Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 9. Kejadian tidak terduga



...***...


Juna, Damar dan Keira masih menunggu Naina di halaman yang ada di depan sekolah.


Terlihat masih ada beberapa siswa yang belajar disana , termasuk Kelvin dan Theo yang selalu rajin belajar di perpustakaan. Theo melihat ke arah kelas X-A yang terlihat kosong, entah kenapa wajahnya menunjukkan kekecewaan.


"Kayanya Naina sudah pulang" Theo terdengar kecewa


"Iya, dia bilang mau kerja kelompok sama teman-teman nya di rumah " jawab Kelvin sambil melihat ponselnya, membaca pesan masuk dari adiknya itu.


"Oh gitu ya, siapa teman-teman nya itu?" Theo mulai kepo


"Gak tau, gue gak nanyain" jawab Kelvin cuek


"Cih, tanyain dong!"


"Tanyain aja sendiri" jawab Kelvin cuek


Naina kerja kelompok sama siapa ya? semoga bukan sama si trouble maker itu.


"Bucin adik apaan? Lo kelihatan nya cuek gini sama Naina" gerutu Theo kesal karena rasa penasaran nya tidak dijawab oleh Kelvin.


"Kenapa gak Lo chat aja sendiri? Lo kan punya nomornya?" tanya Kelvin


"Ya bener juga, gue baru inget!" Theo senang dan langsung mengeluarkan ponsel dari saku celana abu-abu nya.


Saat Theo dan Kelvin berjalan menuju ke kelas mereka untuk mengambil tas, mereka melihat Keira, Juna dan Damar sedang duduk di bangku yang ada di depan halaman sekolah.


"Lama banget sih si cewek gila, apa dia lagi pup?" tanya Juna yang setengah menggerutu, tapi setengah hatinya lagi mencemaskan Naina yang sudah hampir setengah jam di kamar mandi.


"Aku akan susul dia ke kamar mandi, ini udah kelamaan banget. Kalian tunggu ya" kata Keira cemas


Saat Keira terburu-buru berjalan ke belakang, tak sengaja ia menabrak tubuh tinggi seorang pria dengan dada yang bidang.


BUK


"Maaf, aku gak sengaja.." Keira menoleh ke arah Kelvin, orang yang ia tabrak barusan.


Kelvin masih marah padaku? kenapa dia melihatku begitu?


Kelvin yang masih marah, berjalan dan mengacuhkan Keira begitu saja. Keira terlihat sedih melihat sikap Kelvin yang acuh padanya.


"Hai Kei" sapa Theo


"Hai kak Theo" jawab Keira dengan cepat


"Kalau Naina udah ketemu, cepetan kalian kesini ya. Kita kan mau kerja kelompok bareng" kata Damar setengah berteriak, entah kenapa pria itu seperti nya sengaja bicara keras agar Kelvin dan Theo mendengar nya.


DEG!


Mendengar kata Naina disebut, Kelvin dan Theo langsung menoleh ke arah Keira.


"Kei, Naina kemana?" tanya Kelvin sambil memegang tangan Keira dengan cemas


"Kei, Naina gak apa-apa kan?" tanya Theo yang juga cemas pada Naina.


" Ketahuan! si genius cold man yang cuek itu ternyata suka sama Naina. Wah Jun, saingan Lo berat juga" bisik Damar pada sahabatnya itu.


Juna terdiam membeku, ia tampak kesal melihat kedua pria yang juga terlihat cemas pada Naina. Tangannya terkepal dengan kesal seperti akan meninju seseorang.


Keira menjelaskan bahwa Naina berada di dalam kamar mandi dengan waktu yang cukup lama. Karena itulah Keira akan menyusul Naina ke kamar mandi, Kelvin dan Theo yang cemas juga ikut mencari Naina.


"Gue juga ikut!" Juna tak mau kalah dengan kedua pria yang cemas pada Naina


Akhirnya Keira, Juna, Theo, Damar, dan Kelvin pergi ke depan toilet wanita. Tadi nya Kelvin ingin masuk ke toilet itu untuk memastikan saudara kembar nya baik-baik saja, tapi ia ingat kalau ia adalah pria yang tidak bisa masuk ke toilet wanita.


"Biar aku saja yang masuk ke dalam, kalian tunggu diluar sini" kata Keira kepada ke empat pria tampan yang berdiri di luar toilet wanita.


Keira berjalan masuk ke dalam toilet wanita, ia mendengar suara Naina meminta tolong dari dalam salah satu bilik toilet itu.


"Tolong!! tolong buka pintunya!" teriak Naina sambil menggedor-gedor bilik toilet kamar mandi dengan kencang


"Nai, kamu di dalam?" tanya Keira


"Kei! tolong buka pintunya Kei!" seru Naina senang mendengar suara sahabat nya itu.


Keira membuka kunci pintu kamar mandi itu, ia juga menemukan ada ember yang terletak di tengah jalan pintu toilet itu. Naina merasa lega melihat temannya dan pintu yang terbuka.


"Akhirnya aku bisa keluar juga, aku mau hubungi kalian. Tapi, aku gak tau nomor kalian" Naina tersenyum lega


Sahabat nya itu tercengang melihat Naina dalam kondisi basah kuyup dan menggigil kedinginan. Keira bertanya ada apa dengan Naina, tapi gadis itu bilang untuk menceritakan nya nanti.


Keira membawa Naina keluar dari toilet wanita, disana ke empat pria sudah menanti mereka. Theo, Juna, terutama Kelvin kaget melihat kondisi Naina yang kotor dan basah kuyup.


"Lo habis kecebur di got ya?" tanya Juna yang terdengar kesal tapi tatapan nya cemas pada gadis itu.


"Nai, kamu gak apa-apa?" tanya Kelvin sambil menatap cemas adiknya itu.


"Saya gak papa kak" jawab Naina sambil tersenyum ramah


Orang yang tadi menjahili ku, dia pasti kakak senior yang waktu itu. Aku yakin, tapi namanya siapa ya? aku lupa.


Naina kenapa ya?. kata Kelvin dalam hatinya


"Nai kamu gak papa? kenapa kamu bisa basah kaya gini?" tanya Theo cemas


"Aku jatuh kak, gak papa. Aku mau pulang cepat mau ganti baju" kata Naina pada Keira dan teman-teman nya itu.


"Iya Nai ayo kita ke rumah kamu" kata Keira yang cemas melihat Naina yang kedinginan


Untungnya Juna kebetulan membawa jaket komunitas geng Virsche boys nya, ia melempar jaket itu pada Naina.


"Pake tuh! Lo kaya kucing kecebur got tau ga. Ayo gue anter pulang" kata Juna


Sip Jun, bagus! Damar mengacungkan jempolnya dan tersenyum dengan keberanian temannya itu.


Naina memakai jaket itu dengan terpaksa karena ia sangat kedinginan.


"Kenapa Lo yang nganter pulang Naina?" tanya Kelvin dan Theo bersamaan


"Karena gue mau kerja kelompok di rumahnya" jawab Juna sambil tersenyum senang, seolah menunjukkan bahwa ia menang.


Kelvin dan Theo tidak bisa berbuat apa-apa, dalam hati ingin mengantar Naina pulang. Tapi, mereka masih ada 1 mata pelajaran lagi yang tidak bisa bolos. Apalagi mereka adalah anak baik dan rajin belajar, tidak memungkinkan bagi mereka untuk bolos.


***


Naina berboncengan dengan Juna, naik motor ninja nya yang cukup tinggi untuk Naina yang duduk di kursi belakang. Sementara itu Damar berboncengan dengan Keira.


Beberapa kali Naina terseret ke depan dan memegang tubuh Juna.


"Hey! kamu sengaja kan?" tanya Naina


"Apanya?"


"Naik motornya.. harusnya kamu pelan-pelan Kamu kan lagi bawa penumpang."


"Woy cewek gila, ini tuh udah pelan-pelan" kata Juna. " Btw, kenapa Lo basah kuyup kaya gitu? apa Lo benar-benar jatuh?" tanya Juna


"Hem.. sebenarnya ada yang nyiram aku dan ngunciin aku di toilet... tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya"


"Apa? Lo dikunci in terus di siram air kotor itu? siapa orangnya?" tanya Juna dengan nada yang suara yang kesal


"Kalau tau orangnya kamu mau apa?" tanya Naina


"Gue bakal kasih dia pelajaran!" jawab Juna tegas


"Kenapa? bukannya kamu gak suka sama aku? kenapa belain aku?" tanya Naina heran


"Karena.. karena gak ada yang boleh gangguin Lo selain gue. Cuma gue yang bisa gangguin Lo! " jawab Juna


Juna, kamu ngomong apaan sih? ya ampun, kok mendadak gugup gini.


Sudah kuduga kalau dia memang tidak pernah berniat tulus padaku. Dasar!. Naina memukul pundak Juna dengan wajah kesal.


"Auw...heh cewek gila! sakit tau??!" keluh Juna yang sedang menyetir motornya


"Aku juga gak mau digangguin sama kamu, memang kamu pikir aku mainan apa? huh"


"Aku kenal suaranya, tapi aku belum yakin itu dia sebelum aku lihat dengan mata kepalaku sendiri." jelas Naina terlihat berfikir


"Oh ya, Lo ada hubungan apa sama si genius cold man? dia sampe perhatian banget sama Lo" tanya Juna


Sialan! aku keceplosan, dia gak akan ngira yang macam-macam kan kalau aku tanya soal si Kelvin?


"Siapa tuh genius cold man?" tanya Naina tak tahu


"Itu si Kelvin Aditama" jawab Juna


"Aku.. aku sama kak Kelvin itu.." Naina terlihat ragu saat akan menjawab nya.


Tanpa sadar setelah menempuh 15 menit perjalanan, mereka sampai juga di rumah Naina. Naina turun dari motornya dan meletakkan helm yang ia pakai di motor Juna.


Bi Asih yang masih ada disana, menyambut nona muda dan teman-teman nya dengan ramah. Keira, Damar dan Juna masuk ke dalam rumah, tepatnya di ruang belajar. Selagi mereka menunggu Naina untuk membersihkan diri dan berganti baju, bi Asih menyiapkan minuman dan cemilan untuk ketiga teman Naina yang berkunjung untuk pertama kalinya itu.


"Silahkan di cicipi makanan dan minuman nya" kata Bi asih ramah


"Makasih ya Bu" kata Juna dan Damar


"Bibi gimana kabarnya? udah lama gak ketemu" tanya Keira


"Ah, maaf non siapa ya? saya kayanya pernah lihat non" tanya Bi Asih


"Saya teman nya Naina Bu, Keira.." jawab Keira sambil tersenyum


"Non Keira.. ya Allah non sudah besar lagi, makin cantik aja non Keira" Bi Asih tersenyum pada Keira, ia tak menyangka bahwa ia akan bertemu kembali dengan teman lama Naina saat SD.


"Hehe iya bi" jawab Keira


"Saya senang non ternyata satu sekolah lagi dengan non Naina. Den Theo juga sering kesini loh, dan den Theo satu sekolah sama non Naina juga" jelas Bi Asih


Juna langsung tersedak minuman yang sedang ia minum, ketika mendengar nama rivalnya disebut. Semburan air itu mengenai wajah Damar.


" PRUUUTTTTTt...!!!"


"Woy! sialan Lo Jun! " Damar kesal karena wajahnya tersembur air oleh mulut Juna


"Bu, siapa yang sering kesini? barusan ibu bilang siapa?" tanya Juna dengan suara yang cukup meninggi


"Den Theo, sahabat non Naina dari SD" jawab Bi Asih


"Sahabat dari SD? seriusan?" tanya Juna terkejut dengan mulut yang ternganga.


Sial! mereka ternyata benar-benar udah kenal dari lama.


"Jun, Lo sehat kan? Lo masih waras kan?" tanya Damar sambil memegang kening temannya dengan wajah panik, memastikan temannya itu baik-baik saja.


"Diem Lo Mar!" seru Juna kesal


Memangnya kenapa kalau udah kenal lama? mereka kan cuma sahabat, kalau saling suka mungkin mereka udah jadian dari dulu kan?. Eh tapi kenapa aku senang begini?


Juna senyum-senyum sendiri, lalu duduk di sofa. Damar melihat nya dengan wajah bingung


Benar-benar si Juna udah ga waras dia.


Damar yang ingin membersihkan wajahnya yang terkena minuman, izin pergi ke kamar mandi. Saat itu ia melewati ruang tamu, ia melihat ada foto yang mencengangkan di meja yang ada di dekat ruang tamu itu


Damar memandangi foto itu dari dekat, dan ia tercengang melihatnya. Ada foto Naina bersama Kelvin dan Albry disana. "Gila! apa hubungan mereka? jangan-jangan.."


Bersamaan dengan itu Naina baru selesai mandi dan ganti baju, ia kaget melihat Damar yang sedang memegang foto keluarga nya.


Gawat! aku lupa kalau banyak foto di rumah ku, habislah aku.. dia sudah tau.


"Jadi Lo itu, saudara kembar nya si Genius cold man?" tanya Damar dengan suara yang meninggi. Naina langsung menutup mulut Damar, takut-takut akan ada yang mendengar nya.


"Sst.. please jangan berisik" kata Naina memohon


Damar masih syok, ia tak menyangka bahwa Naina adalah saudara kembar Kelvin yang selama ini dirahasiakan oleh media. Damar juga semakin kaget karena rumah tempatnya belajar kelompok itu adalah rumah Kelvin, si genius yang terkenal di sekolahnya.


Naina pun menyuruh agar Damar merahasiakan tentang nya yang bersaudara dengan Kelvin. Damar setuju untuk merahasiakan nya, tapi ia ingin agar Naina mengajarkan Juna untuk belajar.


"Kenapa kamu ingin aku melakukan nya?" tanya Naina tak paham


" Karena gue temannya, gue mau kalau si Juna naik kelas. " jawab Damar


"Kenapa bukan kamu aja yang ngajarin dia?"


"Orang bodoh, ngajarin orang bodoh? gitu maksud Lo?" tanya Damar sambil tertawa kecil


"Oh iya ya haha, ya sudah, aku setuju deh. Lagipula ini hal yang baik" Naina tersenyum tulus


"Oke, thanks Nai"


Jun, Lo harus lihat seberapa besar pengorbanan gue buat Lo? seberapa besar setia kawan nya gue sama Lo?


...🍂🍂🍂...


.


.


Di depan sekolah Albry, Alma yang baru pulang kerja lebih awal, sudah stay di depan sekolah anak bungsunya, menjemput anaknya yang pulang dari les tambahan di sekolah nya itu. Sambil menunggu Albry pulang, Alma melihat ada pedagang kue cucur. Ia jadi teringat saat ia mengandung Albry, bahkan Albry juga masih suka kue cucur yang sudah jarang ditemukan itu.


"Pak, saya beli ya 100 ribu kue cucurnya dibungkus " kata Alma pada pedagang yang sudah tua renta itu


Albry pasti seneng deh kalau aku beliin kue cucur kesukaannya. Waktu itu saja dia sampai menghabiskan 10 kue cucur untuk camilan malam.


"Baik neng, tunggu bentar ya neng" kata pedagang itu sambil tersenyum senang.


Ibu dari tiga anak itu duduk di kursi panjang yang tak jauh dari tempat pedagang itu memasak kue cucur nya.


10 menit kemudian...


Albry dan anak-anak lainnya yang ikut les tambahan, bubaran keluar dari gerbang sekolah dan dijemput oleh orang tua mereka masing-masing.


"Mama!" Albry tersenyum senang dan melambaikan tangan kepada Mama nya yang ada di sebrang jalan.


Alma tersenyum pada anaknya, ia meminta Albry menunggu nya di depan sekolah dan ia akan menyebrang menghampiri nya. Sambil membawa keresek berisi kue cucur yang, Alma berjalan menghampiri anaknya.


Namun, entah dari mana datangnya. Sebuah mobil berwarna putih berkecepatan tinggi, seperti kehilangan kendali, mengarah pada Albry yang sedang berada di depan gerbang sekolah.


BRUM BRUM!!


"Albry! Awas!!" teriak Alma sambil berlari cepat menghampiri anaknya dengan panik.


JEGERRR!!!


Albry tak sempat menghindar dari mobil itu, lalu beberapa detik kemudian, terlihat percikan darah yang terciprat kemana-mana, bahkan sampai memenuhi aspal dan gerbang sekolah. Semua orang disana berteriak melihat kejadian mengerikan di depan mereka itu.


"AAHhhhh!!!" teriak ibu-ibu dan beberapa anak kecil yang melihat kecelakaan mengerikan itu.


"Astagfirullah hal adzim!! kasihan sekali anak itu" kata seorang ibu-ibu sampai menangis.


"Mama!! aku takut" ucap seorang anak kecil ketakutan sambil memeluk Mama nya.


Mobil itu berhenti saat menabrak gerbang, beberapa orang menyeret si pengemudi mobil untuk diadili. Alma hanya tinggal beberapa langkah saja dari Albry, tapi ia kurang cepat untuk menolong anak bungsunya itu.


Dengan kaki yang lemas, dan mata yang berlinang air mata. Alma memberanikan dirinya untuk melihat anaknya yang terseret beberapa meter oleh mobil yang menabrak nya dengan sadis.


Alma menjatuhkan keresek yang berisi kue cucur itu, setelah melihat anak nya yang berseragam merah putih itu tergeletak tak sadarkan diri dibawah mobil. Tubuhnya bersimbah darah, bahkan wajah anak yang baru berusia 8 tahun itu hancur. Penuh dengan darah, kecelakaan mengerikan itu sudah membuat nya terluka sangat parah sampai tidak sadarkan diri.


" ALBRY!!" teriak Alma sambil membawa anaknya dari bawah mobil, Alma memeluk tubuh yang bersimbah darah itu. " Albry, bangun nak.. sayang.. Albry!!" teriak Naina sambil menggoyang goyangkan tubuh anaknya itu.


"Bu, saya sudah telpon ambulan dan polisi. Ibu mohon tenang dulu" ucap seorang satpam penjaga sekolah melihat Alma dengan cemas.


"Albry bangun nak.. sayang.. Mama jemput kamu, ayo kita pulang sayang.. huu.. " Alma menangis memeluk anak bungsunya itu.


Bukan hanya Alma saja yang sedih dan merasa syok dengan kecelakaan yang baru saja terjadi itu, orang-orang yang ada disana juga prihatin dan syok melihat nya. Mereka membayangkan bagaimana kalau mereka ada di posisi Alma yang melihat sendiri kecelakaan anaknya.


"ALBRY!!! Tidak!!" teriak Alma histeris, tangannya berlumuran darah. Alma bisa merasakan kalau tubuh anaknya itu tidak lagi hangat.


Kejadian ini sungguh tak terduga, sungguh mendadak dan membuat syok semua orang yang melihatnya. Apalagi bagi Alma, ibu dari anak yang baru saja mengalami kejadian tragis itu.


...---***---...