Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 51. Perusahaan A-Tech



🍁🍁🍁


Melihat Nisha pergi dengan wajah kesal, membuat Naina menyimpulkan sesuatu. Naina menyusul Nisha yang menuju ke arah toilet pesawat.


Pasti Nisha salah paham, aku rasa dia masih menyukai kak Theo. Atau kah Nisha sudah pernah menyatakan cintanya pada kak Theo?


"Nisha, tunggu!" panggil Naina pada sahabat lama nya


Nisha malas melihat ke arah Naina, namun ia memaksakan dirinya untuk melihat ke arah Naina.


"Apa?"


"Nisha kamu jangan salah paham, aku sama kak Theo, kami..."


"Udahlah Nai, kenapa malah ngomongin kak Theo? mau kamu sama siapapun aku gak peduli" Ucap Nisha sinis


"Katanya gak peduli, tapi kenapa kamu marah kaya gini? kamu salah paham sama aku dan kak Theo kan? Nisha, kadang aku tidak peka, tapi aku cukup peka untuk tau kalau sahabatku sedang cemburu!" Naina mengatakan semua isi pikirannya, bahwa Nisha sedang cemburu padanya.


Mata marah itu, Nisha benar-benar salah paham.


"Cemburu? buat apa aku cemburu sama kamu dan kak Theo? sudahlah, aku mau bekerja!" Nisha menarik roda makanan dan melangkah pergi


Munafik!


"Nisha kamu salah paham, aku sama kak Theo.."


"Berisik! kamu adalah cewek paling munafik yang pernah aku kenal Nai!" Nisha memotong ucapan Naina, menatap sahabatnya dengan marah. Seperti nya apa yang lihat itu sudah membuatnya benar-benar salah paham..


"Nisha, dengerin aku dulu dong!!" Naina terpana melihat tatapan Nisha yang penuh kebencian terhadap nya.


"Nai, aku cuma mau bilang. Kalau mulai saat ini kita gak bersahabat lagi" ucap Nisha sinis


DEG!


Bukannya pertemuan yang mengharukan dan menyenangkan saat kedua sahabat itu bertemu kembali. Malah peperangan batin lah yang terjadi diantara mereka. Bukannya mengobrol dan saling menanyakan kabar satu sama lain, Nisha malah memutuskan hubungan dengan Naina.


"Nisha.. kamu..."


Belum sempat ia menyelesaikan kata-kata nya, Nisha masuk ke dalam ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali pegawai. Naina kehabisan kata-kata, matanya menatap pintu menutup itu dengan sedih.


"Dia salah paham, benar-benar salah paham yang besar. Baiklah, kalau sudah turun dari pesawat aku akan menjelaskan semuanya. Aku juga harus bertanya pada kak Theo, apa yang terjadi sehingga Nisha bersikap seperti ini" gumam Naina yang cemas pada perubahan Nisha. Naina bisa menangkap kalau Nisha masih menyukai Theo dan salah paham pada dirinya yang berdekatan dengan Theo.


Padahal Theo dan Naina juga baru bertemu selama lima tahun. Naina menduga kalau Nisha berfikir yang macam-macam tentang nya dan Theo.


Ya Allah, apa aku harus menjauhi sahabatku yang lain agar sahabatku yang lainnya bahagia? keduanya adalah sahabatku. Aku tidak mau kehilangan mereka berdua.


Naina kembali ke tempat duduknya, wajahnya terlihat tidak baik. Theo menatapnya dengan cemas dan bertanya-tanya.


"Nai kenapa? apa kamu sakit?" tanya Theo cemas


Aku harus mengambil sikap, aku tidak mau menjadi merusak. Maafin aku kak Theo, tapi aku gak mau kehilangan Nisha dan kalian berdua. Alangkah baiknya kita menjaga jarak.


Naina tidak menjawab pertanyaan tersebut, Naina malah mengambil tas kecil nya lalu beranjak dari tempat duduk nya. Naina pergi ke kursi lain dan meminta tukeran tempat duduk.


Theo kebingungan dengan sikap Naina yang tiba-tiba pindah tempat duduk. Kini Theo satu tempat duduk dengan seorang pria bule yang sama sekali tidak dikenal nya.Theo terus menengok ke arah Naina yang duduk di kursi sebrang.


Naina kenapa ya?


Suasana di pesawat itu jadi terasa canggung karena Theo merasa Naina marah padanya. Tapi tak tahu marahnya Naina itu karena apa. Naina mengabaikan Theo dan menjaga jarak dari Theo untuk menjaga perasaan seseorang.


Disisi lain Nisha terlihat sedih, ia merasa Naina sudah mengkhianati nya. Nisha sedang duduk beristirahat di ruang pegawai bersama dua orang pramugari lainnya.


"Bilangnya gak akan jadian, tapi kenapa mereka jadian? mereka bareng bareng di luar negeri, bahkan sampai satu pesawat? Naina benar-benar munafik, pura-pura polos taunya suka menggoda pria. Kenapa dia tidak bilang kalau selama ini kak Theo bersamanya? dan dia bilang dia salah paham? menyebalkan!" umpat Nisha pada sahabatnya itu.


"Kamu yakin mereka sudah jadian Nis? bisa aja mereka gak jadian kan?" tanya Cecil, salah satu pramugari temannya Nisha.


"Kalau mereka belum jadian, mana mungkin mereka barengan naik pesawat?" tanya Alya, pramugari lainnya


"Bisa aja itu kebetulan kan? mereka gak sengaja ketemu di pesawat terus barengan. Udahlah kita positif thinking aja, kamu juga Nis. Dari wajahnya, cewek itu baik dan polis," ucap Cecil berfikir positif tentang Naina yang bahkan belum di kenalnya dengan dekat.


"Kebetulan apanya? gak mungkin kebetulan seperti ini. Jelas-jelas mereka bersama, Nis kamu jangan percaya sama kedok sahabat itu. Aku udah nemu tuh banyak cewek kaya dia yang tukang nikung sahabatnya sendiri" Alya menjelek-jelekkan Naina pada Cecil dan Nisha


"Iya kak Alya benar, selama ini aku sudah salah bersahabat dengan orang munafik seperti dia" Nisha terlihat marah dan kecewa pada Naina


🍀🍀🍀


Sementara itu di kantor A-Tech, Kelvin baru saja selesai dari rapatnya. Kelvin bersama sekretaris nya, yang bernama Farel sedang bersiap untuk agenda berikutnya.


"Apa lagi jadwalku hari ini Farel?" tanya Kelvin pada sekretarisnya yang wajah nya agak mirip dengan Andre, sekretaris papanya


"Setelah ini ada acara penyambutan untuk karyawan baru pak" jawab Farel sambil tersenyum


"Baik lah" jawab Kelvin dengan wajah dingin nya


"Bapak akan menghadiri nya?" tanya Farel memastikan


"Jam berapa?" tanya Kelvin lagi


"Sekarang pak" jawab Farel


Kelvin yang akan naik lift tiba-tiba menghentikan langkahnya. Kelvin baru teringat kalau dia ada acara makan siang bersama dengan Alma.


"Baiklah" jawabnya singkat


Aku harus telpon mamah untuk membatalkan makan siangnya. Acara penyambutan karyawan baru ini tidak boleh aku lewatkan. batin Kelvin.


Sebagai pimpinan tertinggi perusahaan A-Tech, tentu saja Kamu harus menghadiri acara penyambutan karyawan nya. Kelvin juga penasaran dengan karyawan-karyawan barunya. Setelah Farel memberitahu bahwa ada seorang karyawan wanita yang lulus dengan nilai tinggi di bidang pemasaran.


Acara penyambutan untuk 25 orang karyawan baru itu dilakukan dengan cukup sederhana. 25 karyawan itu akan dibagi menjadi beberapa kelompok.


Semua karyawan baru mulai memasuki ruangan perusahaan yang baru akan berkembang pesat itu. Disana ada seorang gadis berambut pendek dan wajah yang cantik, memasuki ruangan itu, bersama karyawan lainnya. Di lehernya ada name tag bertuliskan namanya "Keira Saraswati"


"Akhirnya setelah bertahun-tahun aku menyelesaikan kuliahku, aku bisa masuk ke perusahaan baru yang akan berkembang pesat ini. Tidak sia-sia aku belajar" Gadis itu tersenyum ceria, namun dimatanya menyimpan luka mendalam.


Keira mulai mencari tempat duduknya, ia mendapat tempat duduk di barisan yang paling depan. Keira tersenyum bahagia karena dirinya adalah salah satu orang terpilih di antara ratusan orang pelamar yang melamar ke perusahaan itu. Keira juga adalah salah satu orang yang yang lulus tes masuk ke perusahaan A-Tech.


Gadis itu merasa bangga pada dirinya karena dari pembicaraan orang-orang tentang A-Tech, sulit sekali untuk menjadi karyawan di sana. Dan ia mampu lolos tes, menjadi karyawan tetap dengan gaji puluhan juta.


"Syukurlah aku bisa masuk ke perusahaan ini" ucap seorang wanita yang ada di samping Keira. Matanya tampak berbinar-binar menantikan sesuatu.


"Iya kamu benar. Kenalkan namaku Lyla" Lyla tersenyum ramah dan mengulurkan tangan


"Keira" jawab Keira sambil berjabatan tangan dengan Lyla


"Gak usah panggil mbak, Lyla aja biar akrab" ucap Lyla ceria


Keira terpana dengan sikap Lyla yang ceria, mengingatkannya pada sahabat lama.


Kenapa Lyla agak mirip sama Naina? gimana ya kabar Naina dan Kelvin? mereka pasti baik-baik aja kan. Gak, aku gak berhak menanyakan keadaan mereka atau memikirkan mereka. Aku sudah meninggalkan mereka demi uang. Aku wanita jahat.


Keira merutuki dirinya sendiri, merasa bersalah pada Kelvin, Naina dan semua teman-teman nya.


"Keira kenapa kamu diam aja?" tanya Lyla heran melihat Keira yang melamun


"Aku gak papa kok Lyla" Keira kembali tersenyum pada teman pertama nya di kantor itu.


"Oh ya kamu tau gak alasan aku masuk ke perusahaan ini?" tanya Lyla yang ingin ditanyai oleh Keira.


Tuh kan, dia agak mirip Naina.


"Pasti karena uang kan?" Keira menebak


"Bukan! aku kesini karena Presdir nya" jawab Lyla dengan senyuman lebar di bibirnya.


"Presdir nya? ada apa dengan Presdir nya?" tanya Keira penasaran


"Masa kamu gak tau sih? hampir semua orang di negara ini tau tentang presdir genius dan tampan. Presdir A-Tech, si sempurna dalam segala hal. Belum lagi wajahnya kaya idol, aku penasaran seberapa tampan dia. Katanya dia. baru pulang dari luar negeri loh, dalam dua tahun ini dia sudah membangun perusahaan A-Tech sampai berkembang pesat. Walaupun masih terbilang perusahaan ini baru, hebat kan?oh ya, dia juga masih muda.. mungkin seumuran kita" oceh Lyla memuji muji sosok yang bahkan belum pernah ia temui sama sekali


"Tunggu? kamu bilang genius?" Keira terlihat bingung


Kenapa kata genius mengingatkan ku pada..


MC sudah mulai tes mic, acara penyambutan pun di mulai. MC menyampaikan satu dua patah kata untuk membuka acara itu. Semua karyawan baru bertepuk tangan, tak sabar menantikan kehadiran Presdir A-Tech.


"Mari kita sambut Presdir Aditama teknologi, pak Kelvin!!" ucap MC pada Kelvin yang sedang menuju ke arah panggung.


Kelvin? perusahaan Aditama teknologi? bukankah inilah perusahaan A-Tech?. Keira panik


"Tuh kan Kei? dia ganteng banget!" seru Lyla terpesona pada Kelvin.


PROK


PROK


PROK


Semua orang disana tepuk tangan saat melihat Kelvin.


Firasat Keira tidak baik dan semakin tidak baik saat ia melihat sosok pria yang pernah menjadi kekasihnya di masa lalu, sedang berjalan ke atas panggung. Tubuh Keira gemetar, jantung nya berdebar-debar melihat sosok pria tampan yang berdiri di atas panggung. Pria yang selalu ia rindukan dan sudah ditinggalkan nya.


Ya Allah, apakah ini perusahaan Aditama? A-Tech adalah perusahaan Aditama??! mengapa jadi seperti ini? kenapa harus bertemu lagi dengannya? tidak, aku harus melarikan diri. Aku tidak bisa bertemu lagi dengannya.


Keira berdiri dari tempat duduknya dan berencana pergi dari sana tanpa pikir panjang. Saat itulah mata Kelvin dan Keira bertemu.


DEG!


Hati Kelvin bagai tersengat listrik, melihat sosok wanita yang pernah mengisi hatinya itu. Ada rasa marah, rindu, tak percaya bahwa Keira ada di depannya. Dan kedua mata mereka juga bertemu.


Keira! dia Keira kan? kenapa dia disini? Kelvin menajamkan matanya ke arah Keira yang ada di bawah panggung. Posisi Keira berada di barisan depan dan itu membuatnya terlihat jelas oleh Kelvin.


Kelvin? apa dia melihatku? mata kami bertemu! pasti dia mengenaliku kan?. batin Keira panik melihat tatapan tajam Kelvin padanya. Keira langsung melangkah pergi dari ruangan itu.


"Pak? Presdir?" bisik Farel pada Kelvin yang terlihat seperti melamun."Kata sambutannya pak?"


Sebenarnya kenapa pak Presdir melamun? dia sedang melihat siapa sih? Farel kebingungan


"Farel, kejar wanita itu! jangan biarkan dia pergi!" Titah Kelvin pada sekretarisnya


"Siapa pak?" tanya Farel


"Wanita yang baru saja pergi" jawab Kelvin yang matanya mengarah pada wanita yang melangkah pergi ke arah pintu keluar.


Saat nya meminta penjelasan. batin Kelvin kesal


Farel tersenyum, tanpa banyak bicara Farel segera melaksanakan tugasnya. Ia turun dari panggung dan mengejar Keira yang masih belum jauh.


Akhirnya pak Presdir menunjukkan ketertarikan nya pada seorang wanita. Aku pikir dia akan melajang seumur hidupnya. Pasti wanita ini sangat cantik dan sempurna kan? sehingga bisa membuat Presdir melamun seperti tadi. batin Farel sambil senyum-senyum sendiri, karena Presdir nya yang dingin itu tertarik pada seorang wanita.


Padahal selama ini dia tidak pernah tertarik pada wanita-wanita cantik yang mendekatinya, termasuk Sherly.


Farel berhasil mengejar Keira yang berada di depan kantor. Keira terkejut melihat Farel.


"Maaf mbak, tapi Mbak mau kemana?" tanya Farel


Hem, jadi ini wanita yang disukai pak Presdir. Cantik juga ya, tapi terlihat biasa saja. Farel menilai Keira dari atas sampai ke bawah


"Maaf, tapi apa urusannya sama bapak saya mau pergi kemana?" tanya Keira ketakutan


"Sebelumnya mohon maaf mbak, saya hanya diminta pak presdir untuk membawa anda kembali masuk ke dalam. Pak presdir ingin bicara dengan mbak" jelasnya pada Keira


Kelvin melihatku? dia benar-benar mengenali aku? Ya Allah.. aku tidak bisa kabur lagi kalau sudah begini. Tapi, aku harusnya bagaimana? apa yang harus aku katakan?. Keira bingung karena ia tak tau apa yang harus ia ucapkan pada Kelvin ketika bicara dengannya nanti.


"Baiklah pak, saya akan kembali masuk ke dalam" jawab Keira setuju


Baiklah, aku harus berani!


Takdir Tuhan memang tidak terduga, ketika sangat diinginkan tidak selalu didapat, dan ketika tidak diinginkan, selalu datang dengan sendirinya. Begitulah pertemuan Keira dan Kelvin, istilah dunia selebar daun kelor itu mungkin benar untuk mereka berdua.


Keira tak bisa menghindar, ia sudah menyiapkan kata-kata saat berhadapan dengan Kelvin. Keira hanya berharap Tuhan akan memberikan nya kekuatan untuk membuka mulutnya. Ditengah-tengah pidato penyambutan karyawan baru, Kelvin terdiam menatap Keira yang kembali duduk di mejanya


Kelvin.. aku harus bilang apa?


Keira, kamu tidak akan bisa melepaskan dirimu kali ini.


...---***---...