Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 79. Star of Heaven



Pov Keira Kelvin


πŸ€πŸ€πŸ€


Berbeda dengan hubungan Kelvin dan Keira yang sudah mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua. Hubungan Naina masih rumit karena kedua pria yang suka padanya. Naina berfikir akan menyenangkan seperti di dalam drama, jika dia berada dalam cinta segitiga. Namun, pikirannya ternyata salah dan ternyata dia menjadi serba salah.


"Kasihan juga aku sama Naina" gumam Keira dengan bibir yang mengerucut,melihat ke arah Naina yang masih berada di dekat gerbang rumah keluarga Aditama itu.


"Kasihan? kenapa? bukannya wanita itu paling suka ya kalau berada di dalam cinta segitiga?" tanya Kelvin sambil tersenyum


"Di dalam drama itu terlihat bagus, tapi melihatnya langsung seperti ini rasanya tidak nyaman. Naina pasti berada di dalam situasi yang sulit, di satu sisi ada kak Theo sahabat dari kecil dan disisi lain ada Juna yang dia cintai" jelas Keira merasa prihatin dengan kisah cinta sahabat baiknya, sekaligus calon adik iparnya


"Ya.. kamu benar juga. Theo juga tidak akan menyerah semudah itu, dia sudah bucin sama Naina dari kecil. Kamu tau kan dulu Theo selalu mengikuti Naina dan melakukan apapun untuk Naina" Kelvin tau bahwa perasaan Theo tidak mudah untuk diakhiri begitu saja, dia tau benar kalau Theo menyukai Naina untuk waktu yang cukup lama.


"Aku sangat tau, bahkan kak Theo pernah bilang kalau dia ingin menikah dengan Naina sampai memberinya cincin plastik" Keira tersenyum, dia ingat jelas saat mereka duduk di bangku sekolah dasar, Theo sangat bucin pada Naina karena Naina pernah menolongnya.


"Aku juga sudah bucin sama kamu dari kecil" Kelvin meraih kedua tangan Keira dan menggenggam nya.


"Hihi, kamu mengatakan hal yang menggelikan Kelvin? bucin apanya, kamu selalu cuek padaku. Akulah yang selalu mendekatimu lebih dulu" Keira tersenyum manis, mengingat dirinya yang dulu selalu mengejar-ngejar Kelvin. Bahkan ada beberapa sikap tidak tau malu Keira pada Kelvin.


"Tapi aku suka kamu dari dulu, mungkin aku yang duluan suka sama kamu" pria itu tersenyum lebar pada pacarnya


"Benarkah? kok aku gak tau ya? aku selalu merasa kamu itu gak suka sama aku karena sikap kamu tuh dingin banget" Gadis itu tidak percaya.


"Itu karena aku belum menyadari perasaan ku sama kamu. Kamu sangat ceria dan pantang menyerah, aku suka sikap kamu yang seperti itu. Kamu seperti kelinci yang melompat lompat, mengikuti ku kemana saja. Membuatku tertarik dan aku semakin ingin mengejar kamu, karena kamu nakal selalu melarikan diri" jelas Kelvin sambil mencubit hidung Keira dengan gemas.


"Karena itulah kamu memanggilku Kei kelinci?" tanya Keira dengan tawa tipisnya


Kelvin mengangguk lalu memeluk Keira dengan lembut. "Kalau aku seperti kelinci, kamu seperti bintang di langit yang sulit aku gapai. Kamu berada di tempat yang tinggi, dan aku tidak bisa melompat sampai kesana"


Dia sadar, kekasihnya itu adalah idaman banyak wanita. Definisi kesempurnaan adalah Kelvin, baginya Kelvin adalah bintang yang bersinar, keberuntungan yang Tuhan berikan padanya. Di cintai oleh pria seperti Kelvin adalah keberuntungan yang besar untuknya. Keira tidak menyangka bahwa dirinya akan menarik perhatian Kelvin, hanya karang saja dia merasa tidak percaya diri.


"Kamu tidak perlu menggapai ku untuk naik ke atas, aku lah yang akan turun ke bawah untuk menggapai mu" ucap Kelvin dengan senyum lembut pada Keira, kecupan hangat mendarat di kening Keira.


CUP


"Aku cinta kamu Kelvin" gumam Keira dengan senyuman manis di bibir indahnya.


"Apa?" Kelvin terpana, jantungnya berdebar kencang mendengar kata-kata cinta meluncur dari bibir merah milik Keira.


"Kalau tidak dengar ya sudah" Keira melepaskan pelukan Kelvin dan membalikkan tubuhnya. Keira tersenyum malu setelah menyatakan perasaannya pada Kelvin.


"Etsss..." Kelvin memeluk Keira dari belakang, mereka sama-sama menghadap ke arah langit yang penuh dengan bintang bertaburan disana.


GREP


"Kei.."


"Apa? jangan suruh aku mengulangi kata-kata ku lagi ya" Keira menikmati pelukan hangat dari belakang tubuhnya itu, tangan Keira memegang tangan Kelvin.


"Aku tidak akan meminta mengulangnya. Aku sudah dengar" bisik Kelvin pada telinga Keira.


Apa ini saat nya aku memberikan itu?. batin Kelvin sambil melihat ke arah langit


Napas Kelvin berhembus di leherku, kenapa membuat ku panas ya?


"Telinga mu memerah, Kei" ucapnya dengan mata melihat ke arah daun telinga Keira yang memerah


"Iya disini cukup panas" jawab Keira beralasan


"Ini malam hari, bagaimana bisa menjadi panas?" tanya Kelvin


"Haha.. berada di pelukan kamu, aku jadi merasa hangat" jawab Keira sambil tersenyum malu.


Kemudian setelah itu, Kelvin meminta agar Keira melihat ke langit. "Kenapa aku harus melihat ke langit?" kepalanya menengadah melihat langit malam yang berbintang itu


"Lihatlah baik-baik, aku akan menangkap salah satu bintang disana untuk kamu.." kata Kelvin percaya diri


"Apakah bisa? kamu jangan bercanda deh, hehe" Keira tak percaya dengan lelucon pacarnya itu


"Oke, kalau kamu gak percaya. Lihat baik-baik ya!" Kelvin meminta agak Keira untuk memperhatikan nya. Keira memasang kedua mata nya baik-baik untuk melihat apa yang akan di lakukan Kelvin.


Tangan Kelvin mengarah ke arah langit malam "Hap! berhasil aku tangkap"


Tangan Kelvin terkepal, seolah-olah dia menangkap sesuatu di langit sana. Keira malah tertawa melihatnya. "Hahaa.. mana bintangnya?"


Kelvin membuka kepalan tangannya dan disana ada sebuah kalung berbentuk bintang dan ada permata biru di tengahnya. Kalung itu tampak di depan mata Keira dan membuat nya takjub.


"Ini bintangnya, aku sudah menangkapnya untuk kamu" Kelvin tersenyum melihat wajah Keira yang terpesona saat melihat kalung itu.


"Kelvin.. kamu..." Keira kehabisan kata-kata, dia tak menyangka bahwa Kelvin akan menjadi pria romantis setelah cukup lama tidak bertemu.


"Ini namanya star of heaven, only one in the worlds. Aku memesannya khusus untuk kamu, dan Naina lah yang mendesainnya. Apa kamu suka?" tanya Kelvin sambil membalikkan tubuh Keira, ia ingin melihat wajah Keira dengan jelas saat menerima kalung itu.


"Naina yang mendesainnya? ini sangat cantik, Vin" ucap Keira terpana melihat kalung bintang itu.


Keira memegang kalung itu, dia melihat nya sambil senyum-senyum. Saat membalikkan kalungnya, dia melihat ada insial di belakang sana dengan ukiran emas. "K love K?"


"Kelvin love Keira, bisa juga Keira love Kelvin. Nama kita" jawab Kelvin


Keira tersenyum bahagia, dia menatap kalung itu dengan mata yang berkaca-kaca. Betapa beruntung dan bahagianya dirinya mendapatkan banyak cinta dari pria yang bernama Kelvin itu.


"Kei.. kamu nangis?" tanya Kelvin cemas


"Enggak, aku gak nangis"


"Itu mata kamu basah, bagaimana bisa gak nangis?" Kelvin menatap Keira dengan cemas sambil menyeka nya.


"Aku terharu Vin.. gimana bisa kamu seperti pemeran utama pria di salah satu drama yang aku tonton. Kamu romantis banget, rasanya hatiku ingin melompat-lompat.. KYAA" Keira menjerit sendiri saking senang hatinya menerima kalung dari Kelvin.


"Haha..drama lagi? kamu tuh ya" ucap Kelvin dengan tawa kecilnya.


"Kelvin, makasih.. makasih banyak, aku sayang kamu"


Bodohnya aku pernah meninggalkan kamu Vin, bodohnya aku. Aku tidak akan meninggalkan kamu lagi.


Kelvin memakaikan kalung di leher Keira, dia memuji kekasihnya itu yang tambah cantik setelah memakai kalung bintang itu. Tak hentinya Keira tersenyum, wajahnya berseri-seri seolah kebahagiaan di dunia sudah dia dapatkan.


Mereka berdua berpelukan dengan mesra sambil melihat bintang. Keira dan Kelvin sama-sama sudah memutuskan akan bertunangan waktu satu bulan, karena mereka tidak mau menunda-nunda nya lagi. Alma dan Bryan juga sudah setuju dengan keputusan Kelvin dan Keira. Mereka tidak menentang keputusan Kelvin, karena mereka tau bahwa Keira anak yang baik.


Cinta pertama Keira dan Kelvin sama-sama terwujud, lalu bagaimana dengan cinta pertama Theo? Apakah hal yang indah juga di rasakan olehnya atau malah hanya luka yang ia dapatkan dari cinta pertama nya itu?


****


Theo pulang ke rumahnya dengan wajah yang muram, sesampainya disana dia langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci diri nya. "Theo, kamu kenapa nak?" tanya Vera cemas melihat wajah putranya yang sedih dan marah


"Jangan ganggu aku ma!" seru Theo pada mama nya sambil menutup pintu kamar rapat-rapat.


BRAK


"Anak itu kenapa sih? bukannya dia habis ketemu sama Naina, kenapa wajahnya malah muram begitu? dan dia kelihatan terluka..apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Vera yang berdiri di ambang pintu kamar Theo.


Di dalam kamarnya.. Theo mengacak-acak ranjang di kamarnya sambil berteriak-teriak, dia terlihat marah dan frustasi.


"ARGHHHHHH.....!!!"


Kenapa Nai, kenapa kamu memilih orang lain Nai? kenapa bukan aku?


BRAK


BRUK


Vera terkejut mendengar suara gaduh dari kamar Theo, "Sayang, kamu gak papa kan? suara apa itu?" tanya Vera sambil memegang daun pintu, berusaha membukanya. Namun, Theo menguncinya.


Setelah melampiaskan amarah nya pada barang-barang di kamar itu. Theo menangis dan merebahkan dirinya di ranjang. Di dinding kamar itu juga banyak foto Naina yang terpajang. Dari mulai foto saat sekolah dasar, SMP, bahkan saat SMA, sampai sekarang.


"Hiks.. hikss..kenapa Nai? kenapa...padahal aku yang lebih dulu kenal kamu.. kenapa Nai.. hiks..."


...---***---...


Mau lanjut? please komennyaπŸ˜šπŸ™ jangan lupa like nya juga ❀️😍