
...πππ...
Tanpa sadar Naina menangis di pelukan Juna. Naina merasa posisi nya dan Juna saat ini sedang terbalik.
Apa dengan kayak gini, artinya Naina sudah memaafkan ku kan?. Batin Juna sambil tersenyum menikmati memeluk Naina, sembari curi-curi pandang.
Tunggu! kenapa malah aku yang nangis dan dihibur olehnya? bukannya harusnya aku yang hibur dia??
Naina terperanjat, ia mendorong tubuh Juna. Melepaskan dirinya dari dekapan Juna.
"Eh, kenapa? peluknya yang lama juga boleh kok" goda Juna pada Naina
"Juna! dalam suasana kayak gini kamu masih bisa jahil ya!" gerutu Naina pada pria yang baru saja memeluknya itu. Naina menepuk punggung Juna dengan sebal.
Juna menyeka air mata Naina dengan tangannya."Udah dong nangisnya, nanti make up nya luntur loh" goda nya lagi pada Naina
"Aku gak pake make up kok" jawab Naina polos
"Aku pasti sudah gila" gumam Juna sambil menatap gadis yang duduk di hadapannya itu.
"Kenapa?" Naina mengerutkan dahinya, tak mengerti apa maksudnya.
"Aku sudah gila, kenapa aku ninggalin kamu begitu aja tanpa kabar? bagaimana bisa aku meninggalkan makhluk imut seperti kamu yang suka marah-marah, nendang, nyakar nyakar kayak kucing galak" Juna tertawa dengan kata-kata nya sendiri.
"A-Apa?!! Juna.." ucap Naina sembari mengerucutkan bibirnya.
"Junjun.. panggil aku Junjun" Juna tersenyum memandang Naina dengan pandangan yang berbeda.
"Ya??"
"Dulu kamu kan biasa panggil aku begitu" jawab Juna yang ingin dipanggil Junjun seperti dulu. Juna menatap Naina, dan Naina malah memalingkan wajahnya.
Kenapa Naina malah memalingkan wajahnya dariku?. Juna menatap heran
DEG
DEG
Biasanya Juna yang selalu terkena serangan jantung mendadak oleh Naina. Kini giliran Naina yang terkena serangan jantung berdebar itu dari Juna.
Wajah Juna yang terlihat semakin tampan dan gayanya yang berbeda dari dulu membuat Naina terpana.
"Hey angry cat, kamu masih marah ya?" tanya Juna pada Naina
"Kamu.. kamu banyak berubah Jun" ucap Naina tiba-tiba dengan suara gugupnya. Tangan Naina memegang dadanya.
Mengapa dulu aku tidak pernah merasakan perasaan ini pada Juna? Aneh..
"Iya dong, aku banyak berubah. Aku berubah jadi makin ganteng kan?" tanya Juna dengan senyuman percaya dirinya, ia masih bisa bercanda.
"PFut.. haha.." Naina tertawa dengan kepercayaan diri Juna, yang tidak berubah dari Juna.
"Jadi kamu udah maafin aku kan Nai?" tanya Juna
"Hem.. iya, terimakasih Jun karena kamu sudah menjelaskan semuanya. Aku gak berhak marah sama kamu, malah aku harusnya minta maaf sama kamu" Naina tersenyum lembut, dengan senang hati ia membebaskan dirinya dari rasa marah pada Juna yang pernah pergi meninggalkan nya.
"Minta maaf? Hey, minta maaf itu harusnya dari aku buat kamu"
Naina menyentuh bibir Juna dengan jari telunjuknya itu, menghentikan Juna untuk bicara "Juna dengerin dulu! aku minta maaf karena aku gak ada disisi kamu disaat kamu lagi sedih. Tapi, bukan berarti kamu gak salah juga! salah mu, karena kamu gak cerita apa-apa sama aku. Paham?"
Gadis itu tak punya alasan lagi untuk marah pada Juna. Juna sudah menjelaskan semuanya, ia sudah minta maaf. Naina bukanlah orang yang memperpanjang masalah jika masalah itu memang sudah jelas dan bukanlah kesengajaan. Naina adalah sosok yang pengertian, namun bukan berarti ia mudah memaafkan. Dan Naina juga bukan orang yang pendendam.
Bodohnya aku Nai, jika aku memiliki keberanian seperti ini dari dulu. Aku pasti akan bersama kamu terus. Tapi aku lebih memilih menutup duka ku.
"Iya, aku salah aku minta maaf. Jadi, sekarang kita baikan?" tanya Juna sambil menunjukkan jari kelingking nya ke arah Naina
"Kamu masih ingat janji kelingking itu?"
"Iya dong, aku gak mungkin lupa. Setiap hal yang aku lalui bersama kamu selalu ada di kepala ku" Juna tersenyum ceria karena Naina sudah memaafkannya.
Kisah kasih di sekolah sama kamu, gak mungkin aku lupa.
Naina tersenyum dan menautkan jari kelingking nya pada jari kelingking Juna. Mereka pun secara resmi berbaikan.
Berbaikan sudah, tinggal menuju ke pernikahan. batin Juna penuh tekad
Lalu mereka berdua pun makan malam bersama sambil mengobrol tentang apa yang terjadi selama mereka berpisah.
"Oh ya ngapain kamu pake heels kaya gitu? itu kan bukan gaya kamu" tanya Juna setengah mengejek
"Aku berpenampilan kaya gini sekali kali aja koj, buat ke pesta atau acara resmi" ucap Naina sambil memakan makanan nya, "Kenapa? gak bagus ya?"
"Mau kamu pakai apapun juga kelihatan bagus kok, cuma aku lihat kamu kayak gak nyaman aja pake nya" Juna berpendapat
"Kamu tau aja" Naina tersenyum tipis.
"Kalau gitu, jangan pake sepatu kaya gitu lagi" Juna mengingatkan, tak henti-hentinya ia tersenyum pada gadis yang duduk di hadapan nya itu. Juna merindukan saat saat bersama Naina, lebih dari segalanya.
Tanpa mereka sadari Damar, Nando, Reza dan Bagas melihat Juna dan Naina diam-diam. Mereka terlihat senang, akhirnya sahabatnya itu berbaikan dengan Naina yang juga adalah teman baik mereka.
"Gak sia-sia Lo nutup restoran mar, Lo emang sahabat terbaik" Reza bangga pada Damar, seraya menepuk pundak Damar.
"Akhirnya mereka baikan juga, kok gue kaya lihat cinta lama belum kelar ya?" tanya Bagas sambil senyum-senyum melihat Juna dan Naina dari kejauhan
"Si Juna berhutang banyak sama Lo, mar. Tapi gue bangga loh, Lo gak minta bayaran apa-apa. Emang Lo setia kawan banget dah" Nando bangga pada Damar yang menutup restoran dadakan untuk Juna sahabatnya itu
"Jangan bangga dulu sama gue. Ini gak gratis, karena si Juna tajir.. gue mau minta bayaran sama dia karena udah nutup restoran" ucap Damar sebal karena pelanggannya marah marah ketika Damar menutup restorannya secara tiba-tiba.
"Gue tarik ucapan gue tadi" ucap Reza kecewa
"Gue juga" Bagas angkat tangan
"Triple gue juga" Nando menatap kecewa pada Damar
"Oh ya, udah ini mereka mungkin bakal pacaran kan?" tanya Reza penasaran dengan apa yang terjadi pada hubungan Naina dan Juna selanjutnya.
"Pacaran? si Naina gak akan mau diajak pacaran, katanya sih dia mau langsung nikah" jawab Damar masih ragu-ragu
"Berarti si Juna mau ngelamar si Naina, dong?" tanya Bagas penasaran
"Kayanya gak semudah itu deh" Jawab Damar yakin, ia teringat dengan sosok Kelvin, Bryan, dan Theo yang mungkin akan menjadi penghalang terberat Juna mendapatkan Naina.
πππ
.
.
"Haa.. akhirnya sudah selesai juga. Seperti nya yang lain sudah pulang " wanita cantik dengan rambut sebahu itu menghela napas panjang.
Kenapa dari sekian banyak perusahaan yang ada di negara ini, aku harus bekerja di tempatnya bekerja? apa aku resign saja?
Wanita itu mematikan komputer nya, mengambil tas selempang nya, lalu berjalan menuju ke arah lift.
"Ternyata kamu disini, Keira Saraswati " suara serak seorang laki-laki membuat wanita itu terdiam di depan lift. Dari belakang, laki-laki itu menatap si wanita dengan penuh kesedihan dan kemarahan.
DEG!
Wanita bernama Keira itu menghentikan langkahnya, hatinya berdebar mendengar pria itu menyebut namanya. Ia tak berani membalikkan badannya, dan mulai memencet tombol lift dengan buru-buru.
"Pada jam segini lift sudah tidak beroperasi" ucap pria itu dengan nada yang dingin
Keira pun melangkah pergi menuju ke tangga darurat. Pria tampan dan tinggi itu terus mengikuti nya, Keira hanya mengabaikan nya.
"Kamu mau kabur lagi?" tanya Kelvin Aldara Aditama, Presdir dari perusahaan Aditama grup. Pria tampan, berwajah dingin, genius, dia adalah definisi dari kesempurnaan. Tidak ada perempuan yang tidak tertarik padanya, semua wanita ingin menjadi pasangan nya.
"Siapa yang kabur? Aku tidak" tanya Keira sambil memegang erat tas nya, ia menyangkal pertanyaan Kelvin padanya.
Hatinya masih berdegup kencang saat berdekatan dengan Kelvin. Rasa itu masih ada di hatinya.
"Beraninya kamu kabur setelah membuat hatiku seperti ini? akan ku pastikan kamu tidak bisa kemana-mana lagi Keira Saraswati." Kelvin menyudutkan wanita itu ke tembok yang berada di tangga darurat.
Kelvin menatap wanita itu dengan tatapan nanar penuh rindu, kecewa, dan sedih bercampur aduk di matanya.
Sementara Keira tidak berani menatap Kelvin dengan matanya yang berkaca-kaca, ia tidak percaya diri. Dia takut kalau pria yang terlihat sempurna itu bisa melihat perasaan nya dari matanya.
Sudah bertahun-tahun, aku mencari mu. Kini aku tau sebabnya kenapa aku tidak bisa menemukan mu. Ternyata, kamu sembunyi dariku selama ini, tapi kenapa Keira? Apa salahku sehingga kamu menyakiti ku begitu dalam?
Satu tangan Kelvin meraih leher Keira, dan satu tangan lainnya meraih tubuh Keira. Tubuh mereka saling berhimpitan." Kamu masih tidak mau melihat ku meski pun kita sudah berdekatan seperti ini? sebenarnya, apa dosa ku padamu?" tanya Kelvin sedih
"Lepaskan aku Presdir, kamu sangat tidak tau malu " Keira berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman pria itu. Akan tetapi pria itu malah memeluknya semakin erat.
Kelvin.. jangan menatapku begitu.. aku malu padamu. batin Keira yang sedih melihat Kelvin menatap nya.
"Tidak tahu malu?Aku? lebih tidak tau malu mana, aku atau kamu yang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun?" tanya Kelvin sambil membelai pipi Keira dengan lembut,
" Kenapa kamu pergi Kei? kenapa kamu menghilang?"
Karena siapa aku pergi? kenapa aku pergi?kamu tanya pada dirimu sendiri Vin. Jika bukan karena kamu terlalu sempurna, aku tidak akan....
Keira mendorong tubuh Kelvin menjauh darinya. Namun Kelvin terus menghadang Keira agar tidak menjauh darinya. Kelvin memeluk Keira dengan lembut, lalu ia mendapatkan tamparan dari nya.
PLAK
"Jangan sembarangan menyentuhku!" seru Keira sedih bercampur rasa bersalah
Keira, kamu harus ingat. Kamu dan dia tidak mungkin bisa bersama. Kalian seperti bumi dan langit. Kamu juga sudah menyakiti nya Keira, kamu harus tau malu.
Keira melangkah pergi, tangan Kelvin menarik tubuh wanita langsing itu ke pelukannya. Dengan gerakan cepat, bibir Kelvin mendarat di bibir lembut milik Keira.
" Akhp!" Keira terkesiap kaget mendapatkan ciuman yang begitu tiba-tiba itu. " Hmphh.."
Kelvin memeluk dan mencium wanita itu dengan penuh kerinduan. Niat hati ingin mendorong pria itu darinya, tapi akhirnya ia terbuai juga dengan sentuhan nya. Tangannya meraih punggung Kelvin dan membalas pelukan dari pria itu dengan hangat.
Kelvin, aku rindu kamu..dan aku masih mencintaimu.. tapi ..
Bulir bulir air mata perlahan jatuh membasahi pipinya. Kelvin memeluk wanita itu semakin erat, dan mencium nya semakin dalam. Seperti mencurahkan semua rindu nya yang terpendam selama lebih dari 5 tahun tidak bertemu dengan wanita itu.
Kenapa Kei? kenapa seenaknya kamu masuk dan pergi begitu saja ke dalam kehidupan ku? Kali ini, jangan harap kamu bisa lepas dariku. Karena aku akan mengikat mu erat-erat.
Setelah cukup lama berciuman, mata Keira membulat. Keira kembali sadar dengan apa yang sudah ia perbuat dengan Kelvin di tangga darurat.
Keira mendorong tubuh Kelvin, melepaskan dirinya dari ciuman itu. Keira menghela napas, mengatur napasnya.
"Kelvin.. kamu..."
"Aku beri kamu waktu 30 menit untuk menjelaskan apa yang terjadi selama lima tahun itu. Jelaskan padaku sejelas-jelasnya, jika kamu memang ingin aku maafkan!" ancam Kelvin pada Keira. Sebenarnya ia lebih ke penasaran kenapa Keira meninggalkan nya.
Kalau kamu jelaskan alasannya, aku akan mendengarkan nya Kei.. asalkan kamu jangan melarikan diri dariku lagi.
Kedua pasang mata itu bertemu, memancarkan kesedihan dan kerinduan diantara mereka. Hati Keira berdebar-debar, ia ingin menjelaskan semuanya pada Kelvin tapi ia takut Kelvin akan marah padanya atau malah semakin membencinya.
"Kei.. jawab!! apa kamu akan terus bersikap seperti ini setelah kamu menghancurkan hatiku begitu saja?" tanya Kelvin membentak Keira yang hanya diam saja.
"Kelvin.. aku..."
Kelvin sudah kehabisan kesabaran dan kata-kata, ia menarik tangan Keira dan melangkah turun dari tangga darurat.
"Pak Kelvin, apa yang anda lakukan?!"
"Keira Saraswati, setelah apa yang aku lakukan barusan apa kamu masih menganggap ku atasan mu?" tanya Kelvin yang masih menarik tangan Keira
"Kelvin!!" teriak Keira
"Mau kamu memohon bahkan sampai menangis sekalipun, aku tidak akan melepaskan kamu malam ini. Kamu harus mempunyai alasan yang masuk akal, supaya aku mengerti kenapa kamu meninggalkan ku!" Kemarahan Kelvin meledak-ledak pada Keira, ia menjadi tidak sabar dengan sikap Keira yang seperti orang asing padanya.
Malam ini juga aku harus mengutarakan semuanya! aku harus mendapatkan penjelasan, apa kurangnya aku sehingga Keira meninggalkan aku.
Mereka berdua sampai di dekat mobil Kelvin. Disana sudah ada Farel yang menunggunya untuk menyetir.
Loh? kenapa pak presdir datang dengan Bu Keira? kenapa juga pak Presdir terlihat marah? batin Farel yang ada di dalam mobil melihat Kelvin dan Keira bersama.
"Farel! keluar!" ujar Kelvin pada sekretarisnya itu
"Baik pak" jawab Farel patuh tanpa membantah, ia keluar dari mobil Kelvin dengan wajah bingung.
"Masuk!" ujar Kelvin pada Keira
"Kelvin, aku.."
"Masuk ke dalam atau aku yang menyeret mu!" teriak Kelvin pada gadis itu. Keira terdiam lalu ia membuka pintu mobil dan masuk di kursi belakang mobil itu. "Apa kamu pikir aku supir kamu?! duduk di depan!" bentak nya pada Keira
Apa aku harus marah-marah seperti ini agar kamu tidak keras kepala lagi?
Keira dengan wajah cemberutnya, terpaksa pindah ke kursi depan.
...---***---...
Hai Readers ku yang baik dan tersayangπ₯°π terimakasih untuk dukungan kalian ya untuk novelku..
Mohon bantuannya juga ya untuk karya baruku, Favorit komen like dan rate 5 nya.. kalau kalian suka kasih gift dan vote nya juga bolehβΊοΈ