
πππ
Nisha kebingungan dan panik melihat Naina jatuh pingsan di dalam dekapan nya. Berkali-kali gadis itu menggoyangkan tubuh Naina, namun Naina belum sadar juga.
"Nai! kamu kenapa sih? Nai??!" Nisha mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kecil, dia berniat menelpon Juna. Namun dia tidak tahu nomornya, akhirnya dia menelpon Keira saja.
Tut..
Tut...
πΆπΆπΆ
Dreet..Dreet...
Keira yang masih dalam pembicaraan pernikahan nya, merasakan ponselnya bergetar. "Nisha?" ucapnya melihat nama Nisha terlihat di ponselnya. "Mama, papa, Kelvin, bentar ya aku angkat telpon dulu"
Bukannya dia tadi ada disini? kenapa dia menelpon ku?. Keira bingung
"Iya Kei" jawab Kelvin sambil tersenyum
"Ya Nis, ada apa?" tanya Keira pada Nisha yang menelpon nya
"Kei, tolong aku. Naina pingsan di toilet! cepet kesini!" seru Nisha panik
"Apa? Naina pingsan?!!" Keira tersentak kaget mendengar nya.
Kelvin, Juna, Theo, Bryan dan Alma juga mendengar ucapan Keira. Mereka terkejut mendengar Naina pingsan. Juna berlari cepat ke lantai bawah untuk menyusul Naina. Diikuti oleh Theo, Bryan, Alma, Keira dan Kelvin.
Juna sampai di depan toilet wanita lebih dulu dari yang lainnya, dengan napas terengah-engah dia masuk ke dalam toilet.
Hosh..
Hosh..
"Juna?"Nisha menengadah ke arah Juna yang sudah ada di depannya.
"Nisha, Naina kenapa?" tanya Juna panik sambil memegang tangan Naina.
"Aku gak tau, tadi dia baik-baik saja. Tiba-tiba saja dia pingsan" jelas Nisha cemas
"Nai? kamu kenapa Nai?? Naina?Hey.." Juna memegang kedua pipi Naina, gadis itu masih belum sadarkan diri. "Nai.. jangan buat aku cemas Nai? Nai.." Juna menatap gadis yang tidak sadarkan itu dengan mata yang memicing ,hatinya cemas takut Naina kenapa-napa.
Seandainya saja kak Theo melihatku seperti Juna melihat Naina saat ini. Aku pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Nisha melihat ada cinta di mata Juna yang sangat besar untuk Naina. Dia berharap bahwa suatu saat nanti Theo akan menatapnya seperti Juna menatap Naina.
Juna menggendong Naina, dia berniat membawa Naina ke rumah sakit.
Theo, Kelvin, Bryan, Alma dan Keira sampai di depan pintu toilet wanita. Mereka cemas melihat Naina jatuh pingsan.
"Naina, sayang!" Alma menatap cemas ke arah Naina yang di gendong oleh Juna.
"Naina!" seru Kelvin, Bryan dan Theo panik melihat Naina yang berada di dalam gendongan Juna.
Lagi-lagi aku keduluan. Theo terlihat sedih
"Ayo Juna! bawa Naina ke rumah sakit" ujar Bryan yang cemas melihat anaknya tidak sadarkan diri.
"Iya om" jawab Juna yang wajahnya masih panik itu.
Juna menyusuri tangga ke lantai bawah sambil menggendong Naina. Yang lainnya menyusul di belakang. Naina berhasil membuat cemas semua orang yang dekat dengannya. Betapa begitu banyak orang yang sangat menyayangi Naina. Betapa beruntungnya Naina menjadi kesayangan semua orang, orang tua, kakak, dan teman-teman nya menyukainya.
Jika terjadi apa-apa pada Naina, mungkin semua orang akan sedih. Sebenarnya apa yang terjadi pada Naina? kenapa Naina jatuh bisa pingsan?
"Dimana ruangan yang ada tempat tidurnya disini? aku akan memeriksa Naina lebih dulu" tanya Theo memiliki ide untuk memeriksa kondisi Naina.
Mereka membawa Naina ke ruangan Kelvin lebih dulu, Theo memeriksa denyut nadi Naina dengan memegang pergelangan tangannya. Juna cemburu melihatnya, tapi dia menahan rasa cemburunya itu karena Theo adalah seorang dokter yang sedang memeriksa Naina.
Semua orang menunggu Naina sadar dan menunggu hasil pemeriksaan Naina oleh Theo. "Tidak ada masalah, mungkin Naina hanya kelelahan om, Tante" ucap Theo sambil melirik ke arah Bryan dan Alma.
"Kelelahan? tapi jika kelelahan, mana mungkin selama ini pingsannya? Bry, ayo kita bawa Naina ke rumah sakit! lakukan tes darah atau apapun itu.."
Kalau terjadi sesuatu pada Naina, aku gak tau bagaimana aku bisa hidup?. Batin Alma sangat cemas melihat kondisi anaknya.
"Sayang.. tenanglah, Theo bilang kan kalau Naina gak apa-apa? kamu jangan panik gitu" Bryan menenangkan istrinya yang selalu paranoid bila terjadi sesuatu pada anak anaknya.
Apa Alma masih trauma masalah Albry? sampai dia masih panik seperti ini?
Perlahan-lahan Naina membuka matanya, dia menatap orang-orang yang sedang melihatnya dengan cemas. "Aku dimana?"
"Nai! kamu udah sadar sayang? kamu gak papa? ada yang sakit nak?" tanya Alma sambil memegang tangan Naina dengan cemas, suaranya gemetar ketakutan. Padahal anaknya hanya pingsan dan tidak kenapa-napa.
"Kenapa kalian semua ada disini? ada apa ini rame-rame? kalian kenapa menatapku begitu?" tanya Naina sambil beranjak duduk di ranjang itu, melihat ke wajah semua orang yang menatapnya dengan cemas.
Kenapa ya semua orang terlihat cemas?
Juna, Keira, Kelvin, Nisha terlihat lega melihat Naina yang sudah sadar dari pingsan nya dan terlihat baik-baik saja.
"Naina kamu buat mama cemas, kita ke rumah sakit aja yuk? Theo bilang kamu cuma kelelahan, tapi kita belum bisa memastikan kalau kamu baik-baik saja sebelum tes darah" ucap Alma sambil memeluk anaknya, kecemasan itu belum reda di dalam hatinya.
Penyakit panik mama kumat lagi. batin Naina
Kenapa ya Tante Alma sepanik itu sama Naina padahal Naina cuma pingsan?. Batin Juna keheranan melihat Alma yang panik pada Naina.
"Mama, aku gak papa. Gak perlu tes darah atau apalah itu, aku cuma kelelahan karena banyak begadang dan pekerjaan di galeri ku."
"Tuh ma, Naina bilang gak apa-apa kan? kita pulang yuk. Udah malam" ajak Kelvin pada mama nya, untuk meredakan kepanikan Alma.
"Iya sayang, yuk kita pulang. Naina gak papa kok, tenang ya sayang" bujuk Bryan pada istrinya
"Beneran kamu gak papa, Nai? gak ada yang sakit?" tanya Alma cemas
Naina menggeleng dan tersenyum, "Aku cuma kelelahan ma.. jangan cemas"
Bryan berhasil membawa Alma pergi dari sana lebih dulu untuk menenangkan kepanikan istrinya itu. Sementara Juna, Nisha, Theo, Kelvin dan Keira masih ada disana menemani Naina yang baru saja sadar.
Semua orang mencemaskan keadaan Naina termasuk Juna. "Nai, kamu beneran gak apa-apa?" tanya Juna sambil memberikan segelas air minum pada Naina
"Aku gak papa, aku cuma kelelahan. Kak Theo juga bilang gitu kan?" Naina meminum air di dalam gelas tersebut pelan-pelan.
"Nai, kamu yakin gak perlu ke rumah sakit?" tanya saudara kembarnya cemas
"Apa apaan sih kalian? berlebihan banget, aku cuma pingsan karena lelah. Gak kenapa-napa juga, apa kakak mau ikut ikutan panik kaya mama?" Naina menggerutu sebal
"Wajar aja dong mama panik kaya gitu, ini pertama kalinya kamu pingsan kan? pingsan karena lelah? jangan konyol kamu!" ucap Kelvin yang merasa ada apa-apa nya dengan Naina
"Kelvin udah ah! adik kamu baru siuman, kamu malah marah-marahin dia" Keira menepuk punggung Kelvin
"Rasain di marahin kakak ipar. Emangnya enak?" tanya Naina sambil menjulurkan lidahnya pada Kelvin.
"Nai, menurut pemeriksa ku kamu kelelahan tapi kalau ada gejala lain nya. Harap kamu periksakan ke rumah sakit" ucap Theo mengingatkan Naina.
Gejala lainnya? apa itu termasuk sering mimisan?
...---****---...
Like, komen, gift dan vote nya ya, nanti author akan up lagi β€οΈβ€οΈ