Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Janji suci Albry



Bayangan pak Hardi terlihat di tempat pernikahan yang diadakan outdoor di taman itu. Pak Hardi tersenyum bahagia dan berdiri di samping Alma. Alma menyapa bayangan sang kakek yang telah banyak berjasa dalam hubungan nya dan Bryan dengan senyuman bahagia.


Jika bukan karena Pak Hardi dan kakek nya yang membuat rencana perjodohan Alma dan Bryan. Mungkin Alma dan Bryan tidak akan bertemu, dan tidak akan pernah bersama.


Leon melihat Alma yang tampak melamun dan melihat ke arah lain.


" Alma, kamu kenapa? apa kamu memutuskan untuk membatalkan pernikahan mu?" tanya Leon terkekeh


" Kak Leon bicara apa sih?" Alma tercekat melihat ke arah Leon


" Ini masih belum terlambat kok, kalau kamu mau membatalkan nya sekarang " Leon nyengir


" Di saat seperti ini kakak masih bisa bercanda " bisik Alma pada Leon


" Di saat seperti ini kamu juga masih bisa melamun " Leon tersenyum


" Aku hanya teringat seseorang. " Alma melihat ke arah bayangan pak Hardi, kakek dan kedua orang tuanya ada disana.


Alma, tahan! jangan menangis. Ini adalah hari bahagia mu.


" Jadi kamu mau menikah atau tidak?" tanya Leon


" Kak Leon " senyum gemas terlihat sedikit di bibir Alma.


Disisi lain ada Bryan yang sedang menunggu pengantin wanita nya itu. Bukan hanya Alma saja yang berdebar dengan pernikahan mereka. Bryan juga merasakan hal yang sama, terasa seperti pernikahan pertamanya saja.


Pernikahan pertama kita berlangsung 7 bulan, dan berakhir dalam waktu 7 bulan. Lalu kita bertemu kembali setelah 7 tahun. Aku yakinkan pada diriku sendiri bahwa pernikahan ini tidak akan pernah berakhir selamanya. Pernikahan ini, adalah pernikahan terakhir ku.


Dari kejauhan, Bryan dan Alma saling menatap malu-malu, setelah beberapa langkah berjalan Leon sudah mengantarkan Alma kepada Bryan pria yang akan menjadi suaminya itu.


" Kamu harus menjaga adikku baik-baik, jangan pernah membuatnya menangis. Kamu harus membuatnya bahagia " ucap Leon pada Bryan


" Kamu tidak perlu memberitahu ku, aku akan membuatnya bahagia sehingga dia tidak akan kabur lagi dariku " senyum tipis tertarik di bibir Bryan, pria itu menyambut ramah calon istrinya.


" Aku percaya padamu. Kalian harus bahagia " Leon tersenyum, ia duduk di samping kedua calon pengantin itu.


Penghulu sudah bersiap menikahkan mereka berdua. Tangan pak penghulu menjabat tangan Bryan, tak lupa pria berpeci itu mengucap bismillah, dan doa sebelum ijab kabul akan di lakukan.


Semua orang sudah menantikan momen sakral Alma dan Bryan. Laura dan Bu Dellia ada di barisan paling depan untuk menyaksikan janji suci Bryan dan Alma akan terlaksana.


" Laura, siapkan kamera nya! kamu harus ngambil foto yang banyak " ujar Bu Dellia


" Tenang saja Ma, aku sudah siap " Laura tersenyum sambil memegang kameranya


Si kembar dan Kayla tampak berdiri tak jauh dari mereka dan terlihat bahagia.


***


Suasana tegang dirasakan oleh Bryan saat memegang tangan pak penghulu. Tangannya gemetar dan mendadak keningnya berkeringat.


Apa yang terjadi denganku? kenapa aku segugup ini?


" Santai saja pak Bryan, jangan tegang " Pak penghulu tersenyum, ternyata ia bisa merasakan tangan Bryan yang panas menyentuh tangannya.


" Saya tidak tegang " jawab Bryan lugas


Alma terkekeh melihat calon suaminya yang terlihat tegang itu. Ia berbisik di telinga Bryan, entah apa yang ia katakan pada nya. Bryan langsung tersenyum manis dan kembali bersemangat. Ketegangan nya langsung hilang.


" Bagaimana pak Bryan? apa sudah siap?" tanya Pak penghulu


" Iya pak " jawab Bryan penuh rasa percaya diri


" Saya nikahkan engkau ananda Bryan Alvaro Aditama bin Fahri Alfarezi Aditama, dengan saudari Almahyra binti Irfan Bacharuddin, dengan emas kawin uang tunai sebesar Rp. 500 juta, emas 100 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai !" ucap pak penghulu lantang


" Saya terima nikahnya Almahyra binti Irfan Bacharuddin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai !"


Dalam sekali ucap, dan tanpa salah sedikit pun Bryan berhasil menjadi suami sah dari Alma, wanita yang ia cintai. Dan Alma juga kini telah sah menjadi istri dari Bryan.


Kata sah pun terucap dari para saksi yang baru saja mendengar prosesi ijab kabul itu. Kini Alma Bryan telah menjadi suami istri yang sah.


Kebahagiaan terpancar di wajah pengantin baru dan orang-orang yang ada di sekitar nya itu. Alma menangis dan mencium tangan suaminya, Bryan juga balas mencium kening istrinya dengan lembut. Tidak ada yang bisa menyiratkan kebahagiaan mereka saat itu, semuanya terasa seperti mimpi.


Mereka berdua tidak menyangka akan kembali bersatu setelah hampir 7 tahun lamanya mereka berpisah. Kebahagiaan bukan hanya dirasakan oleh pengantin baru itu, tapi oleh anak-anak mereka juga yang ikut senang dengan kebahagiaan orang tua nya.


" Kakak, akhirnya sekarang kita punya keluarga yang lengkap. " mata Naina yang polos berkaca-kaca


" Iya Nai, aku juga senang " Kelvin yang jarang tersenyum, di hari itu banyak menunjukkan senyuman dan ekspresi nya yang tersembunyi.


Akhirnya papa dan Mama bersatu.


" Kak Naina, aku baru ingat kalau cerita Tante Alma dan om Bryan mirip dengan salah satu drama Korea yang pernah kita tonton loh " Kayla tersenyum bersemangat


" Oh ya, Kayla kamu benar. Si pemeran utama wanita nya itu kabur dan melarikan diri ke luar negeri membawa anak anaknya " Naina bersemangat jika membicarakan masa drama dengan Kayla


" Ya ampun, di saat seperti ini saja kalian masih membicarakan drama. Hidup kalian juga penuh dengan drama " gerutu Kelvin sebal dengan kedua adiknya yang heboh bicara soal drama.


" Kak Kelvin sirik aja deh, kalau mau ikutan nonton drama bilang dong !" ujar Kayla sambil menyilangkan tangannya di dada, pipi Chubby nya terlihat gemoy saat cemberut


" Haaa? apa? haa.. hiduplah kalian di dalam drama, tapi jangan ajak ajak aku. Haih.. wanita memang menyusahkan "gerutu Kelvin kesal


Kelvin dengan cueknya meninggalkan kedua anak yang suka drama Korea itu dan pergi ke arah neneknya ( Bu Delia yang sedang berfoto )


" Apa salahnya nonton drama Korea?! memangnya itu dosa? kakak menyebalkan, gak asik tau ga! " ujar Naina kepada kembarannya itu


" Iya ya, kak Kelvin nyebelin " tambah Kayla


" Sudahlah Kay, jangan bahas dia lagi. Pria memang mahluk paling rumit di dunia ini. Kita berfoto saja dengan Mama dan Papa ku yuk !" Naina menggandeng tangan Kayla, senyuman manis terukir di wajah kedua anak itu.


Mereka berdua berjalan dengan kaki mungilnya, menghampiri Alma dan Bryan yang sedang duduk di pelaminan menerima ucapan selamat dari para tamu yang datang.


Mike dan Sharla datang bersama dan memberikan kado untuk Alma dan Bryan. Wajah Bryan langsung ditekuk begitu melihat kedatangan Mike, pria itu masih tetap waspada meskipun sudah menjadi suami sah Alma.


Lihat tatapan nya padaku. Dia masih saja waspada, ya baguslah dia memang harus waspada karena yang menyukai istrinya bukan dirinya saja. Mike tersenyum tipis melihat ekspresi Bryan yang tampak tidak senang dengan kehadiran sahabatnya itu


Ngapain sih dia lama-lama disini?. Gerutu Bryan di dalam hatinya


" Terimakasih sudah datang Pak Mike, Bu Sharla " Alma tersenyum ramah


" Kamu cantik sekali Bu Alma, sayang sekali Mike udah keduluan " Sharla terkekeh dan melihat pria yang ada di belakang nya itu. Mike mengisyaratkan Sharla untuk menutup mulutnya


" Haha.. saya doakan kalian juga cepat menyusul ya, pak Mike bapak harus cepat cepat, itu kode loh " kata Alma pada Sharla dan Mike


" PFutt.. " Mike menahan tawanya


Ternyata salah paham nya sudah sebesar ini.Ya sudah tidak apa-apa.


" Kalau kamu laki-laki, aku mungkin akan menyukai kamu. Kamu gemesin banget Alma" Sharla memeluk Alma dan mengucapkan selamat atas pernikahan nya dengan penuh ketulusan


" Selamat ya Alma dan Bryan, semoga kalian langgeng. Bahagia selamanya " Mike berjabatan tangan dengan Bryan.


" Makasih " jawab Bryan singkat


Para tamu bergantian memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin baru itu. Banyak yang menghadiri pernikahan mereka karena Bryan mempublikasikan pernikahan nya secara terbuka dan besar-besaran.


***


Di Paris, Risya juga melihat berita tentang pernikahan Alma dan Bryan yang digelar dengan mewah dan besar besaran.


Gadis kecil itu merasa rindu dengan Bryan, Bu Delia, Laura dan Kayla. Orang-orang yang bahkan tidak memiliki hubungan darah dengannya, sangat ia rindukan.


" Papa.. hari ini papa menikah lagi dengan Tante Alma. Baguslah, Papa terlihat bahagia. Aku kangen papa, Tante Laura, Tante Alma, nenek, Kayla, kak Kelvin dan Naina.. hiks " Air mata mengalir deras dari gadis kecil itu, ia memeluk tab miliknya.


Selina melihat anaknya yang sedang menangis itu dan menghampiri nya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Selina lembut


Risya tak kunjung menjawab pertanyaan ibunya dan malah menangis. Selina pun mengambil tab yang dipegang oleh Risya. Mata Selina terlihat memincing, lalu ia pun melempar tab itu hingga jatuh dan hancur ke lantai.


Alma dan Bryan?. Hatinya masih marah melihat Alma dan Bryan bahagia.


PRAKKK


Risya terkejut dengan tindakan ibunya itu,


" Mama! kenapa Mama ngelempar tab ku? aku lagi liat Papa sama yang lainnya Ma .."


" Mereka bukan keluarga kamu, sampai kapan kamu mau bilang si sampah itu sebagai Papa kamu! Aku ibu kamu, dan Jason adalah Papa kandung kamu ! kenapa kamu.. bahkan kamu masih memikirkan mereka, Risya !!" teriak Selina histeris, wanita itu seperti sudah kehilangan akal sehatnya.


" Mama, jangan marah Ma..huuuhuu..." Risya menangis tersedu-sedu melihat kemarahan ibu nya itu.


Alma dan Bryan bahagia. Kenapa aku masih belum bisa rela? kenapa?


Selina memegang kepalanya, bahkan wanita itu masih histeris meskipun berada di depan anak nya. Melihat ibu nya yang histeris seperti itu membuat Risya ketakutan.


" Kenapa Bryan?! kenapa kamu tidak mencintai ku?! KENAPA?!" teriak Selina sambil menangis


Risya juga masih menangis, ia semakin ingin kembali kepada Bryan dan keluarga Aditama. Ia tak suka berada disisi Selina dan Jason meskipun kedua orang itu adalah orang tua kandung nya.


Tanpa Risya sadari, tangannya terluka karena pecahan tab yang di lempar oleh Selina. Tangis nya semakin pecah.


" Mama, tangan aku berdarah ma.."


Selina sama sekali tidak peduli dengan luka yang di derita oleh Risya. Ia mengabaikan anak itu.


Papa Bryan, Tante Alma, semuanya.. aku gak mau disini. Aku mau tinggal sama kalian.


🍂🍂🍂


.


.


Acara pernikahan Alma dan Bryan berlangsung lancar tanpa ada gangguan. Sehabis acara itu, satu persatu tamu mulai pulang mereka semua berfoto dengan puas bersama-sama. Tidak ada satu pun orang yang tidak tersenyum di hari bahagia itu.


" Mama cantik banget ma, foto nya bagus bagus semua " Naina menunjukkan foto-foto di ponsel Leon pada Alma, gadis kecil itu duduk di pangkuan ibunya.


" Iya sayang, kamu putri Papa yang sangat cantik. Baju mu seperti peri " Bryan ikut memuji Papa nya itu


" Makasih Papa " Naina tersenyum senang


Melihat Kelvin yang hanya asyik dengan gadget nya, membuat Bryan kesal dan menghampiri anaknya yang duduk di kursi pelaminan di pojokan.


" Anak nakal, kenapa kamu diam saja disini? bukannya memuji ibu dan adikmu. Kamu malah main gadget mu " Bryan duduk di samping Kelvin


" Aku tidak mau melakukan itu lagi " jawab Kelvin malas


GREP


Bryan mengambil ponsel yang dipegang oleh anaknya itu. Wajah Kelvin langsung kesal dibuatnya.


" Papa, aku sedang main game! aku mau masuk level 10 ! " Kelvin cemberut


Kenapa aku punya Papa, Mama dan adik yang menyebalkan? hu...


" Game game terus ! hari ini kamu harus mencurahkan perhatian kamu pada ibumu "


" Papa saja yang berikan perhatian itu pada Mama ! " seru Kelvin


" Kelvin mari kita bicara sebagai ayah dan anak sekarang, kamu harus memuji ibu dan adik mu disana "


" Tidak mau !"


" Kenapa?" tanya Bryan heran


" Karena aku sebal pada kalian semua" Kelvin merebut ponsel nya yang ada di tangan Bryan. Kemudian Bryan menggendong paksa Kelvin.


" Papa! lepasin aku pa!"


" Anak keras kepala! kamu mirip siapa sih? kenapa sikapmu begini?" tanya Bryan


" Entahlah, aku mirip siapa!" Kelvin cemberut, ia sebal pada papa nya itu.


Melihat keributan yang terjadi antara Papa dan anak laki-laki nya. Membuat Alma dan Naina tertarik dan menghampiri mereka.


" Ada apa ini? kenapa kalian ribut-ribut?" tanya Alma bingung


" Anak nakal ini, entah mirip siapa dia. Kita sedang bahagia, dia malah bahagia dengan game nya " gerutu Bryan


" Papa! lepasin aku!"


" Kamu sendiri yang tau dengan jelas Kelvin mirip siapa. " kata Alma


" Benar, kak Kelvin mirip dengan Papa " Naina mengangguk


" Ya, dia memang ada sedikit ketampanan dariku " Bryan menyeringai melihat ke arah Kelvin


" Penyakit narsis mu, masih ada saja " Alma menepuk jidatnya, dan tersenyum dengan kepercayaan diri suaminya itu.


" Aku tidak mirip dengan papa ! tidak !" teriak Kelvin kesal


" Hey, kenapa kamu tidak mengakuinya? kamu memang mirip denganku nak. Apa kamu tidak mau itu ( disebut mirip dengan Bryan )?" tanya Bryan heran


" Tidak! aku dan papa tidak sama! kalian semua menyebalkan! kenapa selalu aku yang dibully?" Kelvin tidak tahan lagi dengan kelakuan semua keluarga nya yang memojokkan nya. Ia tak mau disebut mirip dengan papa nya.


Bryan mencubit pipi Kelvin dengan gemas, anak itu semakin cemberut. Di tengah-tengah Kelvin yang sedang kesal, Alma, Bryan dan Naina malah tertawa melihat Kelvin yang kesal dan tampak menggemaskan itu.


" Kelvin wajahmu dan sikap agak mu mirip dengan papa mu. Tapi Mama ketika kamu besar nanti, Mama harap kamu tidak seperti Papa mu yang memiliki riwayat dengan banyak wanita " Alma menasehati anaknya itu


" Aku tidak akan seperti papa. " jawab Kelvin malas


" Hey hey, apa dosa jika wajah tampanku menarik perhatian banyak wanita? kelak, akan banyak wanita yang menyukai Kelvin karena ketampanannya menurun dari ku " Bryan terlihat percaya diri. Alma mencubit perut Bryan. " Sayang, sakit.."


" Rasakan "


" Meskipun banyak wanita yang akan mengejar ku nanti, aku hanya akan mencintai satu wanita pa "


" Anak baik, begitulah seharusnya dirimu. Mama bangga padamu " Alma tersenyum pada anak sulungnya itu


***


.


.


Tak terasa hari sudah mulai gelap, si kembar, Bu Dellia, Laura dan Kayla kembali ke rumah mereka. Sementara pengantin baru itu akan segera bersiap untuk berbulan madu ke luar negeri.


Andre menjadi supir Bryan dan Alma, mengantar mereka ke rumah mereka untuk beristirahat semalam sebelum pergi bulan madu ke luar negeri.


Sesampainya di depan rumah itu, Alma terkejut karena rumah itu adalah rumah yang pernah mereka tinggali bersama.


" Ini kan rumah kita dulu?"


" Iya, kita akan tinggal disini bersama anak-anak nanti "


" Tinggal disini? apa kita tidak akan tinggal di rumah Mama ?" tanya Alma


" Kita kan sudah punya keluarga sendiri sayang, dan disinilah kita akan tinggal. Memulai hidup kita yang baru, kamu dan anak-anak kita. Lalu calon anak yang belum hadir di dalam perut mu " Bryan memeluk Alma dari belakang dengan lembut.


Ya ampun pak Bryan, dia sangat terbuka. Andre yang masih ada di belakang Bryan, hanya tersenyum saat mendengar ucapan Bryan.


" A-apa yang kamu bicarakan?" wajah Alma memerah, ia tampak malu karena dibelakang mereka masih Andre.


Apa yang dia bicarakan? masih ada pak Andre disini.


" Andre, ngapain kamu masih disini? kamu tidak mau pulang?" tanya Bryan sambil melirik tajam pada sekretarisnya itu


" Ta-tadi bapak yang menyuruh saya diam dulu disini "


" sekarang tugasmu sudah selesai! pulang sana! "


Andre langsung cemberut.


Huu..dasar, pak Bryan masih saja galak meskipun sudah jadi pengantin baru.


" Pak Andre terimakasih sudah mengantar kami " kata Alma


Tak lama setelah kepergian Andre, Bryan menggendong Alma dan masuk ke dalam rumah itu. Tak lupa, Bryan mengunci pintunya. Bibir Alma terus mengomentari rumah yang sudah lama ditinggalkan itu. Namun, Bryan tak berkomentar apa-apa.


Yang ada dipikiran nya saat itu adalah segera membawa istrinya ke kamar.


KLAK


" Kita sudah sampai " ucap Bryan dengan seringai di wajahnya


Alma segera turun dan berlari menghindari Bryan. Hatinya berdebar kencang, Alma berjalan menuju ke kamar mandi.


Haa.. mau kabur ya? malam ini kamu tidak bisa.


Bryan menghadang jalannya, dan berdiri di depan istrinya itu.


" Bry, minggir lah! aku mau mandi "


" Mandi? belum apa-apa aku sudah mau mandi. " goda Bryan sambil melepaskan sanggul rambut Alma.


Kini rambut panjang Alma tergerai.


" Bryan, apa yang kamu lakukan?" Alma tidak berani menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu. Ia merasakan rasa malu seperti pengantin baru.


Bagaimana ini? aku belum siap.


" Apa yang aku lakukan? aku hanya menagih apa yang kamu janjikan saat ijab kabul kita tadi" tangan Bryan melepaskan hiasan rambut yang ada di kepala Alma.


Tak !


Hiasan itu berjatuhan ke lantai, dan Bryan sama sekali tidak peduli.


" I-itu "


" Jangan bilang, kamu mau menghindar setelah menggoda ku seperti itu?" Tangan Bryan mengangkat dagu Alma, kini wajah mereka bertatapan.


" a-aku melakukan itu hanya untuk menenangkan mu. Tadi kamu gugup saat mau ijab kabul " elak Alma


" Oh, jadi saat kamu bilang ingin memuaskan ku malam ini apa itu bohong?" Bisik Bryan pada Alma, ditambah senyuman nya yang menggoda


" Aku tidak berbohong!"


" Jadi itu benar? " tanya Bryan sambil menggendong kembali istrinya yang masih mengenakan gaun pengantin itu


KYAAA


" Bryan!!" teriak Alma kaget dengan gendongan tiba-tiba itu


" Malam ini kamu harus melayani ku, istriku " Goda Bryan sambil menjilat salah satu jari tangan istrinya.


" Umm.. " tanpa sadar Alma jadi mendesah


Kedua tangan Alma menutup mulut Bryan,


" hentikan omongan mesum mu itu !" Alma merasa geli dengan tindakan dan kata-kata Bryan padanya


" Kamu mau menghentikan ku? bukan begitu caranya, tapi begini "


Bryan tersenyum, matanya menatap kedua mata Alma. Pertemuan dua bibir pun tak terelakkan lagi.


...---***---...


Hai Readers! siapa dari kalian yang udah gak sabar buat chapter berikutnya? siapa yang penasaran nih? Jangan lupa dong like, komen , gift dan vote nya buat bantu semangatin Author..


Jangan lupa dukung karya author yang lain ya, yang masih on going maupun yang sudah tamat 😊🙏