Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Chapter 04



"Akh... Sumpah kegugupan gue udah di tingkat akut sekarang. Ya tuhan lancarkanlah interview hamba kali ini, semoga keterima amiin."


"Nayla Damian."


'Nama gue udah dipanggil, tarik nafas hah... huh...., semangat Nayla.' Batin Nayla menyemangati diri sendiri.


Baru masuk satu langkah kedalam ruangan, Nayla sudah tersuguhkan dengan wajah datar pria yang Nayla yakini dia adalah orang yang akan mewawancarainya.


Satu persatu pertanyaan yang diajukan pria bernama Gerald itu dapat dijawab Nayla dengan lancar hingga membuat wajah datar Gerald berubah menjadi senyum manis.


"Selamat bergabung di perusahaan Arsley Corp Nona Damian, mari saya antarkan ke ruangan anda." Ucap Gerald dan dibalas senyuman oleh Nayla.


Nayla terperangah melihat ruangan pribadinya, hanya satu yang cocok untuk mendeskripsikan ruangan ini 'Sempurna'. Ruangan yang luas dengan dekorasi klasik di dalamnya ini benar - benar cocok dengan harapan Nayla.


"Ini adalah ruangan anda, saya ucapkan selamat, semoga betah bekerja disini. Saya permisi." Ucap Gerald lalu pergi.


Baru saja Nayla akan mengagumi ruangannya tapi dia harus terganggu oleh suara dering telepon di meja kerjanya.


"Hallo."


"Cepat keruangan saya."


"Ba--"


Tut... tut... tut...


Sambungan telepon terputus tanpa menunggunya selesai berbicara membuat Nayla menggerutu ditempatnya. " Gue belum selesai ngomong juga."


Tok... tok... tok...


"Masuk !!" Terdengar suara perintah dari dalam.


Nayla membuka pintu dengan hati - hati sambil merapalkan doa berharap agar diberikan bos yang baik dan pastinya muda juga tampan bukan yang tua dan keriput.


Kecewa, itu yang dirasakan Nayla saat ini walaupun Nayla tidak dapat melihat wajah bosnya yang menunduk tapi Nayla tahu dia bukan bos yang diidam - idamkannya selama ini.


Bos itu mengalihkan pandangannya yang semula tertuju ke laptop di depannya berganti menjadi kearah Nayla. Bola matanya membulat sempurna ketika melihat Nayla sekan - akan Nayla itu adalah sosok makhluk halus.


"Ada yang salah dengan saya pak ?" Heran Nayla.


'Apa ini yang gue lihat apakah ini nyata atau gue cuman halusinasi doang.' Batin bosnya.


Pertanyaan yang diajukan Nayla tidak terjawab, bosnya hanya mendiaminya saja daritadi. Bahkan arah pandangannya kembali ke laptop dengan jari - jarinya yang terus menari di atas keyboard seakan Nayla tak ada di ruangan ini.


"Mr. Arsley anda memanggil saya untuk apa ?" Tanya Nayla dengan volume yang sedikit kencang.


Bukannya jawaban yang didapatkan Nayla justru sikap aneh dari bos barunya yang didapat. Saking kesalnya Nayla menarik kursi dan duduk tepat di depan bosnya itu.


"Pak Revan Arsley yang terhormat bisakah anda memberi tahu saya ada keperluan apa ? jika tidak ada keperluan saya akan pergi !" Kesal Nayla.


Revan beranjak dari duduknya dan menghampiri Nayla seketika Nayla mematung saat Revan menghambur memeluk dirinya.


"Apa ini benar - benar kamu, aku kangen banget sama kamu Salsa." Sumringah Revan.


"Tunggu - tunggu Salsa ? Maaf pak Revan sepertinya anda salah orang, saya bukan Salsa yang anda maksud." Jelas Nayla.


Revan tetap memeluk tubuh wanita itu tak peduli dengan apa yang dikatakan Nayla padanya. Revan mendadak tuli untuk saat ini. Bahkan sekarang pelukannya bertambah erat mencoba menumpahkan rasa rindu yang terpendam selama 5 tahun ini.


"Selama ini kamu kemana saja, kamu menghilang tanpa kabar. Apa kamu tidak rindu pada sahabatmu ini."


'Apa bos baru gue ini udah nggak waras ya ? Wah - wah gue harus protes sama Zahra nih tega banget sama sahabatnya rekomendasiin kantor dengan bos gak waras." Batin Nayla.


•••


Hay apa kabar readers ?


Jangan lupa klik likenya ya.


Kalau suka sama cerita ini bisa dimasukin favorit supaya dapet notifikasi kapan updatenya.