
Bryan mengangkat telponnya, ia menghubungi seseorang. Wajahnya tampak serius.
" Kak, aku ingin menunjukkan kakak sesuatu yang penting. "
Hari ini semuanya harus selesai.
******
Di dalam kamar hotel.
Selina dan Jason masih tidur di ranjang mereka yang empuk, setelah semalam melakukan pekerjaan ekstra yang membuat tubuh mereka lelah. Tanpa sehelai benang, tubuh mereka hanya tertutupi oleh selimut.
Selina tertidur di pelukan Jason. Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu yang sedang berusaha dibuka. Selina terbangun mendengar keributan diluar kamar mereka.
" Jason, Jason bangun ! " tangan Selina menggoyang-goyangkan tubuh Jason
" Hm.. apa sih" kata Jason malas
" Ada keributan di luar, cepat kamu lihat sana !" seru Selina
BRAK
Cahaya lampu dari sorot kamera itu membuat Jason yang tadinya masih tidur menjadi terbangun karena kaget. Wartawan memotret mereka dan terdengar riuh.
" Hey ! apa apaan kalian?!" Jason menutupi wajahnya dengan selimut yang dipakai oleh Selina.
" apa yang terjadi?" gumam Selina syok.
Tubuh telanjang mereka terekspos, bukti sudah di depan mata. Mereka tak bisa mengelak lagi di depan semua orang.
Laura dan Bryan juga ada di antara para wartawan itu. Laura menangis dan terlihat kaget dengan pemandangan yang ada di depannya itu.
" Kakak, buktinya sudah ada di depan matamu. Apa kakak masih mau bilang aku memfitnah mereka?" tanya Bryan sambil menatap jijik kedua orang yang masih duduk di ranjang itu.
" Tega kamu, Jason. Berulang kali aku memaafkan kamu. Kali ini aku benar-benar tidak tahan lagi !" Laura menangis, lalu menghampiri Selina dan Jason.
Aku selalu setia padamu Jason. Memaafkan semua kesalahan mu. Tapi, kamu sampai mempunyai anak dengan nya? kamu penjahat wanita, dan aku wanita yang bodoh.
Tidak perlu di lihat lagi, Risya memang terlihat mirip sikapnya dengan Jason. Namun, Laura baru menyadari nya sekarang. Saat bukti sudah di depan mata.
" Sayang, dengarkan penjelasan ku. Wanita ini menjebak ku. Sayang.." Jason berlutut di depan Laura
" Jason, kamu yang membawaku kemari ! kenapa kamu melembapkan kesalahan padaku?" Selina marah
PLAK
Laura menampar Jason dengan penuh kemarahan. Semua wartawan menyaksikan itu, dan menjadi kehebohan. Jason memegang pipinya.
" Sudah cukup Jason. Aku tidak akan memaafkan mu lagi. Mari kita bertemu di pengadilan nanti " kata Laura tegas, api kemarahan memenuhi hati dan pikiran nya..Rasanya ia ingin membunuh Jason dan Selina saat itu juga, namun Bryan memenangkan nya.
Ia sama sekali tidak kaget dengan kelakuan Selina dan kakak iparnya itu. Yang membuatnya kaget adalah kebohongan tentang Risya yang ternyata bukan anak kandung nya.
Baru kali ini Jason, dan Bryan melihat Laura yang biasanya penyabar dan lembut, menumpahkan semua kemarahannya.
Kesabaran nya mungkin sudah diambang batas. Kali ini Laura berterimakasih pada Bryan karena sudah membuka matanya lebar-lebar. Bahwa suaminya adalah makhluk paling menjijikan di dunia ini.
Nama baik, reputasi, semuanya sudah hancur untuk Jason dan Selina. Seluruh media menjelek-jelekkan mereka. Netizen menghujat perbuatan mereka yang nista. Selina bahkan mendapatkan karmanya juga, ia diusir oleh orang tua nya. Begitu pula dengan Jason yang sudah tidak bisa merayu Laura, dengan tegas Laura mengusirnya dari rumah.
Laura dan Ny. Delia melempar barang-barang milik Jason ke depan rumah. Kebenaran ini memang pahit untuk semua orang di keluarga Aditama. Tidak ada yang tidak tersakiti di sana.
" Sayang, aku mohon. Jangan usir aku! please ! berikan aku kesempatan satu kali lagi ! kamu tidak memikirkan nasib anak kita? kalau kita bercerai, anak kita akan sedih!"
" Jangan gunakan Kayla sebagai alasan, Kayla pasti akan ikut denganku..Dia anakku sendiri bukan anak mu "
Mendengar hal itu, Bryan yang ada disana, sedikit terkejut karena ia pernah mendengar nya dari Alma sebelumnya. Sekarang ia mengerti kenapa Alma bisa mengatakan seperti itu padanya, itu karena Alma begitu terluka dengan sikap Bryan di masa lalu.
" Dia anak kita sayang, anak kita .."
" Menjijikan, pergi kamu dari sini ! berani nya kamu menyakiti hati putriku yang selama ini tulus mencintai mu. " Ny. Delia menangis, sakit hati karena rumah tangga kedua anaknya itu hancur. Dalam hatinya ia sangat merasa bersalah, Laura dan Jason juga dulu di jodohkan olehnya.
" Sebelum kamu pergi dari hadapanku, jawab pertanyaan ku baik-baik dan jujur. Apa Risya adalah putrimu dan Selina?!" teriak Laura
Risya dan Kayla melihat pertengkaran itu dari balik jendela dan merasa ketakutan.
" Baru kali ini aku lihat mama marah sama papa " kata Kayla
" Iya aku juga, tapi kenapa aku kayak dengar nama ku dibawa-bawa ya?" gumam Risya bingung
Jason terdiam, ia membeku dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Laura. Laura menatap pria itu dengan penuh kebencian. Bryan menarik baju Jason dengan kasar.
" Hiks hiks " Laura menangis tersedu-sedu di pelukan ibunya.
" Cepat jawab pertanyaan kakak ku ! " ujar Bryan
" Kenapa kamu ikut campur? ini semua gara-gara kamu Bryan " Jason sinis
" Jika ini tentang Risya, tentu ada urusan nya denganku. Jason, katakan apa kamu adalah ayah nya?!"
" Benar, aku adalah ayahnya Risya. "
" Brengsek ! sudah kuduga kamu lebih dari bajingan !"
BUGH
BUGH
Bryan berkelahi dengan Jason, ia memukuli Jason habis-habisan. Hingga wajahnya babak belur, bahkan tidak ada kesempatan untuk pria itu melawan pukulan dari Bryan.
Dosa dosa Jason dan Selina sudah tak terhitung di mata Bryan dan Laura. Bahkan Risya menjadi saksi untuk kelakuan bejat mereka. Cinta dan kepercayaan yang Laura berikan untuk Jason, musnah semuanya dalam satu hari.
Baik Laura maupun Bryan ,keduanya sama-sama tersakiti. Tapi, Laura lah yang paling sakit. Mengetahui suaminya punya anak dengan mantan adik iparnya sendiri, tentu membuatnya sangat terluka. Apalagi ia sangat menyayangi Risya yang dikenalinya selama ini sebagai anak Bryan. Terhianati dengan kejamnya. Jason sama sekali tidak pernah berubah bahkan setelah di beri kesempatan berkali-kali.
Dan untuk Bryan dan Nyonya Delia, kekecewaan dan kesedihan mereka rasakan. Selama bertahun-tahun mereka menyayangi dan merawat Risya. Darah daging Jason dan Selina.
Ny. Delia dan Laura duduk di sofa, tak henti-hentinya Laura menangis di pelukan ibunya itu.
" Tenang aja kak, si bajingan itu akan mendapatkan bayaran nya " kata Bryan yakin
Risya dan Kayla menghampiri Laura dan Ny. Delia. Mereka berdua tampak cemas melihat keadaan Laura dan Ny. Delia yang tampak sedih.
" Tante, Tante tidak apa-apa?" tanya Risya
" Mama." Kayla menatap ibunya dengan cemas
" Ma, Bryan, usir anak ini dari sini ! aku tidak mau melihatnya !" tunjuk Laura dengan penuh amarah pada Risya.
" Tapi kenapa Tante? apa Risya berbuat salah?" tanya Risya polos
" Pergi kamu anak haram ! pergi !" teriak Laura histeris
" Laura sayang tenanglah, jangan marah-marah ya " kata Ny. Delia
Jika aku jadi kak Laura, aku juga pasti akan membenci Risya.
" Bi, tolong bawa Risya sama Kayla pergi dulu ya. " kata Bryan pada pembantu rumah tangga nya itu
" Baik tuan " Jawab Bi Inah patuh
Bi Inah membawa kedua anak itu ke lantai atas. Sementara Bryan dan Ny. Delia menghibur Laura yang masih menangis. Tak bisa berlama-lama di rumah nya, Bryan harus mengurus urusan kantornya di waktu seperti ini. Karena klien nya sudah menunggu.
πππ
Sore itu,
Di kantor Navin desain..
Viona menunjukkan berita tentang Laura, Jason dan Selina yang sudah tersebar luas di semua media. Alma melihatnya ,dan ia tak menyangka kalau ia akan mengetahui kebenaran dengan cara seperti ini.
Ada sedikit rasa senang di hatinya, begitu melihat berita tentang Risya yang ternyata bukan anak kandung Bryan dan Selina. Melainkan anak dari Selina dan Jason. Alma merasa khawatir pada Laura dan Bryan, apa mereka sedang sedih seperti apa yang ia pikirkan?
" Apa aku harus menemui kak Laura dan Kak Bryan? tapi bagaimana bisa aku melakukan nya. Aku kan bukan keluarga mereka lagi. Aku hanya bermaksud menghibur mereka "
Wanita itu memantapkan hatinya menghubungi Leon yang sedang ada di Amerika dan meminta izin dari kekasihnya itu untuk mengunjungi keluarga Aditama bersama si kembar.
" Kakak tidak marah kan?"
" Untuk apa aku marah, pak Bryan kan ayah kandung mereka. Dia berhak bertemu si kembar. Tapi, aku harap kamu tidak dekat-dekat padanya dan memberi harapan padanya. "
" Aku mengerti kak, terimakasih atas kepercayaan kak Leon padaku. "
" Iya sayang " jawab Leon lembut
" Kamu kekasihku sekarang, jadi jika aku panggil sayang. Wajar kan?"
" Iya kak "
Kenapa aku jadi gugup begini ya?
" Kamu juga harus coba, aku mau dengar "
" Aku harus panggil kakak, sayang juga?" tanya Alma ragu-ragu
" Iya Alma sayang " Leon menanti
" Kak Leon !!" Alma malu-malu
" aku tidak akan memutus telponnya sampai kamu bilang sayang "
" Sa-sayang " jawab Alma dengan gugup
Hati Leon langsung meledak, rasanya seperti loncat-loncat. Ia sangat senang mendengar kata sayang meluncur dari wanita yang ia cintai, dan kata sayang itu diperuntukkan untuk dirinya.
" Aku akan segera kembali ke Jakarta, tunggu aku ya Alma."
Tut...
Alma langsung menutup telponnya, ia juga terlihat malu-malu. Leon tersenyum manis dan memegangi ponselnya.
" Rasanya aku tidak akan bisa tidur malam ini" Leon senyum-senyum sendiri, dan tampak bahagia.
Di saat Leon yang sedang kasmaran seperti dimabuk cinta, anehnya Alma merasa biasa saja. Ia tak merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Leon.
Anehnya, hatinya sama sekali tidak berdebat dengan kata-kata Leon. Hanya membuat nya gugup untuk sesaat karena terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba. Hubungan mereka kini sudah menjadi pasangan kekasih.
" Ini aneh, tidak terasa apapun yang spesial dengan diriku. " gumam Alma
Siang itu ia langsung menjemput kedua anak nya dari TK. Dan bergegas pergi ke rumah keluarga Aditama. Alma memikirkan Bryan di sepanjang perjalanan, sekarang sudah terbukti kalau Bryan tidak pernah mengkhianati Alma.
Apakah Bryan akan meminta maaf padanya? Bagaimana kah perasaan Bryan saat ini? Apakah Bryan sedih? Dalam hatinya, Alma masih mencemaskan Bryan.
" Ma, kita mau kemana?" tanya Naina penasaran
" Kita akan ke rumah nenek kalian "
" Bukannya kita udah ketemu nenek sama kakek di makam?" tanya Naina polos
" Kalian masih punya nenek dari papa kalian " jawab Alma jujur
" Apa kita punya nenek? kakak kita punya nenek ! tapi Ma, nenek nya masih hidup kan?" tanya Naina polos
Pertanyaan polos Naina, sontak saja membuat kakak dan mama nya itu tertawa.
" PFut.. haha.. "
" Nai, kamu lucu banget sih. Ya iyalah masih hidup " jawab Kelvin sambil tersenyum
" Ya maaf aku pikir nenek dari papa juga sudah meninggal hehe "
" Ma, apa mama mau kembali sama papa? " tanya Kelvin
Deg, Alma tersentak dengan pertanyaan sederhana namun sulit dari Kelvin.
" Ma, kok diam aja? apa pertanyaan ini tidak bisa mama jawab?" tanya Kelvin
" Kelvin, kamu tuh ya. Pertanyaan kamu buat mama bingung "
" Jawab aja ma, mama mau kembali lagi sama papa Bryan atau mama udah pilih om Leon ?" tanya Kelvin to the poin
Anak ini benar-benar to the poin. Sama seperti Bryan.
" Mama, jawab dong !" seru Kelvin kesal melihat ibunya yang tidak kunjung menjawab juga
" Mama lagi nyetir sayang " elak Alma
" Jawab aja ma "
" Papa kalian cuma masa lalu mama, bukan masa depan mama " jawab Alma pada akhirnya
Apa mama memilih om Leon?
" Maksud Mama, yang jadi papa aku nanti bukan papa Bryan?" tanya Naina bingung
" Haa.. sudahlah, nanti kalian juga akan mengerti. " Alma menghela napas
Mereka pun sampai di depan rumah keluarga Aditama, Alma dan kedua anaknya turun dari mobil. Alma sempat terdiam saat melihat rumah mewah itu, ia teringat kejadian masa lalu yang ada di rumah itu.
Yang paling ia ingat saat itu adalah kenangan tentang Pak Hardi. Sungguh menyakitkan hatinya, sekarang pak Hardi yang sudah seperti kakeknya sendiri, telah tiada. Setelah 6 tahun, akhirnya Alma kembali menginjakkan kakinya di rumah keluarga Aditama. Namun, kali ini ia tidak sendirian.
Tak lupa Alma dan kedua anaknya mengucap salam, penjaga rumah itu dan pelayan disana menyambut Alma dengan ramah. Mereka pangling ketika melihat Alma yang terlihat berbeda, dan membawa 2 orang anak disampingnya.
Bi Inah dengan semangat memberitahu pada Nyonya Delia yang sedang ada di kamar Laura, tentang kedatangan Alma dan si kembar ke rumah nya
" Nyonya, ada nona Alma dan kedua anaknya datang "
Laura dan Nyonya Delia langsung tercekat, mereka tercengang, seketika mereka menjadi semangat. Segeralah anak dan ibu itu menyambut Alma dan kedua anaknya yang ada di ruang tamu.
" Ya ampun, benar-benar. Kelvin sangat mirip dengan Bryan waktu kecil, ini sih Bryan junior " kata Laura sambil tersenyum
" Nah kalau si imut yang satu ini pasti mirip Mama nya " Ny. Delia menggendong Naina dan mendudukkan gadis kecil itu dipangkuan nya dengan penuh kasih sayang.
Naina terlihat senang dengan perlakuan semua orang yang ada di rumah itu padanya. Kelvin juga merasakan hal yang sama, seperti keluarga mereka utuh kembali. Saat anak-anak sedang bermain bersama Kayla dan Risya di taman belakang. Laura , Alma dan Ny. Delia mengobrol bertiga.
" Kak Laura, apa kakak baik-baik saja?" tanya Alma cemas
" Ya beginilah Al. Hatiku masih terasa sakit. Tapi, aku harus kuat demi anak ku Kayla. Kamu juga, pasti berat kan mengurus anak-anak mu seorang diri tanpa Bryan? "
" Awalnya memang sulit kak, tapi semuanya sudah berlalu. Ada kak Leon dan sahabatku Mia yang sudah seperti keluarga, membantuku. Aku bisa melewati nya " kata Alma sambil tersenyum
Ny. Delia melihat Alma dengan penuh kekaguman. Tiba-tiba wanita paruh baya itu berlutut di depan Alma dan membuat Alma kaget.
" Ibu Delia, apa yang ibu lakukan?"
" Ma, mama ngapain?" tanya Laura yang kaget dengan tindakan ibunya.
Sambil menangis, Ny. Delia berlutut dan memohon maaf pada Alma atas semua kesalahan dan dosa-dosa nya. Akibat perbuatan nya, ia memisahkan Alma dan Bryan. Bahkan ia sampai tidak tahu apapun, ketika Alma sudah punya anak dari Bryan.
" Ibu, itu sudah masa lalu. Aku sudah memaafkan semuanya Bu. "
" Benarkah kamu memaafkan ibu, Alma?" tanya Ny. Delia
" Iya Bu, ibu berdiri ya. Ibu tidak pantas berlutut seperti ini " kedua tangan Alma membantu wanita paruh baya yang sudah beruban itu berdiri. Mereka pun berpelukan sebagai tanda perdamaian.
Ditengah patah hati yang dirasakan Laura, ia merasakan hikmah dibalik kesedihan nya. Perdamaian ibunya dengan Alma, dan bertemu keponakan-keponakan nya yang lucu. Membuat kesedihan Laura sedikit berkurang.
" Lalu, maukah kamu kembali lagi dengan Bryan? maukah kamu menerima anak Mama?" tanya Ny. Delia sungguh-sungguh, sambil memegang tangan Alma penuh harapan
Alma dibuat tercengang mendengar pertanyaan itu.
" Aku tidak bisa bu "
" Apa? kenapa? bukankah Bryan sudah terbukti tidak berselingkuh dari mu. Selama ini dia hanya mencintai kamu, Alma. Dan dia juga adalah ayah dari anak-anak mu " Ny. Delia kebingungan, apa alasan Alma menolak putranya?
Bukankah mereka saling mencintai? apakah di hati Alma masih ada kebencian untuk Bryan?
" Ibu, jangan khawatir.. aku sudah memaafkan semua nya. Tapi, aku dan Kak Bryan adalah masa lalu, kami tidak mungkin bisa bersama lagi " jawab Alma sambil tersenyum pahit.
Di saat yang sama, Bryan yang baru pulang bekerja kaget mendengar pembicaraan Alma dan Ny. Delia.
" Apanya yang tidak mungkin? " tanya Bryan dengan nada yang dingin
Pria itu menatap Alma dalam-dalam, wajahnya tampak kecewa.
...---***---...
Hai Readers, jangan lupa komen, dan like nya untuk bantu author ya biar tambah semangatπβ€οΈβ€οΈ bantu vote dan kasih gift nya juga boleh kok.
Makasih dukungannya β€οΈπ
Oh ya ,jangan lupa mampir ke novel baru ku juga ya. Rilis hari ini , mohon dukungan nya ya ππ