya


Itu kan seperti suara Risya?. Batin Alma


Alma berjalan menuruni tangga, dan menuju ke tempat asal suara itu.


" Ma, aku tidak mau foto-foto lagi. Aku mau pulang " Risya berusaha melarikan diri dari genggaman


" Kamu dengarkan Mama! kamu harus nurut sama Mama, Risya !" bentak Selina pada anaknya itu, tangannya memegang erat Risya


" huu.. huu.. Mama jahat ! aku mau kembali sama papa sama nenek ! aku gak mau sama Mama !" Risya menangis terisak-isak


" Kenapa kamu malah nangis? Mama melakukan ini demi masa depan kamu! Duh kamu ini, make up kamu jadi luntur tuh !" Selina kesal dan menarik paksa anaknya itu masuk ke dalam sebuah ruangan.


" Tidak ! aku gak mau Ma, aku gak mau. Sakit Ma, lepasin tangan aku Ma "


Selina tidak menggubris anaknya yang menangis dan sedang kesakitan itu, ia terus menyeret Risya dengan paksa dan kasar.


" Arisya Liona Macmille ! kamu jangan keterlaluan !"


" Hentikan Bu Selina !" Alma menarik Risya dan mendorong Selina. Alma melihat tangan Risya yang memar memar karena perbuatan Selina.


" Kamu jangan ikut campur ya, gadis kampung !" seru Selina kesal


" Sayang kamu gak papa kan? udah jangan nangis ya, ada Tante disini " Alma membujuk Risya agar anak itu tidak menangis lagi.


Tante Alma seperti peri yang ada di buku cerita ku. Cantik dan hatinya baik. Padahal aku udah jahat sama Kelvin dan Naina, tapi Tante Alma tetap baik sama aku.


Alma menatap Risya yang menangis itu dengan iba, ia melihat kedua tangannya yang mungil itu memar. Alma semakin marah pada Selina. Dengan berani Alma menegur Selina yang sudah berbuat kasar pada anaknya. Akhirnya mereka beradu mulut.


Alma tidak bisa membayangkan jika ada orang dewasa yang menyakiti anak anaknya seperti Selina menyakiti anaknya sendiri.


" Risya sayang, kamu mau ikut Tante kan? ikut Tante yuk "


" Iya aku mau ikut Tante " jawab Risya sambil meraih tangan Alma.


" Enggak! Risya kamu ikut Mama. Hey Alma kamu jangan ikut campur deh !" ucap Selina sambil menarik tangan Risya dengan kasar


Alma tidak mau kalah dari Selina, ia menarik tangan Risya dan berusaha menolong Risya dari kejahatan ibunya itu. Akhirnya saling dorong pun terjadi di tangga itu. Selina dengan sengaja mendorong Alma dengan keras, karena kesal pada wanita itu.


KYAA !!


Rasakan kamu!


" Tante Alma !!" teriak Risya panik


BRUKK


BRAKK


Tas yang dibawa Alma terjatuh ke lantai. Tubuh Alma terguling-guling jatuh dari anak tangga, beberapa kali tubuhnya terbentur. Hingga akhirnya tubuhnya sampai di lantai paling bawah.


" Mama, kita harus tolong Tante Alma !" teriak Risya


" Kamu diem ya ! kalau kamu ngomong tentang kejadian ini, Mama akan kirim kamu ke luar negeri sendirian ! ikut Mama sekarang !"


Selina menarik paksa anaknya itu. Risya menangis melihat Alma tergeletak di lantai bawah gedung itu. Ia ingin menolong Alma, akan tetapi ibunya keburu membawanya pergi.


Tubuh Alma terluka, terutama bagian kepala dan tangannya. Darah nya bercucuran di lantai, dan beberapa anak tangga.


" Ri..Risya.." lirih Alma sambil melihat samar samar Risya dibawa pergi oleh ibunya. Alma tergeletak tidak sadarkan diri.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di rumah keluarga Aditama..


Naina tampak sedang bermain dengan Kayla di taman. Dan Kelvin tak jauh disana, sedang bermain games di ponselnya.


" Kak Naina, kita main boneka boneka an yuk di kamarku. Aku bosen nih " ucap Kayla


" Iya ayo Kayla "


Naina tiba-tiba terjatuh tanpa sebab.


BRUKak


" Mama!!" teriak Naina begitu saja


Kelvin dan Kayla segera menghampiri Naina yang terjatuh dengan cemas.


" Kak Naina gak papa?( Nai kamu gak papa?) " tanya Kelvin dan Kayla bersamaan


" Kakak, Mama.. Mama mana kak.." wajah Naina tampak cemas dan sedih. Tiba-tiba saja gadis kecil itu merasakan firasat buruk tentang ibunya.


...---***---...