Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 71. Keira marah



Pov Kelvin Keira


...🍀🍀🍀...


Sherly tersenyum percaya diri begitu mendengar Kelvin mengatakan bahwa dia adalah calon tunangan nya. Apa akhirnya selama ini usaha nya membuahkan hasil?


Calon tunangan? apa akhirnya aku akan menjadi nyonya Kelvin Aldara Aditama?. Sherly tersenyum senang, ia menghampiri Kelvin dan memperlihatkan senyuman mengejek pada Keira.


Keira berteriak pada Presdir A-Tech itu saking marahnya dengan tindakan Kelvin. Keira merasa bahwa statusnya sebagai pacar Kelvin hanyalah pajangan belaka.


Kelvin sendiri terlihat santai, ia menatap Keira dan memperhatikan reaksi pacarnya dengan tajam. Diam-diam ia tersenyum puas melihat Keira marah, seperti apa kata orang marah tanda nya sayang dan cemburu adalah tanda cinta. Kelvin melihat semua itu pada diri Keira, lalu apa yang membuat Keira tidak mau menikah dengannya? apa terlalu sulit bagi nya untuk menjawab kata YA saja?


"Kenapa kamu berteriak seperti itu? duduklah!" ujar Kelvin pada Keira, ia berusaha untuk tidak menanggapi wajah Keira yang merah karena marah.


Gadis itu ingin bertanya lebih lanjut, begitu banyak pertanyaan di kepalanya untuk Kelvin, namun ia sadar diri bahwa mereka masih berada di dalam kantor. Tidak baik membicarakan masalah pribadi di dalam kantor yang notabene nya adalah tempat bekerja.


Dia berusaha menjaga profesionalitas nya sebagai bawahan Kelvin. Keira mencoba bersikap setenang mungkin di hadapan Kelvin, meski hatinya sudah menangis dan menjerit. Namanya adalah sakit yang tidak berdarah.


DUK


Keira duduk di depan kursi yang ada di depan Kelvin, ia menyerahkan dokumen pada Kelvin atas permintaan ketua tim nya.


Aku tidak percaya kamu masih bisa setenang ini, Kei. Mari kita lihat seberapa lama kamu akan diam terus.


Kelvin menatap Keira dengan menantang, ia ingin membuat kemarahan Keira meledak-ledak sampai tidak terkendali. Tujuan utamanya adalah membuat gadis itu peka dan sadar.


Kelvin kenapa kamu kaya gini? sebenarnya kenapa kamu mau bertunangan sama dia? lalu apa artinya aku?. Batin Keira sedih


"I-ini dokumen nya pak dan ini surat kontrak saya. Apa yang akan bapak lakukan dengan surat kontrak nya?" tanya Keira


Tanpa sadar, aku bicara gagap.


"Ada yang ingin aku ubah" jawab Kelvin sambil melihat dokumen di mejanya dengan cuek, tanpa melihat ke arah Keira.


Rasain kamu Keira, sekarang giliran ku untuk mendekati Kelvin. batin Sherly yang puas melihat Kelvin cuek pada Keira.


"Sayang, apa kamu mau kopi? daritadi kamu cuma nulis nulis aja?" tanya Sherly sambil tersenyum penuh perhatian pada Kelvin


Sayang? apa dia sudah gila? wanita ini otaknya benar-benar bermasalah, apa dia tidak sadar sedang aku manfaatkan? tapi.. masa bodoh lah. Kelvin jijik dengan Sherly yang memanggilnya sayang, tapi ia mencoba menjalankan rencana Juna.


#FLASHBACK


Saat di restoran itu, Juna berbisik pada Kelvin tentang rencana untuk membuat Keira kembali padanya dan mengatakan yes.


"Gini Vin, gue kasih tau buat pemula cinta kaya Lo" Juna sok menggurui calon kakak iparnya itu


"Apaan? yang jelas dong ngomongnya" Kelvin penasaran dengan rencana Juna


"Cewek yang susah peka dan insecure modelan si Keira itu harus sedikit di kerasin Vin. Cara itu adalah dengan hadirnya pihak ketiga, Lo harus deketin satu cewek buat manas manasin dia. Terus dia bakalan marah tuh sama Lo dan gue yakin dia yang bakalan ngejar Lo dengan sendirinya." bisik Juna pada Kelvin sambil tersenyum lebar penuh percaya diri.


Juna kembali ke tempat duduknya. Kelvin terpana mendengar ide Juna yang menurutnya sangat ekstrim. "Lo gila ya Jun?! kalau ini gak berhasil gimana?!"


"Lo polos banget si Kelvin, oke gini deh ..kalau misalkan rencana ini gagal alias si Keira malah ngejauh dari Lo, meskipun gue yakin gak akan sih. Lo boleh deportasi gue dari calon adik ipar Lo"


"Haaahhh...Kayanya Lo yakin banget kalau rencana ini bakalan berhasil. Terus kalau dia nangis gimana?" Kelvin masih saja mencemaskan Keira yang nantinya mungkin akan menangis akibat perbuatan nya.


"Justru itu bagus" jawab Juna dengan santainya


"Bagus gimana maksud Lo?!" Kelvin tersentak kaget mendengar jawaban Juna


"Kadang seseorang perlu dibuat menangis dulu supaya dia sadar betapa berharganya cinta itu sendiri. Pokoknya, ikuti saran gue Vin.. gue mempertaruhkan Naina untuk semua ini. Gue gak main-main" kata Juna serius dan yakin


Kelvin terdiam mendengarkan saran Juna yang terdengar seperti seorang yang playboy itu.


#END FLASHBACK


Dengan sengaja Kelvin bermulut manis pada Sherly di depan Keira. Bahkan Kelvin membalas pegangan tangan Sherly dengan lembut. Hati Keira kepanasan melihat pemandangan itu. Dia tidak tahan lagi dan akhirnya...


Sudah cukup Vin!


BRAK


"Lo apa-apaan sih?!!" Sherly kesal dan mendorong Keira.


BRUGH


"Jauhi dia! dia pacarku!" teriak Keira murka pada Sherly, tapi dia lebih marah pada Kelvin yang membiarkan dirinya di pegang pegang oleh Sherly


"Lo gak denger ya barusan? dia itu tunangan gue!" Sherly tidak mau kalah


"BUKAN! dia bukan tunangan kamu Sherly, tapi dia calon suamiku dan aku akan menikah dengannya !" seru Keira mengutarakan apa yang ada di hatinya.


Calon suami? apa yang aku katakan? kenapa aku mengatakan itu?! Keira sendiri kaget dengan apa yang baru saja ia ucapkan


Kelvin terpana mendengar ucapan Keira pada Sherly, ia tersenyum puas dengan ucapan pacarnya. Akhirnya gadis itu mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.


Juna, syukurlah rencana mu berhasil. Kamu lolos. Kelvin senang rencananya berhasil


Cemburu Keira sudah melebihi batas, ia bahkan berani mengusir Sherly dari ruangan itu dengan menyeretnya. Keira mendengus kesal, lalu ia menangis.


"Farel, tutup pintunya! jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan ini!" titah Kelvin pada Farel.


"Baik pak" jawab Farel sambil tersenyum, ia menutup pintu ruangan itu rapat-rapat. Setelah itu ia mengusir Sherly dari sana.


Kini hanya tinggal Kelvin dan Keira berdua saja di ruangan itu. Keira menangis kesal dengan kelakukan Kelvin padanya, ia merasa Kelvin sudah kelewatan membuatnya cemburu.


"Puas kamu?!" bentak Keira dengan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun nya itu.


"Apa aku harus membuat kamu menangis dan marah dulu, supaya kamu mengakui semuanya? kamu puas kan melihat aku bersama wanita lain?!" Kelvin membalikkan pertanyaan Keira, seolah menyindir nya.


"Kelvin, kenapa kamu ngomong gitu? hiks.."


"Kamu yang maksa aku buat ngomong gini"


"Kamu suka ya lihat aku marah? kamu senang lihat aku nangis?" tanya Keira dengan air mata yang masih mengaliri pipinya.


"Enggak, aku gak suka kamu nangis. Tapi aku suka kamu cemburu" Kelvin tersenyum puas, tangannya mengusap air mata Keira.


"Kamu sengaja? deketin dia, hanya untuk buat aku cemburu?!" Keira marah pada Kelvin yang membuatnya cemburu.


"Benar" Kelvin mengakuinya tanpa bantahan sedikit pun


Aku sempat berdebar, aku takut kelvin benar-benar meninggalkan ku! lalu semua ini ternyata hanya kesengajaan nya saja?


"Kamu! apa sih tujuan kamu melakukan ini? kamu pikir ini lucu?" tanya Keira setengah membentak dan masih marah


"Karena berkat ini kamu menyadari posisi mu di hati ku, kamu menyadari perasaan kamu. Kalau kamu mau jadi istriku. Aku bersyukur, Kei.." Kelvin tersenyum puas, tangannya masih sibuk menyeka air mata kekasihnya.


"Kapan aku bilang begitu?" elak nya tak mau mengaku


"Aku tau kamu akan mengelak, jadi apa kita perlu lihat kamera CCTV nya?" ucap Kelvin seraya menunjuk ke arah CCTV yang terpasang di sudut ruangan.


"Tidak perlu"


"Lalu kenapa? kenapa kamu menolak menikah? kamu tidak suka sama aku? atau kamu ingin aku menikah dengan orang lain? hmm..." Kelvin mencoba bertanya dari hati ke hati dengan Keira


"Ini masih jam kerja, ketua tim pasti menungguku. Kita bicara saja nanti" alasan Keira sambil menepis tangan Kelvin dan melangkah pergi.


Kelvin memegang tangannya dan menahan Keira. Ia mengambil gagang telpon di mejanya, lalu menekan tombol, "Farel, beritahu ketua tim perencanaan kalau aku membutuhkan Keira untuk membantuku pekerjaan ku disini"


BRAK


Pria itu kembali meletakkan gagang telpon itu ke tempat semula, Keira kehabisan kata-kata. Ia tak bisa menghindar lagi.


"Jawab sekarang, jangan buat aku menunggu terus. Alasan yang sebenarnya!" Kelvin menatap Keira dengan tajam, berharap pertanyaan nya akan segera terjawab.


Keira menelan saliva nya, ia bersiap siap mengatakan kejujuran pada Kelvin.


...----****---...