Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
7 hari lagi?



Foto prewedding Alma dan Bryan berlangsung lancar. Setelah itu mereka mengajak kedua anak mereka untuk makan eskrim dari penjual eskrim yang ada di dekat taman itu.


" Alma, Kelvin, Naina, eskrim nya mau rasa apa?" tanya Bryan kepada Alma dan si kembar


" Aku coklat " jawab Alma dan Naina bersamaan


" Vanila saja Pah " jawab Kelvin


" Baiklah. Pak eskrim nya tiga ya, rasanya yang barusan disebutkan " ucap Bryan kepada si penjual eskrim itu


" Oke siap pak. " Jawab si penjual eskrim itu


Setelah selesai menyiapkan eskrim itu, si penjual eskrim itu bertanya pada Bryan, apakah sebelum nya Bryan dan Alma pernah membeli eskrim padanya. Penjual eskrim yang sudah tua itu mengenali Alma dan Bryan.


" Saya yakin pernah liat kalian, dulu kalian pernah beli eskrim pada saya kan?" tanya penjual eskrim itu yakin


" Ternyata ingatan bapak sangat bagus, iya kami pernah membeli eskrim pada bapak " jawab Bryan sambil tersenyum


" Wah wah.. jadi saya benar ya? hehe " penjual eskrim itu tersenyum


" Bapak masih ingat kami ya, padahal itu sudah lama loh " Alma tersenyum


" Saya ingat jelas kalau dulu nona kan pernah menangis karena eskrim nya jatuh, lalu bapak ini membelikan nya lagi..Tapi nona tetap saja menangis "


" Haha.. iya pak, saya juga ingat. Waktu itu Alma menangis karena eskrim nya jatuh, setelah di belikan dia masih menangis " Bryan tertawa


Alma tidak berbicara lagi, wajahnya terlihat memerah. Dan malah tersenyum sendiri.


" Kenapa Mama menangis walaupun eskrim nya sudah dibelikan lagi?" tanya Naina penasaran


" Karena Mama kalian merasa sayang dengan uang yang dihabiskan untuk membeli eskrim nya, Mama kalian bahkan ingin memungut kembali eskrim yang jatuh itu lalu bilang sayang katanya belum 5 menit " jelas Bryan sambil tersenyum


" Bryan, kenapa kamu ceritakan itu pada mereka?" Alma malu dan mencubit tangan Bryan


" Mama mirip sama Naina Pah, dia juga pernah menjatuhkan makanan nya dan bilang belum lima menit " ucap Kelvin sambil menjilati eskrim nya


" Anak dan Mama nya sama aja ya " Bryan tersenyum


Alma dan Naina tersenyum malu-malu, mengingat kelakuan mereka yang memang mirip.


" Ternyata kalian sudah punya 2 anak, dulu kalian masih pacaran. Langgeng selalu ya kalian " Penjual eskrim itu tersenyum dan berdoa untuk kebahagiaan Alma, Bryan dan kedua anak nya.


" Terimakasih pak, bapak juga lancar terus usahanya. Dan sehat selalu ya pak " kata Alma


" terimakasih ya " Pria itu tersenyum tulus di wajah keriputnya


Diam-diam Fotografer foto prewedding Alma dan Bryan memotret kebersamaan keluarga yang bahagia itu. Senyuman dan tawa mereka saat bersama, terasa sangat hangat. Membuat Bu Delia bahagia.


" Pak, foto yang ini juga dicetak ya yang besar " ucap Bu Delia pada fotografer itu


" Baik Bu, siap " jawab si Fotografer sambil tersenyum


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


H-7 sebelum pernikahan Bryan dan Alma, pagi itu aktivitas pagi calon pengantin masih sama. Alma mengantar kedua anaknya ke sekolah setiap pagi, Bryan juga pergi ke kantor. Selama 7 hari itu Bu Delia melarang Bryan untuk bertemu dengan Alma dengan alasan di pingit, dan mencegah hal-hal yang buruk sebelum pernikahan terjadi.


" Kenapa sih Mama masih percaya sama hal-hal yang takhayul seperti itu? ini udah zaman modern "


Aku kan kangen Alma.


" Aduh Bryan, kamu nurut aja deh sama Mama. Mama cuma mau pernikahan kamu dan Alma berjalan lancar. Calon pengantin gak boleh ketemu dulu satu sama lain " Kata Bu Delia tegas


" Ya ya ok deh Ma, aku berangkat kerja dulu "


Mama ngelarang aku ketemu Alma, tapi ketemu anak anak boleh dong. Kalau aku gak sengaja ketemu Alma karena mau ketemu sama anak-anak, gak akan apa-apa kan?. Bryan tersenyum


" Ya udah hati-hati ya kamu "


" Assalamualaikum Ma "


" Waalaikum salam "


Bryan berangkat ke kantornya dan menyetir sendiri. Saat sedang menyetir, ia menerima telpon dari Ian temannya.


" Halo, Ian "


" Bryan, kapan kamu kesini? katanya mau lepasin itu? aku harus menyesuaikan dengan jadwalku " tanya Ian


" Ya ya, sore ini aku bisa " jawab Bryan


" Ok ok, oh ya katanya malam ini ada reuni SMA di hotel Violet "


" Reuni? " tanya Bryan


" Iya, kamu mau ikut kan?" tanya Ian


" Ikut gak ya? " Bryan terdengar bingung


" Ayolah, mungkin ini terakhir kalinya loh calon manten ngumpul ngumpul sama temannya. Jarang-jarang loh ketemu temen-temen SMA " ucap Ian membujuk


" Ok, aku lihat jadwal ku dulu "


" Siplah !"


Bryan menutup telponnya. Ia pergi bekerja seperti biasanya, tak lupa ia mengirimi Alma pesan setiap harinya meskipun tidak bertemu tatap muka. Alma juga melakukan hal yang sama, mereka tidak putus komunikasi.


Mengingatkannya makan, menanyakan keadaan satu sama lain, sedang apa, dimana, di sertai dengan kata-kata romantis. Pesan-pesan yang mereka kirimkan itu, memberikan semangat pada diri mereka. Kadang juga mereka berdua telponan untuk melepas rindu, mendengar kan suara satu sama lain yang menenangkan hati.


Bryan sedang memperhatikan persentasi manager keuangan nya di ruang rapat dengan serius. Bryan tampak tidak senang dengan penurunan yang terjadi. Semua orang tampak ketakutan melihat wajah dingin nya, dan mata nya yang tajam itu.


" Apa yang kalian kerjakan selama ini? bagaimana bisa ini disebut laporan?!" teriak Bryan kepada para bawahan nya yang duduk di kursi ruang rapat tersebut.


Tangan nya melempar beberapa kertas yang ada di meja nya.


Pak Presdir, sudah marah. Gawat!


Ketika bekerja, Bryan sangat serius menggelutinya pekerjaan sebagai pemimpin besar di perusahaan itu. Ia memerankan sosok nya dengan sangat baik, hingga perusahaan itu bisa maju dan berkembang pesat saat ditangani olehnya.


Para bawahannya gemetar ketakutan, dan tak ada yang berani bicara saat Bryan marah. Jika bicara saat Bryan sedang emosi, sama saja mereka dengan cari mati dengannya. Bahkan Andre sekalipun tidak dapat menghentikan nya.


" Hey ! kalian tuli ya? kerja kalian apa selama ini sampai penurunan bulan ini mencapai 1 persen ? JAWAB ?! " teriak Bryan murka


" ..... "


Hanya keheningan yang terjadi di ruangan itu, dan Bryan saja yang bicara.


" Kalian semua mau ku pecat?" Bryan mengancam


Benar-benar merusak mood ku saja, padahal hari ini mood mu sedang baik. Bryan gusar kepada semua bawahannya itu


Tiba-tiba emosinya menurun, saat mendengar suara dering di ponselnya.


Drett.. Drett..


🎢🎢


Alma Calling... Begitulah yang tertera di ponselnya


Wajahnya yang tadi marah, mulai melunak dan sedikit senyum terlihat dibibir nya.


" Kalau bulan ini omset perusahaan tidak kembali stabil, aku akan memecat kalian semua ! paham?!" teriak Bryan


" Baik pak, kami akan berusaha menstabilkan kembali omset perusahaan kita " jawab manager keuangan


" Terimakasih pak Presdir " kata manager pemasaran bersyukur, dan bernapas lega


" Keluar kalian! rapat selesai !" seru Bryan kepada para bawahan nya itu.


Para bawahannya segera keluar dari ruang rapat, wajah mereka tampak lega. Seakan tertulis " Kita selamat " .


Bryan segera mengangkat telpon dari calon istrinya itu, dengan cepat. Bahkan tak lupa ia merapikan dasi nya yang miring dan menata rambutnya dulu.


Andre menahan tawa melihat kelakuan Presdir nya itu, padahal Alma hanya menelponnya saja tapi Bryan merapikan dirinya seolah akan bertemu dengannya secara langsung.


Memang deh, Presdir sudah bucin berat sama Bu Alma. Bu Alma, saya bangga pada anda.


" Ngapain kamu senyam senyum begitu Andre? kamu mau menguping pembicaraan ku dengan Alma ya?" tanya Bryan tidak senang melihat Andre yang menahan tawanya itu


" Maaf pak, saya akan pergi ke sudut lain. Ah atau saya tunggu di luar saja. Selamat menelpon dengan nyaman " Andre tersenyum


" Kamu sangat aneh, ya sudah cepat pergi sana !" ujar nya pada sekertaris nya itu


Bapak tuh yang aneh, dasar deh ..benar-benar bucin.


Andre hanya tersenyum dan segera keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya. Bryan mengangkat ponselnya itu, dan duduk di salah satu kursi yang ada disana.


" Halo Bry.."


Suara indah Alma yang terdengar olehnya, membuatnya sempat terdiam.


" ..... "


Sudah dua hari aku tidak mendengar suara ini. Sangat indah di telinga ku. Ini suara surga.


" Bryan kamu ada disana kan?" tanya Alma pada Bryan yang tak kunjung menjawab nya


" Iya aku ada disini. Alma kamu kangen padaku?" tanya Bryan


" Apa yang kamu bicarakan? Bryan aku mau minta tolong padamu nih "


" Menelpon ku hanya untuk minta tolong saja? tidak bilang kangen padaku dulu ?" Bryan cemberut


" Bry, kamu seperti anak kecil deh. Apa hal seperti itu masih harus ditanyakan?" tanya Alma


" Aku sudah tau tapi aku ingin dengar langsung darimu, kamu tidak kangen memangnya padaku? kita sudah tidak bertemu selama 48 jam, 51 menit, 32 detik" gerutu Bryan sebal


" Kamu sampai menghitung nya seperti itu? ya ampun " Alma tersenyum dengan kekonyolan yang dikatakan oleh Bryan


" Aku selalu menghitung setiap kali aku merindukan kamu, rasanya aku tidak sabar menunggu 7 hari itu " ucap Bryan


" Kita kan sudah menunggu 7 tahun untuk semua ini Bry, tinggal menunggu 7 hari saja apa kamu tidak sanggup? " Alma duduk di kursi ruangan kerjanya


Bryan terkekeh, apa yang dikatakan Alma adalah kebenaran yang membuatnya tersenyum.


" Aku sanggup "


7 tahun saja aku bisa menunggu mu kembali, ini hanya 7 hari lagi. Tinggal 7 hari lagi untuk pernikahan bahagia ku dan Alma. Bryan kamu harus sabar. Bryan memegang dadanya sambil tersenyum


" Tahanlah kerinduan mu itu sampai hari pernikahan kita, karena setelah kita menikah kamu akan melihatku seumur hidupmu, kamu tidak boleh bosan ya ?"


" Kamu yang jangan bosan padaku, karena selamanya kamu akan menjadi milik ku "


" Dan jangan lupa, kamu juga akan menjadi milikku " Alma tersenyum bahagia


" Baiklah, rindu nya akan ku tahan dulu. Nah sekarang kamu mau minta tolong apa?" tanya Bryan


Alma mengatakan bahwa ia akan pulang terlambat, karena itu ia ingin meminta pak Jeffry menjemput si kembar di sekolah dan juga sekalian menitipkan si kembar pada Bryan.


" Kamu akan pulang malam?" tanya Bryan


" Seperti nya begitu, tidak apa kan aku nitip anak-anak?"


" Baiklah, malam ini aku juga ada pertemuan dengan teman-teman ku Al. Tapi kamu tenang saja, ada Mama sama Laura yang bisa menjaga anak-anak " jelas Bryan


Kenapa perasaan ku tidak enak ya?


" Ya Bry, kamu tenang saja. Begitu aku pulang aku akan menjemput anak-anak "


" Kamu hati-hati ya, aku berharap sih kamu tidak pulang malam. "


" Iya akan aku usahakan. Soalnya pekerjaan ku lagi banyak-banyak nya nih. Sebelum kita menikah dan bulan madu nanti, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu. Oh ya kamu ada acara apa ?" tanya Alma


" Reuni SMA, kalau kamu mau ikut boleh kok "


" Enggak usah Bry, aku tau kamu pasti butuh waktu sendirian bersama teman-teman kamu. Tapi aku ingatkan ya, kamu jangan sampai minum-minum. "


" Aku kan sudah tidak melakukan nya lagi, tenang saja Al "


" Oke, aku tutup dulu ya. Aku ada rapat "


Tiittt...


Pembicaraan mereka berlangsung cukup lama.


" Wah, dia langsung menutup telponnya begitu saja. Dia pasti sangat sibuk, sampai lupa ciuman jauh nya " gerutu Bryan yang agak kecewa. " Tidak apa, tunggu 7 hari lagi. Kamu akan jadi milikku selamanya ! tapi kenapa 7 hari menunggumu sama seperti 7 tahun? mendadak tujuh hari jadi lama sekali... " Bryan tersenyum melihat ponselnya, ia pun bergerak kembali ke ruang kerjanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Alma dan sekretaris nya Viona memasuki ruang rapat. Menyaksikan persentasi yang dilakukan oleh bawahan Alma. Dari mulai manager keuangan, manager pemasaran dan bawahan yang lainnya.


Perusahaan Navin mengalami peningkatan yang besar setelah proyek di Paris bersama Mike tempo hari.


Siang itu Mike dan Sharla dari Paris, mengajak Alma makan siang bersama. Alma yang buru-buru karena dikejar waktu, tidak sempat untuk memberitahukan kepada Bryan tentang makan siang bersama Mike dan Sharla.


Mereka bertiga membicarakan masalah bisnis sambil mengobrol ringan.


" Semua teman desainer saya di USA, dan juga di Inggris sangat menyukai desain anda Bu Alma. Mereka bahkan menyangka bahwa yang mendesain baju model perusahaan Mike saat itu adalah desainer hebat" jelas Sharla memberikan pujian pada Alma


" Bu Alma memang desain hebat, Sharla. " Mike tersenyum dan memuji Alma


" Wah, jarang sekali aku melihat kamu tersenyum Mike. Seperti nya kamu tersenyum pada Bu Alma saja ya " goda Sharla pada Mike


Mike langsung kaget saat Sharla menggodanya. Sementara Alma hanya tersenyum menanggapi keduanya. Alma sedang memikirkan hal lain.


Kelvin dan Naina pasti udah pulang jam segini kan? dia pasti udah di jemput sama Bryan atau kak Laura. Aku harus hubungi mereka saat makan siang nya selesai.


" Bu Alma, Mike itu jarang tersenyum pada perempuan loh. Dia itu orangnya dingin dan cuek. Menurut Bu Alma orang seperti apa Mike itu? " tanya Sharla penasaran.


Apa-apaan sih si Sharla?. Mike terpana dengan pertanyaan dari Sharla


" Benarkah pak Mike orang yang dingin? tapi menurut saya tidak begitu kok Bu Sharla. Pak Mike itu orangnya baik dan hangat. " jawab Alma jujur dan apa adanya


Wajah Mike langsung memerah saat Alma memujinya. Padahal ia tau itu bukan pujian, tapi kejujuran Alma yang apa adanya. Tapi, tetap saja ia merasa malu mendengar nya.


Sharla tersenyum seolah menangkap sinyal Love pada diri Mike untuk Alma. Sharla merasa sayang sekali karena Alma sudah bertunangan dan akan menikah dengan Bryan.


" Lalu apa menurutmu Mike temanku ini sangat baik?" tanya Sharla sambil tersenyum


" Ya, tentu saja pak Mike sangat baik. Pak Mike juga sudah banyak membantu saya " jawab Alma jujur


Dari tadi Bu Sharla menanyakan terus tentang pak Mike. Apa dia meminta pendapat ku tentang pak Mike karena dia menyukai pak Mike? mereka sangat cocok dan kelihatan dekat. Ah pasti Bu Sharla menyukai pak Mike!


Gadis ini sangat jujur, dia juga polos dan lugu. Apa ini yang membuat Mike tertarik padanya?. Sharla tersenyum sambil melihat Mike yang terlihat malu


" Sudah cukup, kenapa jadi membahas ku? kita kan sedang membahas bisnis " kata Mike sambil meminum jus lewat sedotan nya


" Wow.. seorang Mike gugup?" tanya Sharla sambil berbisik ke telinga Mike


Alma semakin salah paham, dan mengira Sharla menyukai Mike. Apalagi wajah Mike memerah saat Sharla berbisik padanya.


" Saya mendukung kalian, kalian sangat cocok ! " ucap Alma tiba-tiba


" Apa?" Mike dan Sharla terlihat bingung


" Maaf, saya permisi ke toilet sebentar ya " Alma beranjak dari kursinya, ia melangkah menuju ke toilet wanita yang ada di restoran itu.


" Wah wah wah, apa benar di depan ku ini adalah Mike Athalas yang dingin dan kaku di depan wanita itu?" goda Sharla


" Apaan sih kamu ngomong kaya gitu di depan dia? " tanya Mike


" Habisnya sih kamu terlalu nunjukin ketertarikan kamu sama dia. Jadi aku penasaran deh. Sayang banget ya dia udah mau jadi istri orang, Mike "


" Kamu jangan ngomong sembarangan deh Shar.." ucap Mike kesal


Ya, kalau dia masih single. Dan kalau dia ketemu duluan sama aku, mungkin aku masih ada kesempatan. Mike.. Mike.. jangan gila kamu, dia udah mau jadi istri orang. Mike tersenyum pahit


Alma pergi ke toilet dan membersihkan tangannya, lalu ia pun menghubungi Laura untuk menanyakan Kelvin dan Naina. Laura mengatakan bahwa Kelvin dan Naina sudah di jemput dari sekolah nya, bahkan sudah makan siang.


" Alma kamu gak usah khawatir ya, anak-anak aman aja kok " ucap Laura santai


" Makasih ya kak, aku titip anak-anak dulu. Nanti aku akan menjemput nya "


" Kamu santai saja, katanya Leon mau mau mengajak anak anak jalan jalan hari ini. "


" Oh gitu, baiklah kak " jawab Alma senang


Ternyata hubungan kak Leon dan kak Laura berjalan baik. Mereka semakin hari semakin dekat. Syukurlah..


...---***---...