Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Good bye masa lalu!



Bryan, Kelvin dan Naina menanggapi kata putus itu dengan serius kaget. Mereka mengira kalau Alma tidak mau kembali lagi pada Bryan.


" Mama apa yang mama katakan? Mama mau putus sama papa?!!" tanya Naina dengan nada suara yang keras


" Alma, benarkah kamu mau putus denganku? setelah semua yang kulakukan untukmu? aku kurang apa lagi?" tanya Bryan dengan wajah memelas


" Ma, kenapa mama seperti ini? mama tega sekali pada kami !" Kelvin juga ikutan marah seperti ayah dan adiknya


" Ka-kalian tunggu dulu dong "


Seperti nya mereka salah paham.


Alma merasa malu dengan tatapan para tamu undangan yang hadir disana karena keributan si kembar dan Bryan. Alma pun menarik Bryan pergi dari ruangan pernikahan itu. Alma menyuruh anak-anak nya menunggu bersama Ny. Delia disana.


Beberapa saat kemudian, Alma dan Bryan sudah sampai di tempat yang sepi berdua. Di atap hotel itu ada sebuah taman yang indah.


Wajah Bryan terlihat sedih dan kecewa.


" Bry.."


" Setelah semua yang kulakukan kamu masih ingin putus? apa aku tidak cukup baik? atau kamu sudah berpindah ke lain hati?" tanya Bryan serius


Dia menganggap maksud ku putus dengan serius. Ya ampun.


" Iya aku memang mau putus hubungan "


" Kali ini aku tidak mau putus, aku tidak akan melepaskan mu lagi. 7 tahun itu sudah menjadi siksaan berat bagiku, hidup tanpamu dan anak-anak kita " Bryan terlihat sedih


Alma tersenyum, ia berjinjit lalu mencium pipi Bryan. Sambil berkata " Aku mau putus "


" Kenapa kamu mencium ku?" tanya Bryan bingung


Dia mencium ku sambil mengatakan putus? apa maksudnya coba?


" Bryan kamu tidak mengerti maksud ku, mari kita putus hubungan pacaran kita. " jawab Alma sambil tersenyum


" Putus pacaran percobaan? apa maksud mu..."


" haha.. tidak ku sangka CEO Aditama yang paling hebat sejagat raya tidak mengerti maksud ku. Jadi sekarang kamu paham maksudku kan Bryan?" wanita itu tertawa dan mengejek Bryan


" Apa artinya kamu mau menikah denganku?"


" Kalau kamu melamar ku, ya aku mungkin akan menerima mu "


" Alma kamu benar-benar.." mata Bryan berkaca-kaca. Alma yang tadinya tertawa, langsung terdiam mendengar nya.


" Bry, kamu kenapa? hey, kamu nangis ?" tanya Alma kaget


Tangan Bryan meraih tubuh mungil Alma, mengangkat tubuh wanita yang ia cintai dengan bahagia. Alma sampai berteriak saking kagetnya, bertanya apa yang dilakukan pria itu padanya.


Bryan mengangkat Alma lalu berputar putar, tampaknya pria itu sangat bahagia dengan lampu hijau yang dinyalakan oleh Alma. Putus pacaran percobaan dan langsung menuju ke pelaminan? adalah hal yang selama ini ia idam-idamkan, dan tidak terduga.


Namun, ada satu hal yang mengganjal hatinya. Bagaimana ia melamar gadis itu tanpa cincin? tanpa persiapan apapun? Bryan tampak kaget, ia menurunkan Alma dari gendongan nya, hingga kakinya kembali menapak ke tanah.


Alma bingung melihat raut wajah Bryan yang tadinya terlihat senang, menjadi suram dan resah.


Kenapa raut wajahnya berubah-ubah? bukankah tadi diam tampak senang? dan sekarang dia tampak sedih. Ada apa dengannya?


" Bryan, ada apa?"


" Tutup matamu Alma !"


" Kenapa ini? tiba-tiba.."


" Tutup matamu sebentar saja "


" Baiklah baiklah "


Dia ini kenapa sih?


Wanita itu menutup matanya, ia merasakan pelukan hangat Bryan dari belakang tubuhnya. Bryan mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya. Masih dalam posisi memeluk Alma, Bryan menyuruh wanita itu membuka matanya.


Perlahan Alma membuka matanya, ia melihat tangan Bryan yang terkepal di depannya.


" Ada apa Bryan?"


" Semalam aku habis melihat sesuatu yang indah dan aku menangkapnya untukmu " Bryan membuka kepalan tangannya. Terlihat kalung berbentuk bintang berwarna ungu di depan mata Alma. Kalung yang berkilauan.


CLING


" Ini apa?" Alma takjub melihat kalung indah tang dipegang oleh Bryan


" Ini kalung, bodoh !"


" Aku tau itu kalung !


BUK


Tangan Alma memukul tangan Bryan, wanita itu tampak sebal dikatai bodoh oleh Bryan. Bryan pun meminta maaf pada Alma dan mengatakan bahwa ia hanya bercanda.


Alma menerima kalung itu, ia melihat dengan seksama kalung pemberian Bryan. Ia melihat kebagian belakang bintang nya, dan disana tertulis sebuah kata inisial.


" Albry?" Alma bertanya pada Bryan apa maksudnya


" Alma Bryan " jawab Bryan


Alma tersenyum mendengar nya. Nampaknya ia setuju dengan singkatan nama mereka ada di kalung itu. Bryan memakaikan kalung itu ke leher Alma.


" Ma-maaf, belum ada cincin. Jadi, kalung ini sebagai tanda kamu sudah menerima hatiku"


" Kenapa kamu begitu gugup? apa ini pertama kalinya kamu melamar seorang wanita?" tanya Alma keheranan


" Iya, ini memang yang pertama. Kamu lah yang pertama dan yang terakhir " Bryan memandangi gadis yang ada di depannya itu dengan penuh cinta.


" Bryan, kamu juga adalah yang pertama dan yang terakhir untukku "


Selama 7 tahun itu, mereka masih menyimpan rasa yang sama. Terpisah oleh jarak dan waktu tidak membuat rasa diantara mereka berkurang sedikit pun. Saat mencoba melupakan, hati mereka malah semakin sakit. Saat mereka mendekat, mereka ingin saling memiliki satu sama lain. Betapa beratnya bagi mereka hidup selama 7 tahun tanpa satu sama lain. Meskipun awalnya Alma membenci Bryan yang ia pikir sudah mengkhianati dan menodai kesucian nya. Namun, semua kesalahan itu adalah bagian dari berkembang nya cinta mereka hingga bisa sampai ke tahap ini.


Secara logikanya, mungkin orang lain akan berpikir kenapa Alma menerima kembali Bryan yang sudah membuat banyak kesalahan padanya. Bahkan di hari pernikahan mereka dulu, sikap pria itu masih liar dan bermain bersama wanita lain. Tapi, saat itu belum ada cinta diantara mereka. Kebencian Alma telah kalah oleh cintanya pada Bryan. Ia mencoba mempercayai Bryan, memberikan ayah dari anak-anak nya itu kesempatan untuk berubah.


Bryan dan Alma duduk di sebuah bangku, mereka bicara dari hati ke hati tentang kejadian di masa lalu yang sudah mereka lewati.


" Maaf saat itu aku sangat tidak dewasa, aku pria brengsek, maaf sudah membuat mu terluka. Kamu pasti membenciku waktu itu "


" Sejujurnya, dulu aku memang tidak suka dengan sikapmu. Tapi perasaan ku tidak sampai tahap membencimu. Hal yang membuatku sedih dan kecewa adalah kenapa aku harus mencintai mu ditengah-tengah pernikahan kita? "


" Kamu mencintai ku? sejak kapan?" tanya Bryan kaget


" Sejak kamu menolongku dari pak Baron. Disana lah aku sadar kalau aku mulai suka padamu. Tapi, kamu selalu saja bersama Selina "


" Ternyata selama itu kamu sudah menyukaiku. " Bryan tersenyum senang


" Lalu, kamu kapan menyadari kalau kamu suka padaku?"


" Saat pertama kali kita bertemu, aku sudah mulai tertarik padamu " Mata Bryan melirik pada Alma, wanita yang ada disebelah nya. Terlihat sedikit senyuman di bibirnya.


" pertama kali kita bertemu? masa? itu kan saat .."


Mereka pun jadi teringat masa lalu.


#FLASHBACK


7 tahun yang lalu..


Alma dan Mia berlari terburu-buru menuju ke kantor Aditama. Hari itu adalah hari pertama mereka magang di kantor itu.


" Ya ampun, kok kita bisa terlambat sih. Bisa mati nih kita sama pak Presdir !" gerutu Mia sambil berlari terburu-buru menuju ke dalam lift. Hal yang sama di lakukan oleh Alma


" Memangnya kenapa sama Presdir?" tanya Alma penasaran


" Dia orangnya killer"


" Masa sih? kalau killer kan tinggal di jinakin aja " Alma tersenyum seolah perkataan Mia adalah lelucon pagi hari.


" Saat ini kamu masih bisa bercanda Al?" Mia heran melihat temannya yang santai itu


Alma berlari lebih dulu di depan Mia, saat ia akan masuk ke dalam lift yang terbuka. Seorang pria tampan bertubuh tinggi bak model, berada di depannya. Berdiri tegap, dan sorot matanya sangat dingin. Dia adalah Bryan Alvaro Aditama. Di belakang nya ada Andre, sekretaris yang selalu setia menemaninya.


BUKK


" Aduh.. sial! seperti nya aku menabrak tembok " gerutu Alma kesal


" Apa? kamu bilang aku tembok?" tanya Bryan dengan nada suara nya yang dingin, dan terdengar marah


Siapa gadis kecil ini? beraninya memanggilku tembok?


Mia membantu Alma mengambil barang-barang milik Alma yang berserakan di lantai. Alma pun berdiri dan kaget melihat sosok Bryan yang ada di depannya.


Mati aku, dia tampan sekali.


" Alma, cepat kamu minta maaf! kenapa kamu diam saja?" bisik Mia pada Alma


" Saya minta maaf pak "


" Makanya kalau jalan tuh, matanya dipake !" kata Bryan sinis


Bryan dan Andre melangkah pergi, Alma terlihat kesal dengan sikap Bryan. Ia menghadang Bryan dan memarahinya dengan berani.


" Ngapain kamu?"


" Saya kan sudah minta maaf, harusnya anda menerima permintaan maaf saya dengan benar dong. Bukan dengan sikap yang sombong seperti itu, dan mengatakan sesuatu yang pedas !"


Mia terlihat ketakutan melihat temannya yang marah pada Bryan. Ya ampun Alma, matilah kamu!


" terus aku harus bilang apa?" Bryan menatap tajam


" Ha-harusnya bapak bilang tidak apa-apa. Itulah yang akan dikatakan orang normal saat orang lain meminta maaf padanya." Alma menatap tajam pria yang ada di depannya itu


Tidak peduli dia Presdir atau bukan. Dia harus nya tau tatakrama!


" Apa maksud mu aku tidak normal?" Bryan tersenyum sinis


" I-itu.."


Oh tidak, seperti nya aku sudah bicara kelewatan.


" Pak, maaf kita harus segera berangkat " ucap Andre


" Sudahlah, aku malas berbicara dengan mu bocah kecil " Bryan melirik ke arah name tag yang dipakai oleh Alma.


" A-apa? bocah kecil? " gerutu Alma kesal


Alma terlihat tegang saat Bryan melihat nya dengan tatapan tajam, sebelum pergi Bryan memberikan senyuman sinis nya pada Alma.


Almahyra? hm.. menarik.


#END FLASHBACK


" Haha..kalau di pikir-pikir lagi. Kamu mirip dengan Naina "


" Mirip darimana nya?" tanya Alma


" kamu dan Naina sama-sama mengatai ku tembok. " jawab Bryan saat mengingat pertemuan pertama mereka kembali di dalam mall


" Oh ya, saat di mall itu kan? haha " Alma tertawa seperti menikmati kejadian di masa lalu nya bersama Bryan


Aku pikir hanya kenangan buruk saja di dalam masa lalu kita, dan tentangku di hatimu. Ternyata ada juga kenangan masa lalu tentangku yang membuatmu tertawa.


Bryan tiba-tiba berlutut di depan Alma yang sedang duduk di kursi. Kedua tangannya menggenggam tangan Alma. Perlakuan dan tatapan hangat dari Bryan kembali membuat hati Alma berdebar-debar tidak karuan.


" Terimakasih Alma, kamu sudah memaafkan diriku yang buruk di masa lalu. Terimakasih sudah percaya padaku lagi. Jika aku jadi dirimu, aku akan sulit untuk mempercayai diriku sendiri setelah semua yang ku lakukan kamu tetap memilih bersamaku. Terimakasih banyak "


" Semua orang berhak mendapatkan kesempatan, termasuk kamu. Seberapa besar kesalahan mu di masa lalu, tidak membuatku membencimu. Kamu tau kenapa Bry? karena semua itu kalah oleh rasa cintaku. Jadi kamu, jangan kecewakan aku lagi. Buat aku dan anak-anak kita bahagia seperti janji mu " Tangan lembut Alma memegang pipi Bryan.


Mata mereka saling bertatapan dengan penuh cinta. Apakah ini akhir dari kisah mereka selama 7 tahun?


" Aku tidak akan mengecewakan mu lagi, dan aku akan membuatmu juga anak-anak kita bahagia "


" Aku percaya, jangan buat aku menyesali keputusan ku" Alma tersenyum bahagia


" Kamu tidak akan menyesalinya, aku pastikan itu "


Bryan tidak bisa menggantikan waktu yang sudah berlalu di masa lalu. Karena yang sudah berlalu dan sudah terjadi, tidak akan bisa diulang kembali. Tak lupa ia juga berterimakasih kepada Alma yang sudah melahirkan kedua anak mereka, dan membesarkannya dengan penuh cinta.


" Sudah cukup membahas masa lalu nya Bry. Mari kita ucapkan selamat tinggal pada masa lalu "


" Selamat tinggal masa lalu dan selamat datang untuk masa depan yang baru. " Bryan tersenyum


Alma dan Bryan berpelukan, sebagai tanda bahwa hubungan mereka sudah maju ke tahap yang lebih serius. Mereka memutuskan untuk melupakan masa lalu, dan menjalani masa depan bersama sama.


Akhirnya, semua kesalahpahaman berakhir. Aku tinggal suruh Andre mempersiapkan cincin terbaik untuk melamar Alma, dan mempersiapkan pernikahan yang mewah.


Setelah perbincangan itu, Alma dan Bryan berjalan kembali ke lantai bawah, mereka menuruni tangga dengan wajah yang berseri-seri. Mereka berjualan bersampingan, tangan mereka saling bertabrakan. Seperti nya tangan mereka ingin bersatu juga.


Tanpa menunggu lama lagi, Bryan langsung berinsiatif menggenggam tangan Alma, menggandeng nya.


" Bryan, kamu!" Alma kaget karena tangannya tiba-tiba digenggam


" Tangan kita terus bertabrakan, aku memegang tanganmu supaya tangan kita tidak bertabrakan


Bukankah lebih baik begini?" Bryan tersenyum menggoda


" Apa kamu sedang modus?" Alma tersenyum tipis


" Ini fakta. Lain kali kamu yang harus berinsiatif ya, jangan aku terus "


" Hem.. apaan sih kamu " Alma terlihat malu


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan sampai menuju ke gedung tempat Mia menikah. Kedua anak mereka sudah menunggu dengan cemas. Melihat atmosfer kedua orang tuanya, terlihat seperti bukan orang yang putus hubungan tapi sebaliknya. Hal itu membuat Laura dan Ny. Delia bingung, karena sebelumnya si kembar bilang kalau Alma meminta putus pada Bryan.


" Kalian bilang kalau Mama kalian minta putus kan? tapi kayaknya gak begitu tuh?" bisik Ny. Delia pada Kelvin dan Naina


" Benar kok nek, tadi Mama bilang mau putus sama mama "jawab Naina


" Mereka tidak kelihatan seperti putus "


Kelvin hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


Apa yang terjadi sama Mama dan papa?


Kelvin dan Naina langsung memburu kedua orang tuanya dengan banyak pertanyaan. Bryan masih saja memegang tangan Alma, dan membuat Alma malu di lihat orang-orang.


" Papa, Mama apa maksudnya ini? Mama, kan tadi bilang mau putus sama Papa?" tanya Naina penasaran


" Kalian tidak terlihat seperti baru putus deh " gumam Kelvin yakin


" Iya Bryan, ada apa sih? anak-anak bilang kalau Alma minta putus " kata Ny. Delia heran


Alma tidak menjawab, ia hanya senyum-senyum saja. Alma dan Bryan saling berbisik satu sama lain.


" Iya kami memang sudah memutuskan! " Bryan melirik ke arah Alma


" Memutuskan?" Ny.Delia, Laura, si kembar dan Kayla bicara bersamaan


" Kami sudah memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ke tahap yang lebih serius" Bryan tersenyum ceria


" Menikah maksudnya?!!"


Tanpa dijelaskan lagi oleh Alma dan Bryan, seperti nya Ny. Delia, Laura, si kembar dan Kayla sudah mengerti apa maksudnya.


Sontak saja si kembar langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan, mendengar kata-kata Bryan.


" Beneran? yeah !! aku akan punya keluarga yang lengkap !" Naina melompat-lompat dengan senyuman bahagia di wajahnya


" Woah.. selamat Bryan dan Alma " Ny. Delia dan Laura juga tidak kalah senangnya


" Yee .. akhirnya aku bisa tinggal sama kak Kelvin dan Kak Naina barengan!" Kayla juga terlihat senang


Berapa banyak senyuman yang terlihat hari itu, di wajah Bryan dan keluarga nya. Kebahagiaan mereka rasakan, karena Bryan dan Alma akan melangkah ke tahap yang serius. Disisi lain Leon melihat kebahagiaan itu dengan senyuman pahit, ia ingin memberi selamat juga pada Alma dan Bryan. Namun, ia tak sanggup melangkahkan kakinya. Laura melihat ke arah Leon yang terlihat sedih itu.


Leon merogoh sesuatu di saku bajunya, terlihat lah sebuah tiket pesawat.


Mungkin ini yang terbaik.


...---***---...