
POV Keira Kelvin
Damar Kayla
...πππ...
Keira merasa di manjakan oleh ibu mertuanya, Alma memesan banyak cemilan dan vitamin untuk Keira dan calon cucunya. Alma sangat senang karena Keira sedang mengandung cucunya, dia akan segera menjadi seorang nenek.
Mengingat dirinya yang akan menjadi seorang nenek, dia juga ingat usianya yang semakin menua.
"Sayang, makasih ya kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk keluarga kami terutama untuk Kelvin. Dia pasti sangat senang kalau tau kamu sedang hamil. Nanti, kita periksa ke rumah sakit ya"
Keira mengangguk, dengan senyuman indah dibibir nya. Wajahnya terlihat cerah dan bahagia, Kayla juga senang karena akhirnya akan ada keponakan lucu yang akan memanggilnya dengan sebutan Tante.
"Akhirnya, aku akan punya keponakan yang lucu" Kayla tak sabar menantikan keponakan nya yang masih ada di dalam perut Keira
"Bukankah Alex juga masih lucu?" tanya Alma pada Kayla perihal adik laki-laki nya yang seibu namun berbeda ayah.
"Dia sudah besar Tante, sudah tidak lucu lagi" kata Kayla dengan bibir yang mengerucut
Mereka bertiga mengobrol dengan akrab dan santai, layaknya sebuah keluarga yang bahagia. Apalagi kebahagiaan itu bertambah dengan kehamilan Keira.
Alma mengingatkan agar Keira selalu menjaga kesehatan dan jangan sampai kelelahan. Kalau bisa Keira di rumah saja dan jangan pergi bekerja. Namun Keira menolak untuk tidak pergi bekerja karena dia baru saja membangun kembali perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut karena ulah Bu Novi.
"Ya sudah kalau kamu mau tetap bekerja gak apa-apa, mama gak akan melarang. Mama cuma mau kamu jaga cucu mama baik-baik dan juga kesehatan kamu. Jangan sampai kelelahan"
"Bener tuh, kalau kak Kelvin tau kak Keira hamil. Kebayang deh betapa protektif nya dia nanti. Mungkin kak Kelvin juga akan melarang kak Keira pergi kerja" Kayla yakin dengan sikap Kelvin, dia pasti akan melarang istrinya yang sedang hamil untuk pergi bekerja. Tadi saja Kelvin tidak rela untuk meninggalkan Keira di rumah dan berangkat bekerja.
Jika Kelvin tau, tidak menutup kemungkinan kalau dia akan melarangku pergi bekerja. Keira mulai cemas dengan sikap protektif Kelvin padanya.
****
Setelah kepulangan adik ipar dan mama mertua nya, tak henti Keira memegang perutnya. Dia masih tidak percaya bahwa ada benih yang ditanamkan Kelvin di dalam perut nya.
"Aku akan jadi seorang ibu, aku tidak percaya ini. Ya Allah terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada hamba, hamba akan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya" Keira tersenyum memandang ke arah cermin, dia sangat bahagia dengan kehamilan nya itu.
Dengan semangat Keira mulai memasak makan malam untuk suami nya, namun sat akan mulai memasak. Keira mual-mual lagi, ketika dia mencium bau bawang putih.
"Uwekk.. UWEKKK!!"
Keira bingung karena dia tidak bisa memasak, dia tidak tahan dengan bau bawang putih yang menyiksanya. Akhirnya Keira memutuskan untuk menunggu Kelvin pulang saja untuk makan malam bersama, tapi perutnya sudah tak bisa menunggu.
KRUKKK.. KRUKKK...
"Aduh, perutku lapar sekali.. apa Kelvin masih lama pulang nya?" gumam Keira sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan, padahal belum lama dia menghabiskan cemilan yang dibeli ibu mertuanya.
Ting Tong!
π΅π΅π΅ Bel masuk rumah berbunyi
Wajah Keira langsung semangat begitu mendengar suara bel rumah yang berbunyi. Dia segera membuka pintu rumahnya.
KLAK
"Sayang!! kamu gak apa-apa? kamu masih sakit?" tanya Kelvin sambil berlari menghampiri istrinya dan memegang kening nya. Kelvin terlihat sangat cemas.
"Sayang, aku gak apa-apa kok" jawab Keira sambil tersenyum lebar, tiba-tiba dia memeluk suaminya.
"Ada apa Kei?" tanya Kelvin sambil membalas pelukan istrinya
"Sayang, aku lapar" rengek Keira manja
"Kamu mau makan apa? mau aku masakin?" tanya Kelvin pada istrinya penuh perhatian
"Aku mau makan di luar, aku gak masak. Dari tadi aku mual-mual terus" keluh Keira sambil memeluk suaminya dengan manja.
"Oh ya, kata mama kamu udah diperiksa dokter kan? gimana hasilnya?" tanya Kelvin penasaran
"Kamu mau tau hasilnya?"Keira sambil mendongakkan kepalanya ke arah suami nya, yang tubuhnya lebih tinggi itu.
"Iya dong sayang, masalah kesehatan istriku tentu saja aku harus tahu kan. Tapi kenapa kamu terlihat bahagia?" tanya Kelvin heran dengan wajah Keira yang berseri-seri
"Aku terkena penyakit yang sangat serius, mungkin untuk 9 bulan ke depan" kata Keira dengan bibir menyunggingkan senyuman
Kelvin melihat Keira dengan tatapan penuh pertanyaan dan kening berkerut. Kemudian, Keira meminta suaminya untuk mandi lebih dulu sebelum berangkat untuk makan malam bersama di luar.
Sambil menunggu suaminya yang belum beres mandi, Keira menyiapkan baju Kelvin. Wanita itu menyelipkan Testpack ke saku baju yang akan di pakai Kelvin.
"Kelvin pasti akan sangat senang" kata Keira sambil tersenyum senang. Keira mengganti bajunya, merias sedikit wajahnya karena dia dan suaminya akan pergi keluar untuk makan malam bersama.
CEKRET
Kelvin keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono handuknya, otot otot dada nya yang sixpack terlihat seksi dan indah. Keira semakin terpesona melihat suaminya.
"Sayang, kamu tampan sekali" Keira memuji suaminya, menatap pria tampan itu dengan terpesona
"Ada apa sih dengan hari ini? kamu kan lagi sakit, tapi kamu terlihat sangat senang. Atau karena kamu sangat sakit sehingga sikap kamu jadi aneh seperti ini" Kelvin tersenyum, dia heran karena sikap Keira berbeda dari biasanya. Sikap Keira terlihat lembut dan lebih manis padanya.
"Hem...ya begitulah. Ayo sayang ganti baju dulu, kita makan diluar" kata Keira sambil tersenyum semangat
"Iya sayang, aku akan berpakaian dulu" Kelvin mengelus kepala Keira sambil tersenyum lembut
Pria itu mengambil pakaian di atas ranjang, kemudian dia memakai pakaian nya. Kelvin merasakan ada sesuatu di saku bajunya, dia merogoh ke dalamnya.
"A-Apa ini?" Kelvin memegang alat tes kehamilan dengan garis merah ada dua di sana.
"Hasil pemeriksaan ku, sakit yang membuat aku bahagia. Sakitnya itu kira-kira 9 bulan sepuluh hari" Keira tersenyum menyambut suaminya.
Pria itu melihat hasil testpack ditangannya, dia tersenyum lebar lalu mencium kening Keira dengan perasaan bahagia. "Sayang? kamu hamil??!"
Keira mengangguk, "Iya sayang"
"Ini beneran kan? garis dua? aku akan jadi ayah!" Kelvin tidak percaya, dia menatap Testpack itu dengan perasaan haru.
"Iyah tadi dokter juga sudah mengeceknya, dan aku di suruh Testpack. Lalu, inilah hasilnya Vin" tak hentinya wanita hamil itu tersenyum lebar, dia juga melihat kebahagiaan pada diri sang suami.
Saking bahagianya akan menjadi seorang ayah, Kelvin menggendong Keira sampai ke atas. "Ah! Kelvin.. apa yang kamu lakukan?!"
"Aku akan menjadi ayah! aku akan jadi ayah!!" seru Kelvin tersenyum bahagia
Tak lama kemudian Kelvin kembali menurunkan istrinya ke bawah. "Terimakasih sayang, terimakasih.. ini adalah kebahagiaan terindah dalam hidupku. Aku cinta kamu"
"Aku lebih cinta kamu" Keira menatap suaminya penuh cinta begitu pula sebaliknya. Kelvin membenamkan bibirnya pada bibir ranum milik Keira, mengecup nya dengan lembut.
CUP
Kruuukkkk..
KRUKKK
Terdengar suara memalukan dari perut Keira, meminta makan.
"Anak kita seperti nya lapar, maaf ya sayang. Papa terlalu bahagia dengan kehadiran kamu, sehingga papa lupa" Kelvin mengelus perut istrinya, dia berbicara pada perut itu seolah sedang berbicara dengan anaknya.
"Iya, aku lapar"jawab Keira malu-malu
"Kita bicara nanti saja, ayo kita makan malam di luar. Kamu kan mau makan malam di luar" Kelvin membelai rambut panjang Keira dengan lembut
"Iyah, aku mau makan di luar" jawab Keira mengangguk sambil tersenyum bahagia. Sebelum berangkat Kelvin menelpon mama nya dulu, bahwa ia tidak akan ke rumah sakit malam itu. Alma berkata tidak apa-apa dan meminta Kelvin menjaga Keira, karena banyak yang menjaga Naina.
Ketika mereka akan berangkat ke restoran untuk makan malam, Kayla sudah ada di depan pintu rumah mereka seperti akan memencet bel.
"Eh, kakak! kakak ipar?"
"Kay, kok kamu kesini lagi sih?" tanya Kelvin tidak senang
"Sayang, kok kamu bilangnya gitu sih sama Kayla?" tanya Keira heran pada sikap ketus Kelvin pada adik iparnya
"Iya nih kakak ipar, jahat banget makhluk berdarah dingin ini!" Kayla memegang tangan Keira seolah mencari perlindungan.
"Ya terus kamu mau ngapain kesini?"
"Aku mau makan malam bareng sama kalian" kata Kayla merengek
"Memangnya kamu gak punya teman apa? kenapa kami harus makan bersama kamu?" protes Kelvin yang tidak mau makan malamnya diganggu
"Aku kan baru disini, jadi aku belum punya teman. Boleh ya aku ikut makan malam? please.." Kayla mengatupkan kedua tangannya, seraya memohon pada kakak dan kakak iparnya
"Udahlah Vin, izinkan saja gak apa-apa" Keira melirik ke arah suami nya.
"Gak boleh!" kata Kelvin menolak tegas
"Anak kita bilang boleh, dia mau tantenya itu makan bersama" Keira beralasan dengan anak yang ada dikandungan nya.
"Fiks ini mah, anak nya belum lahir aja udah bucin. Gimana kalau bayinya udah lahir? habis tuh bucin!" gumam Kayla sambil menggelengkan kepala.
Mereka bertiga pun pergi ke restoran Damar, D'cafe, karena Keira ingin makan makanan pedas dan desert yang terkenal enak disana.
Di depan restoran itu terlihat Damar sedang menyambut sendiri para tamu yang datang. Kayla langsung melihat Damar dengan tatapan tidak biasa.
Bukannya itu temen nya tunangan kak Naina ya? si cowok nyebelin itu. batin Kayla sambil melirik sinis pada Damar
"Selamat datang" sambut Damar pada para tamu yang datang
"Hai mar" sapa Kelvin sambil tersenyum pada Damar, mantan rival cintanya.
"Eh Vin" sapa Damar dengan ramah pada Kelvin
"Mar, gue sama Keira mau duduk di meja yang di deket danau dong" pinta Kelvin pada Damar yang ingin duduk disana, karena Keira menyukai nya
"Gak mau, aku mau duduk di lantai dua aja" Keira menolak duduk di lantai atas
"Biasanya kan kamu suka duduk disitu" Kelvin heran
"Hari ini aku mau duduk di meja yang ada di lantai atas" Keira protes karena mau meja yang ada di lantai atas
"Sayang, bahaya naik tangga nya. Mending di bawah aja ya. Kalau kamu jatuh terus anak kita kenapa-napa gimana?" tanya Kelvin sambil menatap cemas istrinya
Deg!
Perasaan Damar seperti terkena sengatan listrik, apa katanya? anak kita? Damar berusaha menerka dan mencerna apa yang di katakan Kelvin pada Keira. Menggabungkan kata anak kita dan kekhawatiran Kelvin pada wanita yang pernah mencuri hatinya dulu.
Damar dapat menyimpulkan bahwa Keira sedang mengandung anak Kelvin. Walau sudah tau Kelvin dan Keira bersama, masih ada sedikit rasa tidak nyaman saat Damar melihat dua orang itu bersama. Kayla diam-diam memperhatikan raut wajah Damar.
Kenapa ya si cowok rese ini terus melihat ke arah kak Keira seperti itu?
"Keira, kamu lagi isi?"tanya Damar memberanikan dirinya
"Alhamdulillah mar, langsung isi" jawab Keira bahagia
"Wah, tokcer juga lo Vin! selamat ya, gue tungguin launching baby nya" Damar memberi selamat pada Keira dan Kelvin
"Doanya ya mar" Kelvin tersenyum pada Damar dengan senang
Setelah sedikit perdebatan, akhirnya Keira dan Kelvin mendapatkan tempat duduk di lantai bawah karena meja lantai atas sudah penuh. Sementara itu Kelvin mengusir Kayla dan memintanya makan di tempat lain, tidak semeja dengan pasangan suami istri itu.
"Ish! annoying banget si kak Kelvin, masa cewek cantik gini disuruh duduk sendirian sih" Kayla menggerutu ketika melihat semua orang berpasangan kecuali dirinya. Para pria melihat paras Kayla yang cantik dengan rambut nya yang di cat berwarna merah.
Beberapa pria mendekatinya dan meminta selfi juga tanda tangan padanya. Mereka mengenali Kayla sebagai model.
"Hey, Lo mau persen apa bule nyasar?" tanya Damar pada gadis itu yang belum memesan apa-apa
"Hah! si cowok rese lagi, gue gak nyangka ternyata Lo punya cafe yang bagus juga ya dibalik tampang slengean Lo itu" Kayla cemberut
Kedua mata mereka saling menatap tajam, mereka teringat pertemuan tidak menyenangkan mereka saat di rumah sakit.
#FLASHBACK
Kayla yang memakai sepatu heels tinggi, tak sengaja terpeleset dan sepatunya terjebak di dalam pintu lift rumah sakit tempat Naina di rawat.
"Aduh! gimana ini" keluh Kayla yang melihat kaki juga sepatu mahal nya terjebak di tengah-tengah pintu lift.
"Misi, mbak gak apa-apa?" tanya Damar sambil membawa kotak makanan. Dia melihat Kayla yang kesusahan melepaskan dirinya dari lift itu. Seperti nya Damar juga akan pergi dari sana.
Buset! ini cewek bule ya? cantik bener.. Subhanallah. Damar sempat terpesona melihat Kayla
"Kaki saya tersangkut, mas.. help me" kata Kayla meminta bantuan pada Damar untuk melepaskan kakinya dari pintu lift
Damar meletakkan dulu kotak makanan yang dia bawa di lantai, kemudian dengan cepat dia mematahkan hak sepatu milik Kayla. Gadis itu terkejut, dia marah lalu memukuli Damar.
BUK
BUK
"F*ck you!! ini tuh edisi terbatas xxx Chanel, cuma ada satu di dunia! beraninya lo mematahkan nya!" Kayla kesal pada Damar karena sudah merusak sepatu nya, sepatu yang hanya ada satu di dunia.
"Aduh! aduh! hey bule nyasar! sakit tau woy!" Damar kesal di pukuli oleh Kayla dengan sepatu heels nya yang patah
"Dasar cowok rese!" keluh Kayla pada Damar.
"Lo tuh yang rese, udah dibantuin bukannya bilang makasih malah marah-marah! gila lu ya!" Damar kesal pada Kayla yang memukuli nya.
#ENDFLASHBACK
"Kenapa? Lo masih ada dendam sama gue? hey! kalau bukan karena gue, Lo udah kejepit pintu lift! harusnya gue yang dendam sama Lo!" seru Damar mengingatkan bahwa dia masih kesal pada wanita yang dia panggil bule nyasar itu.
"Siapa juga yang minta dibantuin sama cowok rese kaya Lo!" Kayla tidak mau kalah, mereka pun jadi adu mulut.
"Hah! kagak tau diri banget loh, udah dibantuin malah kaya gini. Bule nyasar!" gerutu Damar sebal
"Apaan loh, cowok rese!" seru Kayla
"Jadi Lo mau pesan gak nih?" tanya Damar tidak sabar
"Gue mau pesen lah! buat apa gue disini kalau cuma nongkrong doang" protes Kayla emosi
"Bagus dong! Lo tau diri" kata Damar sambil menyiapkan bolpoin dan catatan kecil di tangannya.
Cewek ini cantik-cantik kok ngeselin, beda banget sama Naina yang baik dan friendly. Damar memaki gadis itu di dalam hatinya
Cowok ini ganteng, tapi slengean.. gak cocok sama wajahnya yang kalem. Dia rese banget! Kayla juga mengeluhkan tentang Damar di dalam hatinya
Kelvin dan Keira yang duduk tak jauh dari sana melihat Damar dan Kayla sedang berdebat. "Sayang, kok kayanya Damar sama Kayla kelihatan akrab ya?" tanya Keira sambil melihat kedua orang itu
"Akrab? mereka?? kamu gak lihat mereka lagi debat, wajahnya kaya mau perang gitu"
"Masa sih?" Keira memperhatikan lagi wajah Kayla dan Damar yang saling tidak suka. "Ah, apa ini karena kejadian di rumah sakit ya?"
"Kayanya sih gitu" Kelvin hanya tersenyum, "Oh ya sayang, ini makan dulu"
"Kelvin aku mau seblak yang pedas" Keira tidak mau makan makanan yang dipesan oleh Kelvin
"No no sayang, sampai dokter bilang kalau kamu boleh makan pedes. Baru aku bolehkan, sekarang makan dulu ini ya. Untuk anak kita juga" kata Kelvin bersemangat menyuapi istrinya itu.
"Haihh.." Keira menghela napas, dia menurut pada suaminya. Mereka pun makan sambil suap-suapan dengan mesra layaknya pengantin baru.
Saat mereka akan menyelesaikan makanan mereka dan tinggal menyantap desert. Mulailah Kelvin pada pembicaraan serius.
"Kei.."
"Hm??" sahut Keira sambil memakan puding coklat dengan lahap nya
"Naina akan operasi besok, begitu juga dengan aku"
PRAK
Tanpa sadar Keira menjatuhkan sendok yang dia pegang ke piring.
"Jadi, besok ya operasi nya? Vin, apa kamu gak apa-apa?" tanya Keira pada suaminya
"Aku sih gak apa-apa, tapi aku cemas sama Naina. Apakah operasi ini akan berhasil atau enggak? apakah operasi ini akan berhasil untuk kesembuhan Naina?" Kelvin masih mencemaskan adiknya
"Vin, Naina pasti sembuh.. operasi ini pasti akan berhasil. Dia sudah melewati masa kritis nya saat koma, dia bahkan bangun kembali ketika dia sudah mati suri saat itu. Kali ini dia akan kembali dengan selamat, dia akan baik-baik saja dan sembuh" Keira tersenyum yakin, dia memegang tangan suaminya seraya menenangkan Kelvin yang resah
"Iya Kei, makasih" jawab Kelvin
Dreet..
Dreet..
πΆπΆ
Kelvin mengangkat telponnya yang bergetar, itu telpon dari papa nya. "Ya pah?"
"Vin, kamu cepat ke rumah sakit! sama Keira juga ya!!" kata Bryan panik
"Ada apa pah? apa Naina kenapa napa?" tanya Kelvin cemas mendengar suara papa yang panik
"Cepet kesini aja sekarang sama Keira! Ini gawat!" ujar papa nya lalu menutup telponnya.
Tut...
...---***---...