
Alma menceritakan tentang cerita si kembar saat di sekolah. Tentang Theo yang mengatakan ingin menikahi Naina ketika sudah dewasa nanti dan Kelvin sangat marah mendengar nya. Ternyata Bryan juga tampak tidak senang mendengar nya.
" Kenapa kamu marah?" tanya Alma
" Aku tidak marah, aku hanya tidak senang saja. Ternyata putriku sudah ada yang melamar. Pria seperti apa dia? tentu saja aku harus tau bibit bebet bobot nya ! pria yang akan menikahi putriku nanti harus lah pria sempurna yang melebihi aku dan Kelvin " jelas Bryan
" Anak itu adalah putranya dokter Ian, sahabatmu " jawab Alma sambil tertawa kecil
" Anaknya Ian? oh aku tau, namanya Theo. Aku pernah melihatnya sekali saat main ke rumahnya, dia naksir Naina?" Bryan tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
" Iya anak itu katanya sampai memberi cincin plastik untuk Naina. Dasar ya anak zaman sekarang " Alma tersenyum senang
Setelah bercerita cukup lama, dan bercanda gurau dengan suaminya. Alma tertidur sambil memeluk suaminya seolah Bryan adalah guling yang empuk. Terlebih lagi tubuhnya telanjang dada. Membuat Bryan tidak bisa bergerak, karena takut membangunkan istrinya yang tidur di dalam pelukan nya.
Tidak ada habisnya, Bryan mengagumi kecantikan istrinya. Membelai rambut panjang nya yang indah, meskipun istrinya sedang hamil besar tidak menyurutkan gairah nya. Istrinya tambah cantik dan seksi, Bryan semakin mencintai nya, tidak akan pernah bosan padanya.
" Tidurlah sayang, aku mencintaimu " ucap Bryan sambil mencium kening istrinya. Tangannya mengelus perut buncit istrinya dengan lembut penuh kasih sayang.
.
.
Subuh itu, Bryan sudah bangun dan berniat pergi mandi. Namun ia takut gerakan nya akan membuat Alma terbangun. Saat Alma tertidur pulas tiba-tiba ia menangis dan mengigau.
" Tidak.. Bry.. jangan Bry.. jangan.. hiks. Bryan! " air mata mengalir deras membasahi tangan Bryan yang menjadi bantalan untuk tidur Alma. Suara Alma terdengar seperti setengah berteriak.
" Hey hey sayang, sayang kamu kenapa? sayang, bangunlah sayang " ucap Bryan cemas sambil menggoyang-goyangkan tubuh istrinya pekan-pekan.
Apa Alma mimpi buruk?
Alma membuka matanya yang basah karena air mata, ia tampak ketakutan. Lalu memeluk suaminya itu dengan cemas.
" Bryan jangan tinggalkan aku.. jangan kemana-mana ya.. hiks "
" Sayang, kamu mimpi buruk ya?" tanya Bryan. Tangannya sibuk menyeka air mata istrinya itu.
" Ja-jadi itu mimpi.." Alma terlihat kebingungan
Bryan tidak pergi? Bryan ada disini dan baik-baik saja. Tapi mimpi itu sangat menyeramkan seolah-olah nyata. cap Alma lega
" Sayang kamu mimpi apa sampai menangis dan berteriak teriak seperti itu? kamu juga mengigau namaku" tanya Bryan cemas
" Tidak, aku tidak bisa cerita." jawab Alma sambil duduk di sudut ranjang nya. Tubuhnya penuh keringat.
" Apa itu mimpi buruk? tentang aku?" tebak Bryan
" Iya, makanya aku tidak bisa menceritakan nya " jawab Alma ketakutan
" Kenapa tidak bisa?" tanya Bryan sambil duduk di samping istrinya itu
" Ibu ku selalu bilang kalau mimpi buruk jangan diceritakan, kalau diceritakan mungkin akan kejadian. Jadi, aku tidak akan cerita " jelas Alma
" Ya sudah kalau tidak bisa cerita tidak apa-apa. Yang jelas aku baik-baik saja kan, aku tidak pergi kemana-mana. Aku disini bersama mu " Bryan menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
DUG
DUG
" Aduh!" Alma memegang perutnya, merasakan sesuatu yang bergerak disana.
" ada apa?" tanya Bryan
" Perutku.. anak kita menendang perutku lagi " jawab Alma
Bryan duduk berlutut di hadapan istrinya, tangannya memegang perut buncit itu. Dan mengajak yang ada di dalamnya berbicara.
" Wah sekarang anak Papa sering sekali menendang ya. Apa sudah besar nanti mau jadi pemain sepak bola? Ada apa sayang? tenang lah, Mama baik-baik saja kok. Papa juga baik-baik saja. Sehat-sehat ya kamu di dalam sana sayang "
DUG
DUG
" Sayang, dia merespon ucapan ku dengan menendang!" Bryan terlihat senang merasakan ada tendangan di perut buncit istrinya.
" Iya, aku juga merasakan nya. Dia mengerti kata-kata mu " Alma tersenyum senang
" Albry kecil pintar sekali " Bryan memuji anak yang ada di dalam perut istrinya itu.
" Albry kecil?" tanya Alma
" iya, aku kasih nama janin ini Albry kecil. Singkatan nama kita, kalau orang-orang kan biasanya manggil si utun. " jelas Bryan
" Bagus kok, aku suka. Albry kecil " Alma tersenyum setuju dengan nama yang diberikan oleh Bryan untuk janin yang ada di rahimnya.
DUG
DUG
" ouch!"
" Kenapa? apa Albry kecil menendang lagi?" tanya Bryan
" Iya, seperti nya dia suka nama yang diberikan Papa nya " jawab Alma
" Dia setuju? " Bryan tampak senang
Rasanya kebahagiaan keluarga Alma dan Bryan akan semakin lengkap dengan kehadiran Albry kecil nantinya.
πππ
Pagi itu setelah menyelesaikan sarapannya, Kelvin membantu ayahnya menemukan peretas yang bernama Mr. K itu lewat komputer di rumahmya. Sebelum ia berangkat sekolah, dan tidak butuh waktu lama untuk Kelvin melacak lokasi Mr.K.
" Papa, sudah ketemu! " ucap Kelvin sambil tersenyum cerdik
" Benarkah Vin? benar-benar ketemu? bahkan ketua departemen bidang teknologi di kantor papa saja sulit menemukan nya. Ini hanya beberapa menit?" tanya Bryan tak percaya bahwa anaknya benar-benar genius.
Naina dan Alma bertepuk tangan menyaksikan kedua pria itu yang sibuk dengan komputer mereka. Memuji kegeniusan Kelvin.
" Sudahlah pah! sekarang papa datangi saja si Mr. K ini dan tangkap dia. Sebelum dia pergi dari lokasi yang telah ku lacak ini " jelas Kelvin
" Dimana lokasinya Vin?" tanya Bryan
" Dia ada di Singapura pah" jawab Kelvin tegas
" Singapura?"
Apa itu artinya aku harus terbang kesana?
Setelah selesai dengan pelacakan Mr. K, Kelvin dan Naina diantar ke sekolah oleh pak Jeffry seperti biasanya. Namun kebimbangan melanda Bryan yang akan berangkat kerja.
" Sayang ada apa?" tanya Alma sambil mengikat dasi suaminya
" Al, aku harus pergi dan menemukan Mr. K itu " ucap Bryan bingung.
" Kalau begitu kamu tinggal pergi, kan?" tanya Alma
Alma mengerti apa yang membuat Bryan bingung. Jika artinya Bryan harus menemukan Mr. K, maka ia harus terbang ke Singapura dan keberatan nya adalah meninggalkan istrinya yang sedang hamil dan kedua anaknya di Jakarta. Itulah yang menganggu Bryan.
" Suamiku, kamu pergilah. Ini penting untuk perusahaan kamu. Jika kamu mengkhawatirkan ku dan anak-anak terus, masalah mu tidak akan selesai. Kamu tenang saja, aku dan anak-anak bisa jaga diri kok " Alma tersenyum, walaupun sebenarnya hatinya terasa berat karena harus membiarkan Bryan pergi.
" Kalau kamu tidak mau aku pergi, aku akan tetap tinggal disini. Dan aku tinggal mengutus orang untuk menangkap Mr. K itu " ucap Bryan
" Tidak baik mengutus orang kesana, kamu harus pergi secara langsung dan memastikan siapa musuh mu. Aku dan anak-anak akan baik-baik saja suamiku. " Alma memeluk suaminya dengan erat, menciumi bau badannya dan tersenyum.
Alma, suami mu akan baik-baik saja. Itu hanya mimpi! mimpi bunga tidur. Alma mencemaskan suaminya.
Bryan juga agak sedikit cemas meninggalkan Alma dan anak-anak nya sendirian, karena ia tidak tau berapa lama akan kembali. Alma mengantar Bryan ke bandara, ditemani oleh kedua bodyguard Bryan yang sudah di perintahkan oleh Bryan untuk menjaga Alma selama ia pergi ke Singapura bersama Andre dan 4 bodyguard lainnya.
Tidak banyak barang bawaan Bryan, karena ia berencana untuk segera kembali ketika bertemu dengan Mr.K dan menangkan nya.
" Sayang, aku akan kembali. Kamu, anak-anak sama Albry kecil jaga diri baik-baik ya. " Bryan membelai pipi Alma, rasanya berat untuk meninggalkan keluarga nya walau hanya sebentar.
" Iya, suamiku juga hati-hati ya " ucap Alma sambil memeluk Bryan, melepas kepergian nya. Bryan membalas pelukan nya. Entah kenapa Alma terasa berat meninggalkan Bryan yang akan pergi ke negeri asing itu, apalagi saat ia teringat mimpinya semalam tentang Bryan.
Hatinya yakin bahwa Bryan akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat.
" Baiklah. Al sampaikan maaf ku pada anak-anak. Peluk cium ku untuk mereka " ucap Bryan sambil tersenyum pada istrinya
Alma mengangguk dan tersenyum, melambaikan tangannya pada Bryan yang sudah melangkah menuju ke tempat keberangkatan nya.
Beberapa detik kemudian, Bryan berlari kembali kearah Alma dan mencium bibir istrinya dengan cepat.
" Bry- Bryan!" Alma kaget, langsung memegang bibirnya
" Assalamualaikum sayang aku pergi. Aku janji akan segera kembali! " ucap Bryan sambil berlari dan melambaikan tangannya pada Alma
" waalaikum salam, Bryan semoga kamu baik-baik saja. " ucap Alma sambil memegang dadanya, dan tersenyum tipis.
Ya Allah, aku mohon berikan keselamatan pada suamiku dalam perjalanan dan setiap langkah nya. Lindungi dia ya Allah.
Pesawat yang ditumpangi suaminya itu sudah lepas landas. Alma dan kedua bodyguard itu pun pergi dari bandara. Wajah Alma masih tampak cemas, dan beberapa kali ia merasakan tendangan di perutnya.
" Ada apa sayang? apa kamu juga cemas Papa mu pergi? tenang saja, mari kita berfikir positif ya. Papa mu akan baik-baik saja Albry kecil " Alma memenangkan bayi yang ada perutnya itu dan mengelusnya. Barulah tendangan itu berhenti.
πΆπΆ
Tring...Tring.. Tring..
Ponsel Alma berdering, secepatnya ia merogoh ponsel nya yang berada di tas selempang miliknya.
" Halo, kak Leon?" tanya Alma pada si penelpon itu
" Al, kamu dimana? kata Laura, Bryan pergi ke Singapura ya?" tanya Leon
" Iya kak, aku baru saja dari bandara dan mengantar nya " jawab Alma dengan suara yang tidak bersemangat
" Leon baru saja mengirimi ku pesan, katanya kamu disuruh menginap di rumah. Bryan cemas sama kamu dan anak-anak. " jelas Leon
Mungkin butuh waktu lama bagi Bryan untuk menemukan Mr.K itu. Makanya dia menyuruhku dan Laura menjaga Alma dan si kembar. Seperti nya masalah akan semakin rumit.
" Tidak apa-apa kak, di rumah juga ada bodyguard kok "
" Ya sudah, tapi kalau ada apa-apa kamu telpon saja aku atau Laura ya " ucap Leon perhatian
" Iya kak, makasih ya " jawab Alma
Telpon pun terputus, Alma terlihat sedih. Baru saja suaminya pergi dan ia sudah sehampa ini. Wajahnya tampak cemberut. Tak lama setelah itu ia menyingkirkan wajah cemberut nya, ia ingat kalau di kelas hamil pernah di jelaskan kalau mood ibu akan berpengaruh untuk sang bayi.
" Alma! ayo senyum.. nanti Albry kecil sedih " ucap Alma pada bayi yang ada di perutnya itu.
Alma sampai di rumahnya, kedua bodyguard itu berjaga di depan rumah Alma dengan patuh. Merasa kasihan melihat kedua bodyguard itu yang terus berdiri, Alma mempersilakan kedua bodyguard itu untuk santai saja.
" Maaf Nyonya, kami diperintahkan oleh pak presdir untuk selalu waspada! kami tidak bisa santai !" ucap salah seorang bodyguard menolak ajakan Alma untuk bersantai
" Maksud ku bukan santai seperti itu, tapi duduklah dan jangan berdiri terus " ucap Alma ramah sambil menyiapkan tempat duduk untuk kedua bodyguard itu.
Kedua bodyguard itu pun membantu Alma membereskan tempat duduknya. " Nyonya biar kami saja, nyonya sedang hamil besar "
" Nah gitu dong. Tenang saja, disini tidak akan ada bahaya kok. Ngomong ngomong aku belum pernah melihat kalian sebelum nya? kalian bodyguard baru?" tanya Alma pada kedua bodyguard yang wajahnya tampak asing baginya
Mereka pun memperkenalkan diri pada Alma, yang bertubuh agak kurus bernama Tian, dan yang bertubuh tinggi agak berisi bernama Angga. Mereka adalah bodyguard termuda yang baru saja di rekrut di kantor Aditama grup, namun telah mendapatkan sertifikasi lisensi sebagai bodyguard dengan stamina tercepat dan terbaik.
Dengan ramahnya Alma di bantu bi Asih membuatkan camilan untuk Tian dan Angga yang sedang berjaga. Juga satpam rumah itu.
" Saya tidak tau apa kami boleh makan cemilan dengan duduk santai seperti ini " ucap Tian merasa tak enak, teringat Presdir nya yang galak.
" Tidak apa-apa, suamiku tidak ada disini. Kalian bisa makan dengan santai " ucap Alma ramah
" Nyonya baik sekali, terimakasih ya nyonya " ucap Angga sambil memakan kue buatan Alma dan Bi Asih
" Sama-sama " jawab Alma sambil tersenyum dan menyiram tanaman bunga di halaman depan rumahnya itu.
πππ
Hanya butuh 2 jam saja untuk Bryan sampai ke Singapura. Sore itu dengan gerakan cepat tanpa istirahat, Bryan, Andre dan 4 bodyguard Bryan segera melakukan pencarian Mr. K ke tempat yang sudah di lacak oleh Kelvin.
Setelah berkeliling beberapa gedung perkantoran di Singapura, namun sampai malam tiba, sosok misterius Mr. K itu belum ditemukan juga. Mr. K ini benar-benar membuat Bryan dan orang-orang nya kebingungan. Sampai akhirnya, mereka tiba di sebuah gedung tua dan diyakini sebagai keberadaan Mr.K sesuai dengan arah pelacakan Kelvin.
" Tempatnya sudah benar disini, apa Mr. K itu sengaja mempermainkan kita?" tanya Andre tampak kebingungan
" Kita lebih baik berpencar! akan lebih mudah menemukan nya kalau kita berpencar!" ujar Bryan
" Baik pak "
" Andre, kamu dan dua bodyguard ku ke arah sana. Aku dan dua bodyguard ku yang lain ke arah sini " Bryan tampak serius, ia menyembunyikan pistol di tubuhnya, jaga-jaga kalau ada sesuatu yang membahayakan nyawanya.
" Baik pak!" kata para bawahan Bryan dengan serempak.
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari atas gedung, Mr. K dengan wajahnya yang ditutupi topeng itu memperlihatkan senyuman misteriusnya.
" Kamu sudah sampai disini Bryan, itu artinya kamu tidak akan pernah kembali hihi "
Bryan, Andre, dan keempat bodyguard itu berpencar menyusuri gedung yang terlihat gelap gulita itu. Dalam hatinya Bryan ingin segera pulang menemui istrinya secepatnya menyelesaikan masalah Mr. K yang sangat menganggu perusahaan nya itu.
Saat di persimpangan jalan, tiba-tiba sebuah pistol mengarah tepat ke kepala Bryan dan seseorang bersiap menarik pelatuknya.
" Jangan bergerak, kalau tidak mau mati " bisik Mr. K pada telinga Bryan
DEG!
Langkah Bryan terhenti saat melihat kedua bodyguard yang menemani nya sudah terkapar tak berdaya di belakangnya. Entah mereka mati atau pingsan.
Bryan berusaha membalikkan keadaan, ia mengambil pistol di saku bajunya, ia juga berusaha melawan balik Mr. K, namun lampu tiba-tiba menyala di ruangan itu dan terlihat lah puluhan orang yang mengepungnya dengan membawa senjata tajam, senjata api, dan senjata berbahaya lainnya. Semua senjata itu mengarah ke arahnya, Bryan pun menyadari kalau musuhnya tidaklah sederhana.
Sial! aku kalah jumlah. batin Bryan mulai panik
" Bryan santai saja, kamu mau menembak ku? mari kita lihat siapa yang duluan mati? kamu atau aku "
" Hentikan semua drama ini, siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Bryan sambil menatap tajam Mr. K penuh kemarahan, jantungnya berdebar kencang bukan karena takut pada Mr. K dan anak buahnya yang berjumlah puluhan itu. Tapi ia takut tidak bisa kembali pada keluarga nya, Alma dan anak-anak nya.
" Simpan dulu pertanyaan mu! kamu tidak lihat, disini aku yang berkuasa! letakkan senjata mu " ujar Mr. K pada Bryan.
" Kamu!" Bryan teriak marah
Dimana Andre dan yang lainnya? apa mereka juga dalam bahaya? Bodoh, seharusnya aku membawa polisi.
Mr. K semakin menodongkan pistolnya ke kepala Bryan untuk menakuti nya. Dengan terpaksa Bryan pun menurut, dan meletakkan pistol yang ia pegang ke lantai. Setelah itu Bryan mengangkat kedua tangannya. Mr. K tersenyum puas, ia tak menyangka bahwa akan ada masanya Bryan kalah darinya.
Saat Mr. K sempat lengah, Bryan memukul wajah Mr. K, dan tak sengaja membuat topengnya terlepas.
" Kamu ! Ken.. kau masih hidup?" tanya Bryan terpana melihat sosok pria yang dikenali nya itu.
Wajah yang sangat mirip dengannya, ia seperti melihat dirinya sendiri di dalam cermin ketika melihat pria didepan nya itu.
Pria itu dipanggil oleh Bryan sebagai Ken.
Ken masih hidup? bagaimana mungkin?
" Kamu benar-benar.. kamu harus mati Bryan! " Ken mengarahkan pistol nya ke arah Bryan yang sedang jatuh terduduk. Lalu terdengar lah suara pistol menggema di gedung itu.
DORRR!!
ππ
Di rumah Bryan,
Alma tampak sedang mengiris bawang untuk memasak makan malam. Tak sengaja jarinya teriris pisau dan mengeluarkan darah.
" Ah! Bryan" ucap Alma setengah berteriak dan tanpa sadar teringat sang suami yang belum pulang.
" Mama, mama kenapa?" tanya Naina dan Kelvin yang langsung menghampiri Mama nya di dapur, dengan cemas.
" Mama gak papa sayang, maaf mama ngagetin kalian. Jari Mama ke iris pisau sedikit, bukan apa-apa kok " jelas Alma kepada si kembar sambil tersenyum
Bryan, apa kamu baik-baik aja?
...---***---...