Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Semoga kamu bahagia



...🍂🍂🍂...


Bu Delia segera menarik tangannya yang dipegang oleh Alma. Wajahnya tampak panik, terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


" ini.. ini cuma terbentur saja kok " jawab Bu Delia


" Terbentur bisa sebanyak ini? Mama terbentur apa ma? apa Mama sudah periksa kan ke dokter?" tanya Alma cemas


" Sudah, kata dokter ini akan menghilang sendiri kok. Alma jangan cemas ya " Bu Delia memperlihatkan sedikit senyuman di bibirnya, seolah berkata semuanya baik baik saja.


" Benarkah Mama sudah ke dokter?" tanya Alma curiga


" Iya, kalau tidak percaya kamu tanya saja pada Laura dan dokter Haris. Mama baik-baik saja kok " ucap Bu Delia


Aku harus bertahan, sampai Laura dan Leon menikah 4 hari lagi.


Alma menatap ibu mertuanya itu dengan tatapan heran dan bingung. Ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh ibu mertuanya itu, tapi ia tak tau apa yang disembunyikan olehnya.


" Wah, ada perhiasan unik. Ini pasti untuk aku dan Kayla kan Ma?" tanya Naina sambil menunjukkan 2 kotak set perhiasan pada ibunya itu.


" Iya sayang, yang biru untuk Kayla dan yang merah untuk Naina " jawab Alma


" Makasih Tante Alma, aku suka warna biru " Kayla mengambil kotak perhiasan berwarna biru itu engan hati gembira.


" Iya sama-sama sayang " Alma tersenyum lembut


Sementara Kelvin mengambil ukulele yang dibelikan oleh Papa nya untuk nya. Tanpa di duga oleh Alma, Kelvin bisa memainkan benda itu.


TRENG


TRENG


" Bunyi nya bagus nih" Kelvin terlihat menikmati hadiah dari papa nya itu


" Kamu suka hadiah dari Papa kamu?" tanya Alma pada anak sulungnya itu


" Iya Ma, ini bagus. Kali ini Papa memilih hadiah yang bagus. Terimakasih "


" Terimakasih nya sama Papa dong, jangan sama Mama "


Ternyata anak ku yang satu ini benar-benar mirip Papa nya. Apa dia bisa memainkan gitar seperti Papa nya? dia cepat belajar.


" Iya nanti kalau Papa pulang, aku akan berterimakasih sama Papa " Kelvin tersenyum dan memainkan ukulele kecil nya itu.


" Wah kakak keren!" Naina dan Kayla memuji Kelvin yang bisa memainkan ukulele nya dengan mudah.


" ini sih gampang " ucap Kelvin santai


Bu Delia dan Alma tersenyum bahagia melihat keakraban, kerukunan, ketiga anak itu. Meskipun kadang mereka juga suka bertengkar karena tidak sejalan.


Karena lelah, Alma meminta izin kepada ibu mertuanya itu untuk tidur sejenak. Ia masuk ke dalam kamar nya dan Bryan yang berada di rumah itu namun bukannya tidur lelap, wanita itu malah mual-mual lagi di kamar mandi.


" Benar-benar deh, masuk angin ini sangat menganggu. Aku harus minum obat, tubuhku juga pegal sekali " Alma mengambil obat di dalam tas nya dan meminumnya. Tak lama setelah itu, ia pun mengantuk dan jatuh tertidur pulas di ranjang nya.


🍂🍂🍂


Persiapan pernikahan Laura dan Leon sudah hampir sempurna, tak terasa tinggal 2 hari lagi mereka akan menikah. Undangan sudah disebar, gaun pengantin, tempat pernikahan, catering, semuanya sudah siap.


Bu Widya sangat bersemangat melihat putranya satu satunya akan menikah. Leon bahkan melonggarkan waktu nya bekerja untuk hari pernikahan dan bulan madunya.


" Akhirnya anak Mama akan segera menikah " Bu Widya menepuk bahu anaknya yang lebar itu


Meski sangat disayangkan, tadinya aku ingin menjadikan Alma menantuku. Tapi, takdir dan jodoh berkata lain. Ya, ini lah yang terbaik untuk Leon, bersama dengan orang yang ia cintai dan mencintai nya.


Leon tersenyum, dan terlihat satu lesung di pipi nya. Wajah Leon tampak cerah, bahagia, berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kini pria itu sedang on the way menuju hari bahagia nya.


" Iya Ma, doakan aku ya Ma. Semoga aku, Laura dan Kayla selalu bahagia "


" Mama selalu mendoakan mu nak, tanpa kamu minta sekalipun. Mama harap kamu selalu bahagia ya " Bu Widya tersenyum bahagia


" Iya Ma, terimakasih sudah mendukung ku. Dan setelah pernikahan, Leon dan Laura berencana untuk pindah ke Australia Ma "


" Kamu serius? kamu mau tinggal disana? dan meninggalkan Mama disini?" tanya Bu Widya sedih


" Tentu Mama juga ikut dengan kami pindah kesana "


Bu Widya menolak ajakan anaknya untuk pindah kesana, selama ini Bu Widya selalu tinggal di luar negeri. Ia ingin menghabiskan masa tuanya, di negerinya sendiri. Karena itu Bu Widya membujuk agar putranya, menantu dan anak-anak nya kelak tinggal bersamanya.


" Baiklah Ma, aku akan bicarakan ini dengan Laura dan Kayla nanti "


" Jadi kamu tidak akan pergi?" tanya Bu Widya


" Tentu saja tidak, ini kan keinginan Mama. Masa aku menolak permintaan Mama, dan Laura juga Kayla pasti akan senang mendengar permintaan Mama ini. Sebelum nya mereka menolak pergi ke luar negeri " jelas Leon


" Benarkah begitu? kalau begitu kamu bicarakan dulu dengan Laura dan Kayla ya. Mama tidak akan kesepian kalau mereka tinggal bersama Mama nanti. Dan Mama harap kamu cepat cepat punya anak, Laura tidak usah KB dulu ya " Bu Widya terlihat bersemangat


" Hah? maksud Mama, aku dan Laura langsung punya anak gitu?" tanya Leon


" Tentu saja, usia kamu dan Laura sudah tidak muda lagi. Kalian harus cepat cepat punya anak, dan Mama juga pengen cepat-cepat momong cucu. Ya walaupun Mama sudah punya Kayla sebagai cucu Mama, tapi bukankah sudah waktunya Kayla punya adik lagi "


Bu Widya mulai membayangkan menggendong bayi, anak nya Leon dan Laura. Bayangan yang indah dan sangat ia inginkan. Menimang cucu, bayi yang lucu ditangannya adalah mimpi dan harapan nya pada Leon.


" Mama! aku menikah saja belum dan mama sudah memikirkan soal cucu, kami belum ada kepikiran kesana " jelas Leon


" Kalau begitu kamu dan Laura harus mulai memikirkan nya! begitu menikah kalian harus segera punya anak " kata Bu Widya tegas " Mama melarang keras Laura meminum pil, atau suntik KB ! " ujar Bu Widya


" Baiklah Ma, Leon akan bicarakan pada Laura " Leon menurut pada ibunya, ia tersenyum tipis.


Setelah berbicara dengan ibunya, malam itu Leon langsung menghubungi Laura dan menceritakan semuanya tentang apa yang dibicarakan oleh ibunya.


" Apa kamu bersedia, jika kita langsung memiliki anak?" tanya Leon malu-malu


" Aku tidak masalah, aku mengerti kok kalau Mama Widya ingin segera menimbang cucu dari kita. Aku tidak akan melakukan program KB dulu " Laura langsung setuju dengan saran Leon


" Ha.. ternyata kamu tidak menolak, aku pikir kamu akan menolak "


" Kenapa aku harus menolak? seperti nya lucu juga kalau kita mempunyai bayi yang mirip dengan mu " ucap Laura membayangkan betapa lucunya jika nanti ia memiliki bayi dengan Leon, dan bayi itu mirip dengan Leon yang tampan.


Leon hanya tertawa kecil saat menanggapi nya. Ia juga mengharapkan hal yang sama. Laura mengatakan keberuntungan nya karena mendapatkan Leon yang mencintai nya dan Kayla setulus hatinya. Pria seperti Leon sangat langka di dunia ini. Pria sempurna mana yang akan menerima Laura dengan status janda anak satu? mungkin hanya Leon saja yang bisa menerima nya.


Leon juga mengatakan pada Laura bahwa ia lah yang beruntung mendapatkan wanita selembut Laura, Laura juga sempurna untuk dirinya.


🍂🍂🍂


Di sebuah gedung mewah berlantai kan 5..


Akhirnya tibalah hari dimana pernikahan Laura dan Leon akan berlangsung. Sebelum pernikahan, Bryan menemui Leon secara pribadi dan mengajak calon kakak iparnya itu bicara.


" Kamu cukup keren juga memakai setelan warna putih " puji Bryan pada Leon yang tampak berkilau memakai baju setelan jas putih.


" Kamu memuji ku atau mengejekku?" Leon tersenyum memandang Bryan yang berdiri di ambang pintu ruangannya.


" Menurutmu? hey aku kesini untuk mengingatkan mu. Hari ini kamu akan menikah dengan kakak ku, aku ingin kamu menjaga kakak ku dan juga keponakan ku baik-baik. Jika kamu menyakiti mereka, aku tidak akan tinggal diam " Bryan tampak serius


" Ternyata kamu bisa serius juga ya adik ipar " Leon merapikan kerah bajunya


Cih, kenapa aku merasa geli di panggil adik ipar oleh nya?


" Pokoknya kamu harus ingat baik-baik perkataan ku! kakak ku sangat lembut, walaupun di luar terlihat sangat kuat. Tapi sebelum nya sangat sulit baginya menerima sakitnya pengkhianatan dan ditinggalkan oleh orang yang ia cintai. Jika kamu menyakiti nya, entah apa yang akan terjadi padanya nanti " jelas Bryan sedih mengingat kakak nya yang pernah di lukai oleh Jason dan Selina.


" Aku berjanji, aku tidak akan menyakiti nya. Aku akan membahagiakan nya seumur hidupku. Termasuk orang-orang yang ia sayangi, aku akan membuatnya melupakan kenangan buruk itu. " Leon tersenyum, matanya menunjukkan keseriusan


" Aku pegang janjimu itu, kakak ipar " Bryan terdengar geli saat mengucapkan nya.


" Ya, aku juga janji " Bryan berjabatan tangan dengan Leon. Keduanya sama-sama berikrar untuk membahagiakan orang-orang yang mereka cintai.


Pesta pernikahan sudah akan dimulai, si pengantin wanita dengan balutan gaun berwarna putih, tampak gugup dan masih duduk di belakang pelaminan. Hatinya sangat berdebar, menunggu detik-detik pernikahan nya.


DEG


DEG


Saat dulu menikah dengan Jason, aku tidak merasa seperti ini mungkinkah itu karena kami menikah dijodohkan? kenapa sekarang aku berdebar debar begini?


Bu Delia, Alma dan Bu Widya menghampiri Laura yang sedang duduk gugup di sana sendirian. Laura merasa senang melihat Mamanya, Mama mertua nya dan Alma datang pada nya.


" Mama, Mama Widya, Alma!"


" Pengantin kita seperti nya sangat gugup " ucap Bu Widya sambil tersenyum melihat hiasan di kepala Laura sedikit bergeser ke bawah


" Mama, benar seperti nya kak Laura sangat gugup Ma " Alma tersenyum melihat Laura


" A-aku.. " Laura tampak gugup


Bu Delia menghampiri Laura dan membenarkan hiasan yang ada di rambut Laura. Merapikan bajunya yang terlipat, gaun pengantin yang sederhana itu tampak indah di kenakan oleh Laura.


Bu Delia tersenyum dan memeluk putri sulungnya itu. " Laura sayang, kamu harus bahagia ya. Sekarang kamu harus bahagia " Tangan Bu Delia menepuk nepuk punggung Laura pelan-pelan


" Aku akan bahagia ma, Mama jangan mencemaskan aku lagi. "


" Bu besan tenang saja, putraku Leon pasti akan membahagiakan Laura dan Kayla. Bu besan bisa percaya pada kami " kata Bu Widya sambil tersenyum ramah


" Terimakasih Bu Besan, karena telah menerima putriku ke dalam keluarga mu. Aku titip putriku dan cucu ku " kedua mata Bu Delia mulai berkaca-kaca


" Bu besan bisa percaya pada saya dan Leon, tenang saja ya Bu Besan "


Bu Widya memegang tangan Laura dengan penuh kasih sayang. Bu Widya senang karena putranya akan menikah dengan wanita pilihan nya, wanita yang mencintai putra nya dengan tulus. " Sebaliknya aku minta pada Laura untuk menjaga Leon ya " kata Bu Widya pada Laura


" Saya akan menjaga Leon Ma, mencintai nya seumur hidup dan membahagiakan nya " kata Laura sambil tersenyum penuh keyakinan.


" Mama percaya sama kamu, kamu anak baik " Bu Widya membelai pipi Laura dengan penuh kasih sayang.


Ternyata Laura sangat dicintai oleh ibu mertuanya, aku bisa pergi dengan tenang kapan saja. Laura, Mama berharap kamu selalu bahagia.


Alma tersenyum haru melihat Laura, Bu Widya dan Bu Delia.


" Mama, jangan sedih Ma .." ucap Laura pada kedua ibu nya itu.


" Mama tidak sedih, Mama hanya terharu. Mama menangis karena bahagia " Bu Delia memeluk putrinya sekali lagi sebelum ia akan memberikan putrinya pada Leon dan keluarga Maxton.


" Mama jangan mencemaskan ku, aku akan bahagia Ma.. aku akan bahagia dan tidak akan membuat Mama cemas lagi "


" Kamu janji ya sama Mama? janji bahwa kamu akan selalu bahagia dan jangan buat mama cemas lagi " Bu Delia memegang tangan Laura dan menggenggam nya, ia tak bisa menahan air matanya


Laura mengangguk, menahan tangisnya dan mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan membuat ibunya mencemaskan nya lagi. Ia yakin akan bahagia bersama Leon dan keluarga barunya.


❤️❤️❤️


Prosesi pernikahan Laura dan Leon pun di mulai, Bryan sebagai wali dan saudara laki-laki Laura satu satunya berjalan mengantarkan kakak nya kepada Leon.


Beberapa tamu undangan terlihat hadir disana, tampan bahagia melihat pernikahan Leon dan Laura. Si kembar, dan Kayla juga terlihat bersemangat dengan pernikahan Leon dan Laura.


Akhirnya mereka berdua duduk di depan penghulu, dan Bryan sebagai saksinya. Leon mengucapkan ijab kabul dalam sekali ucap tanpa ada kesalahan apapun.


" SAH !"


Semua orang disana mengucapkan hamdalah setelah proses ijab kabul itu berjalan lancar. Kini Leon dan Laura sudah resmi sebagai suami istri. Laura mencium tangan suaminya, Leon mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Laura, Kayla, Bryan, Alma semoga kalian semua selalu bahagia. Syukurlah aku masih bisa melihat kebahagiaan ini. Bu Delia lagi-lagi menangis bahagia melihat kebahagiaan kedua anaknya.


Kebahagiaan terpancar di tempat itu, namun disisi lain ada yang terluka melihat kebahagiaan Leon dan Laura. Dari kejauhan terlihat Jason menggandeng tangan Risya, menatap Laura dengan tatapan terluka.


" Semoga kamu bahagia Laura, semoga kamu dan Kayla bahagia dengan keluarga baru mu. Selamat " gumam Jason dengan mata yang berkaca-kaca melihat Laura dan Kayla tersenyum cerah duduk di pelaminan mereka.


" Pa, apa kita gak akan kesana?" tanya Risya yang ingin bergabung bersama keluarga Aditama yang pernah menjadi keluarga nya


" Tidak sayang, kita tidak berhak berada disana. Kita doakan saja untuk kebahagiaan mereka dari sini. " Jason menelan pahitnya penyesalan, senyuman tipis dan wajah sedihnya menandakan bahwa ia sudah sangat terlambat.


Laura, Kayla semoga kalian selalu tersenyum bahagia. Selamat. Jason yang sakit hati, memegang dadanya dan menggandeng Risya. Mereka berdua pun pergi dengan wajah sedih dari pernikahan Leon dan Laura.


Ketika semua orang memberikan ucapan selamat pada Leon dan Laura. Sekilas Laura merasakan ada seseorang yang memperhatikan nya dari jauh.


Seperti ada yang berdiri disana? ah mungkin ini hanya perasaan ku saja.


Laura dan Leon sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu yang datang, bersalaman. Sementara Bryan dan Alma sedang duduk di jajaran kursi tamu bersama Kelvin dan Bu Delia.


" Bry, lihatlah mereka malah asik memburu makanan " ucap Alma kepada Kayla dan Naina yang asik mengambil cemilan yang disediakan di pesta itu


" Sudahlah biarkan saja, apa jangan-jangan kamu mau juga?"


" Tidak, aku tidak mau makan apapun. Apalagi melihat daging " Alma merasa jijik melihat daging, beberapa hari ini ia tidak makan dengan benar karena mual-mual yang ia pikir adalah masuk angin.


" Kamu belum sarapan loh, aku ambilkan sesuatu untuk kamu makan ya. Kelvin, kamu juga mau nak?" tanya Bryan perhatian kepada anak dan istrinya


" Tidak pa, aku mau main games saja " jawab Kelvin sambil memegang ponsel ditangannya, sibuk bermain games.


" Aish.. anak ini ya ckckck " gerutu Bryan pada putranya itu.


" Aku tidak usah, aku tidak lapar " jawab Alma


" Alma, tidak baik melewatkan sarapan. Mama juga akan mengambil makanan, jadi mama yang akan ambilkan ya " kata Bu Delia ramah


" Tidak apa Ma, aku benar-benar gak papa. " kata Alma tidak enak


" Iya Mama juga gak papa kok, sekalian ambil makanan "


" Ayo kita ambil makanannya bersama Ma "


" nah gitu dong, bagus Ma. Akhirnya Alma mau makan juga, beberapa hari ini Alma muntah muntah terus tuh makan nya juga gak bener " Bryan tersenyum pada ibunya


" Benarkah? apa kamu udah periksa ke Dokter?" tanya Bu Delia semangat


" Tidak Ma, aku hanya masuk angin biasa kok " jawab Alma


" Masuk angin? pokoknya nanti kamu periksa sama Mama ke dokter ya, Mama temani. Sekarang kita ambil makanan dulu " kata Bu Delia


Alangkah senangnya jika Alma benar-benar hamil lagi. Setelah ini aku akan membawa Alma periksa ke rumah sakit. Ya Allah, terimakasih yang sudah memberikan ku waktu bahagia ini. Bu Delia tampak senang


Alma dan Bu Delia berjalan menuju ke tempat makanan. Saat sedang berjalan, tubuh Bu Delia tiba-tiba oleng tak terkendali. Hidungnya mengeluarkan darah.


" Mama!! Mama!! Mama kenapa?!" Teriak Alma yang panik melihat Bu Delia jatuh ke tubuhnya dan langsung tak sadarkan diri.


Bryan, Bu Widya, Leon, Laura, Kayla dan si kembar langsung menghampiri Alma dan Bu Delia dengan panik.


" MAMA !"


" Bu Besan!"


" Nenek!"


" Tubuh Mama dingin Bry, tubuh Mama dingin " Alma memegang tangan Bu Delia yang terasa dingin.


" Kita bawa Mama, ke rumah sakit!" teriak Bryan panik melihat ibunya tak sadarkan diri dengan berlumuran darah di wajahnya.


...--***---...