
...🍀🍀🍀...
Mendadak suasana disana menjadi panas saat Damar memeluk Keira di depan semua orang. Aura panas itu berasal dari Kelvin yang ada dibelakang Keira.
Tangannya mengepal dengan kesal, bersiap untuk memukul. Giginya sudah gemas menahan marah, matanya menatap tajam ke arah Damar. Namun Damar tidak peduli, ia tetap memeluk Keira dengan santai.
"Bro, apa Lo gak ngerasa panas disini?" tanya Reza pada Bagas dan Nando, ia melihat ke arah Damar, Keira dan Kelvin.
"Gue juga gerah" ucap Bagas yang merasakan panas seperti Reza. Tatapan nya mengarah pada tiga sejoli yang terlibat cinta segitiga.
"Gerah yang sangat menusuk, gue ngelihat api membara disana" ucap Nando seraya menunjuk ke arah Kelvin yang wajahnya sudah tidak bisa didefinisikan lagi dengan kata-kata.
Pelan-pelan Keira mendorong Damar, namun Damar dengan sengaja memeluknya semakin erat.
Kelvin tidak sabar lagi, batas kesabaran nya sudah habis. Kelvin mendorong tubuh Damar dan menarik Keira ke dekapan nya.
GREP
"Kelvin.." Keira menatap ke arah Kelvin
"Lo jangan sembarangan sentuh dia!" Kelvin memperingati Damar untuk tidak menyentuh pacarnya.
"Kenapa? gue gak boleh meluk dia?" tanya Damar sinis
"Karena gue gak ngizinin" jawab Kelvin dingin
"Memangnya Lo siapa? kenapa meluk dia pun harus seizin Lo dulu?" tanya Damar yang menatap Kelvin tanpa takut.
"Gue pacarnya!" Jawab Kelvin tanpa ragu dan tegas
Naina dan yang lainnya tercengang mendengar itu. Mereka bertanya-tanya apakah Kelvin sudah kembali bersama Keira?
"Baru pacar aja kan? bukan suami? Lo belum ada hak ngelarang larang dia mau deket dengan siapapun!" Damar tersenyum menyeringai. Kelvin dan Damar saling menatap tajam satu sama lain, tatapan mereka memancarkan aura permusuhan.
"Kalian kenapa sih?" tanya Keira yang merasakan ada atmosfer aneh diantara Damar dan Kelvin.
Kenapa mereka kaya gini? seingat ku dulu, hubungan mereka tidak seperti ini. Kenapa mereka jadi kaya musuhan?. Batin Keira keheranan dengan hubungan Kelvin dan Damar yang terlihat buruk.
Kelvin ingin sekali memukul pria itu, ia sudah gemas. Tapi Keira memegang tangannya seraya menenangkan Kelvin.
Gawat ini, bisa bisa kakak meledak! acaranya bisa jadi kacau kalau dia emosi disini. Naina dan Theo hendak menghampiri Kelvin untuk menengahi dan mencairkan suasana disana. Namun, Juna datang tepat waktu dan menarik Damar ke sisi yang lain.
"Hai kakak ipar ku, tenang lah santai. Slow, ini acara calon istriku, adikmu juga.. jangan mengacaukan nya," Juna tersenyum lembar sembari menepuk bahu Kelvin. Sontak saja Kelvin langsung menatap Juna dengan kesal.
"Hei gila! apa yang Lo bilang??!" Kelvin bertanya dengan nada kesal pada Juna.
"PFut.." Reza menahan tawa
"Calon istri?" tanya Nando dengan mulut yang membulat seperti huruf O
"Kakak ipar?" Bagas terperangah mendengar nya, sekaligus ingin tertawa
"Ternyata si Juna masih aja gila" gumam Reza sambil tersenyum lebar ke arah Juna.
"Dasar muka tembok" gumam Damar pada sahabatnya itu.
Semua teman-teman Juna disana terkejut dan tertawa mendengar ucapan Juna yang terdengar gila itu. Apalagi Naina, Kelvin dan Theo, mereka langsung ternganga mendengar kata-kata Juna yang terdengar menggelikan itu.
Apa apaan dia? kakak ipar? calon istri? si gila itu! batin Theo kesal pada Juna, ia bahkan menatap Juna dengan tatapan tajam.
Kak Theo, kamu harus sadar kalau kamu gak ada kesempatan. Juna itu udah klop sama Naina, dan kamu itu harusnya sama aku. batin Nisha yang masih berharap pada Theo
Berkat Juna, suasana panas dapat teratasi karena semua orang jadi tertawa dan kesal dibuatnya. Naina langsung menghampiri Juna dengan gemas ia menarik kuping Juna.
"Aaaa.. a..aduh sakit Nai.."Juna merintih kesakitan kupingnya di jewer oleh Naina.
"Ka-kamu! hal gila apa yang baru saja kamu katakan?! siapa yang kamu bilang calon istri?!" Naina mengomel kesal pada Juna
"Ya kamu lah, memangnya siapa lagi. Kamu calon istriku" jawab Juna bermuka tembok.
"Aku bukan calon istri kamu ya, Juna!!" seru Naina kesal
Lalu Naina melepaskan tangannya dari kuping Juna, ia menatap Juna dengan kesal. Bibirnya mengerucut kesal.
"Kali ini kamu bebas, tapi aku akan balas kamu nanti ya Juna!" ancam Naina pada Juna kesal
Kenapa aku berdebar seperti ini saat Juna mengatakan aku calon istrinya?. Hati Naina merasa aneh dengan sikap Juna yang berubah padanya.
"Ya gak masalah, balas aja sampai kamu puas. Aku ikhlas kok" Juna tersenyum lebar seraya menggoda Naina.
Naina hanya mendengus kesal menanggapi Juna yang tingkahnya kekanakan.
"Cih, gak tau malu" gumam Theo yang tidak suka dengan tingkah Juna yang tidak tahu malu itu.
Juna hanya tersenyum melihat tingkah gemas Naina, tidak masalah di jewer berapa kali pun oleh Naina dengan senang hati ia akan menerima nya.
"Guys, maaf aku pamit sebentar. Nanti aku kesini lagi" Naina berpamitan pada teman-teman nya itu untuk memulai acara pembukaan pameran galeri nya.
"Oke santai aja Nai" jawab Reza, Nando dan Bagas bersamaan
"Kei, nanti aku mau ngomong sama kamu" pesan Naina pada sahabat nya yang baru bertemu lagi itu.
"Oke Nai" jawab Keira sambil tersenyum pada temannya.
Naina dan Caroline pergi ke arah lain, sementara itu Juna dan cs nya ada disana. Bersama Theo, Kelvin, Keira dan Nisha juga.
"Hey muka tembok, gue mau ngomong sama Lo! ber- dua !" ucap Theo sambil menatap tegas ke arah Juna.
Kedua pria ini juga memancarkan aura permusuhan yang kuat, Theo menatap tajam ke arah Juna sementara Juna sendiri hanya tersenyum tipis melihat Theo yang tak bisa mengontrol emosi nya.
Bagas, Nando dan Reza merasa ngeri melihat banyak aura persaingan dan permusuhan di sekitar mereka.
"Oke, tapi bicaranya jangan lama-lama ya. Gue mau lihat pembukaan pameran galeri nya Naina" Juna tak ingin melewatkan pembukaan pameran galeri Naina.
Theo dan Juna pergi untuk berbicara di tempat lain. Lalu disisi lain ada Kelvin dan Damar yang masih saja saling menatap tajam.
Pacar? apa mereka balikan lagi? gimana bisa? apa kesempatan buat ku memang tidak ada?. Batin Damar yang tatapan matanya tak lepas dari Kelvin.
Tidak akan aku biarkan kamu mendekati Keira lagi walau cuma sebagai teman. batin Kelvin menatap tajam Damar.
Keira juga berada dalam posisi sulit, ia sampai kehabisan kata-kata saat melihat Kelvin dan Damar yang terlihat memanas.
"Ngeri banget gue disini, lebih dari nonton film horor" Reza bergidik ngeri dengan keadaan di sekitar nya, terutama melihat Damar dan Kelvin si genius cold man.
"Bau bau cembukor banyak banget disini" gerutu Bagas
"Za, gas, bawa si Damar. Ini acara si Naina, jangan sampai buat kacau" kata Nando pada kedua sahabat baiknya itu
"Oke, gue aja" jawab Reza
Reza menarik Damar ke sisi yang lain untuk menghindari pertikaian yang akan terjadi diantara dia dan Kelvin. Kini tinggal ada Keira, Kelvin dan Nisha.
"Kei, aku mau ngomong sama kamu" ucap Kelvin sambil memegang tangan Keira
"Gak bisa nanti aja, acara Naina udah mau mulai loh dan Nisha sendirian juga" Keira kebingungan melihat Nisha yang akan sendirian disana kalau ia meninggalkan nya.
"Harus sekarang Kei!" seru Kelvin yang masih terlihat kesal
"Aku gak papa kok Kei, kita bisa ngobrol nanti" kata Nisha santai
"Oke nis, tunggu ya" pesan nya pada Nisha yang berdiri sendirian di tengah-tengah kerumunan banyak orang di pameran galeri itu.
Keira dan Kelvin pergi entah kemana, Damar cs juga pergi, Theo dan Juna sedang membicarakan urusan mereka yang pastinya berkaitan dengan Naina.
"Haaah.. akhirnya aku sendirian" gumam Nisha kesal sambil menghela napas panjang
...---***---...
Mau lanjut? komen dulu dan kasih gift nya ya☺️☺️